Suamiku Mantan Tunanganku

Suamiku Mantan Tunanganku
89.Perpisahan.


__ADS_3

"Kamu mengemaskan, mau gak Abang culik aku bawa ke Australia nemenin Abang kuliah di sana " ucapan Edo membuat Inara jadi takut dan sedikit menjauh, karena dia ingat ucapan Mamah dan kakaknya banyak orang jahat banyak penculik jadi harus tetap hati- hati.


" Maafkan Abang! Abang bercanda sayang kamu takut ya, nanti kalau kamu sudah besar saja, baru Abang jemput ya,Ohnya kamu harus ingat pesan Abang ya kamu gak boleh pacaran,harus nunggu Abang datang buat jemput Rara ya " Ucapan Edo di iyakan oleh Inara kecil.


" Kamu nanti pasti! tumbuh menjadi wanita sangat cantik, cerdas dan pintar,Oh ya cita-cita kamu mau jadi apa nanti kalau besar sayang " Tanya Edo pada Inara yang sudah tidak takut lagi dan mendekat di pangkuan Edo.


"Aku mau Jadi Dokter Bang , mau jadi penolong buat semua orang yang sakit dan tidak meninggal seperti papa yang sakit tidak bisa sembuh" ucapan Inara membuat Edo kaget, dia mau jadi Dokter seperti aku, Cita-cita nya sama dengan ku semoga kita jodoh cantik.


Edo memeluk Inara dengan sangat dalam, karena dia tau bidadari kecil ini sebenarnya terluka, tapi dia bisa menutupi kesedihannya , dengan dia riang menghibur banyak orang rasa sedihnya tidak pernah terlihat.


" Cita-cita kita sama, ya dek, do'ain Abang ya sampai spesialis bedah, 8 tahun lagi atau 10 tahun lagi kita bertemu ya, manis " Ucap Edo pada Inara.


" Iya Abang, akan aku tunggu sampai Abang datang, Abang Jagan nakal di sana, belajar yang rajin, supaya dapat nilai bagus " ucap


" Waah sama Dong Cita-cita kita Abang mau pergi juga mengejar cita-cita Abang.


"Iya Bang " Sambil tersipu malu.


" Kamu sekarang kelas 6 kan, bentar lagi kelas 7 dong, semangat ya ujiannya kalau kamu sedang tidak semangat ingat Abang, kamu kalau nilaimu bagus bisa manyusul Abang.di Australia ucapan Edo membuat Inara tersenyum.


" Nieh Abang lupa, Abang beli makan untuk kita tadi sayang ayu kita duduk saja ya " Sambil menarik tangan Inara untuk duduk bersamanya menikmati makan siang berdua, sebelum berpisah.


Mereka menikmati makan sambil bersenda gurau, alam pun mendukung karena angin menghembus dedaunan menjadi sejuk.


Inara sangat sedih Mau di tinggal Bang Dodo nya tetapi dia sekarang bahagia karena bisa menikmati indahnya bersama Edo.


" Mau punya Abang ini enak, Abang suapin ya aaa buka mulutnya " perintah Edo, Inara dengan senang hati menuruti semua yang di inginkan Edo.

__ADS_1


" Setelah ini mau kemana lagi Dek, Abang masih punya waktu satu jam lagi untuk kita bersama atau di sini saja,Oh ya apakah kamu tadi sudah izin pada keluarga mu untuk pulang terlambat.


" Oh mamah aku pergi ke kota J, kalau Abangku pamit ke kantor, aku di jemput supir, tapi aku suruh pak supir nunggu di warung sana" tunjuk Inara.


" Ya sudah, Abang tidak khwatir, Hati-hati ya, lain kali gak boleh ke taman sendirian ya, Jagan Bikin abang khawatir di sana ya " Kata-kata Edo membuat Inara sangat senang.


Ini kotak lagi buat kamu , semoga kamu suka semua, ada suratnya juga di dalam, kalau kamu rindu Abang bisa kamu baca ada buku-buku juga Dek semoga kamu suka " ucapan Edo membuat Inara sangat senang.


" Aku juga bawa sesuatu buat Abang semoga Abang suka ya, dan di kotak ada suratnya buat Abang bukanya di rumah aja ya Inara malu " Ucapny sambil tersipu malu.


" Oke sayang terimakasih ya, Abang senang sekali, pasti isinya Abang suka semua pemberian dari kamu " ucap Edo sambil memeluk Inara.


"Sayang maaf ya...! Abang harus segera pergi sudah ada WA abang harus pergi ke kampus untuk mengurus surat Izin " ucapan Edo membuat raut bahagia Inara menjadi suram dan mendung. nanti kalau abang liburan pasti Abang datang kesini mencari kamu ya Abang sayang banget sama kamu, walau cuma beberapa kali Abang sangat sayang ma kamu " Edo juga berat meningalkan Inara, tapi mau bagaimana lagi dia tidak mungkin mengubur cita-cita nya.


" Iya Abang semoga Allah mempertemukan kita lagi ya, sambil menangis Inara memeluk kotak yang di berikan Edo dan tas ransel yang di belikan Edo beserta isinya.


Rasanya berat meningalkan bidadari kecilnya tapi kalau dia berbalik menoleh pasti dia akan baper dan membuat dia tidak bisa pergi.


Setelah Edo tidak terlihat Inara menemui supirnya dan pulang kerumah. pak supir ikut sedih melihat majikan kecilnya menangis.


Sampai rumah pak Diman cerita pada Istri dan anaknya kalau neng Inara menangis dari pulang sekolah.


Simbol langsung bergegas menemui majikan kecilnya karena Nyoya sedang pergi dan Si Abang masih di kantornya.


" Non Inara! ini Bibi, non Inara kenapa menangis ada masalah apa? tanya mbok.


Setelah Simbok masuk Inara menceritakan semua yang dia Alami Asal Simbok tidak cerita pada siapapun.

__ADS_1


Simbok pun memberi saran, supaya Non Inara medoakan Bang DoDo semoga selamat sampai tujuan dan kuliahnya lancar menjadi Dokter Bedah.


" Non Inara juga sekolah yang rajin, menjadi Dokter yang hebat juga, cocok sama Dokter Jojo.


Setelah di nasehati Mbok Inara, sudah tidak sedih diamembuka semua pemberian dari Dodo menata di bantu Mbok.


Kita tingalkan Inara kita ikuti Edo, setelah surat pindahnya selesai di urus dia menemui semua sahabatnya yang menunggunya dari kemarin.


" Maaf ya kalian menunggu lama, aku ada urusan tadi, bertemu bidadari kecilku, pamitan, rasanya berat banget. meninggal kan dia, tapi bagaimana lagi kejar impian.


"Dasar gila kamu, pacaran sama anak SD, gak banyangin aku Do " ucap Sahabatnya Adam.


" Iya gak tau bisa gila banget, Anak kelas 6 SD seperti adik aku saja, genitnya juga minta ampun kalau ada cowok ganteng mangkanya aku tidak pernah ajak kalian kerumah " ucap AL.


"Bawa apa ini bro kok kotaknya warna Pink, wah Jagan Jagan pemberian bocil nih? "dengan jail Frans langsung membuka kotak.


" Parah kalian cepat berikan Jagan seperti ini aku tidak suka, kalian lancang " marah Edo.


David langsung membaca isi surat yang di tulis Inara.


" Jagan lupa sama aku ya, Bang nanti kalau aku besar aku mau jadi istri Abang, Abang harus setia ya tidak boleh pacaran sama bule di sana janji ya bang,Abang cuma buat RAra. "


Semua tertawa menertawakan Edo, tapi surat itu membuat Edo sangat senang ternyata bidadari kecilnya juga sama denganya.


Edo berpamitan kesemua temanya, berbeda dengan AL seperti ada yang menganjal dan aneh Rara kelas 6 cita-cita menjadi dokter.


Mungkin hanya kebetulan saja ucap AL.

__ADS_1


__ADS_2