Suamiku Mantan Tunanganku

Suamiku Mantan Tunanganku
87. Cerita Inara Kecil.


__ADS_3

MAAF SUDAH LAMA TIDAK MENULIS DI KARYA PERTAMA KU INI DAN LEBIH FOKUS DI NOVEL YANG BARU TAKDIR CINTA BINTANG.


KARYA CINTA BINTANG SEBENARNYA JUGA ADA HUBUNGANNYA DENGAN NOVEL INI, KALAU CINTA BINTANG DEVITA DAN AL SUDAH TUA,


BACALAH JUGA NOVEL KARYA TAKDIR CINTA BINTANG , DI SANA ADALAH KISAH ANAK ANAK MEREKA.


Yang setuju lanjut komentar ya.


"Sayang kamu kenapa? dari tadi mamah lihat kok senyum senyum tanua mamah pada Inara.


" Rara senang ma bertemu pangeran tampan dan menolong Rara dari atas pohon kata Inara kecil.


' Weeh hebat dong pangeran tampannya, kenapa Bisa Inara di atas pohon tanya Mamah? penasaran pada anaknya takutnya berhasinasi.


" Rara di kejar angsa terus sampai naik pohon, tapi tidak bisa turun, akhirnya nagis minta tolong terus di tolong pangeran tampan. jelas Inara pada Mamahnya.


" Lain kali hati hati ya sama orang tak di kenal nanti abang marah ya nak" pesan mamah.


" iya Mah Rara tau "jawab Rara.


" Di kampus Edo juga tersenyum mengingat kejadian tadi, sama anak kecil imut sangat mengemaskan, membuatnya terhibur di saat dia suntuk dengan semua pelajarannya.


Coba kamu sudah besar, hayal Edo pasti aku jadikan pacar kata Edo.


* kelanjutan cerita Dodo dan Rara*


Melanjutkan Novel pertamaku, sudah lama tidak kesini.


Hallo apa kabar masih mau lanjut cerita ini, kasih komentar ya, kalau masih ada yang suka, aku lanjutkan, kalau sepi, aku akan membuat karya baru Lagi, karena Bintang sudah mau 200 episode.


Edo terus kepikiran Rara yang imut dan mengemaskan.


Di rumah pun Rara selalu teringat Abang Dodo yang tampan, yang mengendongnya di punggung tadi, gagah seperti pangeran tampan di negeri Dongeng.


Kalau saja, aku gak takut di marahi Abang pasti aku mau di antar pulang, tapi karena takut jadi gak di antar pulang cemberut Rara.

__ADS_1


" Non kenapa kok cemberut terus, ada masalah apa? tanya simbok pada Rara.


" Gpp kok mbok Rara hanya sebel saja, Rara mau tidur siang dulu ya mbok" pamit Rara pada Mbok asuhnya.


" Iya Non Inara yang cantik selamat tidur siang mimpikan pangeran tampannya ya" Goda Simbok.


Sehari berlalu, dan Inara masih berharap bertemu dengan pangeran tampannya, tapi juga tidak kunjung muncul dan menghampirinya, Inara hanya resah gelisah, entah dia Sedang puber atau apa, dia sangat berharap bertemu lagi.


" Non kenapa hari minggu tidak keluar, tuh di cari teman-temanya mau di ajak ke taman siapa tau bertemu dengan pangeran, kalau Non di rumah terus, Bibi bantu izin ya bibi temani Non bagaiman? asal Non tidak sedih Bibik bersedia " Hibur Bibi.


" Serius Bibi, dan Bibi benar, kalau aku di rumah masa bisa bertemu dengannya ayo Bibi cepat ganti baju dan izin pada Mamah ya Bi " Dengan ruang Inara kecil atau biasa di panggil Rara oleh teman- teman sebayanya.


Setelah mendapat Izin dari mamah Inara dan Bibi, pergi ke taman, Inara berlari kesana kemari bersama temana nya sehinga dia lupa dengan kesedihannya.


Simbok ikut senang melihat Inara riang gembira saat bermain di taman sampai hampir 4 jam dia bermain dengan teman-temanya.


" Non ayo pulang sudah siang, nanti di cari mamah sayang! " panggil Simbok berteriak karena tempatnya ramai , karena waktunya Inara tidur siang.


' Iya mbok sebentar lagi ya kita pulang, ini masih tanam bungga, supaya nanti taman ini lebih indah " ucap Inara kecil.


" Iya Non cepat ya nanti kena marah " ucap Simbok.


Ke esokan harinya Inara berangkat sekolah , dan bertemu dengan temanya yang bertemu di taman ternyata juga di sekolah yang sama tapi beda kelas yaitu Ratna.


Setelah pulang sekolah Inara kaget karena dia melihat Abang tampan lagi, dan tersenyum padanya.


" Hai adik manisnya Abang, Abang kesini mau kasih sesuatu buat kamu" sambil memberikan satu buah kotak.


" Terimakasih Abang" dan Inara mendekat pada Abang Dodo dan memberikan ciuman.


" Adik Abang genit, tapi makasih ya, Abang pergi dulu ada janji sama teman Abang " Memeluk Inara.


Inara sangat senang sekali, samapai rumah dia tidak melepas sepatunya langsung masuk kamar, membuat mamah dan semua heran.


" Adek kenapa mah, coba lihat kenapa? kekamarnya saja mah tidak biasanya begitu! " Ucap AL pada mamahnya, karena dia khawatir pada adik kesayangannya.

__ADS_1


" Iya AL, mamah lihat Inara dulu ya,apa dia sakit atau kenapa? " ucap Mamah.


" Iya Mah, soalnya aku ada janji mau keluar karena Edo mau pindah Ke Australia mah..!ikut Om " kata AL membuat mamah kaget.Ketika AL mau bicara Langsung AL berbicara.


" Nanti saja mah aku pergi dulu Asalamualaikum " ucap AL pergi. tergesa-gesa. menuju tempat janjian mereka.


Sepeninggalnya AL mamah masuk kamar dengan pelan-pelan melihat anak nya sedang membuka sebuah kotak lumayan besar, mamah juga penasaran, apalagi putrinya yang biasanya pulang sekolah langsung mandi baru makan ini terlihat sangat lusuh dan masih berseragam lengkap.


" Inara sayang, bukanya nanti ayo mandi dulu biasanya pulang sekolah mandi lalu makan, mamah kira kamu sakit, nanti saja bukanya " ucapan Mamah membuat Inara kaget, dia langsung menyembunyikan kotak pemberian Bang Dodo.


"Iya mah, aku mandi terus makan, mamah tunggu di meja makan yach " kapan Inara membuat mamah bertanya-tanya apa sebenarnya yang terjadi.


" Iyah sayang mamah keluar, kamu cepat ya, mamah tunggu " ucap Mamah.


Setelah mandi Inara mendekati kotaknya, Nanti saja bukanya ya, mamah sedang kepoh nanti kalau tau Abamg pasti gak boleh suruh kembalikan. Sebaiknya aku cepat keluar dari pada mamah masyluk lagi bahaya ucap Inara.


Setelah selesai makan Inara membuka bikisan dari Bang Dodo. dan Inara sangat terkejut, banyak isinya, mulai jepit rambut, bando topi baju jam tangan berbagai warna dan baju,sepatu ini ada Foto Abang.


Dek mungkin kita tidak akan ketemu lagi setelah ini, besok Abang tunggu ya tempat biasa setelah pulang sekolah masih ada satu kotak lagi nich buat kamu ya dek Ucap tulisan Edo.


Aku juga harus memberikan sesuatu buat bang Edo.


Apa yach ini gantungan kunci dan Syal dan saputangan buatanku aku masukan kotak saja dan aku kasih fotoku.


Jagan lupa sama aku ya, Bang nanti kalau aku besar aku mau jadi istri Abang, Abang harus setia ya " ucap Inara dalam suratnya.


Tunggu episode berikutnya


Kisah Inara dan Edo waktu kecil.


Sudah dulu ya UP hari ini, semoga suka dengan alur cerita Novel Ini bantu dukung author ya biar semangat Nulisnya, biar banyak UP nya setiap Hari. Degan cara:


Like.


Vote

__ADS_1


komentar


Terimakasih 🙏💕.


__ADS_2