Suamiku Ternyata Penguasa [ Vero Destin ]

Suamiku Ternyata Penguasa [ Vero Destin ]
Vero Gibson


__ADS_3

"Ya, apa yang terjadi dengan Keluarga Glover ini? Alisa sendiri bahkan tidak ada di sini untuk momen sebesar ini? Siapa yang dia anggap remeh? Memandang rendah Keluarga Lewis?" Ferdi Lewis ikut menimpali dengan nada datar.


Ferdi dan Jennie Lewis telah berurusan dengan Vero Gibson beberapa kali, tetapi merekalah yang dipermalukan. Mereka tidak memiliki kesan baik terhadap Alisa dan keluarganya.


Menurut pendapat mereka, Keluarga Glover mencoba naik daun melalui Keluarga Lewis. Mereka tidak peduli dengan keluarga kelas dua seperti Keluarga Glover.


Alisa akan menikah dengan Keluarga Lewis, menikah dengan Tuan Muda paling menonjol di generasi mereka, Steven Lewis. Namun, pada hari pertunangan yang begitu penting, dia tidak datang, bukankah itu tidak menghormati Keluarga Lewis?


Alisa hanya wanita karir yang sudah tidak memiliki apa-apa lagi.


"Ini ... Lisa sedang tidak enak badan, jadi dia tidak datang." Jawab David dengan susah payah membentuk senyum di bibirnya.


"Ya, Tuan Muda Steven, jangan salah paham. Lisa memang sedang tidak enak badan. Ini hanya acara pertunangan. Sebagai orang tua, kami yang membuat keputusan untuknya. Itu juga menjadi keputusannya." Zane Davis dengan cepat ikut menimpali dengan senyum yang sedikit kaku.


"Kakakku Steven sangat tulus dan membuat acara seperti ini. Putri Anda adalah karakter kedua yang dinantikan di acara ini, tapi apa,? dia bahkan tidak datang. Apa artinya ini? "Jennie Lewis berkata dengan ketus, mencoba untuk menekan mental Zane Davis dan suaminya.


Ekspresi Zane Davis sangat canggung. Dia tidak berani menjawab, dia benar-benar takut salah bicara, dia takut Keluarga Lewis akan mempersulitnya.


Bagaimanapun, Keluarga Lewis sangat besar dan memiliki sumber keuangan yang besar.


Jennie Lewis dan yang lainnya memiliki status lebih tinggi daripada bahkan sekelas Keluarga Glover tidak mampu menyinggung dia. Mereka tidak mampu jika harus berurusan dengan Keluarga Lewis.


"Lupakan saja. Jennie, jangan dipersulit lagi. Lisa sedang tidak enak badan, aku yang salah tidak perhatian terhadap calon istriku." Steven Lewis tersenyum dan memasang wajah bersalah.


"Bibi, bantu titipkan salam untuk Alisa, aku akan meluangkan waktu untuk menjenguknya." Ucapnya lagi sembari mempertahankan senyumannya.


"Baik, baik, saya pasti akan memberi tahu Lisa. Tuan Muda Steven, Anda benar-benar perhatian. Kedepannya, Putri kami harus mengandalkan Anda untuk kedepannya." Zane Davis berkata sambil tersenyum, terlihat puas dengan jawaban bijak dari calon menantunya itu.


"Haha tentu saja. Lisa akan memasuki Keluarga Lewis kedepannya. Aku pasti akan membiarkan perusahaannya bangkit kembali dan membuat namanya semakin dikenal di Provinsi Laut Timur," Jawab Steven Lewis dengan sikap yang mengesankan.


"Ah, Tuan Muda Steven benar-benar pemuda yang hebat. Aku merasa Keluarga Glover benar-benar mulai merasakan keberuntungan seumur hidup. Mereka bisa menjadi bagian dari Keluarga Lewis dan mendapat menantu yang baik seperti Steven Lewis." Bisik tamu undangan yang mendengar kata-kata manis dari Steven Lewis.


"Benar itu. Hal semacam ini benar-benar berkah. Tuan muda Steven Lewis, berkali-kali lipat lebih baik dari Menantu Keluarga Glover Vero Gibson. Keluarga Glover membuang Vero dan memisahkannya dari Alisa, itu tidak sia-sia dengan datangnya pemuda mapan seperti Steven Lewis." Ucap pemuda disebelahnya ikut menimpali.


"Itu benar. Walaupun Alisa janda. Tuan Muda Steven Lewis sama sekali tidak keberatan. Keberuntungan seperti ini benar-benar berkah Alisa di kehidupan ini!" Lanjutnya lagi sambil melirik Steven Lewis.

__ADS_1


Semua tamu di ruangan itu sedang berbicara yang baik-baik untuk Steven Lewis. Mereka menyanjung Steven Lewis dengan segala cara yang mungkin bisa saja dipandang baik oleh karakter utama di acara ini.


"Semua orang terlalu memuji saya. Bisa menikah dengan Alisa adalah keberuntunganku." Steven Lewis menjawab dengan rendah hati dengan senyum puas.


"Ah, Tuan Muda Steven terlalu rendah hati." Jawabnya sambil tersenyum menyanjung.


"Tuan David, mengapa kamu tidak mengambil gelas anggur lagi untuk bersulang dengan calon menantumu?" Ucap memberi mengingatkan.


Mendengarkan kata-kata para tamu, wajah Zane Davis dan suaminya sedikit lebih tenang. Mereka benar-benar menikmati rasanya disanjung.


Ingat bagaimana status putri mereka menjadi bangsawan setelah dia menikah dengan Keluarga Lewis, dan bagaimana ada begitu banyak orang terkemuka yang datang untuk menjilatnya setiap hari, mereka berdua sangat gembira. Mereka merasa kehidupan yang nyaman tidak lama lagi akan terwujud.


"Ayo, Tuan Muda Steven, biarkan aku bersulang untukmu." Ucap David sambil tersenyum.


Di depan seorang tuan muda seperti Steven Lewis, dia tidak berani berbicara lebih walaupun dia sebagai calon ayah mertuanya.


"Baiklah." Steven Lewis mengangguk dan mengangkat gelas anggurnya, hendak bersulang.


"Cukup. Apa yang coba dilakukan Keluarga Lewis?"


Di pintu masuk aula, seorang pemuda tampan berjalan memasuki aula dengan seorang pengawal.


Vero Gibson datang bersama Han.


"Orang ini? Bukankah ini Menantu dari Keluarga Glover? Kenapa dia ada di sini?" Bisik salah satu tamu.


"Oh? Apakah dia Vero Gibson?" Seseorang bertanya dengan heran.


"Hari ini adalah hari pertunangan Alisa dan tuan muda Keluarga Lewis, Steven Lewis. Bagaimana dia bisa tidak tau malu datang ke tempat seperti ini? Apakah dia di sini untuk membuat masalah?" Lanjutnya dengan nada ketus.


"Huh, aku sudah tau dia. Vero ini tidak memiliki apapun kecuali menumpang sukses pada istrinya. Dia hanya mengandalkan Alisa. Sepertinya setelah dia diusir oleh Keluarga Glover, dia mungkin tidak terima dan mencoba membuat keributan disini " Ucap seseorang ikut menimpali.


Saat Vero memasuki tempat tersebut, banyak tamu yang hadir mengenalinya. Mereka semua tidak senang dengan kehadiran Vero.


Menurut mereka, Vero ada di sini hanya untuk mengacau. Bagaimana mungkin orang seperti dia berani menghadiri perjamuan Tuan Muda Steven Lewis?

__ADS_1


"Vero? Kenapa kamu di sini, dasar tak berguna?" Kesal Zane Davis.


Zane Davis menatap sinis Vero ketika dia memasuki ruangan.


"Vero, kamu telah diusir dari Keluarga Glover sejak lama. Kamu bukan lagi menantu Keluarga Glover. Mengapa kamu datang ke acara ini? Apakah kamu mempermalukan dirimu sendiri?" David berkata dengan kesal, dia sedikit iba kepada Vero.


Vero menatap Zane Davis datar.


Dia lalu membalikkan badannya dan memandang sinis Steven Lewis.


"Kamu ingin menikah dengan Alisa? Apakah kamu tidak merasa menjadi orang yang bodoh?" Ucap Vero dengan senyum remeh.


Vero berbicara dengan sinis yang terpancar dari matanya, membuat Steven Lewis sedikit tertegun.


Setelah mendengar ucapan Vero, Steven Lewis terdiam sejenak. Kemudian, sudut mulutnya terangkat, ekspresinya berubah tersenyum miring.


"Kamu pikir kamu siapa? Aku ingin menikah dengan Alisa. Apakah aku perlu restu darimu?" Jawab Steven Lewis dengan senyum menghina.


"Aku pernah mendengar namamu, Vero Gibson. Kamu adalah orang terkenal di Kota Liberio!" Steven Lewis berkata dengan acuh.


"Kenapa? Setelah kamu dibuang dari Keluarga Glover, kamu tidak bisa mengandalkan Lisa lagi. Apakah kamu putus asa?


Jika kamu ingin berbuat keributan, tidakkah kamu melihat tempat seperti apa ini?" Lanjutnya sambil melirik para tamu undangannya.


Steven Lewis memicingkan matanya dan menatap Vero dengan senyum puas.


Dia sebenarnya tidak tahu apa yang dilakukan Vero datang ke acaranya ini.


"Orang seperti Vero, mungkinkah dia ingin menghentikannya menikahi Alisa?" Steven bermonolog di dalam hatinya.


"Saya tidak merasa mengundang kamu. Jadi, keluarga Lewis tidak menerima kehadiran kamu. Namun, demi Lisa, saya bisa membiarkan kamu untuk menikmati hidangan." Steven Lewis tersenyum iba.


"Jika kamu pikir aku harus meminta izinmu untuk menikahi Alisa , maka ... Kalau begitu, kamu lebih baik memikirkan tentang kemampuan apa yang kamu miliki untuk melawanku." Lanjutnya sambil tersenyum remeh.


Vero memicingkan matanya sembari tersenyum simpul.

__ADS_1


"Steven Lewis, apakah kamu tahu hal bodoh apa yang kamu lakukan?" Ucap Vero memandang Steven dengan tatapan sinis.


__ADS_2