Suamiku Ternyata Penguasa [ Vero Destin ]

Suamiku Ternyata Penguasa [ Vero Destin ]
Sembilan Racun Liar


__ADS_3

"Tidak masalah. Tuan Muda, aku akan ikut denganmu sekarang." Hyun mengangguk lirih. Dia menundukkan kepalanya dan melirik Vero. Mukanya sangat merah.


Vero juga sedikit jadi salah tingkah. Dia menatap Ethan. Kemudian, dia berbalik dan berjalan keluar dari aula.


"Tuan Choi, aku telah menyinggung Anda hari ini! Namun, aku akan mengingat bantuan Keluarga Choi, dan kamu, Masalahnya mendesak. Aku tidak punya pilihan selain melakukannya." Vero berkata dengan serius dan menangkupkan tangannya ke arah Choi Shan dan Choi Minho.


"Hendi, kamu tinggal di sini untuk menemani tamu kita, jika ada sesuatu hubungi aku," Pesan Vero lalu menatap Choi Shan.


"Baik." Hendi mengangguk.


Setelah itu, Vero meninggalkan Hotel Cendana bersama Hyun.


"Cih.." Choi Minho mendecih lalu kembali ke tempat duduknya.


"Shan, kenapa kamu tidak ikut Hyun? Lihat dia melakukan kebodohan. Dia memberi tahu orang luar rahasia keluarga?" Choi Minho memandang Choi Shan kesal.


"Kedepannya, mungkin dia bagian dari Keluarga Choi. Dari apa yang dilakukan Ayah, dia sangat menghormati Vero." Sahut Choi Shan.


"Huh!" Choi Minho mendengus.


"Vero mempermalukanku seperti ini. Tidak peduli seberapa besar Ayah menghormatinya, aku akan berusaha sekuat tenaga untuk menentang pernikahan ini." Tukas Choi Minho sinis.


"Shan, sebaiknya kau awasi dia. Vero sama sekali tidak memiliki perasaan terhadap Hyun." Choi Minho berkata dengan suara datar.


"Aku takut Hyun akan sakit hati." Ujar Minho sambil tersenyum penuh arti.


Mendengarnya, Choi Shan sedikit mengernyit...


Di luar Hotel Cendana.


Ethan sudah mengemudikan Jip dengan plat nomor militer. Vero naik Jip bersama Hyun. Setelah itu, Jip berjalan melaju menuju Sanatorium.


Di kursi belakang, Hyun sedang duduk dengan tangan di atas lutut. Dia melirik Vero, yang sedang beristirahat dengan mata tertutup.


"Tuan Muda, apakah Anda meminta Daun Mistic untuk menyelamatkan seseorang?" Hyun bertanya perlahan sambil melirik Vero.


Vero perlahan membuka matanya. Setelah ragu sejenak, dia berkata perlahan, "Aku tidak akan menyembunyikannya darimu. Aku sangat membutuhkan Daun Mistic untuk menyelamatkan Kakekku. Kakekku keracunan."


"Oh? Tidak heran Tuan Muda sangat marah pada paman. Tuan Muda, Anda benar-benar orang yang berbakti." Hyun berkata dengan sopan.


"Aku minta maaf atas nama pamanku untuk masalah ini." Ujar Hyun tiba-tiba menatap Vero.

__ADS_1


"Jangan seperti itu. Kali ini, aku yang berutang budi pada Keluarga Choi. Pamanmu hanya sedikit angkuh, dia tidak memiliki niat buruk." Jawab Vero menghindari tatapan Hyun.


"Tuan Muda, Anda benar-benar murah hati." Hyun memandang Vero dengan tatapan kagum.


"Tuan Muda, aku pernah belajar beberapa keterampilan medis dari kakek. Jika Tuan Muda butuh bantuan, aku bisa membantu Anda melihat penyakit Tuan Besar Destin dan menganalisis apa racun itu." Ujar Hyun menatap nanar Vero.


Hyun cucu dari Raja Obat Keluarga Choi. Itu masuk akal jika dia mengetahui tentang pengobatan.


Hyun tertarik pada keterampilan medis sejak dia masih kecil, dan memang memiliki bakat di bidang Medis. Dia telah belajar banyak keterampilan medis.


Hyun sudah melalui pelatihan keterampilan medis modern. Dia kuliah di universitas kedokteran top di luar negeri dan sangat mahir dalam pengobatan barat. Dalam masalah keterampilan medis, dia bisa dianggap sebagai dokter muda terbaik di generasinya.


"Terima kasih. Kamu sangat baik. Aku sudah menditeksi racun jenis apa di tubuh Kakekku." Ujar Vero perlahan.


"Hyun, selama kamu membantuku meramu Daun Mistic, itu akan sangat membantu." Lanjut Vero serius.


"Jadi begitu." Hyun sedikit mengangguk.


"Tuan Muda, apakah Anda ahli dalam pengobatan juga?Bisakah Anda memberi tahuku jenis racun apa itu? Aku pernah membaca beberapa buku medis. Aku ingin melihat apakah aku bisa membantu atau sekedar memberikan beberapa saran." Setelah ragu-ragu untuk beberapa saat, Hyun bertanya dengan serius.


"Aku sedikit tau tentang Medis." Vero mengangguk ringan.


"Kakekku diracuni oleh sejenis racun aneh, dalam bahasa Jepang. Itu disebut Sembilan Racun Liar."


"Bukankah itu berbahaya?" Hyun menutup mulutnya terkejut.


"Aku pernah membaca tentang racun ini di buku medis kakek. Hampir tidak ada obat untuk racun itu. Ada sembilan jenis racun dalam racun itu. Tidak ada yang bisa membuat penawar kecuali orang yang meracuni." Ujar Hyun terlihat serius.


"Sayang sekali. Aku hanya pernah mendengar tentang racun aneh semacam ini. Aku tidak tahu bagaimana cara menyembuhkannya." Ujar Hyun tertunduk.


"Tuan Muda, keterampilan medis Anda sangat bagus. Anda bahkan bisa mendiagnosis jenis racun ini." Hyun memandang Vero dengan kagum.


"Aku hanya beruntung. Kebetulan aku pernah membaca buku tentang racun aneh ini." Jawab Vero sambil tersenyum simpul.


"Tuan Muda, Anda terlalu merendah. Anda bisa membuat penawarnya. Tidak banyak orang di Keluarga Choi yang memiliki keterampilan medis yang sangat baik." Tukas Hyun sangat yakin.


Hyun mengagumi keterampilan medis Vero. Vero benar-benar luar biasa.


Sebagai cucu dari Raja Obat, Hyun kurang lebihnya tau di bidang kedokteran.


Sembilan Racun Liar adalah racun yang terkenal ganas. Vero ini bahkan bisa membuat penawar, Tuan Muda Destin benar-benar seorang jenius dari generasi ini..

__ADS_1


"Kamu menyanjungku. Dibandingkan dengan warisan medis Keluarga Choi, aku tidak berani meninggi." Ucap Vero merendah.


Hyun tidak mengatakan apa-apa. Dia menundukkan kepalanya, pipinya memerah, tidak ada yang tahu apa yang dia pikirkan.


★ ★


Dua jam kemudian.


Sanatorium. Di bangsal, Very Destin sedang berbaring di tempat tidur. Detak jantung dan pernapasannya sudah normal, dan wajahnya perlahan mulai terlihat lebih segar.


Vero sedang duduk di kursi. Dia memegang mangkuk kecil di tangannya.


"Daun Mistic. Memang layak menjadi obat ajaib." Gumam Vero lirih.


Saat dia melihat Daun Mistic mulai bereaksi Vero terlihat lebih lega.


Setelah Hyun menetralkan Daun Mistic, Vero segera menggunakan beberapa ramuan lain.


Tidak lama setelah dia memberikannya kepada kakeknya, itu berkreasi. Jelas obat itu luar biasa.


"Uhuk, uhuk..." Very Destin membuka matanya. Dia lalu menghembuskan nafas panjang.


"Vero, Kamu sudah pulang!" Tuan Besar Destin menatap Vero penuh kerinduan, suaranya masih terdengar sangat lemah.


"Kakek sudah tua. Kali ini, aku merepotkan kamu lagi. Kedepannya, Keluarga Destin harus merepotkan kamu untuk menjaganya..." Ucap Tuan Besar Destin serius.


"Kakek, kamu baru saja sadar. Jangan banyak bicara. Istirahat dulu. Aku akan memeriksa denyut nadi Kakek." Tukasnya sambil tersenyum.


Vero meletakkan tangannya di pergelangan tangan Kakeknya. Dia ingin tau seberapa bermanfaat Daun Mistic untuk Sembilan Racun Liar.


Setelah beberapa saat, Ekspresinya sedikit berubah, dan matanya berkilat dengan niat membunuh.


"Vero, kamu, ada apa?" Tuan Destin bertanya lirih.


"Tidak ada yang serius. Kakek hanya masih lemah. Kakek harus banyak istirahat." Ujar Vero sambil tersenyum kaku.


Setelah mengatakan itu, Vero berdiri dan mengepalkan tangannya.


Obat yang dibuat dari Daun Mistic memang bermanfaat, tapi tidak sepenuhnya menghilangkan racun itu.


Bahkan meminum obat langka seperti Daun Mistic tidak bisa menyembuhkannya. Bisa dilihat betapa ganasnya racun buatan Ernest Daichi.

__ADS_1


Menurut penilaian Vero, Daun Mistic hanya bisa menekan racun selama dua sampai tiga bulan.


Jika dia ingin kakeknya pulih sepenuhnya, dia harus menemukan Ernest Daichi dan memaksanya untuk menyerahkan penawar yang paling efektif.


__ADS_2