Suamiku Ternyata Penguasa [ Vero Destin ]

Suamiku Ternyata Penguasa [ Vero Destin ]
Tersenyum kaku...


__ADS_3

"Putriku, apa yang kamu pikirkan? Apa maksudnya tidak dari dunia yang sama?" Zane Davis menjawab asal. Dia tidak peduli dengan pemikiran Alisa.


"Pokoknya, kamu harus kembali rujuk Vero. Kamu tidak bisa membuat Vero kecewa dengan mengabaikannya seperti itu." Ucapnya lagi.


"Bu, aku akan merasa tidak memiliki harga diri jika melakukan ini." Alisa menjawab dengan kesal.


"Saat Vero pergi ke Hong Kong dan dekat dengan gadis pirang itu, dia tidak menjelaskannya. Sekarang Ibu membahasnya lagi. Kemarin Ibu lebih kecewa dariku, bukankah begitu.?" Ucap Alisa yang sudah terlihat sangat kesal.


"Hem, itu karena Vero memiliki segalanya, bahkan jika dia memiliki beberapa pacar, apa bedanya? Kali ini, kamu harus dengarkan Ibu!" Ucap Zane Davis meyakinkan Alisa.


Setelah mengetahui identitas Vero, Zane Davis mengubah sikap terhadap Vero.


"Huh!" Alisa menghela nafas kesal.


Dia tahu apa yang dipikirkan ibunya. Dia benar-benar mengubah sikapnya terhadap Vero setelah tau identitas Vero.


Ibunya tidak peduli perasaannya. Di mata ibunya, yang ada hanyalah uang dan kekuasaan. Vero atau Steven, tidak masalah. Dia tidak peduli.


Alisa merasa ibunya benar-benar tidak peduli dengan perasaannya sama sekali.


"Baiklah, Nak. Sebelumnya itu salah Ibu. Ibu seharusnya tidak memisahkan kamu dan Vero. Sekarang bukan kamu bukan lagi gadis kecil. Keluarga kita berada dalam situasi yang sulit. Kamu tidak bisa terus seperti ini. Jika kamu menyingkirkan ego, kamu bisa meminta penjelasan tentang gadis itu kepada Vero" Ujar Zane Davis terdengar sangat bijak.


"Kamu tidak bisa bersikap seperti itu terhadap Vero. Setelah mendapatkan penjelasan kamu bisa menyimpulkan benar atau tidaknya Vero seorang playboy. Lisa, kamu harus berpikiran terbuka!" Ucapnya memberikan nasihat kepada putrinya.


Zane Davis sedang melakukan yang terbaik untuk membujuk Putrinya.


Dia sudah mengambil keputusan. Tidak peduli apa, dia ingin Vero kembali rujuk dengan Putrinya.


Alisa hanya diam. Dia sedang memikirkan sesuatu dan tidak mengatakan apa-apa.


"David, kamu juga harus memberikan nasihat untuk Putrimu." Zane Davis terlihat cemas tak mendapat respon dari putrinya.


"Lihatlah Keluarga Lewis. Hanya dengan satu kalimat, hilang. Bahkan Roman dan Ardy adalah bawahannya. Bagaimana Putriku bisa bisa melepaskan nasib baiknya begitu saja?" Cerocos Zane Davis.


"Hah...! Kamu biarkan Putriku melakukan apapun yang dia mau. Aku tidak peduli!" David menghela nafas kasar.


Dia sudah berulang kali menghina Vero, Vero tidak marah saja itu bagus, namun dia masih memiliki rasa malu untuk bertemu Vero.


David tahu, dia tidak bisa memaksa putrinya untuk meminta Vero kembali.


"Hendi, kamu adalah kepala pelayan yang dipilih Vero. Kamu selalu memanggilnya tuan muda. Sepertinya kamu sudah tahu siapa Vero, kan?" Zane Davis tiba-tiba menatap Hendi.

__ADS_1


"Saya memang tau, tapi saya tidak hak dan bisa berbuat apa-apa untuk menjelaskan." Ekspresi Hendi juga datar saat menjawabnya. Dia menjawab apa adanya.


Saat Hendi di ajak Vero memasuki Vila Dataran Salju saat pertama kali, dia melihat Zane Davis membuang furnitur antik mahal yang dibeli tuan mudanya.


Sejak saat itu, dia bisa tahu. Zane Davis ini adalah seorang yang berpandangan pendek.


Hendi tidak mengerti bagaimana orang seperti itu bisa memiliki anak perempuan yang baik seperti Nyonya Muda.


Mungkin ini hasil dengan didikan Kakeknya sejak dia masih kecil dan Nona Mudanya juga lulusan Universitas Racon City.


Jika Alisa bersifat seperti Zane Davis, maka Tuan Mudanya benar-benar telah memilih orang yang salah.


Zane Davis sedikit mengernyit dan hendak meneriaki Hendi, tetapi ketika dia memikirkan identitas Vero, dia hanya diam seribu bahasa..


"Hendi, beri tahu tuan mudamu, itu semua adalah kesalahpahaman. Kita semua adalah keluarga. Minta dia untuk tidak berpikir terlalu berlebihan, pintu Vila Dataran Salju selalu terbuka untuknya," Ucap Zane Davis kepada Hendi.


Hendi tersenyum datar serta menggelengkan kepalanya. Dia tidak mengatakan apa-apa.


Dia, Hendi, tidak berani mencampuri urusan tuan mudanya.


Satu-satunya misinya di Vila Dataran Salju adalah melindungi nyonya muda.


Alisa lalu bangkit dan kembali ke kamarnya.


Ting, tong....


Pada saat ini, bel pintu Vila tiba-tiba berbunyi.


Hendi berjalan kedepan untuk membuka pintu. Saat dia membuka pintu melihat Rolls-Royce diparkir di luar pagar.


Sedangkan Vero dan Roman berdiri di depan pintu.


"Tuan Muda." Hendi menyapanya dengan hormat.


"Katakan pada Lisa aku sudah pulang." Ucap Vero dengan nada datarnya.


"Baik, tuan muda." Hendi mengangguk dan berbalik masuk.


"Nyonya Muda, Tuan Muda sudah kembali. Tuan Muda ingin bertemu dengan Anda." Ucap Hendi perlahan.


Zane Davis dan suaminya saling memandang. Namun tidak mengatakan apa-apa.

__ADS_1


Mereka tidak lagi berani menghadapi Vero saat ini.


Jika bukan karena hubungan antara Putrinya dengan Vero. Dengan status mereka, mereka tidak memiliki hak untuk menghadapi Vero.


"Pak Hendi, jangan panggil aku Nyonya Muda lagi. Aku tidak memiliki hubungan lagi dengan Vero. Mulai sekarang, Anda akan kembali bekerja dengan Vero." Ucap Alisa sambil membuka pintu kamarnya.


"Suruh Vero kembali." Ucapnya dengan wajah sendu.


Alisa sebenarnya bingung, jantungnya berdegup kencang. Dia mengatakan sesuatu yang berbanding balik dengan hatinya.


Dia tidak bisa berpisah dengan Vero. Namun, dia tidak yakin apakah Vero masih mencintainya. Bukan tanpa alasan, foto mesra Vero dengan gadis cantik pirang Itu sudah cukup untuk membuat semua wanita yang ada di posisinya akan memiliki pemikiran yang sama.


Apalagi dia dan Vero tidak lagi berada di level yang sama. Levelnya benar-benar tidak layak untuk bersanding Vero.


Alisa adalah wanita yang berpikiran positif. Dia tidak mau Vero terpandang rendah di Racon City, dia tidak mau mempengaruhi status Vero yang menjadi tauladan bagi masyarakat Negara Lugo yang khususnya di Racon City.


Hendi mematung. Setelah sadar berbalik lagi untuk menyampaikan kata-kata Alisa.


"Hendi, beri tahu Lisa untuk tidak salah paham. Aku akan menjelaskan semuanya." Ucap Vero bahkan sebelum Hendi berucap.


Suaranya tidak begitu keras. Namun Alisa yang ada di dalam mendengarnya dengan jelas.


Alisa sangat senang saat mendengar suara Vero. Dia benar-benar merindukan sosok Vero.


"Aku tidak ingin mendengar penjelasannya. Aku ingin menenangkan diri. Beritahu Vero untuk tidak datang lagi…" Ucap Alisa saat Hendi baru membalikkan badannya


Hendi membalikkan badannya lagi dan menatap Vero dengan senyum kaku.


"Tuan Muda, saat Nyonya tau identitas Anda, sikapnya lansung berubah ... Nyonya Muda, dia bukan wanita biasa." Hendi bicara dengan suara selirih mungkin.


Vero perlahan melirik kedalam dan perlahan menutup matanya.


Drtt. Drtt.


Pada saat ini, ponsel Vero bergetar..


"Halo, Tuan Muda, apakah Anda sedang sibuk? Ada masalah di Racon City. Kakek Anda tiba-tiba drop dan sekarang dikirim ke rumah sakit militer. Sebelum dia tidak sadarkan diri, dia meminta saya untuk memberi tahu Anda agar kembali ke Racon City untuk menemuinya." Suara Yuda Bastian terdengar dari ujung telpon.


Deg. .


Raut wajah Vero terlihat sedikit panik...

__ADS_1


__ADS_2