Suamiku Ternyata Penguasa [ Vero Destin ]

Suamiku Ternyata Penguasa [ Vero Destin ]
Takdir memanglah takdir...


__ADS_3

Ethan mengangkat kakinya dan mengelus ujung sepatunya sambil menatap Lucas kejam..


Lucas menatap Ethan ngeri, dia memalingkan wajahnya dengan tubuh gemetar.


Buagh!


Buagh!


Ethan bergegas maju dan menendang Lucas tanpa ampun. Tubuh Lucas kejang dan darah menyembur keluar dari sudut mulutnya.


Henderson langsung lemas saat melihat pemandangan yang menakutkan ini. Dia jatuh berlutut. Dia sangat takut dan lututnya terasa lemas.


Ethan itu terlalu kejam.


Ethan adalah pemimpin daerah terlarang militer seperti Gunung Naga Api. Itu ahli paling kuat di Divisi Keamanan! Kekuatan bertarungnya berada di luar imajinasi orang biasa.


"Kamu! Kamu adalah anggota organisasi Gunung Naga Api! Bagaimana kamu bisa membantu Vero memukuli orang? Apakah sudah tidak ada hukum?" Lucas menatap Ethan sinis.


Plak!


Ketika Ethan mendengarnya, dia mengangkat tubuh Lucas dan menampar wajahnya. Lucas jatuh lagi kelantai dengan lunglai.


"Kamu akan membunuhku! Ini adalah Gunung Naga Api! Apakah kamu berani membunuh orang di sini? Aku dari Keluarga Dominic, keponakan Calvin!" Lucas terlihat seperti orang gila berteriak panik.


"Jadi bagaimana jika aku membunuhmu hari ini?" Sahut Ethan datar.


"Ch! Hanya keponakan Calvin? Bahkan Putra Calvin akan aku bereskan. Kakek buyut Keluarga Dominic memiliki cicit bodoh sepertimu? Dosa apa yang dia lakukan semasa hidupnya?" Pekik Ethan yang benar-benar muak mendengar bualan Lucas.


"Kamu seharusnya tahu siapa Tuan Besar Destin ketika dia masih berpolitik, kan? Mengancam Tuan Muda Destin dengan nyawa Tuan Besar? Aku bisa saja menembak kamu dengan tuduhan sebagai pengkhianat?" Ethan berkata santai dan menodongkan senjata.


"Hahh?!" Lucas berkeringat dan ketakutan.


"Jangan! Jangan!" Wajah Lucas pucat. Dia memandang Ethan dan berkata dengan tubuh gemetaran.


"Aku tidak melakukan ini pada Tuan Besar Destin. Aku hanya seorang utusan. Vero, kamu harus berpikir sebelum bertindak!" Ucap Lucas beralih menatap Vero.


"Jika kamu tidak meminta maaf kepadaku hari ini tak apa, aku akan juga akan mengakui kesalahanku. Aku tidak akan menundukkan kepalaku. Tapi, kamu tidak akan bisa mendapatkan penawarnya. Yang bisa kamu lakukan hanyalah menyaksikan Kakekmu mati!" Lucas memaksa dirinya untuk mengucapkan kata-kata itu sambil menatap Vero.


"Hehehe..." Vero tertawa ngeri.


Vero bangkit dari duduknya dengan tangan di belakang dan berjalan perlahan menuju Lucas.


"Apa yang kamu lakukan? Sudahkah kamu memikirkannya?" Lucas berkata dengan ketakutan.


Duagh..!

__ADS_1


Vero menginjak wajah Lucas dan menekan wajahnya kelantai, membuat darah mengucur deras dari mulutnya.


"Apakah kamu pikir kamu bisa mendorongku ke jurang hanya dengan mengandalkan pria kecil dari Jepang? Apakah kamu pikir kamu bisa memaksaku untuk menundukkan kepalaku hanya dengan mengambil nyawa Kakekku?" Ucap Vero sambil menekan lebih keras kepala Lucas.


"Hari ini, aku akan memberitahumu satu hal. Bahkan jika gajah mati, itu akan menjadi tumpukan tulang. Namun. itu bukanlah sesuatu yang bisa dilakukan oleh seekor semut!" Hardik Vero menatap Lucas dibawah kakinya.


"Kalian hanya seekor semut, masih ingin melawanku? Hari ini, aku akan menyelamatkan hidupmu. Tunggulah, aku akan mendatangi Keluarga Dominic dan menghancurkan seluruh keluargamu!" Ucap Vero mengangkat kakinya.


Buagh!


Vero menendang wajah Lucas, Lucas terpelanting jauh ke tembok dan memuntahkan darah segar.


Pada saat ini, semua orang terdiam karena takut. Mereka menatap Vero seolah-olah mereka sedang melihat malaikat maut.


Semua orang menundukkan kepala melihat aura Vero, tidak terkecuali Ethan. Ethan menunduk ngeri melihat aura dominan Vero, beruntungnya dia ada di pihak Vero.


"Beri perintah untuk menyeret mereka kembali ke Keluarga Dominic." Perintah Vero pada Ethan.


"Enyah dan beri tahu Ernest, kirimkan penawarnya kepadaku. Jika Kakekku meninggal, Aku akan membunuh semua orang belakang Ernest!" Ancam Vero menatap Henderson dengan wajah datar.


"Cih" Vero meludah lalu berbalik untuk masuk menuju bangsal. Meninggalkan orang-orang dari Keluarga Dominic yang masih tercengang. Henderson gemetaran.


Mereka bahkan menyesal dan merutuki kebodohannya. Bisakah seseorang seperti Vero di tekan dengan ancaman murahan?


Ethan sudah memanggil penjaga Divisi Keamanan Gunung Naga Api dan mulai mengurus anggota Keluarga Dominic yang telah dipukuli babak belur.


Setelah kembali ke bangsal kakeknya, wajah Vero terlihat lebih santai. Aura membunuh belum juga reda. Vero memandangi wajah kakeknya dengan prihatin.


Hendi dan Ethan berdiri di luar bangsal dengan gelisah. Mereka memandang Vero yang duduk di samping Very Destin.


Keduanya bisa merasakan suasana hati Vero saat ini.


"Kakek, cucumu tidak berbakti. Aku tidak bisa melindungimu dengan baik." Vero menatap wajah tua Very Destin dan bergumam lirih.


Perasaanya saat ini sangat kalut.


Jika mengandalkan Ernest untuk memberinya penawar untuk menyelamatkan kakeknya? Itu tidak mungkin.


Bahkan jika dia berlutut dan memohon kepada Ernest penawar racun tidak akan dia terima, Vero tau trik licik Ernest.


Jika dia meminta syarat hidup kakeknya dengan nyawanya, Keluarga Destin tetap akan musnah seluruhnya. Dia bahkan tidak akan memiliki kesempatan untuk membalas dendam.


Apakah Kakeknya bisa hidup atau tidak bergantung pada kehendak langit. Vero merasa tak berdaya, marah juga tidak bisa menyelesaikan masalah.


Vero mengusap tangan kakeknya perlahan dan merasa kehangatan keluarga yang sekian lama dia rindukan.

__ADS_1


Saat dia masih kecil, dia mengikuti ibunya dan meninggalkan Keluarga Destin. Ketika dia masih kecil, dia hanya bisa mengikuti ibunya kemana kaki membawanya, tidak ada yang bisa dia lakukan.


Saat dia mulai tumbuh dewasa, ibunya sudah terlalu lama depresi. Mentalnya nya terguncang, dan hidupnya berakhir. Waktunya sudah habis, dan meskipun keterampilan medis sudah dia kuasai, dia tidak bisa berbuat apapun untuk mengembalikan kehidupan ibunya.


Sekarang, bahkan jika dia sangat kaya, memiliki otoritas yang luar biasa, dan memegang peranan penting di Negara Lugo, dia tetap tidak bisa berbuat apapun. Takdir memanglah takdir.


Tidak ada manusia yang bisa mengubah takdir dan tatanan rapih kehendak Tuhan.


Anggota keluarganya berada dalam bahaya di depan mata, namun dia tidak bisa berbuat apa-apa.


Manusia memang tidak akan bisa menghindar dari yang namanya kematian.


Vero duduk menatap sendu wajah kakeknya yang masih belum sadarkan diri. Dia duduk dan tidak tidur sepanjang malam.


Hendi dan Ethan juga menunggu di luar bangsal rumah sakit sepanjang malam.


★★


"Tuan Muda, makanlah. Saya sudah menyiapkan sarapan dan teh untuk Anda." Ucap Hendi perlahan.


Hendi memegang nampan di tangannya menatap Vero prihatin.


"Saya percaya bahwa orang baik memiliki keberuntungan. Tuan muda, Kita harus sabar menunggu kabar baik tentang obat." Ucapnya lagi menatap Vero iba.


Vero perlahan membuka matanya. Dia bangkit dari tempat tidur dan berjalan keluar dari bangsal.


"Aku tidak lapar. Kalian berdua belum tidur. Pulanglah ini lebih awal." Ujar Vero perlahan. Dia lalu mengambil gelas teh dari Hendi dan perlahan meneguknya.


Hendi mengangguk dan tidak mengatakan apa-apa lagi.


"Tuan Muda. Tadi malam, Yuda Bastian tidak bisa menghubungi Anda untuk melaporkan situasinya. Dia meneleponku dan mengirim pesan." Ucap Ethan dengan kepala tertunduk.


"Apa yang Yuda Bastian katakan padamu? Katakan intinya saja." Vero mengangguk dan berkata tanpa melihat Ethan.


"Yuda Bastian mengatakan tadi malam, Keluarga Dominic melakukan sesuatu yang besar dan mengambil semuanya. Selain itu, Grup Bintang juga mengadakan konferensi pers di media. Mereka semua menargetkan semua bisnis atas nama Anda, Bisnis Keluarga Destin" Ucap Ethan menyampaikan pesan Yuda Bastian.


"Hemm. Beri tahu Yuda Bastian, perintahkan dia menanganinya, aku memberikan otoritas penuh." perintah Vero datar.


Dia sedang tidak mood untuk berbicara tentang bisnis.


Saat ini, dia harus memikirkan sesuatu, bagaimana menemukan keberadaan Ernest dan bagaimana menemukan Daun Mistic dalam waktu kurang dari tiga hari.


Drttt, Drttt, Drttt.


Pada saat ini, ponsel Vero berdering.

__ADS_1


Itu panggilan Boby Gravis. Vero menenangkan hatinya dan menerima panggilan dari Boby.


__ADS_2