Suamiku Ternyata Penguasa [ Vero Destin ]

Suamiku Ternyata Penguasa [ Vero Destin ]
Sikap sombongmu..


__ADS_3

Vero selalu menjaga kakeknya di sanatorium dan selalu menjaga kestabilan racun dengan jarum dengan tenaga dalamnya. Kalau tidak, dia akan pergi menjemputnya secara pribadi. Tentu saja, dia tidak akan memberi tahu mereka tentang masalah yang terlihat sederhana dimata orang lain, terlebih lagi dia tidak akan mengatakan jika obat itu untuk menyelamatkan Kakeknya .


"Apakah ada sesuatu yang mendesak untuk dilakukan? Apa yang lebih penting dari ini? Kamu tidak memiliki ketulusan sedikitpun." Choi Minho terus memojokkan Vero dengan ucapannya. Dia tidak memiliki kesan baik terhadap Vero.


"Kakak, ayo duduk dulu. Sambutan megah Tuan Destin ini juga bisa menunjukkan ketulusannya." Ucap Choi Shan sambil tersenyum canggung.


"Silahkan..." Ramah Vero mempersilahkan Min-ho dan Choi Shan duduk..


Choi Minho mendengus lalu dengan angkuh duduk di kursi, dia masih tidak melepaskan tatapan sinis terhadap Vero.


Ekspresi Choi Shan terlihat sangat kikuk.


"Tuan Muda, kakakku sifatnya memang seperti itu. Dia tidak setuju Ayahku memberikan Daun Mistic. Dia mungkin pikir Aku telah mencuri pusat perhatiannya terhadap Ayahku. Jadi, jangan tersinggung." Ucap Choi Shan berbicara perlahan kepada Vero.


"Tak apa. Tuan Choi, Aku memang telah merepotkan Anda. Dan aku berterimakasih Keluarga Choi bersedia memberiku Daun Mistic, merupakan bantuan besar." Ujar Vero sangat tulus.


Choi Shan menghela nafas lega. Wajahnya terlihat jauh lebih tenang, dia membawa putrinya, Choi Hyun ke Negara Lugo.


Choi Hyun menatap Vero tanpa berkedip. Kekagumannya terhadap Vero bertambah besar.


Vero tidak melihat perubahan mimik wajah Hyun, lebih tepatnya dia belum menyadari disana ada Hyun, cucu dari Si-won, Vero dengan santai melewati Hyun.


Hendi sudah berjalan membawa nampan anggur ke meja Vero.


"Vero, kamu menginginkan Daun Mistic. Keluarga Choi telah mengirimkannya ke Negara Lugo secara pribadi. Aku pikir kamu juga harus tahu nilai dari Daun Mistic." Ujar Choi Minho sambil menahan Hendi dan mengambil segelas anggur.


"Ayahku mengatakan dia temanmu, jadi dengar baik-baik, aku langsung pada intinya." Ucap Min-ho menatap Vero serius.


"Baiklah. Aku akan mendengarnya." Sahut Vero tersenyum kaku.


"Ayahku berpesan dia bisa memberimu Daun Mistic, tapi kamu harus merawat cucunya, Choi Hyun." Ucap Min-ho lugas.


Dia tidak merasa tidak enak, Min-ho merasa Vero terlalu beruntung. Diberi Daun Mistic dan mendapatkan cucu kesayangan Choi Si-won...


Vero mendelik, terkejut saat mendengar pesan Choi Si-won..

__ADS_1


Dia sedang memikirkan rencana Keluarga Choi. Dia tidak menyangka Si-won berencana untuk meminta dia menjaga cucunya, Choi Hyun.


Hal yang paling menarik perhatian Vero Choi Si-won mengatakan karena mereka adalah teman.


Mungkinkah Choi Siwon memiliki hubungan dengan gurunya?


Setelah berpikir sejenak, Vero merasa lega. Choi Siwon adalah Apoteker Raja tua. Dia sangat terkenal dan merupakan salah satu dari sedikit orang yang bisa berinteraksi dengan Guru Besar Perguruan seni beladiri lampau


"Ayahku bertanya apakah Kamu, akan menerima obat ini berserta syaratnya.? Jika Kamu tidak keberatan, segera siapkan hadiah pertunangan dan datang ke Yunan secara pribadi. Menurut aturan Keluarga Choi, datang ke Bukit Duri dan menemui Ayahku secara langsung." Choi Minho berkata dengan santai namun terdengar angkuh.


Vero mengedarkan pandangannya lalu melihat keberadaan gadis cantik disebelah kanan Choi Shan. Dia melirik Hyun, yang dari tadi tidak bersuara....


Choi Hyun menghindari tatapannya. Dia tersipu dengan wajah yang sudah memerah...


Choi Hyun adalah wanita yang sangat cantik. Wajahnya cantik ditopang dengan mata hitam yang jernih. Dia bahkan lebih cantik daripada Miranda, bahkan Anna Corbin yang begitu cantik dan menggoda tentu tidak bisa dibandingkan dengan Hyun.


Anna Corbin yang merupakan wanita cantik yang terkenal di benua Eropa. Namun, Choi Hyun juga bukan berasal dari keluarga kecil, dan dia terlihat sangat lembut dan berkarakter. Satu-satunya wanita yang bisa bersaing dengan Hyun mungkin hanya Alisa.


Choi Hyun belum lama berinteraksi dengannya. Seingatnya, dia belum banyak berbicara dengan Hyun. Namun, dalam kesannya, Hyun adalah gadis yang baik.


Vero tidak mengerti mengapa Choi Hyun tertarik padanya. Choi Siwon juga bahkan belum bertemu dengannya, tapi dia bisa begitu saja mempercayakan cucunya kepadanya begitu saja.


"Apa? Mendadak? Ayahku sudah berbicara secara terbuka. Choi Hyun tertarik padamu, jadi sudah diputuskan." Sahut Choi Minho merasa tidak puas.


"Apakah kamu tahu kalau ini keberuntungan besar untukmu? Kamu masih tidak tau malu! Apakah kamu memandang rendah Keluarga Choi?" Sinis Min-ho menatap Vero kesal.


Dia sudah tidak senang sejak keputusan Vero hanya mengirim bawahan untuk menjemput mereka, dan apalagi dengan penolakan dari syarat untuk mendapatkan Daun Mistic.


Keluarga Choi memberinya Daun Mistic yang sangat berharga, bahkan masih diberi seorang istri. Konsep seperti ini belum pernah terjadi di manapun.


Choi Hyun terlihat kecewa. Dia menatap Vero penuh harap...


"Eem.." Vero berdehem canggung saat di tatap Hyun.


"Sejujurnya, Tuan Choi, Aku sudah memiliki keluarga. Aku punya istri." Ujar Vero sambil melirik Hyun dan melihat perubahan ekspresinya.

__ADS_1


Saat Vero mengatakan itu, Choi Shan sedikit kecewa. Choi Shan menghormati Vero dan bahkan mengaguminya.


Jika putrinya bisa menikah dengan Vero, dia akan tenang. Dia pasti akan menjadi pasangan yang serasi.


Jika bisa. Mungkin dia akan meminta author untuk mengubah garis besar naskahnya :D


Namun, dia juga tahu jika Vero adalah pria yang sudah beristri. Selain itu, dia sepertinya tidak tertarik pada putrinya.


"Aku tahu semua alasan yang kamu katakan." Sahut Choi Minho tidak peduli sama sekali.


"Sebelum Aku datang ke Negara Lugo, Aku juga sudah mencari informasi. Kamu punya istri bernama Alisa Glover. Bukankah Kamu bercerai beberapa waktu lalu?" Lanjutnya lagi sambil menatap Vero tanpa ekspresi.


"Bahkan jika kamu belum bercerai, kamu bisa menceraikannya." Ucap Choi Minho berkata dengan sangat lugas.


"Bagaimanapun, jika kamu menginginkan Daun Mistic, kamu harus menjadi bagian dari Keluarga Choi. Tidak ada ruang negosiasi lagi"


Choi Minho berbicara seolah dia berada di aula keluarganya. Itu membuat Vero mengerutkan kening.


"Tuan Choi, maafkan Aku karena tidak menyetujui hal ini. Pertama, Aku punya istri, dan kedua, Choi Hyun dan Aku tidak memiliki perasaan satu sama lain. Aku juga takut jika Aku akan merusak hidupnya" Ujar Vero tanpa senyum lagi saat dia menjawabnya dengan nada ketus.


"Aku harus mendapatkan Daun Mistic. Jadi, tolong, Keluarga Choi, beri aku syarat lain." Ujarnya lagi sembari melihat melirik jam yang dia kenakan.


Racun di tubuh Kakeknya itu tidak bisa ditunda-tunda. Hari ini, dia harus mendapatkan Daun Mistic, dan dia membutuhkan waktu setengah hari untuk prosesnya. Jika ditunda sampai lusa, bahkan jika Dewa turun ke dunia, tidak akan bisa terselamatkan.


Dia tidak akan berdebat dengan orang seperti Choi Minho yang terlalu menekan kemauannya sendiri.


"Baiklah, tidak perlu ada pembicaraan lagi." Choi Minho berkata dengan tegas.


"Daun Mistic, apakah kamu ingin menukarnya dengan uang dan kekuasaan. Sungguh lelucon!" Sinis Min-ho menatap lekat Vero.


"Aku pikir, kamu benar-benar tidak tahu apa yang baik untukmu! Keluarga Choi telah memberimu kesempatan besar, namun kamu sangat sombong. Jika bukan karena pesan Ayahku, menurutmu apakah kami yang bermartabat akan menerima kamu sebagai bagian dari keluarga?" Choi Minho berkata dengan arogan dan menatap remeh Vero.


Choi Minho berpikir Vero terlalu memandang rendah keluarga Choi, dia tidak tau saja bahwasanya generasi kedua hampir semuanya berada di Peringkat Bumi, mungkin hanya Choi Shan yang terjun ke dunia bisnis.


Dia sebenarnya malas datang ke Negara ini. Bagaimana mungkin Vero Destin yang muda ini memiliki hal istimewa untuk dipandang tinggi oleh Ayahnya, Choi Si-won.

__ADS_1


"Tuan Choi, Daun Mistic, aku harus mendapatkannya. Aku akan mengingat bantuan dari Keluarga Choi." Ucap Vero menatap Choi Minho kesal.


"Aku tidak mempunyai banyak waktu untuk meladeni sikap sombongmu. Berikan Daun Mistic itu." Tukas Vero Memandang Choi Minho datar dan sedikit menekan auranya...


__ADS_2