![Suamiku Ternyata Penguasa [ Vero Destin ]](https://asset.asean.biz.id/suamiku-ternyata-penguasa---vero-destin--.webp)
"Tuan Ernest, kamu telah memberi saya informasi tentang bisnis Vero. Aku telah meminta tim untuk menanganinya. Selama Racon City memiliki kerjasama dengan pihak lokal, kita bisa menghancurkan rencana bisnis Vero. Tidak ada masalah dengan itu." Ucap kang sangat percaya diri.
Karena dia punya cukup uang dan kepercayaan diri untuk melakukan ini.
"Govinda, Racon City Hanya kamu yang bisa menghubungi pihak lokal." Ernest perlahan mengangguk, lalu menatap Govinda.
"Di Racon City, di wilayah abu-abu, Keluarga Dominic memiliki banyak otoritas." Ernest berkata perlahan.
"Itu akan tergantung pada kemampuanmu untuk menghadapi pasukan bawah Vero di Racon City." Lanjutnya lagi.
"Tuan Ernest, aku sudah berada di Racon City hampir satu abad. Aku memiliki hubungan yang kuat dengan semua pihak. Vero hanyalah anak terlantar dari Keluarga Destin. Dia kembali ke Racon City dan mengubah tatanan rapih Racon City. Banyak orang diam-diam tidak yakin dengannya. Untuk bertindak aku hanya kekurangan pemimpin sepertimu." Ucap menjawab sekaligus memuji Ernest.
"Ada satu hal lagi. Tuan Ernest, Vero sudah mengendalikan seluruh Keluarga Gravis di Racon City. Bagaimana rencanamu untuk berurusan dengan Keluarga Gravis?" Govinda bertanya dengan serius.
"Keluarga Gravis awalnya sudah aku kuasai. Hanya saja Vero tiba-tiba muncul untuk mengacaukan segalanya, itu memang mengganggu semua rencanaku." Ernest tersenyum. Wajahnya menunjukkan ekspresi kejam.
"Urusan Keluarga Gravis tidak membutuhkan bantuanmu. Aku punya rencana sendiri." Ernest berkata dengan datar.
Kebencian antara dia dan Vero terjadi saat berurusan dengan Keluarga Gravis.
Ernest sudah membayar harga yang sangat mahal. Setelah memeras otaknya, dia akhirnya mendukung Govindra Gravis ke posisi Kepala Keluarga Gravis. Dia bahkan menyekap Gaston Gravis Kakek Govindra sendiri. Dia bahkan sudah yakin akan menelan seluruh Keluarga Gravis dari Racon City.
Namun, Vero, yang tiba-tiba muncul, telah mengganggu seluruh situasi, menyebabkan dia gagal mencapai kesuksesan.
Semua orang tahu bahwa masalah Keluarga Gravis bukan hanya tentang Ernest saja. Itu adalah bagian penting dari rencana yang telah dibuat oleh seluruh Kultus Keterampilan Misterius Jepang di Negara Lugo. Itu benar-benar gagal! Kerugian yang disebabkan olehnya benar-benar di luar nalar.
"Besok, aku akan meminta seseorang untuk mengirim pesan kepada Vero dan memberitahunya bahwa penawar untuk menyelamatkan kakeknya ada di tanganku." Ernest bicara perlahan.
"Aku akan memberinya tiga hari untuk memikirkannya. Jika dia ingin menyelamatkan kakeknya, dia akan menghentikan semua rencananya di Racon City dan menyerahkan semua bisnisnya dan meninggalkan Racon City." Ucap Ernest begitu percaya diri.
Mendengarnya, ekspresi Kang dan Govinda sedikit berubah.
__ADS_1
"Tuan Ernest, Anda langsung ke pokok permasalahan dan mengancam Vero. Apakah dia akan tertipu?" Govinda merenung sejenak dan berkata sedikit ragu.
"Vero orang yang kejam. Dia tidak memandang siapa pun lawannya. Saat Keluarga Destin dihancurkan, dia tidak pernah menunjukkan dirinya. Selain itu, Vero telah meninggalkan Keluarga Destin selama bertahun-tahun." Lanjutnya sambil mengingat-ingat.
"Bahkan jika Very Destin, meninggal, tidak mungkin mempengaruhi Vero. Menggunakan nyawa Pak Tua Very sebagai ancaman, dan ingin Vero menyerahkan kekayaannya di Racon City. Menurut pendapat saya Vero tidak akan menerimanya." Govinda menebak.
Sangat konyol. Kekayaan yang dimiliki Vero bisa membuat banyak orang gila.
Bagaimana mungkin bisa melepaskan kekayaan demi orang yang sudah akan menemui ajalnya?
Vero bukan orang bodoh. Bagaimana dia bisa menyetujui syarat seperti itu?
"Hahaha, Kakak kamu salah menduga." Ernest perlahan terbahak.
"Sejauh yang saya tahu, meskipun Vero diusir dari Keluarga Destin, dia sangat menyayangi kakeknya. Terlebih lagi, ketika Keluarga Destin dihancurkan, Very Destin keluarga terakhir di Racon City, ingat kan saat amarahnya meluluhlantakkan Keluarga Wirawan itu." Ucapnya lagi melirik Govinda.
"Oleh karena itu, jika Vero tidak bisa menyembuhkan racun di tubuh kakeknya. Kemungkinan besar dia akan menyetujui syarat dariku." Pungkas Ernest mengakhiri pendapatnya.
"Aku ingin membunuh Vero, membuatnya menghilang dari dunia ini selamanya." Kang berkata dengan wajah memerah padam karena emosi.
"Tentu saja, Vero Destin harus mati!" Ernest tersenyum dan berkata dengan seringai mengerikan.
"Jika kita tidak membunuh Vero, kita akan menyisakan masalah yang tak ada habisnya. Aku pikir semua orang di sini mengerti." Jelas Ernest melirik keduanya.
"Namun, kita akan sedikit kesulitan untuk membunuh orang ini." Ucap Ernest serius.
"Aku akan menggunakan nyawa Very Destin untuk mengancamnya. Ini hanya langkah pertama. Tidak peduli apa yang dilakukan Vero, itu akan sedikit membuatnya tidak fokus. Ibarat kita main catur. Hidup dan mati hanyalah sebuah permainan." Tukasnya lagi.
"Apakah Vero menerima syarat dariku atau tidak, Aku punya rencana untuk menghadapinya. Dia tidak akan bisa mendapatkan penawar yang sebenarnya. Dalam kasus ini, kita berada di atas angin. Kita akan selalu berada di atas angin." Ernest tersenyum terlihat puas dan sangat percaya diri.
"Selain itu, aku memberimu beberapa informasi. Orang-orang dari Kultus Keterampilan Misterius sudah datang ke Racon City secara rahasia. Aku punya rencana yang matang. Ahli yang kuat akan datang untuk membunuh Vero." Ucap Ernest mengakhiri bicaranya dengan sudut terangkat menjadi senyum sinis.
__ADS_1
★★★
Esok harinya.
Vero tiba di Racon City, kota metropolitan yang menjadi tanah kelahirannya.
Setelah turun dari pesawat, Yuda Bastian sudah menunggu untuk menyambutnya.
Vero dan Hendi masuk kedalam mobil yang sudah disiapkan Yuda.
Mobil perlahan melaju menuju Gunung Naga Api.
"Tuan Muda, ada insiden tadi malam. Itu berita buruk." Ucap Yuda memecah keheningan.
Yuda sedang mengemudi dan berkata dengan ekspresi serius.
Vero duduk belakang dengan ekspresi datar.
"Katakan padaku, ada berita apa?" Vero bertanya dengan mata yang masih terpejam.
"Tuan Muda, Arnold hilang di Distrik Selatan tadi malam. Arnold dan Helbert mengadakan pertemuan, tetapi tidak ada kabar lagi sampai pagi ini." Yuda menjawab serius.
"Selain itu, orang-orang yang saya letakkan di Distrik Selatan semuanya terbunuh. Semua harta benda mereka musnah. Cara yang begitu kejam dan ganas. Jelas ada seorang ahli yang terlibat. Kalau tidak, Helbert sendiri tidak akan mampu berurusan dengan Arnold, mereka sudah bertarung selama beberapa tahun terakhir." Yuda menganalisis.
Vero sedikit menganggukkan kepalanya. Dia tidak menanggapi Yuda, wajahnya masih datar. Dia belum bisa berpikir jernih jika belum bertemu Kakeknya.
Sesuai spekulasinya. Orang yang melakukan ini bahkan berani melakukan sesuatu pada kakeknya, dia tidak begitu terkejut dengan hilangnya Arnold dan beberapa orang dari bawahan Yuda Bastian.
Saat ini musuh yang datang bertindak dengan agresif. Bukan Vero takut, namun dia lebih khawatir dengan tubuh tua kakeknya, dia pasti masih menderita saat ini.
Setelah dia tau keadaan Kakeknya, mungkin mengguncang Racon City adalah pilihan terakhir agar orang sedikit memberinya ketenangan.
__ADS_1