![Suamiku Ternyata Penguasa [ Vero Destin ]](https://asset.asean.biz.id/suamiku-ternyata-penguasa---vero-destin--.webp)
"Ernest? Ernest siapa?" Arnold mengerutkan dahinya dan menatap datar pria yang tiba-tiba muncul itu.
"Aku tidak peduli apakah kamu Ernest atau siapapun. Ini bukan Negaramu untuk ikut campur dalam urusan Negara Lugo." Ucap Arnold menatap lekat orang asing didepannya itu.
"Helbert, permainan macam apa yang coba kamu mainkan? Apakah kamu mencoba membuatku takut dengan memanggil orang Jepang ini?" Ucap Arnold yang beralih memandang sinis Helbert.
Arnold tidak takut melihat orang didepannya ini, namun dia sedikit waspada dengan apa yang direncanakan Helbert.
Berapa besar kekuatan yang bisa dikumpulkan orang asing di Racon City untuk melawan pemimpin lima Keluarga Besar Negara Lugo?
Mungkinkah Helbert berani menentang Tuan Muda Destin hanya dengan memanggil orang Jepang ini?
"Arnold, siapa Ernest? Lebih baik kamu pulang dan bertanya pada bosmu." Ernest tidak tersulut. Dia menimpali sambil tersenyum simpul.
"Apakah Anda mengenal Tuan Destin?" Arnold menatap Ernest waspada.
Ernest mengenal Tuan Muda Destin, tapi dia masih sangat percaya diri membantu Keluarga Dominic berulah.
Sepertinya dia bukan orang yang sederhana.
"Helbert, aku tidak peduli siapa yang kamu panggil. Kamu sudah menyentuh urusan Tuan Muda Destin di Central Sky District. Aku harus menyelesaikannya hari ini!" Jelas Arnold dengan wajah serius.
"Jangan mengira kami takut dengan gertakan kamu!" Helbert menatap Arnold tajam.
"Majulah, bawa Helbert ke Central Sky District!" Perintah Arnold pada pengawal inti yang dia bawa.
Pengawal dibelakangnya bergegas maju. Mereka menarik pelatuk dan mengarahkan senjatanya ke kepala Helbert.
Arnold adalah orang yang teliti. Dia sudah mengatur segalanya agar cepat membereskan dan membawa Helbert pergi.
Dia bahkan sudah menyuap semua orang yang diatur Helbert di Hotel ini.
Semua orang tau bahwa Helbert belum lama ini mengambil alih banyak kasino di Distrik Selatan. Helbert selalu membawa orang untuk menghancurkan beberapa industri di distrik selatan dan dunia abu-abu dibawah kepemimpinannya.
Arnold sudah merencanakannya dengan matang. Dia sudah mengatur agar semua orang berbalik menurutinya.
Malam ini urusan distrik selatan harus sudah selesai di bereskan.
__ADS_1
Jika bukan karena adanya Ernest yang terlihat begitu misterius, melumpuhkan Helbert akan menjadi pertarungan hidup dan mati dua orang yang telah bersitegang selama puluhan tahun itu.
"Hehe, Arnold, rencana kamu tidak buruk. Hanya saja kamu tidak tahu orang seperti apa yang kamu hadapi, Tuan Ernest." Ucap Helbert, sudut mulutnya terangkat tersenyum miring.
Helbert lalu berdiri di samping Ernest.
"Tuan Ernest, saya akan meminta bantuan Anda menangani situasi ini..." Ucap Helbert hormat.
Ernest mengangguk perlahan dan menatap remeh kearah Arnold.
"Helbert, kamu banyak omong. Bunuh mereka semua!" Hardik Arnold yang sudah merasa jengah. Dia geram, bahkan saat mendengar suara Helbert.
Puluhan pria bersenjata lengkap di tangan mereka. Situasi terkendali Arnold, tapi Helbert masih berani bicara begitu besar.
Klang..!
Setelah Arnold memberi perintah, justru sosok Ernest bergegas maju dulu, hembusan angin tiba di depan Arnold dalam sekejap mata.
Ernest bergerak sangat cepat. Entah bagaimana caranya semua orang yang memegang senjata di sekitar Arnold tiba-tiba terpental ke segala arah.
"Ugh!"
Hampir bersamaan, pengawal dengan wajah mengintimidasi itu tergeletak di lantai kejang-kejang. Seperti tersengat listrik. Busa menjijikan keluar dari mulut mereka.
Mereka bahkan tidak sempat untuk menggunakan senjata mereka. Dalam sekejap, mereka semua dibuat tidak berdaya oleh Ernest.
Ekspresi Arnold lansung berubah. Dia tiba-tiba menyadari. Orang Jepang di depannya ini bukanlah orang biasa! Itu sangat luar biasa. Melawan tanpa senjata dan melumpuhkan orang bersenjata.
Tangan Ernest sepertinya memiliki kekuatan sihir. Dia dengan santainya memukul mundur pengawal inti dari Tuan Yudah Bastian. Ini sangat menarik...!
Arnold belum mencapai tahap seperti orang didepannya ini. Namun dia mendengar kalau ada ahli tersembunyi yang bisa melawan senjata api dengan tangan kosong.
Seperti Tuan Muda Destin, dia sudah melihat bagian kecil kekuatan Tuan Muda Destin dengan matanya sendiri saat menumpas Keluarga Wirawan, walaupun banyak bawahan dan dia sendiri juga ikut dalam menggulingkan tembok kuat Keluarga Wirawan. Sejatinya mereka hanya membereskan saat semuanya sudah di bereskan oleh Tuan Muda Destin dan situasi sudah terkendali.
Dia tidak menyangka Keluarga Dominic bisa mendapat pendukung yang sangat ahli seperti itu....
Bugh..!
__ADS_1
Ernest meninju dada Arnold dengan sangat keras. Tubuhnya terpental dan membentur dinding dengan keras, Arnold menyemburkan darah dari mulut dan hidungnya.
"Uhuk, uhuk ..." Arnold muntah darah. Dia sadar kalau dia bukanlah lawan sepadan orang ini
Dia ceroboh. Sekarang setelah dia tertangkap, dia bahkan tidak memiliki kesempatan untuk memberi tahu Tuan Muda Destin.
"Tuan Ernest, jangan bunuh Arnold. Kita masih perlu menginterogasinya tentang Vero. Kita perlu bertanya kepadanya mengapa Vero meninggalkan Racon City beberapa waktu ini."
Pada saat ini, suara datar terdengar.
Dua pengawal mendorong kursi roda memasuki kamar Hotel.
Seorang pria paruh baya yang terlihat berwibawa dan tampak tenang. Wajahnya terpancar senyum sinis yang membuat orang yang mengenalnya tanpa sadar terintimidasi.
"Govinda, Govinda Dominic?" Arnold terkejut. Dia mengenali pria di kursi roda itu.
Pria itu adalah Tuan Besar Keluarga Dominic, Govinda Dominic, yang dilumpuhkan oleh Tuan Muda Destin. Tuan Muda Destin bahkan mematahkan kedua kakinya.
"Kakak, jaringan intelijen Keluarga Dominicmu benar-benar sampah." Ernest menggelengkan kepalanya dan berkata perlahan.
"Mengapa Vero meninggalkan Racon City. Arnold orang yang tidak memiliki nilai informasi. Dia tidak akan tau masalah Vero. Coba saja tanyakan padanya apa bisnis yang dia kelola untuk Vero. Tanyakan padanya beberapa rahasia Vero." Tukasnya lagi sambil memandang remeh sekelompok bawahan Vero itu.
"Baik, yang penting jangan bunuh dia. kita mungkin bisa memancing Vero keluar jika Anda membuatnya tetap hidup." Sahut Govinda meyakinkan sekutunya itu.
"Tuan Ernest, apakah Anda tahu sesuatu tentang Vero? Tolong beri saya beberapa petunjuk." Tukas Govinda menambahkan.
Govinda tidak sabar membalas dendam pada Vero. Penghinaan yang diberikan Vero padanya adalah rasa sakit terbesar dalam hidupnya.
"Kakak, aku mengundangmu ke sini bukan untuk pamer saat aku berurusan dengan orang kecil seperti Arnold. Aku mengundang seorang teman untuk kerjasama jangka panjang kita." Ucap Ernest sambil tersenyum simpul dan melirik Helbert.
Helbert tau, dia dan para pengawal membereskan tempat kejadian dan menyeret Arnold pergi.
"Govinda, lama tidak bertemu." Ucapnya perlahan sambil menatap sendu Govinda yang duduk manis di kursi roda.
Seorang pria paruh baya yang terlihat angkuh berjalan perlahan dari lantai atas ke aula dengan ekspresi datar dan beberapa pria muda berpakaian formal seperti pengawal.
Pria paruh baya itu terlihat masih tampan di usia yang terbilang tidak lagi muda. Dia mengenakan Jas yang dibuat khusus untuk menarik perhatian.
__ADS_1
"Ini! Kang Nam Kyung? Kenapa kamu bisa ada di sini?" Heran Govinda menatap teman lamanya.
Dia tidak menyangka kalau orang yang diundang Ernest adalah Kang Nam Kyung, ketua Star Grup Korea. Pemimpin dari orang kaya dari Korea. Teman lamanya.