![Suamiku Ternyata Penguasa [ Vero Destin ]](https://asset.asean.biz.id/suamiku-ternyata-penguasa---vero-destin--.webp)
"Ya, Ayah! Aku akan menuruti perintahmu." Ujar Choi Shan sangat bersemangat.
Dia pikir permintaan Vero sudah membuat marah Ayahnya. Tapi sekarang, sepertinya penilaiannya benar. Vero benar-benar memiliki latar belakang yang luar biasa. Bahkan Ayahnya mengatakan bahwa Vero adalah teman lamanya.
Seseorang yang bisa disebut teman Choi Siwon pasti seseorang yang berkemampuan, setidaknya itulah gambaran umumnya
"Ayah, ini berlebihan. Daun Mistic itu diberikan kepada seseorang begitu saja?" Ucap Choi Minho, Kakak Choi Shan.
"Dari apa yang kamu katakan, apakah kamu ingin pewaris Keluarga Choi menyerahkannya pada orang luar seperti Vero? Bagaimana bisa?" Ucap Paman Choi Shan.
"Ayah, tolong pikirkan itu! Jika hal seperti itu menyebar, semua orang akan menertawakan Keluarga Choi kita." Sahut Minho.
Pada saat ini, semua anggota Keluarga Choi mencoba menyuarakan pemikirannya.
Adapun keputusan Ayahnya, itu adalah masalah kepentingan pribadi dan umum untuk mereka semua. Mereka benar-benar tidak bisa menerimanya begitu saja.
Meskipun Choi Shan tidak memiliki banyak pengaruh dalam Keluarga, namun putrinya Hyun benar-benar didukung oleh Choi Siwon. Dia memperlakukannya seperti mutiara di matanya. Choi Hyun bahkan bisa membujuk Kakeknya itu untuk menganggukkan kepalanya ketika sampai pada hal besar seperti Daun Mistic.
Ini yang membuat Kepala Keluarga, Choi Minho, dia merasa tidak nyaman, dia merasa kata-katanya tidak lebih penting dari ucapan gadis kecil di depannya ini. Benar-benar membuatnya kesal setengah mati..
"Ada apa? Orang tua ini bahkan tidak boleh berpendapat? Kamu ingin mengajari Ayahmu cara menangani sesuatu?" Choi Siwon mendengus lalu menyesap tehnya.
Orang tua itu mengerutkan kening saat mengatakan itu, anggota Keluarga Choi semua diam dan tidak berani membicarakannya lagi. Bahkan saat Choi Siwon berbicara dia tidak melirik Minho sekalipun.
"Kalian semua cukup menuruti pengaturanku. Orang tua ini punya rencananya sendiri untuk masalah ini. Terlebih lagi, Vero Destin mungkin tidak akan setuju begitu saja." Ujar Choi Siwon perlahan.
"Bagaimana mungkin dia tidak setuju?" Sahut Minho cepat.
Kepala Keluarga Choi itu terkejut. Anggota Keluarga Choi juga saling menatap bingung.
Gadis dari keturunan langsung Keluarga Choi, ditambah Daun Mistic, juga membuang waktu melakukan perjalanan antar negara ke Negara Lugo untuk mengantarkan obat kesana. Bagaimana mungkin Vero bisa menolak?
__ADS_1
Choi Siwon tidak mengatakan apa-apa atau menjawab, dia tidak akan menjelaskan bagaimana detailnya.
"Baiklah, Shan, kamu sekarang cepatlah atur perjalananmu. Bawa Choi Hyun bersamamu ke Racon City." Ujar Choi Siwon terdengar sangat bijak.
"Minho, kamu dan beberapa kerabat Keluarga Choi berangkatlah bersama. Kalian akan pergi ke Negara Lugo tepatnya ke Racon City untuk memperluas wawasan kalian." Titah Choi Siwon kepada Kepala Keluarga Choi.
"Ingat, kata-kataku itu harus disampaikan kepada Vero. Vero boleh menerima obatnya dan menggunakannya, tapi dia harus datang ke Keluarga Choi. Aku yakin Vero tahu batas kemampuannya." Ucap Choi Siwon menatap Choi Minho.
Choi Siwon lalu mengangkat cangkir teh dan menyesapnya perlahan.
"Ya, ayah!" Jawab Min-ho.
"Aku akan pergi menemui Vero dan menyampaikan pesan Ayah secara langsung." Choi Minho mengangguk dengan hormat.
Matanya sedikit menyipit. Tidak ada yang tahu apa yang dia pikirkan.
Pagi itu juga, Choi Shan dan Choi Minho menggunakan Jet pribadi terbang ke Negara Lugo.
★ ★ ★
Vila Dom, Kompleks Keluarga Dominic.
Govinda duduk di kursi utama aula. Wajahnya yang keriput terlihat sangat muram.
Di aula utama itu, generasi kedua dan ketiga Keluarga Dominic juga terlihat sama muramnya.
Henderson dan Lucas terlihat banyak lebam di sekujur tubuhnya. Mereka duduk di kursi roda terlihat kesal dan muram.
"Kakek, benar yang aku katakan. Lucas dan aku pergi ke Sanatorium. Vero bahkan lebih sombong dari sebelumnya. Dia sama sekali mengabaikan pesan yang kami sampaikan dari Tuan Ernest. Dia tidak perduli dan memukuli kami." Henderson mengingatnya dengan kesal.
Dia pikir itu tugas yang mudah, juga kesempatan yang bagus untuk menekan Vero dan melampiaskan amarahnya, tapi dia justru dipukuli dan dilempar keluar dari Sanatorium dengan kejam.
__ADS_1
"Apakah kamu tidak memberi tahu Vero dengan jelas? Apakah kamu tidak menyampaikan surat Tuan Ernest? Beraninya dia begitu sombong?" Govinda bertanya dengan ekspresi muram.
"Kakek, kami semua mengikuti perintahmu. Surat dari Tuan Ernest bahkan dirobek oleh Vero. Dia sama sekali tidak peduli dengan hidup Very Destin. Dia bahkan mengatakan kalau dia akan menghancurkan semua anggota Keluarga Dominic kita. Dia sangat sombong." Ucap Henderson melanjutkan.
"Huh!" Govinda membuang nafas kasar.
"Apa yang membuat Vero tetap percaya diri dengan situasi seperti itu? Dia memang pria yang sombong. Dia bahkan tidak peduli masalah yang mengancam nyawa kakeknya." Govinda Dominic mendengus kasar.
"Ayah, apa yang harus kita lakukan sekarang? Aku sarankan untuk mengambil keputusan sesegera mungkin. Keluarga Dominic sudah terkenal selama bertahun-tahun. Terakhir kali, kita dipermalukan oleh Vero. Ini kesempatan bagus. Kita harus membalas mereka!" Ujar Calvin ikut angkat suara.
"Kakek, kamu harus mengambil keputusan untuk menghancurkan Keluarga Destin! Vero memandang rendah Keluarga Dominic dan bahkan mengatakan bahwa dia ingin menghancurkan seluruh keluarga kita. Menurut temperamen anak ini, dia akan melakukan apapun yang dia katakan!"
"Jika kita tidak menyerang lebih dulu dan menghancurkan Keluarga Destin, akan ada masalah yang tak ada habisnya kedepannya!" Henderson juga mencoba yang terbaik untuk membujuknya.
Govinda perlahan memejamkan matanya. Dan diam untuk menimang untung ruginya jika memutuskan kerjasama dengan pihak Destin.
Di bawah kepemimpinan Calvin, generasi kedua dan ketiga Keluarga Dominic semuanya setuju untuk melawan Vero. Mereka ingin Keluarga Dominic mengambil kesempatan bergabung dengan Grup Bintang untuk melenyapkan Keluarga Destin.
Menurut Govinda, masalah ini sangat penting. Itu menyangkut kelangsungan hidup Keluarga Dominic kedepannya. Dia tidak yakin apakah dia bisa melawan Vero. Walaupun dia sudah bertemu dengan Kang saat ke Distrik Selatan untuk bekerjasama, dia merasa tidak percaya diri untuk menghadapi Vero, Govinda merasa Vero lebih menakutkan dari Kakeknya, Very Destin...
"Kakek, tolong buat keputusan secepatnya. Keluarga Dominic tidak bisa mentolerir ini lagi. Kami semua berada di lingkaran Racon City. Kami keturunan Keluarga Dominic dipandang rendah oleh orang lain. Kami bahkan sudah tidak yakin memperebutkan posisi pewaris tahta Kekuasaan Dominic, itu karena ulah Vero yang membuat kami menderita di atas kursi roda!" Ujar Henderson menatap penuh harap wajah Kakeknya.
"Ayah, Aku sudah merencanakan semuanya dengan Tuan Ernest. Aku hanya menunggu Ayah untuk setuju! Ayah sudah mengatakan Keluarga Dominic akan menggunakan semua sumber daya kita untuk menekan Keluarga Destin dan menyatakan perang melawan Keluarga Destin! Aku yakin tidak akan lama lagi Vero pergi dari Racon City!" Ucap Calvin terdengar serius. Dia tidak sabar menunggu Ayahnya buka mulut.
"Baiklah....! Karena Vero begitu sombong, dia ingin menghancurkan Keluarga Dominic. Jangan salahkan aku karena tidak berperasaan! Pergi panggil Tuan Ernest untuk berdiskusi!" Govinda berpikir sejenak dan memutuskan untuk mengikuti rencana Calvin dan Ernest Daichi.
"Besok, Aku akan mengumumkan ke publik secara langsung. Aku akan memutuskan semua urusan bisnis dengan Keluarga Destin. Selama ada kelompok yang memiliki urusan bisnis dengan Keluarga Destin, Keluarga Dominic kami tidak akan berbaik hati! Aku akan membentangkan garis permusuhan terhadap mereka! Dalam berbisnis, Aku tidak akan berbelas kasih!" Ujar Govinda tegas.
Govinda adalah penerus Keluarga Dominic yang masih unggul di bandingkan generasi kedua atau ketiga Keluarga Dominic. Keluarga Dominic bisa sebesar ini tidak lepas dari peran besar Govinda beberapa dekade terakhir.
"Baik! Ayah!" Calvin menjawab dengan puas..
__ADS_1
Tidak perlu waktu lama. Ernest sudah berjalan masuk ke aula utama Keluarga Dominic dengan senyum mengembang di wajahnya.
"Govinda, Kamu akhirnya mengambil keputusan. Baiklah. Dengan reputasi Anda di Racon City, tidak akan ada yang berani berdiri di belakang Vero!" Ucap Ernest langsung buka suara setelah memasuki aula, dia tanpa ragu-ragu menyanjung Govinda untuk lebih percaya terhadap dirinya...