Suamiku Ternyata Penguasa [ Vero Destin ]

Suamiku Ternyata Penguasa [ Vero Destin ]
Menunggu berita duka Keluarga Destin...


__ADS_3

"Hmph!" Govinda membelai jenggotnya yang tergerai panjang.


"Vero berpikir bahwa dia sangat kuat, dan bisa melakukan apapun yang dia inginkan di Racon City. Banyak orang dari keluarga besar di Racon City tidak menyukai perilakunya. Selama beberapa bulan terakhir. Dia juga menindas Keluarga Dominic berkali-kali. Kali ini, aku akan menghapus Keluarga Destin sepenuhnya!" Ucap Govinda yakin..


Govinda memahami kekuatan Vero. Dia sudah membuat keputusan. Dia siap menggunakan kekuatan dari Keluarga Dominic untuk menyingkirkan Vero untuk selamanya.


"Bagus, bagus! Tuan memang bukan orang sembarang. Berapa banyak orang yang bisa menandingi semangatnya?" Ernest menyanjung.


"Tuan, karena kamu sudah membuat keputusan. Aku sudah mengatur orang untuk membunuh Vero. Yang perlu Anda lakukan hanyalah berbicara di Media sehingga semua besar tidak berani bertindak gegabah. Selangkah demi selangkah, kami akan melenyapkan otoritas Vero di Racon City." Ujar Ernest menjelaskan idenya.


"Selain itu, dalam tiga hari, Very Destin pasti akan mati. Ketika berita menyebar, Racon City pasti akan gempar!" Ernest berkata sambil memicingkan matanya.


"Saat Very Destin meninggal, Keluarga Dominic akan datang untuk menekannya. Aku juga akan bekerja dari belakang untuk melakukan sesuatu. Begitu aku bergerak, Vero pasti kewalahan dan fondasinya di Racon City akan runtuh seketika." Lanjutnya.


"Begitu Tuan Besar Destin itu meninggal, jaringan koneksi Keluarga Destin akan terputus. Jika Anda terus menargetkan Keluarga Destin, banyak orang besar akan tutup mata dan tidak akan membela Keluarga Destin. Meskipun Vero kuat, dia tidak memiliki koneksi di Racon City. Ketika saatnya tiba, akan sulit baginya untuk bertarung meladeni empat Keluarga Besar di Racon City," Ujar Ernest menjelaskan perlahan, terlihat jelas dia sudah mengendalikan situasi.


"Setelah Keluarga Destin hancur, asetnya akan ditinggalkan. Keluarga Dominic, Grup Bintang, dan aku. Itu akan kita bagi menjadi tiga bagian sama rata." Tutup Ernest mengakhiri ucapannya.


"Sepertinya semuanya sudah siap, Tuan Ernest. Aku tidak keberatan. Anda bisa memimpin jalannya rencana. Jika ada sesuatu yang bisa digunakan oleh Keluarga Dominic, Anda bisa perintahkan mereka. Karena lelaki tua ini sudah mengambil keputusan, aku pasti akan mendukung rencana kamu sepenuhnya!" Ucap Govinda yang terlihat puas dengan rencana Ernest Daichi.


"Baiklah! Mari kita tunggu berita kematian Very Destin." Mata Ernest menyipit saat membayangkan runtuhnya kekuasaan Vero


Wajah anggota Keluarga Dominic yang hadir terlihat sangat puas, mereka semua puas dengan rencana Ernest Daichi..


Tidak lama lagi, Tuan Muda Destin yang angkuh mungkin benar-benar akan runtuh di bawah serangan dari tiga kekuatan Keluarga Dominic.


Mereka sudah mulai berpikir tentang situasi runtuh fondasi kokoh Keluarga Destin!


Semua tau Keluarga Destin sangat kaya dan berkuasa. Setelah Vero kembali ke Racon City, dia telah menelan semua sumber daya Keluarga Wirawan dan mengintegrasikan semua sumber daya dunia bisnis. Skala telah berkembang berkali-kali lipat lebih besar dari beberapa tahun terakhir.


Vero sudah mengendalikan semua bisnis Keluarga Destin.


Tak terbayangkan berapa banyak kekayaan dan aset yang dimiliki pemuda itu.


Manfaat yang bisa dia peroleh setelah melenyapkan Vero akan sebanding dengan rasa sakitnya selama ini. Itu akan menaikkan Keluarga Dominic ke puncak Negara Lugo, dan setiap anggota Keluarga Dominic akan mendapatkan manfaat yang tak ada habisnya....


★ ★ ★

__ADS_1


Esok harinya.....


Racon City, Airport International Racon City.


Yuda Bastian berjalan bersama banyak bodyguard ke bandara untuk menjemput tamu kehormatan.


Choi Shan dan rombongan turun dari pesawat dan dibawa ke Grand Hotel Cendana.


Ini tempat yang telah diatur oleh Vero untuk Choi Shan dan rombongannya.


Hotel Cendana sudah di rapihkan. Hanya saja lebih banyak bodyguard yang berjaga di sepanjang koridor.


Di lantai 28 Vero sedang duduk santai menyilangkan kakinya. Ekspresinya terlihat tak sabaran menunggu kedatangan mereka.


Sedangkan Hendi dan Ethan duduk di sofa ruang Boss di depan Vero. Wajah mereka juga terlihat sangat serius.


Mereka berdua sudah mendengar kalau Vero mengundang seseorang dari Keluarga Choi dari Yunan untuk membawa Daun Mistic yang bisa menyelamatkan Tuan Besar Destin.


Sebenarnya, ini juga pertama kalinya mereka melihat hal seperti itu.


Vero menyiapkan pesta untuk menyambut para tamu.


Upacara akbar Keluarga Destin sudah di mulai sejak tadi, banyak tokoh besar dari Racon City sudah memasuki aula. Vero bahkan tidak ingin repot untuk menemuinya.


Drtt, Drtt, Drtt....


Ponsel Vero berdering.


Mata Vero melirik dan itu panggilan dari Choi Shan, dia lansung mengangkat panggilannya...


"Halo, Tuan Muda. Saya sudah turun dari pesawat. Saya juga membawa Daun Mistic." Suara tenang Choi Shan terdengar dari ujung telpon.


"Baiklah, Tuan Choi. Aku harus merepotkan Anda kali ini. Mulai sekarang, masalah Anda akan menjadi masalahku juga." Jawab Vero terdengar sangat puas.


"Saya menunggu Anda di tempat yang telah ditentukan, Grand Hotel Cendana. Yuda Bastian akan mengantarmu ke sini." Lanjut Vero sambil tersenyum simpul.


"Saya mengerti. Tuan Muda, saya menelpon Anda untuk memberi tahu Anda sebelumnya. Orang tuaku ingin mengatakan sesuatu. Dan juga yang datang bersamaku kali ini adalah Kakakku, Kepala Keluarga Choi dan beberapa kerabat." Tukas Choi Shan terlihat mulai bingung akan membuka obrolan darimana tentang pesan Ayahnya.

__ADS_1


"Orang tua itu memberikan Daun Mistic kepada Anda. Dia sepertinya punya sedikit harapan denganmu, Tuan Muda. Agak sulit untuk dibicarakan saat ini. Nanti di perjamuan, kita akan bicara lagi." Ujar Choi Shan serius.


"Baiklah, Tuan Choi, Aku mengerti maksud Anda. Aku harus merepotkan Anda," Jawab Vero santai.


"Sama-sama. Baiklah sampai jumpa di Grand Hotel Cendana." Sahut Choi Shan dan memutuskan panggilan.


Setelah meletakkan ponselnya, Vero menautkan kedua alisnya.


"Choi Shan membawa obatnya, datang bersama Kepala Keluarga Choi? Tuan Besar Keluarga Choi ingin mengatakan sesuatu. Masalah ini pasti tidak sederhana." Pikir Vero melirik lagi ponselnya.


Vero tahu Choi Si-won adalah orang yang memiliki pandangan jauh ke depan. Setiap gerakan yang dia lakukan memiliki makna yang dalam.


Meskipun Choi Shan tidak mengatakannya secara eksplisit, Vero bisa merasakan jika Choi Si-won pasti sudah membuat beberapa persyaratan yang sulit.


Sebelumnya, Vero dan Choi Shan sempat berbicara dan Choi Si-won tidak menjual Daun Mistic kepadanya..


Tidak meminta uang. Apa yang diinginkannya pasti sangat penting.


Tapi bagaimanapun juga, obat itu sudah dibawa ke Racon City. Kakeknya bisa diselamatkan. Tidak peduli berapa pun harganya, dia harus mendapatkan Daun Mistic itu.


★ ★


Dua puluh menit kemudian.


Di Grand Hotel Cendana, di bawah bodyguard melangkah maju membuka pintu Rolls-Royce Phantom limosin.


Choi Shan, Choi Min-ho beberapa kerabat Choi Shan melangkah memasuki aula Hotel Cendana.


Tidak lama, rombongan tiba di lantai dua puluh delapan.


"Tuan Choi, telah datang jauh-jauh ke sini. Ini pasti sangat merepotkan kalian. Duduklah." Ujar Vero sambil menjabat keduanya.


"Hahaha, Tuan Muda, kamu terlalu sopan. Kita adalah teman lama. Silahkan." Choi Shan menjawab sambil senyum dan menyambut jabatan tangan Vero.


"Anda yang bernama Vero Destin?" Choi Min-ho mengerutkan dahinya dan menatap Vero.


"Aku sudah mendengar tentangmu. Kamu masih muda dan menjanjikan! Namun, kamu terlalu sombong. Mengundang Keluarga Choi. Kamu bahkan tidak menjemput kami secara pribadi, mengapa kamu merendahkan martabat kami dengan mengirim bawahan menjemput kami?" Lanjut Choi Min-ho arogan. Matanya terpancar kesombongannya.

__ADS_1


Mendengarnya, ekspresi Choi Shan sedikit berubah. Ekspresi Ethan dan Hendi juga berubah.


"Haha, Tuan Choi pasti bercanda. Aku punya beberapa urusan mendesak untuk diurus dan baru saja selesai. Ini salahku karena tidak menyambut dengan baik. Jangan tersinggung." Tukas Vero terlihat sangat santai dan tidak pula tersinggung.


__ADS_2