Suamiku Ternyata Penguasa [ Vero Destin ]

Suamiku Ternyata Penguasa [ Vero Destin ]
Dua orang dari dunia berbeda...


__ADS_3

Berita menghebohkan di perjamuan Keluarga Lewis dengan cepat menyebar ke seluruh Kota Liberio.


Tak terhitung banyaknya orang di Kota Liberio yang kagum dengan berita itu. Vero yang terkenal di kota Liberio karena selalu bergantung pada istrinya. Namun kebenarannya dia memiliki latar belakang yang luar biasa?


Dia Tuan Muda Destin yang terkenal dari Kota Kekaisaran?


Berita sensasional ini memang mengejutkan banyak orang. Mereka mulai mengingat ingat apakah mereka pernah menyinggung Vero sebelumnya.


Ada banyak orang yang berpikir tentang bagaimana menyiapkan hadiah yang besar dan untuk memberikan sebagian penghormatan kepada Vero Destin.


Bahkan ada keluarga yang sedang berdiskusi untuk mengirim putri mereka kepada Vero.


Lagipula, Vero sudah bercerai Alisa. Jika sosok sebesar itu bisa menjadi menantunya, Ini bisa menaikan pamor mereka. Kedepannya tidak ada yang berani berulah kepada keluarga mereka Provinsi Laut Timur.


Hanya dalam satu malam. Kota Liberio telah benar-benar berubah.


Dalam satu malam, salah satu dari tiga keluarga besar, Keluarga Lewis, yang berdiri tegak di Kota Liberio selama ratusan tahun, dimusnahkan oleh Roman dan Ardy.


Dalam 24 jam yang singkat, Keluarga Lewis telah kehilangan semua kekayaan dan pengaruhnya. Bahkan Keluarga Lewis tidak terlihat di Kota Liberio.


Itu karena Keluarga Lewis telah menyinggung Tuan Muda Destin.


Satu kalimat sudah cukup untuk menghilangkan keberadaan Keluarga Lewis.


★ ★


Pada siang hari ini, di ruang Boss Hotel Lintang. Vero sedang duduk santai dengan secangkir teh.


Di matanya, semua yang ada di Kota Liberio tidak penting. Dia hanya peduli tentang Lisa.


Masalah sudah berjalan ketahap ini. Namun Alisa belum mau menerima panggilan telponnya.


Bahkan di perusahaan Destin, dia mendengar Lisa tidak kembali untuk bekerja. Sepertinya dia benar-benar marah terhadap Vero.


Vero tidak tahu apa yang dipikirkan Lisa. Mengapa dia tidak mau memberinya kesempatan untuk menjelaskan.


Tok, tok, tok...

__ADS_1


Pintu di ketuk dari luar.


Ardy dan Roman berjalan masuk setelah di persilahkan untuk masuk Vero. Mereka membawa koper dan meletakkannya di samping mereka berdiri. Ketika Ardy membukanya, itu penuh dengan tumpukan dokumen di dalamnya.


"Direktur Gibson, mengikuti instruksi Anda, saya telah mengurus dan menyelesaikan semua properti atas nama Keluarga Lewis. Orang-orang Keluarga Lewis bekerja sama dengan baik." Ardy melaporkan tugasnya.


"Tuan Gibson, mengikuti perintah Anda. Saya juga sudah mengirim semua orang Keluarga Lewis ke luar negeri. Sebelum mereka pergi, mereka tidak menolak apapun membantah. Mereka bahkan berterima kasih kepada Tuan Gibson karena membiarkan mereka hidup." Roman juga melaporkan.


"Kerja bagus." Vero menanggapi dengan datar.


Keluarga Lewis tahu Steven Lewis telah membuat masalah besar.


Saat Ardy dan Roman datang. Tidak ada seorang pun di Keluarga Lewis yang berani menolak. Siapa pun yang melawan sama dengan meminta mati.


"Selain itu, Tuan Gibson, Maria Boston datang menemui saya. Dia ingin bertemu dengan Anda." Lapor Roman codet.


Ini adalah masalah yang yang lumayan serius, dan dia tidak berani bertindak sendiri, lagipula sebelumnya dia tau kalau Vero selalu menghindari bertemu dengan Maria.


"Kamu tidak perlu peduli padanya." Vero menyesap tehnya menjawab dengan santai.


"Ardy, kamu urus apa yang ditinggalkan oleh Keluarga Lewis. Roman, kamu siapkan mobil dan ikut aku kembali ke Villa Dataran Salju." Ucap Vero dengan nada datar.


Roman dan Ardy mengangguk bersamaan.


Rolls-Royce Phantom keluar dari Hotel Lintang menuju Vila Dataran Salju.


Vero duduk di kursi belakang sambil memainkan ponselnya.


Dia memutuskan untuk menemui Lisa secara pribadi dan menjelaskan semuanya.


Setelah dia pergi ke Hong Kong, kesalahpahaman yang dia buat sepertinya memang terlalu terlalu besar. Lisa tidak mungkin jika tidak kecewa mengingat beraninya Anna Corbin saat itu.


★ ★ ★


Vila Dataran Salju.


Di meja makan, Alisa, Zane Davis, dan David Glover sedang menikmati makan. Masing-masing dari mereka memasang ekspresi tidak enak dipandang.

__ADS_1


Hendi berdiri di samping tidak mengatakan apa-apa. Dia memandang Alisa, sepertinya ingin mengatakan sesuatu tetapi sangat ragu.


"Putriku, kamu selalu mendukung Vero sebelumnya. Apakah kamu sudah tahu identitasnya sejak lama?" Zane Davis adalah orang pertama yang bertanya dan memecah kesunyian.


"Hemm. Aku tahu itu sudah dari lama." Alisa menjawab dengan santai.


"Lisa, kamu sudah tahu identitas Vero. Kenapa kamu tidak memberitahu Ibu dan ayahmu? Kenapa kamu malah menyembunyikannya dari kami?" Zane Davis menjawab cemas.


"Kenapa kamu tidak mengatakan Vero begitu kaya dan berkuasa sebelumnya? Kalau Ibu tau Ibu tidak akan mengusirnya dari rumah? Hah!" Zane Davis menghela nafas kasar.


Zane Davis merasa sakit Hati! Dia benar-benar melewatkan kesempatan untuk menikmati kehidupan bergelimang harta.


"Bu, apakah itu penting untuk kalian?" Alisa mengerutkan kening.


"Selain itu, Aku sudah memberi tahu Ibu kalau perusahaan Destin di berikan oleh Vero. Namun, apakah Ibu menganggap serius apa yang Lisa katakan? Ibu sama sekali tidak mempercayainya, kan...?" Jawabnya dengan wajah sendu.


Zane Davis diam membisu. Alisa pusing. Dia sudah memberi tahu orang tuanya tentang Vero. Hanya saja ibunya itu terlalu bias dan tidak pernah mempercayainya.


"Huh!" David Glover membuang nafas panjang.


"Lisa, Ayah tidak menyangka ayah akan sebodoh ini. Vero benar-benar memiliki latar belakang yang begitu mengerikan. Tidak heran Kakekmu itu ikhlas menikahkan kamu dengan Vero. Kakekmu memilih menutup rahasia itu sendiri, yang membuat ayah bingung. Kenapa Vero bersedia tinggal di Keluarga kita selama beberapa tahun?" Ucap David dengan wajah tertunduk lesu.


"Aku juga tidak tahu. Keluarga Vero cukup kuat di Racon City. Dia tidak memiliki masalahnya sendiri. Bawahannya pernah bercerita, karena Ayah dan paman pamannya dibunuh. Untuk membalas dendam, dia kembali ke Racon City. Selain itu, dia memiliki kesulitannya sendiri. Ini tidak sesederhana yang ayah dan ibu pikiran." Alisa menjelaskan perlahan.


Alisa memang secara pribadi menanyakan tentang Keluarga Destin di Kota Kekaisaran, juga tentang latar belakang Vero kepada Yuda Bastian. Dia tahu cerita Keluarga Destin telah musnah dan seluruh keluarganya telah terbunuh. Itu adalah alasan Vero kembali ke Kota Kekaisaran, namun setelah kembali dengan mudah dia menghancurkan Keluarga Wirawan dan membuat Keluarga Destin kembali ke masa kejayaannya.


"Bu, Ayah, Vero tidak ada hubungannya dengan kita lagi. Jangan membahasnya lagi. Semua ini sudah berlalu." Ucap Alisa dengan tatapan nanar.


"Apa maksudmu? Lisa, bukankah Vero mencintaimu? Kamu juga menyukainya kan.? Kamu tidak bisa kembali rujuk, Ibu tidak akan ikut campur" Ucap Zane membujuk Alisa.


"Begini saja. Lisa. Ibu akan mengundang Vero ke rumah untuk berbicara. Ibu tau Vero memiliki perasaan yang mendalam untukmu." Ucap Zane lagi.


"Cukup, Bu! Ibu pikir kita ini siapa? Kita hanya orang kampung, bahkan jika belum bercerai aku akan menggugat Vero. Aku tidak pantas untuk dia" Ujar Alisa dengan nada ketus dan emosi yang mulai menguasainya.


"Bu, Ibu yang bilang Vero tidak layak untukku. Ibulah yang mengusirnya. Bahkan menceraikannya adalah keputusan Ibu. Sekarang, yang ingin aku kembali lagi dengannya juga kamu. Kapan kamu mempertimbangkan perasaanku?" Ucap Alisa yang mulai jengah dengan sikap Ibunya.


"Aku telah memutuskan tidak akan berhubungan lagi dengan Vero. Aku juga sudah bercerai dengannya." Ucapnya lagi sambil menatap tegas Ibunya.

__ADS_1


"Putriku sayang, apakah kamu bodoh?" Ucap Zane Davis cepat.


"Aku, aku tidak ingin membuatnya di pandang rendah oleh orang Racon City, aku juga tidak bisa melihat Vero terus-terusan Ibu rendahkan. Lagipula Vero dan Aku dua orang dari dunia yang berbeda... " Ujar Alisa menimpali dengan suara tercekat.


__ADS_2