![Suamiku Ternyata Penguasa [ Vero Destin ]](https://asset.asean.biz.id/suamiku-ternyata-penguasa---vero-destin--.webp)
"Lucas, apa yang kamu katakan? Apakah kamu gila?" Ethan tersulut emosi.
Ethan menatap lekat Lucas yang sedang duduk di kursi roda.
Keluarga Dominic sangat berani meminta Tuan Muda Destin berlutut di depannya.? Nyalinya besar juga..?
Vero menatap sinis kepada Lucas, namun Vero masih terlihat sangat tenang.
"Apakah Keluarga Dominic di sini datang untuk mengancam. Siapa yang memberikan Keluarga Dominic keberanian?" Ucap Vero sambil mengedarkan pandangannya.
Vero sangat yakin. Keluarga Dominic tidak akan berani menantangnya, apalagi menyerang kakeknya tanpa ada pendukung yang kuat.
Pasti ada seseorang yang mendukung Keluarga Dominic dari belakang, yang membuat mereka cukup percaya diri.
"Haha, apakah penting siapa itu? Aku hanya tahu kalau nyawa Tuan Besar Destin dipertaruhkan. Jika kamu tidak ingin Kakekmu mati, berlututlah sekarang." Ucap Lucas berkata dengan nada sombong.
"Jika kamu tidak mau. Percayalah, kakekmu tidak akan hidup lebih dari tiga hari. Temanku mengatakan walaupun dengan kemampuanmu, kamu bisa menebak jenis racun apa yang meracuni kakekmu. Kamu juga pasti tahu kalau hanya pembuat racun yang memiliki penawar jenis racun itu." Ucap Lucas sambil tersenyum licik.
"Kudengar keahlian medis kamu luar biasa. Tapi kali ini, kamu tidak bisa berbuat banyak, kan? Tubuh Kakekmu tidak bisa menahan pengobatan yang akan kamu lakukan." Lucas terlihat santai.
Lucas percaya dia sudah mengetahui kelemahan Vero.
Very Destin keracunan. Racun itu dibuat oleh Tuan Ernest yang misterius. Tidak ada obat ataupun penawar untuk itu.
Dia tidak percaya kalau Vero akan melawannya secara langsung terlepas dari hidup atau mati kakeknya.
"Ch." Vero mendecih.
"Jadi ini yang membuatmu percaya diri. Mengancamku dengan nyawa kakekku?" Ucap Vero menggelengkan kepalanya dan tersenyum miring.
"Apa kamu tidak percaya? Dengan kemampuan medis yang kamu miliki, kamu hanya bisa berlutut atau memilih merelakan nyawa orang tua itu..." Sahut Henderson yang sedari tadi hanya diam saja.
"Tuan Muda Destin yang terhormat, apakah kamu masih tidak percaya dengan apa yang sedang terjadi? Apakah kamu benar-benar berpikir kamu tidak terkalahkan di Racon City dan tidak ada yang bisa menekanmu?" Henderson bicara lagi.
"Masalah Kakekmu hanyalah sebuah peringatan. Jika kamu berani bertindak sombong lagi, kamu yang akan mati mendahului Kakekmu!" Ancam Henderson sambil tersenyum sinis.
Vero menautkan alisnya saat mendengar ancaman Henderson, namun dia masih ingin tau apa rencana bodoh keluarga Dominic ini.
__ADS_1
"Vero, apakah kamu tidak ingin memohon atau kamu memang merelakan nyawa orang itu?" Lucas bicara lagi dengan nada remeh.
"Sepertinya kamu belum yakin. Kamu tidak ingin berlutut kan? Aku mengerti. Bagaimana tuan muda Kota Kekaisaran yang berwibawa merendahkan dirinya demi orang yang sudah bau tanah?" Ucap Henderson menimpali sambil menatap Vero iba.
"Hahaha! Vero, lihat dengan jelas! Ini adalah surat yang diminta seseorang untuk kusampaikan kepadamu!" Lucas tertawa terbahak-bahak.
Setelah dia selesai bicara, dia melambaikan tangannya. Pengawal di sampingnya melemparkan sebuah amplop.
Vero bergerak meninggalkan tempatnya berdiri menyambar amplop itu, membuat Henderson tak sadar melangkah mundur.
“Vero, mungkin kamu sudah menebak indentitas saya. Saya Ernest Daichi. Kita pernah bertemu denganmu di Keluarga Gravis.”
“Aku yang meracuni kakekmu, namun tidak perlu gelisah. Aku punya penawarnya. Jika kau ingin penawarnya, lakukanlah permintaan kecil Keluarga Dominic.”
“Serahkan semua otoritas dan properti di Racon City. Kamu boleh membawa semua bawahanmu lalu tinggalkan Racon City selamanya.”
“Menurut perkiraanku, racun di tubuh kakekmu akan mulai bergerak dalam tiga hari, dia akan mati tanpa mayat yang utuh. Jika kamu keras kepala, kakekmu tidak akan menjadi satu-satunya yang akan mati.”
Setelah membaca surat itu Vero tersenyum miring.
Ernest Daichi memang sangat berbeda, dia bertindak dibelakang menggunakan keahliannya, trik yang bagus..
Ernest Daichi ingin Vero menyerahkan semua yang dia miliki di Racon City untuk di tukar dengan penawar.
"Bagaimana? Vero, apakah kamu sudah melihatnya dengan jelas? Jika kamu terus menunda, kakekmu tidak hanya akan mati, kamu juga tidak akan bisa lepas dari bencana! Racon City bukanlah tempat di mana kamu bisa memerintah dengan sesuka hatimu!" Tukas Henderson sambil tersenyum simpul.
"Tuan Muda Destin, jangan terlalu banyak berpikir. Berlututlah padaku sekarang dan akui kesalahanmu. Aku akan membantumu memohon belas kasihan Tuan Ernest. Jika kamu keluar dari Racon City, kamu mungkin bisa pergi tanpa kehilangan Keluarga satu satunya," Sahut Lucas dengan prihatin.
Dia sudah menunggu terlalu lama untuk hari ini. Dia tidak sabar untuk melihat Vero berlutut dan bersujud dibawah kakinya.
Setelah Vero melumpuhkan kakinya dan membuatnya tidak berguna duduk di kursi roda, Vero berubah menjadi sosok berpengaruh di Racon City, sedangkan dia menjadi orang cacat. Dia kehilangan mental dan wibawanya. Dia sudah benar-benar kehilangan pengaruh dan wibawanya di Racon City.
Hanya satu tujuannya untuk hidup, dan itu untuk membalas dendam pada Vero!
Henderson, yang berada di samping, juga tersenyum miring.
Vero tidak hanya melumpuhkan Lucas, tapi Vero juga membuat dia kehilangan muka di Keluarga Dominic. Martabatnya hancur. Kali ini, dia akhirnya mendapatkan kesempatan untuk membalasnya!
__ADS_1
"Apakah kamu mengancamku?" Vero tersenyum remeh dan merobek kertas di tangannya.
"Berikan mereka semua pelajaran dan kirim kembali ke Keluarga Dominic." Perintah Vero sambil menatap Henderson sinis.
Lucas dan Henderson menjadi ketakutan setelah mendengar ucapan Vero.
“Aku tidak menyangka jika Vero akan begitu impulsif. Bagaimana dia bisa dia tidak memikirkan nyawa kakeknya?” Ucap Henderson dalam hatinya.
“Mungkinkah Vero sama sekali tidak peduli dengan hidup atau mati Very Destin?” Paniknya dalam hati.
Setelah menerima perintah Vero, Ethan memutar lehernya dan berjalan menuju mereka berdua sambil tersenyum miring.
Dia sangat jengah dengan sikap Lucas dan Henderson. Dia berharap bisa mengupas kulit kedua orang ini dari tadi. Hanya saja masalah ini menyangkut keselamatan Tuan Besar Destin, jadi dia menahan diri untuk Tuan Muda Destin.
"Vero! Kamu masih berani bertindak impulsif? Apakah kamu ingin melihat kakekmu mati?" Hardik Lucas sambil menekan rasa takutnya.
"Kamu harus memikirkannya! Jika kamu tidak menyerah, Very Destin pasti akan mati! Jika kamu masih gegabah, tidak akan ada ruang untuk negosiasi! Tanpa penawar Tuan Ernest, bahkan jika kamu memiliki kemampuan untuk mengubah takdir, kamu tidak akan bisa menyelamatkan Kakekmu!" Ucap Henderson panik.
Mendengar ini, Ethan sedikit ragu lalu melirik Vero.
"Ch... Lakukan." Titah Vero kepada Ethan tegas.
Vero mendecih, dia menatap Henderson dan Lucas dengan senyum sinis.
Buagh..!
Ethan menerjang Lucas dengan ganas. Dengan satu tendangan, dia menjatuhkan Lucas dari kursi roda. Kemudian, dia berbalik dan menampar wajah Henderson, Henderson jatuh ke lantai dan menyemburkan darah.
Kemudian, Ethan dengan cepat menjatuhkan pengawal yang mereka bawa.
"Ah! Kamu, apa sebenarnya yang kamu pikirkan? Apakah kamu gila?" Teriak Lucas.
"Apakah kamu pikir kami hanya mengancam? Jika kamu berani melakukan ini, kakekmu akan mati!" Lucas berteriak panik mencoba mengancamnya.
Menghadapi Vero, satu-satunya hal yang bisa dia andalkan adalah mengancam dengan nyawa Very Destin.
Namun, dia tidak pernah menyangka Vero begitu tegas dan kejam. Dia menyerang tanpa memikirkan kedepannya.
__ADS_1