![Suamiku Ternyata Penguasa [ Vero Destin ]](https://asset.asean.biz.id/suamiku-ternyata-penguasa---vero-destin--.webp)
"Vero, apakah ini yang namanya meminta bantuan? Apa-apaan kamu?" Choi Minho menautkan alisnya dan menatap Vero sinis.
"Di usia yang masih sangat muda, apakah kamu berpikir tidak terkalahkan di dunia yang kejam ini? Kamu benar-benar salah persepsi dengan pribahasa di atas langit masih ada langit!" Ucap Choi Minho dengan wajah datar. Dia juga menekan aura melawan Vero.
Hendi dan Ethan, yang berdiri di belakang Vero, merasakan bulu kuduk mereka berdiri.
Saat Choi Minho memperlihatkan auranya, mereka berdua jelas merasa tertekan.
Orang biasa tidak bisa merasakan aura master, tapi Hendi dan Ethan keduanya adalah orang yang telah terlatih, jadi mereka tidak asing dengan situasi seperti ini.
Choi Minho tau kalau kekuatan Vero di Racon City sangat mengerikan, tapi dia belum memastikan. Dia ingin mencoba membuktikannya.
Vero menatap Choi Minho dengan tatapan membunuh di matanya, namun Choi Minho tidak menghindari tatapan Vero.
Seperti yang diharapkan dari putra tertua Choi Siwon dari Yunan. Dia tidak sederhana.
Jika tidak melihat aura Choi Minho, Vero tidak akan menyadari kalau orang yang duduk di depannya adalah seorang ahli.
Choi Minho, setidaknya bisa jadi menduduki peringkat pertama di Daftar Bumi. Dibandingkan dengan Tang Song atau Sadewa Nasution setidaknya beberapa tingkat lebih kuat.
Pantas saja Choi Shan tidak berkutik di depannya, dan tak heran dia berani duduk di depannya dengan sombong. Minho berpikir dia pantas untuk bersikap sombong.
"Vero, bukannya aku meremehkan kamu. Ini adalah kesempatan besar yang diberikan Ayahku kepadamu. Dia ingin menikahkan cucu kesayangannya denganmu. Daun Mistic sebagai mas kawinnya." Choi Minho berkata dengan datar.
"Menurut apa yang Ayahku katakan, Kamu seharusnya tidak pantas mendapatkan Daun Mistic, dan Kamu tidak pantas masuk ke Keluarga Choi!" Lanjut Choi Minho sambil tersenyum smirk.
"Lalu menurutmu apa yang harus Aku lakukan?" Sahut Vero cepat sambil memandang Choi Minho dan senyum miring.
"Ha." Choi Minho mendengus lalu tersenyum remeh.
"Daun Mistic ada di tanganku. Jika kamu memiliki kemampuan untuk mengambilnya dariku, kamu cobalah." Lanjutnya lagi menatap Vero remeh.
"Kakak! Tidak!" Choi Shan angkat bicara.
"Ayah tidak meminta Tuan Muda Destin untuk menyetujui syarat saat ini juga. Jika Tuan Muda Destin sedang terburu-buru, sebaiknya biarkan dia menggunakannya terlebih dahulu. Jika Tuan Muda Destin setuju. Dia akan datang ke Bukit Duri secara pribadi setelah ini. Kita tidak perlu melakukan ini?" Ujar Choi Shan menyadarkan kebodohan kakaknya.
Choi Shan takut Choi Minho impulsif, yang akan menyebabkan keributan besar.
__ADS_1
Dia tau keterampilan Vero luar biasa. Dia takut Vero akan menyakiti Choi Minho jika dia tidak angkat bicara.
Choi Minho terlihat seperti tidak memiliki kecerdasan dan terkesan sombong serta suka memerintah. Namun, dia benar-benar berhak untuk menjadi sombong.
Bahkan di underworld, kakak laki-lakinya adalah sosok yang terkenal. Kekuatan seni bela dirinya memang sangat tangguh.
"Paman, kamu, kamu terlalu sombong. Tuan Muda Destin tidak mengatakan bahwa dia tidak akan menyetujuinya." Ujar Hyun tiba-tiba saja ia berbicara.
"Hanya saja dia meminta waktu untuk memikirkannya. Mengapa Paman bersikap untuk bermusuhan?" Raut wajah Hyun memerah saat dia berbicara...
Setelah mendengar kata-kata Choi Shan dan putrinya, wajah Choi Minho terlihat kikuk.
"Ah! Shan, kakak mencoba membantumu mempertimbangkan masalah ini. Apakah kamu berusaha untuk membela orang ini? Hyun, kamu juga. Apakah Pamanmu ini menyakitimu? Bocah bermarga Destin itu jelas tidak menerimamu!" Jawab Choi Minho menatap keduanya kesal.
"Kalian berdua, cukup diam! Masalah ini, aku berhak membuat keputusan." Lanjut Choi Minho tegas.
Setelah mengatakan itu, Choi Minho menatap Vero dengan dingin.
"Vero, kudengar kamu memiliki beberapa keterampilan. Aku akan melihat seberapa besar kekuatan yang kamu miliki." Sombong Choi Minho sambil memutar pergelangan tangannya.
Brak!
"Bukankah kamu ingin Daun Mistic? Jangan bilang aku tidak memberimu kesempatan ini. Aku mau lihat. Apakah kamu memiliki kemampuan?" Lanjut Choi Minho meletakkan gelas kosongnya.
Vero tersenyum miring dan menggeleng perlahan.
Vero berjalan mendekat dan menarik botol anggur dengan tenaga dalamnya, dia menuangkan anggur ke gelas kosong Choi Minho.
Cangkir yang penuh dengan anggur mulai goyang. Bahkan meja bergetar.
"Mm?" Ekspresi Choi Minho sedikit berubah. Dia merasakan kekuatan Vero. Dia menatap lekat Vero.
"Choi Minho, kamu sedikit terlalu sombong." Tukas Vero sinis.
Setelah mengatakan itu, Choi Minho terpental dari tempat duduknya. Gelas anggur di tangannya pecah berkeping-keping.
Brak!
__ADS_1
Choi Minho jatuh ke lantai, wajahnya memerah. Dia menatap Vero marah.
"Tidak mengecewakan? Kau punya bakat sebagai pemuda hebat!" Ucap Min-ho lugas.
"Choi Minho, aku sudah memberimu semua sopan santun yang memang sudah seharusnya. Kamu mengandalkan senioritasmu. Aku tidak akan pernah melupakan kebaikan Keluarga Choi. Namun, aku akan memberimu pelajaran!" Tukas Vero yang merasa waktunya sudah banyak terbuang.
Setelah mengatakan itu, Vero berdiri, tubuhnya seperti embusan angin menerjang ke arah Choi Minho.
Sosok kedua itu seperti bayangan. Mereka telah bertukar gerakan yang tak terhitung jumlahnya satu sama lain.
Choi Minho jelas tidak bisa mengimbangi gerakan Vero. Dia terus melangkah mundur.
Vero meraih pinggang Choi Minho, mengangkatnya tinggi lalu membantingnya ke lantai.
"Kamu! Beraninya kamu melakukan ini!" Marah Choi Minho yang tidak terima. Wajah Choi Minho memerah karena marah.
Vero menarik lengan Minho ke belakang dan menguncinya di lantai.
Saat ini, semua titik di tubuhnya telah disegel. Choi Minho tidak bisa mengerahkan bahkan sedikit kekuatan.
Minho tidak tahu teknik apa yang digunakan Vero untuk membuatnya kehilangan semua kekuatannya dalam waktu singkat.
Dia bahkan tidak bisa menggunakan kekuatan batinnya. Biasanya, dia bisa menghancurkan dinding beton dengan satu pukulan, tapi sekarang dia bahkan tidak memiliki kemampuan untuk membalikkan tubuhnya.
"Maaf jika kurang sopan!" Ucap Vero santai.
Dia lalu merogoh saku Choi Minho dan mengeluarkan kotak cendana. Di dalam kotak itu ada daun yang terlihat berkilauan.
"Vero, kamu merampas! Kamu berani merampoki Keluarga Choi!" Ucap Choi Minho emosi. Dia terkejut, marah, dan malu dalam waktu bersamaan.
Dia tidak pernah menyangka jika dia akan dikalahkan oleh anak nakal seperti Vero.
Apalagi di depan Choi Shan dan keponakannya. Minho merasa sangat malu....
Kekuatan seni bela diri apa yang di gunakan Vero dia tidak tau, bahkan dia tidak bisa menebak jurus apa yang Vero gunakan..
Choi Minho terlihat sangat marah, namun di dalam hatinya di merutuki kebodohannya, berani melawan Vero, padahal dia sendiri tau dimana tingkat kekuatannya sendiri....
__ADS_1