![Suamiku Ternyata Penguasa [ Vero Destin ]](https://asset.asean.biz.id/suamiku-ternyata-penguasa---vero-destin--.webp)
"Aku melakukan hal bodoh? Ha ha ha! Vero, apakah kamu mencoba mengintimidasi saya?" Steven tertawa lepas.
"Aku tau kalau aku tidak melanggar hukum. Aku ingin menikahi Alisa secara hukum yang berlaku!" Steven berkata dengan suara datarnya.
"Apa kau tidak kamu percaya? Suami seperti kamu tidak layak untuk Alisa. Kamu tidak layak untuk wanita yang luar biasa seperti Alisa. Anggap saja aku mengambil istrimu. Jadi apa yang akan kamu lakukan sekarang untuk apa yang aku lakukan?" Ucap Steven merendahkan Vero.
"Kamu, memang menantu yang terkenal di Kota Liberio. tapi kamu tidak memiliki apa-apa. Kamu tidak punya uang atau kekuasaan. Aku benar-benar tidak mengerti mengapa orang sepertimu masih bisa bertahan hidup. Kamu bahkan tidak bisa menjaga istrimu yang sangat cantik itu. Ayolah aku sangat mengagumi keindahan tubuh istrimu!" Lanjutnya dengan nada yang sangat meremehkan.
Setelah mengatakan itu, bibir Steven meringkuk menjadi senyuman menghina. Dia mengambil segelas anggur merah dan perlahan menyesapnya.
Menurutnya, kedatangan Vero yang tiba-tiba dan mengancam di depan begitu banyak orang adalah sebuah aib baginya!
Dalam hal status atau apapun, Vero seharusnya berlutut dan bersujud padanya.
"Vero, kamu bodoh, dengarkan aku. Apakah ada yang salah dengan kata-kata Tuan Muda Steven terhadap kamu? Apa status kamu untuk datang ke ruang perjamuan Keluarga Lewis, dasar tidak berguna? Oh, apakah kamu di sini untuk mencoba mempermalukan diri?" Ucap tamu undangan.
"Hehe, Vero. Jika aku jadi kamu, aku akan melompat dari lantai perusahaan Destin yang dulu pernah menjadi ladang uang istrimu. Kamu suami tidak berguna. Mengapa kamu tidak mati saja?" Ucap Ferdy Lewis.
"Paman, Bibi! Vero ini dulunya adalah menantumu. Meskipun Alisa sudah menceraikan Vero, setidaknya keluarga Anda telah merawatnya selama beberapa tahun! Kalian berdua tolong katakan sesuatu. Jangan biarkan mantan menantumu ini menimbulkan masalah di sini!" Ucapnya lagi sembari memandang sinis Vero.
Pada saat ini, banyak tamu yang hadir mulai menyanjung Steven. Mereka mencemooh dan mempermalukan Vero dengan segala cara. Mereka bahkan memberikan pendapat kepada Zane dan suaminya.
Ketika mereka mendengar perkataan orang-orang yang hadir, ekspresi Zane dan suaminya menjadi sedikit tidak nyaman.
Zane dan suaminya menatap Vero dengan kesal. Zane melototi Vero.
Tindakan Vero ini sama saja merusak suasana hati mereka.
__ADS_1
Dia datang ke acara ini sengaja untuk mempermalukan mereka berdua dan membuat mereka kehilangan muka.
"Vero, kamu bajingan tak tahu malu! Alisa sudah bertahan selama bertahun-tahun hidup susah dengan kamu. Aku tidak meminta tanggung jawab apa pun darimu. Sekarang putriku sudah menceraikan kamu dan menemukan keluarga yang baik! kamu, anak yang tidak tau malu, datang untuk menimbulkan masalah? Kamu ingin merusak rencana baik keluargaku?" Zane berkata dengan nada ketus dan menatap Vero dengan kesal.
"Vero, aku benar-benar tidak menyangka pria dewasa sepertimu akan sangat tidak tahu malu!" David menegurnya.
"Siapa di antara kalian berdua yang lebih baik, semua orang bisa melihatnya dengan jelas. Lisa menikah dengan tuan muda Steven itu adalah pilihan terbaik. Dia akan memiliki kehidupan yang bahagia kedepannya Jika kamu benar-benar ingin melakukan yang terbaik untuk Alisa, maka segera keluar dari sini! Aku sebenarnya tidak tega melihatmu mempermalukan diri." Ucap David yang memandang Vero dengan tatapan sendu.
"Kamu juga telah bercerai dengan Alisa! Siapa pun yang dinikahi putriku itu tidak ada hubungannya denganmu lagi! Menikah dengan siapapun, bukan urusanmu lagi untuk peduli! Cepat keluar dari perjamuan keluarga Lewis. Jangan membuatku merasa tidak nyaman di sini. Melihatmu saja aku akan kesal!" Zane menimpali dengan kesal.
Vero tidak menanggapi ucapan Zane Davis dan suaminya, Vero masih memandang sinis kearah Steven Lewis.
Dia tidak peduli bagaimana Zane dan suaminya memandangnya atau salah paham dengannya.
Vero menggelengkan kepalanya dan tersenyum simpul. Dia tidak bisa menahan senyumnya saat melihat kebodohan Steven.
"Vero, apakah kamu pikir kamu tidak rela kami sudah mengusirmu dari rumah? Apakah kamu benar-benar ingin aku mengungkap masalah burukmu?" Zane berkata dengan marah.
"Baik! Aku akan memberitahumu hari ini. Hal apa lagi yang telah kamu lakukan, Vero?" lanjutnya lagi sambil menenteng tangan di pinggang.
"Keluarga kami mengusirmu karena kamu tidak tahu malu. Kamu menggoda wanita di luar! Apalagi biaya perjalanan bisnis ke Hong Kong diberikan kepadamu oleh putriku! Kamu menghasilkan uang karena pekerjaan asisten dan koneksi yang diatur putriku untukmu!" Zane berkata dengan suara keras.
"Dan ... Putriku memintamu pergi ke Hong Kong untuk perjalanan bisnis. Kamu bahkan menganiaya sepupu Alisa, keponakanku! kamu menggertak gadis kecil seperti itu, tapi kamu tidak mengakuinya, dan bilang Nara membuat masalah? Menurutmu, apa aku harus mempercayai ucapanmu daripada keponakanku sendiri?" Ucap Zane Davis mulai terbawa emosi.
"Kalian semua pasti tahu. Vero Gibson, tidak melakukan apa pun untuk keluargaku selama ini! Yang dia lakukan hanyalah menghabiskan uang putriku dan mencari gadis diluar sana. Jika dia memiliki kemampuan mencari uang, putriku tidak akan sengsara." Zane berkata sambil melirik para tamu undangan.
"Alisa sendiri yang menanggung ini! Tapi apa, Vero pergi ke Hong Kong mengabaikan pekerjaan malah bermain dengan perempuan. Foto dia memasuki Hotel dan difoto saat memangku perempuan murahan itu. Bahkan seseorang mengirimkannya kehadapan Alisa! Tolong berikan pendapat kalian. Haruskah Alisa anakku semata wayang mempertahankan pria seperti itu?" Ucap Zane semakin menjadi-jadi.
__ADS_1
"Cihh! Aku sedikit terkejut, tak ada uang tampang pun jadi! Jika aku memiliki kakak ipar seperti itu, aku pasti sudah mematahkan kakinya!" Jawab cepat seseorang yang tak jauh dari Zane.
"David, keluargamu sangat baik padanya. Aku tidak menyangka, pemuda ini terlihat begitu tampan dan pendiam. Apakah kamu tidak salah melihat foto itu" Teriak Roy tamu Steven Lewis.
"Pak Roy, Anda tidak bisa melihatnya dari tampang. Coba Pak Roy lihat dia bahkan datang kesini untuk merusak pesta mantan istrinya dan keluarganya!" Jawab Eden yang di tanggapi anggukan kecil Roy
Roy merutuki kebodohannya, mengapa dia harus berbicara untuk pemuda yang jelas-jelas sedang di incar oleh semua orang.
Ketika mereka mendengar jawaban Eden, Zane dan suaminya tersenyum dan mulai tenang, semua tamu yang hadir mulai melihat sisi lain dari Vero.
"Vero, dengarkan aku, kamu tidak layak menjadi musuhku, lihat. Bahkan ayah mertuamu dan istrinya tidak peduli padamu, membuka aibmu di depan semua orang! Dan sekarang kamu ingin melawanku, kekuatan dan otoritas apa yang kamu punya untuk menantang Steven Jhon Lewis" Ucap Steven Lewis sembari tersenyum remeh.
"Aku juga akan memberikan pandangan terhadap kamu Vero. Bukankah kamu rakus. Apakah menurutmu Lisa bodoh? Dengan bukti yang diucapkan Bibi Zane, Lisa punya alasan untuk menceraikan kamu" Steven berkata dengan nada serius.
"Jika aku kamu, aku akan pergi sejauh mungkin untuk menghapus rasa malu itu! Tapi apa,? kamu muncul di acara seperti ini, menandakan kalau kamu sudah tidak memiliki urat malu." Lanjutnya lagi, setelah itu ia tersenyum penuh kemenangan.
Jennie, Ferdy Lewis, dan beberapa tamu spesial dari Keluarga Lewis. Mereka semua memandang Vero dengan sinis.
Dalam kesempatan seperti ini, aibnya di umbar oleh mantan ibu mertuanya, dia benar-benar kehilangan muka.
"Aku akan melihat apa yang akan dilakukan Vero ini di Kota Liberio kedepannya." Ucap Steven dalam hatinya.
"Heh." Vero mendecih sinis. Dengan senyum datar Vero menatap Steven sinis.
"Steven, aku akan memberimu satu menit. Berlutut dan bersujud. Keluarga Lewis masih bisa meninggalkan nama baik di Kota Liberio. Jika tidak, keluarga Lewis tidak akan ada lagi di Kota Liberio." Ujar Vero memandang Steven remeh.
"Hahahahaha!" Steven tertawa terbahak-bahak dan memandang lucu Vero.
__ADS_1
"Apakah kamu sudah gila? Apakah itu artinya kamu akan menghilangkan Keluarga Lewis? Kamu pikir kamu ini siapa? Vero. Aku akan bertunangan dan segera menikahi Alisa. Apa yang bisa kamu lakukan kepadaku?" Steven menatap Vero sinis.