Surga Yang Kusia-siakan

Surga Yang Kusia-siakan
Draft


__ADS_3

sepasang insan tengah menikmati indahnya senja di tepi danau. ini adalah tahun ketiga mereka berpacaran


" nara,. "


gadis itu menoleh


" maukah kau melanjutkan hubungan kita ke jenjang yang lebih serius dan hidup sederhana bersamaku?. aku janji akan mencintaimu sepanjang hidup ku, aku akan membahagiakanmu dengan sepenuh jiwaku, takkan kubiarkan ada air mata yang membasahi wajah cantik.mu ini" ucap arman dengan bersungguh-sungguh sembari menggenggam erat kedua tangan aynara. gadis cantik itu tersenyum


" ya, aku mau. aku pegang janji kamu".


********


pernikahan berlangsung sangat sederhana.


demi pengapdiannya pada sangat suami aynara rela meninggalkan keluarganya yang serba berkecukupan dan tinggal di rumah sederhana di sebuah perkampungan.


tahun pertama sangat sulit untuk keduanya,


kesulitan ekonomi menjadi masalah utama bahkan untuk makan sehari- hari pun sulit.


tidak ada satupun tawaran pekerjaan yang datang


tapi mereka tetap bahagia karna melewati semuanya bersama dan bertahan dengan cinta


" mas.... " aynara menghampiri suaminya yg sedang duduk di ruang tamu yg hanya beralaskan tikar

__ADS_1


" apa sayang? " arman menololeh kearah aynara yang sudah duduk disebelahnya.


nara memberikan benda putih sebesar lidi


arman menerimanya


"aku hamil"...


arman hanya terdiam, tidak menunjukkan reaksi apapun.


" kok kamu kayaknya nggak seneng mas"


" ya seneng lah, masa nggak seneng"..


melihat ekspresi suaminya


\*\*\*\*


"mas, bulan ini aku belum cek kehamilan loh" kata aynara pada sangat suami yang tengah menikmati secangkir kopi


" emang perlu ya cek tiap bulan ke bidan?, buat makan aja kita susah ay" jawab sang suami dengan nada yang tinggi .


belakangan ini mereka makin sering ribut krena faktor ekonomi, lebih tepatnya sejak kehamilan aynara.


jika sudah begini aynara hanya bisa menangis, sejak hamil dia jadi sangat cengeng.

__ADS_1


beberapa bulan ini untuk hidup sehari- hari aynara menggunakan tabungannya sebelum menikah dulu. tapi bukanya semangat bekerja sang suami malah makin malas, bahkan sering minta uang pda aynara


" cari nafkah itu tugas kamu sebagai suami mas, sisa tabungan aku nggak banyak dan itu aku simpan untuk lahiran nanti. bisa aja aku Terima tawaran bantuan dari orang tua aku tapi aku selalu tolak karena aku menjaga harga diri kamu sebagai suami.


setiap orang tua aku nanya keadaan kita aku selalu bilang kalau kita hidup berkecukupan".


" aku tau itu nara, aku tau kalau cari nafkah itu tugas aku. tapi aku harus cari kerjaan kemana?, nggak ada satupun tawaran pekerjaan yang datang". jawab sang suami dengan nada yang masih tinggi kemudian pergi.


sudah pukul 11 malam tapi aynara belum juga bisa tidur, suaminya belum pulang, ia juga mersa sedikit takut karena sendirian di rumah.


pukul 2 sang suami baru pulang


" mas darimana? "


tanya aynara saat suaminya sudah masuk ke dalam kamar


" rumah ibu" jawabnya singkat kemudian merebahkan tubuhnya di tempat tidur.


selalu saja begini, pulang kerumah ibunya kalau ada masalah, dan jika bertemu ibu mertua pasti selalu menyalahkan aynara.


"mas, dari tadi aku belum bisa tidur, perutku sakit"


" bukanya hamil memang seperti itu, lagian belum waktunya lahiran" jawab suaminya tanpa bergerak sedikitpun dari posisinya.


aynara berbalik posisi membelakangi suaminya.

__ADS_1


" padahal aku cuma pengin di elus perutnya mas" katanya dalam hati


" nggak nyangka ya sayang dia bulan lagi kita ketemu, bunda udah nggak sabar, setelah kamu lahir bunda pasti nggak akan kesepian lagi".


__ADS_2