
satria menuruni tangga dengan terburu- buru
" pelan- pelan aden, bibi baru abis ngepel lantainya masih basah"
" iya"
" mau kemana to buru- buru?, apa sudah mau kerja lagi? "tanya bik sumi yang mengikuti langkah satria menuju meja makan
" mau jengukin ponakan yang lagi sakit bila".
papa dan mama sudah ada di meja makan, tentu saja mereka mendengar itu. satria meneguk segelas susu tanpa duduk terlebih dahulu
" kalau makan sambil duduk satria" kata papa yang sedari tadi keberadaannya tidak di perdulikan oleh satria.
satria mengambil selembar roti tawar, dia oles dengan selai coklat
" sejak kapan kamu makan coklat? "tanya papa, sementara mama hanya diam memperhatikan satria, mama memang tidak banyak bicara apalagi jika anak bukannya itu tengah merajuk karena itu akan sia-sia sia saja.
" satria!, ini mama sama papa ada disini loh, kamu cuekin, tidak sopan ! "
" iya tau, tadi aku minum bukan makan jadi nggak papa sambil berdiri"
satria duduk di kursinya, memakan roti buatannya sendiri, namun sebelum roti itu sampai di mulutnya..
" satria!!, jangan makan coklat, kamu tuh nggak bisa makan coklat" tegur papa
" jangan ya nak, dari kecil kamu nggak bisa makan coklat"sambung mama dengan suara lembutnya
__ADS_1
" masa sih?, kalau nggak pernah makan gimana bisa tau, nyobain dikit doang masa nggak boleh".satria memasukkan sepotong kecil ke mulutnya, ekspresi wajahnya lang
sungguh berubah tapi dia paksakan untuk menekan makanan itu. papa dan mama mengamati ekspresi wajah anaknya. suapan kedua ekspresinya makin tidak karuan
"bik...! ambilin air putih anget " teriak papa
bibi datang dengan segelas air putih
" kasih satria"kata papa
melihat satria yang masih berusaha menelan makanannya mama akhirnya bersuara
" kalau nggak enak jangan di paksain sayang, lepehin aja".
satria masih memaksakan menelan makanan yang ada di mulutnya lalu meneguk air putih yang di berikan bi sumi
" rasanya aneh banget"
" kirain coklat enak, kok agak panas ya pa tenggorokan sama dada aku? "
" kamu kan alergi coklat"
" masa sih?, kok aku nggak tau.. aku mau ke rumah nara, mau ikut nggak, kalau mau ikut buruan siap- siap, klo lama aku tinggal".
" tinggalkan saja, kamu pikir kita nggak bisa kesana sendiri" ujar papa, mama hanya diam jauh di lubuk hatinya dia sangat merindukan nara.
"nanti nggak aku kenalin sama aby"
__ADS_1
"aby siapa? "
" ponakan aku lah" jawab satria sambil memainkan ponselnya
" sekarang udah mulai bisa ngoceh, lucu banget "
" ayo ma kita kesana" ajak papa
" ayo pa" jawab mama dengan antusias
" aku mau nginep, mau bobok sambil peluk aby"kata satria
" nggak malu kamu nimbrung, emang boleh sama arman kamu ikutan tidur di kamarnya? "
" siapa juga yang mau tidur sama arman, cepetan pa, bagi ikut nggak? , mama udah siap- siap tuh, aku tinggalin loh ntar"
" papa nggak ada yang perlu di siapin"
" bawa duit yang banyak"
" buat apa? "
" nanti nyesel lo kalo nggak bawa duit"
**
perjalanan yang biasanya hanya empat jam kini jadi lima jam lebih, itu karena satria yang belanja banyak sekali oleh- oleh yang katanya untuk aby. uang di dompet papanya sampai terkuras habis dipakai oleh satria..
__ADS_1
" mau beliin oleh- oleh buat ponakan tapi pake duit papa" gerutu sang papa
" biarin, dasar kakek pelit"