Surga Yang Kusia-siakan

Surga Yang Kusia-siakan
eps 12


__ADS_3

" pa, kita pulang ke Indonesia yuk, aku kangen adek, "satria kini tengah duduk di sofa sebuah kamar hotel


"nanti kalau kamu udah sehat. "jawab papa tanpa mengalihkan pandangan dari laptopnya


" nanti- nanti terus, mau Sampai kapan?, mau tunggu bengek aku sembuh?, yang ada keburu aku mati. mau nelfon juga nggak boleh, kenapa sih?, kan kasian adek nanti dia kira nggak ada yang perduli sama dia, ponakan aku pasti udah lahir sekarang."satria berbicara dengan membelakangi papanya


" jangan bicara sembarangan. kamu nggak perlu khawatir, nara kan ada suami dan ibu mertuanya yang urus".papa masih fokus dengan pekerjaannya


" papa nggak tau aja kalau arman sering pukul adek, kasian adek, udah lagi hamil, diperlakuin kyak pembantu, sering dipukulin. " nada bicara satria terdengar sangat sedih


" kamu kata siapa arman sering pukulin nara?, jangan asal bicara kalau nggak ada bukti" papa masih menanggapiny dengan sangat biasa


" nara emang nggak pernah cerita, tapi aku liat ada banyak luka lebam di badan adek, matanya juga nggak bisa bohong, nara menderita pa. ini salah aku, gara-gara aku yang sakit- sakitan papa sama mama jadi sibuk ngurusin aku dan nggak merhatiin Nara"


papa ahirnya bangkit dari duduknya lalu meng hampiri anak bujangnya itu, duduk di dpnnya lalu menghela nafas dalam


" satria, nara udah ngecewain papa, dia udah bikin keluarga kita malu, sekarang biar dia urus hidupnya sendiri".

__ADS_1


satria memandang papanya dengan tatapan tak pepercaya


" ngecewain yang gimana pa?, bukan nara tapi aku, aku yang udah ngecewain papa" tunjuk satria pada dirinya sendiri. "papa udah naruh harapan besar sama aku tapi ngurus perusahaan aja aku nggak becus, seharusnya di usia papa yang sekarang papa nggak usah capek kerja lagi, harusnya papa dirumah, menikmati hari tua, main sama cucu, tapi malah harus respon ngurusin aku, ngurusin perusahaan..


"stop satria, jangan menyalahkan diri kamu sendiri, nara benar-benar udah bikin papa malu karena kalakuan dia"..


" emang apa yang udah nara lakuin pa..! "


" dia memperlakukan mertuanya seperti pembantu, bicara tidak sopan dan sering kasar sama mertuanya"


" nggak mungkin pa.., nara anak baik..


" papa, satria, kalian bertengkar? "mama meletakkan barang diatas meja


" ini ada apa sih, mama tinggalin cari makan kok malah ribut, udah pada kelaperan, hmmm? " mama berdiri disamping satria dan mengusap kepala anaknya


" ada apa sayang? "

__ADS_1


satria enggan menjawab, pandangan lurus kedepan dan dia diam seribu bahasa, mama beralih menatap papA


" pa.., ada masalah apa? "


" papa capek dia selalu nanyain nara, ahirnya papa bukan soal kelakuannya tapi satria nggak percaya" jawab papa dengan kesal.


mama beralih posisi duduk di depan satria


" apa yang papa bilang itu bener sayang"


" nggak mungkin ma, harusnya kalian cari kebenarannya dulu, ja. gan main langsung percaya, aku yakin dedek nggak akan ngelamun hal itu".. satria terlihat sangat marah


" sayang udah ya, jangan marah -marah nanti ini sakit" bujuk mama dengan suara lembut sambil mengusap-usap dafa satria


" udah waktunya kamu minum obat, mama siapin makan dulu ya, mama udah beli makanan kesukaan kamu


"..... " satria menghela nafasnya kasar.

__ADS_1


'aku harus pulang, dedek pasti buruk aku, dedek pasti kangen sama aku. awas kamu arman kamu udah bikin adikku menderita dan bibin mama papa benci dia, kamu akan menyesal arman'. batin satria


__ADS_2