
" kayaknya tadi ada yang bilang ' nanti nyesel loh kalo nggak bawa duit banyak', ini sih namanya nyesel klo bawa duit banyak, kalo belum habis pasti belum berhenti belanja" gerutu papa sambil terus mengemudikan mobilnya
" ntar aku ganti, perhitungan banget" jawab satria sambil mengecek barang belanjaannya
" masih ada yang kurang g sayang" tanya mama yang duduk di sisi pengemudi
" banyak, nara kan belum punya perlengkapan bayi, mama sama papa tuh nggak beliin, cucu pertama juga, ini malah benci sama dedek, emang dedek salah apa, harusnya klo ada masalah tuh tanya sama dedek langsung, nggak main percaya aja sama omongan orang"
mama dan papa diam sejenak, merenungkan kata kata satria.
" berapa usia aby sekarang? "suara papa memecah keheningan
" 3 bulan kurang lebih"
" tiga minggu kali sayang" ralat mama
" enggak ,tiga bulan. nara lahiran pas kita berangkat ke Singapura"
" waktu itu kandungan nara baru masuk tujuh bulan kan ma?,
" iya, aby lahir Prematur, aby juga sakit kayak aku pa, kasian aby, aku tau banget gimana rasanya, aku aja nggak sanggup nahan sakitnya, apa lagi abi yang masih bayi" kata satria pilu.
nara tengah menimang aby yang terus menangis jika lepas dari gendongannya, menepuk paha aby sambil sesekali merupakan makanan untuk mengisi perutnya yang keroncongan
__ADS_1
" ya ampun tuh anak, nggak ada gas apa di rumah,malah makan mi instan kering gitu? "
satria turun dari mobil dan langsung menghampiri adik dan keponakannya
" ya ampun dek..!!, sejak kapan mie instan dimakan kayak gitu, udah tau makanan nggak sehat dimakan mentah lagi"
nara hanya melongo melihat kakaknya yang tiba-tiba tiba sudah datang dan langsung mengoceh
"sini aby biar sama kakak, panas gini kok malah diluar, di beliin AC nggak di pakek?,..
ya ampun.. asem banget sih, nggak mandi kamu?, rambut awut- awutan gitu, udah kaya nenek sihir, sana mandi.. "
" iya.. "
aynara memakan mi instan itu lagi
satria mengambil makanan itu dan melemparkannya. aynara masuk dan menyegarkan tubuhnya.
mama dan papa melihat adegan itu dari dalam mobil..
" belum turun juga, ngapain sih" satria menghampiri mobil dan mengetuk kaca
" mau turun nggak?!, buruan panas nih! " kata satria setelah kaca mobil terbuka
__ADS_1
" barangnya jangan lupa"katanya lalu melenggang pergi lebih dulu
"jadi ini yang namanya aby?, tampan sekali" kata mama
" gantengnya kayak aku kan ma?, eh tapi masih gantengan om satria dikit"
" nanti kalo udah gede juga om satria kalah ya aby ya" timpal papa
mereka kini berkumpul di kamar aby yang terus tertawa.
" seneng banget kayaknya anak bunda, enak ya pake AC, jangan lupa ingetin om ny bayar listrik ya" kata aynara sambil mengeringkan rambut dengan handuk. mendongakkan kepala dan betapa terkejutnya aynara melihat dia orang yang sangat ia rindukan ada di depan matanya, aynara berdiri mematung, matanya berkaca- kaca, sedetik kemudian air matanya mengalir deras
" mama.. papa.. "
mama menghampiri aynara yang masih berdiri di ambang pintu dan lekas memeluk putrinya..
" aku kangen banget sama mama"
papa menghampiri dan memeluk dia wanita kesayangannya...
" udah sayang jangan nangis" mama mengurai pelukannya dan menghapus air mata nara
" jangan menangis karena aby juga akan merasakan kesedihan kamu.. maafin mama ya sayang, seharusnya kami mendampingi kamu waktu melahirkan aby..
__ADS_1
" awww... "
semua menoleh pada satria..