Surga Yang Kusia-siakan

Surga Yang Kusia-siakan
eps 2


__ADS_3

"hallo ma"


" kamu kenapa sih ay susah banget di hubungin?, gimana kabar kamu sama calon cucu mama? " jawab suara di sebrang. ya, ainara sedang menerima telefon dari mamanya, hal selama ini dia hindari karena klau sudah mendengar suara mamanya aynara pasti akan menangis karena rindu dan ingin sedikit bercerita tentang beban yang sedang ia tanggung.


" di sini susah signalny ma, ay sama calon cucu mama baik- baik aja kok, mama sama papa gimana? "


" mama sama papa sehat, o ya ay, usia kandungan kamu sudah tujuh bulan ya, udah pernah USG belum? "


" belum ma, mas arman belum sempat" bohong aynara. padahal suaminya ya g tidak mau mengantar, karena untuk melakukan USG mereka harus pergi ke kota tempat keluarga aynara


"apa??? belum. itu penting loh ay, supaya kamu tau gimana kondisi janin dalam perut kamu, jangan sampai kamu ngulangin kesalahan mama dulu ay"


"iya ma, aku tau" jawab aynara sambil menyiapkan makan siang.


" mama lagi dimana sih, itu suara apa? " tanya aynara setelah samar- samar mendengar suara yang sangat iya kenali, seperti suara bed yang di dorong.

__ADS_1


" mama di rumah sakit, jagain kak satria".


" dari tadi kita telfonan kok mama nggak bilang, kakak sakit apa ma? "tanya aynara dengan nada khawatir dia bahkan langsung terduduk di kursi meja makan karena mendengar kabar itu


" mama takut kamu kaget makannya mama tanya kabar kamu dulu. nggak tau lah ay, waktu makan malem kakakmu ngeluh capek dan nggak enak di bagian dada, kangen juga katanya sama kamu. terus tadi pagi pas mama panggil buat sarapan kakakmu udah tidur di lantai, obatnya juga tumpah berserakan. kayaknya semalem samanya kambuh. ini salah mama kenapa semalem mama nggak ngecek padahal kakakmu udah ngeluh nggak enak, mama nggak bisa bayangin gimana semalem satria nahan sakit dan kedinginan. makanya ay mama wanti- wanti sama kamu, jaga kandungan kamu baik- baik, klau ada yang terasa nggak nyaman langsung cek kedokter, kalau nggak ada uang bilang aja sama mama. mama bisa minta supir buat jemput kamu kalau kamu mau cek kedokter kandungan. Lagian kenapa sih kamu harus tinggal jauh dari mama, mama kan jadi kepikiran kamu terus, tinggal sama mama aja ya, lagipula rumah kita cukup luas".


"mama jangan ngerasa bersalah terus ya, ay nggak mau mama nanti malah ikutan sakit.


ay pengen belajar hidup mandiri ma. terus gimana kondisi kakak sekarang, dokter bilang apa? "


" telfonan sama siapa ? " tanya arman sembari menuangkan air kedalam gelas.


aynara sedikit menjauhkan ponselnya


" eh, mas, kamu udah pulang. ini mama, kakak sakit mas, kita kesana ya"

__ADS_1


arman menghela nafas


" emang sakitnya parah?, harus banget kita kesana? " tanya arman sambil menyendokkan nasi ke dalam piring


" halo ay" suara dari sebrang


" iya ma, maaf. "


" hallo ay" papa mengambil alih telefon


" iya pa"


" kamu siap- siap ya, supir papa sebentar lagi sampai. kalau arman nggak ngijinin pergi biarin aja, emang kalau mau jengukin keluarga harus nunggu sakit parah dulu" kata papa yang ternyata mendengar percakapan aynara dengan suaminya


aynara tidak menjawab, dia hanya menatap suaminya meminta persetujuan. tapi yang di tatap hanya melirik sebentar kemudian melanjutkan makannya

__ADS_1


" ay.. " panggil suara di sebrang


__ADS_2