Surga Yang Kusia-siakan

Surga Yang Kusia-siakan
eps 11


__ADS_3

" tapi satria masih mau nonton pa"


papa dan mama saling pandang


" papa samA mama makan aja, aku nggak mau mama sama papa sakit, nanti siapa yang jagain aku".


" yaudah yuk ma kita makan dulu biarin satria mytime".


mereka makan sambil terus mengwasi satria. papa bahkan berencana mengkonsultasikan satria ke psikiater


selesai mereka makan satria masih tetap di posisinya


" pa, mama kok jadi khawatir ya dengan sikap satria, mama malah lebih suka kalau satria bersikap manja kayak biasanya, apa ini cara satria nyembunyiin rasa takutnya ya pa? "


" mungkin aja ma".papa bangkit dari duduknya


" mau kemana pa? "


" keluar sebentar"


setelah papa keluar mama menghampiri satria, mengusap kepala anak itu


" kerjaan di kantor nggak usah di pikirin ya, semua udh diserahin sama orang kepercayaan papa"


" hmm"jawab satria tanpa mengalihkan pandangannya


" kalau ada yang nggak nyaman atau apapun itu segera bilang ke mama atau papa, jangan di pendem sendiri".


" hmmm".

__ADS_1


" kamu kenapa sih, marah sama mama?. dari tadi diajak ngomong kok jawabnya cuma hmm.. hmmm.. aja".


papa masuk membawa pakaian ganti lalu menaruhnya di depan satria


" ganti baju dulu ya biar enak tidurnya"


" nggak mau" jawab satria ketus


" ayolah... tadi sore kamu udah nggak mandi, sekarang ganti baju juga nggak mau, kenapa sih?, biasanya juga ngeyel minta mandi walaupun lagi sakit".


"nggak mau.. lagian bajunya juga sama aja kayak nggak ganti".


" papa mintain yang pink mau? "


satria menggeleng


" ya udah sini papa bantu ganti" tangan papa sudah hendak membuka kancing baju yang di pakai satria, tapi satria segera menepis nya


" nggak bakalan satria".papa mulai kesal. jadi sejak tadi tidak mau mandi dan tidak mau ganti baju hanya karena takut infusnya copot.


papa mulai melepas kancing baju satria


" pa... "


papa menghentikan tangannya


" apa lagi? "


satria mendekatkan mulut ke telinga papanya

__ADS_1


" mau pipis" katanya dengan berbisik


" ya ,ayok papa anter"


" takut"


" takut apalagi? "


" nanti kalau di bawa jalan darahnya naik, kayak waktu itu lo pa, terus sama susternya di benerin, di congkel- congkel, kan sakit"katanya mengingatkan sang papa pada kejadian di masa lalu


" mana ada benerin infus dicongkel2, emang ganti ban . dari tadi duduk diem aja nahan pipis? ".


satria mengangguk, papa tepok jidat


" ya ampun satria, kenapa nggak bilang?".papa membantu satria turun dari tempat tidur


" papa jangan ngintip ya" kata satria setelah masuk kamar mandi.. papa diluar bersandar di samping pintu


"ngapain ngintip kalau bisa lihat dengan jelas".


mama yang sedaritadi mendengarkan percakapan mereka hanya bisa berdecak dan menggeleng-gelengkan kepala anak dan suaminya itu selalu saja berdebat tentang hal- hal sepele.


*******


aynara sededang berkutat dengan pekerjaannya, dia lihat satu ruangan di dapur, ruangan itu hanya berisi kardus - kardus kosong dan beberapa barang bekas lain. 'apa aku bersihin aja ya biar jadi kamar aku sama abi' batin aynara


masih sama seperti dulu, selesai menyiapkan makanan aynara akan masuk kedalam kamar dan makan setelah ibu mertua dan suaminya makan.


" abi, udah bangun daritadi ya, anak pinter, tau bunda lagi masak ya jadi nggak nangis ya".abi kini sudah ada di pelukan aynara. " mandi yuk, biar seger biar harum".

__ADS_1


arman yang sejak tadi menemani abi seperti tak dianggap keberadaanya oleh aynara. tak terasa sudah dua bulan berlalu sejak kelahiran abi,sudah dua bulan juga nara mendiamkan arman. 'maafin aku ra' batin arman, dia tersenyum melihat interaksi antara aynara dan putranya.


" arman..., ayo sarapan".


__ADS_2