
" oke, tapi siniin dulu HP aku ". mengulurkan tangan kanannya
" nggak, nanti kamu kabur lagi, pokoknya HP sama dompet kamu untuk sementara waktu papa sita"
" ih papa!, aku mau vidiocall adek, aku kangen banget, lagian kenapa sih kemaren papa ijinin adek pulang, aku kan masih kangen".
" adek kamu tuh udah bersuami, kemarin kan dia di jemput sama suaminya masa iya papa larang.".
"satria.. " kini mama yang bersuara" telefon adeknya nanti ya kalau udah udah di ruang perawatan, kalau kamu nggak mau mama nggak akan ijinn kamu telefon adek, gimana?"
satria tampak menimbang- nimbang tawaran mamanya, ketakutannya pada alat medis bulan lah di buat- buat, berawal dari nenek yang sangat menyayanginya meninggal akibat jadi korban mal praktek juga dirinya yang jadi bahan percobaan para dokter magang suatu kecil dulu.
" oke, tapi janji ya".
" iya, janji"
__ADS_1
balik ke indo yuk
ahirnya bayi aynara di ijinkan pulang meski harus mendapat perhatian lebih. tak ada keluarga yang menjemput. aynara mengeraskan hatinya untuk bisa melakukan semuanya sendiri. ia duduk di lobi rumah sakit masih ragu untuk pulang keruh suaminya.
" sebenarnya bunda penginnya pulang ke rumah opa sayang, tapi kalau pulang kesana bibi di rumah pasti laporan sama oma dan mereka semua jadi kepikiran sama kita. nanti fokusnya malah terpecah antara kita sama om satria, kasihan mereka, biar mereka nggak usah tau dulu ya kalau kamu sudah lahir".
mobil yang di sewanya datang, aynara masuk
" ada lagi neng? "
tak terasa mereka sudah sampai. aynara menghela nafasnya kasar ketika melihat kondisi rumah yang kotor dan berantakan. tak ada sambutan, aynara masuk begitu saja melewati suami dan mertuanya. masuk kekamar, mengganti sprei sambil menggendong si buah hati lalu menidurkan bayi itu di atas kasus
" tunggu sebentar ya sayang bunda kekamar mandi dulu" tak sampai lima menit aynara sudah keluar dengan rambut yang basah dan handuk terlilit di tubuhnya, membuka lemari , memilih pakaian yang nyaman untuk menyusui lalu memakainya.
"sayang haus ya, minum susu dulu yuk abis itu bobok lagi ya anak pinter".
__ADS_1
arman masuk, aynara hanya melirik nya sekilas. duduk di tepi ranjang. melihat aynara sedang menyusui bayinya entah mengapa ada rasa yang aneh dalam hati tapi ia tidak berkata apa-apa, bangkit dari duduknya kemudian menuju lemari lalu kembali ke posisinya
" ini handphone kamu"menaruh benda itu di samping aynara
"kenapa kamu balikin?, apa kamu nggak takut aku ngadu sama orangtua aku?, "
tanya aynara tanpa mengalihkan pandangan dari bayinya
arman tak bersuara
" kamu nggak perlu takut, apapun yang terjadi di rumah ini, apapun yang kamu lakuin ke aku, aku nggak akan bicara pada siapapun, aku tutup rapat- rapat masalah rumah tangga ini dari orang tua aku, bahkan mereka nggak tau kalau aku sudah melahirkan. kondisi kak satria lagi nggak baik, jadi aku minta tolong sama kamu kalau nanti ada telfon dari keluarga aku bersikaplah seolah- olah kamu mencintai dan menyayNgi aku juga bayi ini walaupun sebenarnya udah nggak ada rasa apapun di antara kita".
getaran di hati arman semakin kuat setelah mendengar kalimat dari mulut istrinya
" bukanya beres- beres rumah dan masak buat nanti malem malah enak - enakan, santai- santai di kamar
__ADS_1