
" maafkan papa nak, karena kesalahan papa kamu harus menjalani hidup seperti ini. "
" ini salah mama, mama tidak pandai menjagamu sewaktu berada dalam kandungan mama"..
satria mengurai pelukannya dan menatap wajah mama papa nampak sekali ada kesedihan dan penyesalan yang dalam
" ma, pa maafin satria ya, satria selalu aja nyusahin mama sama papa, satria cuma bisa jadi beban buat kalian. maafin satria karna udah jadi anak yang nggak berguna. ayo kita siap- siap, satria mau menjalani oprasi kalau emang itu buat mama sama papa lega. satria akan lawan rada takut itu sekuat tenaga,satria nngak akan bersikap manja lagi. maafin satrIa y. "
" kamu nggak salah nak. bener satria mau pergi?. "
tanya papa
satria mengangguk dan langsung mendapatkan senyum dari kedua orang tuanya, mereka bernafas lega
' satria akan lakuin apapun supaya mama dan papa bahagia, aku akan berusaha simpan rsa sakit ini supaya mama dan papa tidak terlalu khawatir' batin satria
" jam berapa pesawatnya berangkat, apa kita tidak akan terlambat jika terus berpelukan seperti ini? " celetuk satria
" kamu benar, ayo pergi" mama mengambil jaket lalu memakaikannya pada satria" di bandara sangat dingin".
********
aynara membuka matanya, ia melihat ruangan yang asing
__ADS_1
"dimana ini? "
dia mengusap perutnya yang terasa rata
" dimana anakku, kenapa perutku sudah rata".
"nyonya, nyonya sudah bangun, saya akan panggilkan dokter. "
" tunggu.. dimana bayiku?? "
" nyonya tenang dulu, saya akan panggilkan dokter dan menghubungi keluarga anda"
" sayang cepat sehat ya, bunda udah nggak sabar pengen peluk kamu. kalau oma, opa sama om satria disini meraka pasti seneng banget. bunda pengen banget kabarin mereka tapi kalau mereka tau kamu lahir sebelum waktunya pasti malah jadi khawatir. biar oma sama opa fokus ke om satria dulu ya, aby sama bunda dulu, ayah sama nenek kamu juga nggak pernah jengukin kita. untung ada ibu bidan baik hati yang bawa kita kesini. aby jangan takut ya, bunda di sini, dekat dengan aby".
Nara hanya bisa melihat bayinya yang sedang di inkubator dari luar ruangan.
" iya bu bidan".
" sebaiknya kamu pulang, kamu butuh banyak istirahat, kamu baru saja oprasi nara. di sini ada suster dan juga dokter yang akan menjaga bayi kamu".bujuk bu bidan
" saya nggak akan pulang sebelum aby boleh saya bawa pulang bu, saya akan tetep di sini, terimakasih sudah mengkhawatirkan saya, sedangkan mas arman sendiri sudah tidak perduli dengan kami.
" sabar nara, kamu harus kuat dan tegar demi anak kamu, saya tau arman sering melakukan KDRT, saya juga tau gimana sikam ibunya sama kamu, tapi maaf nara, saya tidak bisa membantu km karena kalau saya bertindak arman pasti akan semakin kasas sama kamu".bu bidan mengusap bahu nara, memberikan kekuatan pada ibu muda itu.
__ADS_1
" iya bu bidan, Terimakasih sudah mengerti keadaan saya".
aynara terharu ternyata masih ada orang di sekitar yang perduli dengannya.
di Singapura
satria tengah bersembunyi dalam selimutnya
"satria.. ayo kita pergi"
" nggak mau pa, kemaren kan udah". jawab satria yang masih bertahan di dalam selimutnya
" lha kan kemarin kamu kabur".papa berusaha membuka selimut yang menutupi tubuh satria, namun satria menahannya.
"takut pa, makanya satria kabur".
" cuma diambil darahnya sedikit, nggak akan sakit".
satria keluar dari dalam selumutnya kemudian duduk bersandar di kepala ranjang.
"oke, kita pergi, tapi nggak mau di ambilambil darahnya".
" nggak bisa satria, sebelum oprasi memang harus diambil darahnya dulu".
__ADS_1
mama m enghampiri anak manjanya itu
" satria sayang kan sama mama? , tolong lakuin ini buat mama sayang, tolong lawan rasa takut kamu demi mama. jangan seperti ini terus sayang. hati mama hancur setiap kali melihat kamu sakit".