Surga Yang Kusia-siakan

Surga Yang Kusia-siakan
eps 5


__ADS_3

" ampun mas.. "


arman menendang kaki aynara dan merebut ponselna kemudian pergi entah kemana. aynara tak bergeming, dia hanya menangis tanpa suara. kadang ia bingung pada dirinya sendiri, pernikahan macam apa yang sedang coba ia pertahankan ini.


ini bukan kali pertama arman kasar padanya, tak perduli aynara sedang hamil arman kerap menyiksa raga dan batinnya, apalagi jika ibu mertua sedang menginap, setiap arman pulang bekerja selalu mengadu macam- macam dan akhirnya aynara yang mendapatkan kekesalan suaminya. .


*********


Aynara terus saja berpindah posisi tidur. arman duduk dan melihat aynara


" kamu tuh kenapa sih, ganggu orang istirahat aja, aku tuh capek dan besok masih harus kerja!! "


" perutku sakit mas, aku nggak bisa tidur".


" kamu pikir aku perduli hah!!!, sana kamu tidur diluar jangan ganggu aku!.


aynara bangun perlahan lalu mengambil selimut dari lemari, dia juga mengambil foto keluarganya.


pergi kedapur mencoba minum air hangat


lalu duduk bersandar di lantai yang dingin


" mama.. perut rara sakit. rara harus gimana? " aynara mengusap foto keluarganya.


" dedek, dedek yang kuat ya didalem sini, bunda sayang banget sama kamu, bunda udah nggak sabar ketemu kamu, tapi belum boleh sayang, tunggu umur kamu cukup ya".

__ADS_1


aynara membentangkan selimutnya dilantai, tidur meringkuk sambil memeluk bingkai foto, satu tangannya mengelus perut


" dedek, kasih aja semua sakitnya sama bunda ya, pokoknya dedek nggak boleh sakit, dedek harus sehat terus karna kamu adalah kekuatan terbesar yang bunda miliki sekarang. "


*****


aynara duduk di depan cermin dengan masih mengenakan handuk, dia lihat dirinya di cermin ada luka lebam yg sudah membiru di pundak kanan, ia menatap sikunya yang juga memiliki luka yang sama, ia singkap handuknya, ia usap luka lebam di paha lalu bertanya pada sosok yang ada di cermin.


" apakah aku terlalu bodoh jika aku bertahan?"


" apa harapanku untuk mas arman bisa berubah suatu hari nanti akan terwujud? "


air mata aynara pun menetes. ia mengusap perutnya


" dedek, ayo gerak dong, kasih bunda kekuatan, dari kemarin kamu nggak gerak. atau kamu laper?, kita makan yuk".


rupanya hanya tersisa beberapa sendok nasi , kuah sayur dan kepala ikan.


setelah memasak tadi aynara langsung mencuci pakaian dan mandi.


walau sedang sakit aynara tetap melakukan tugasnya sebagai istri dan menantu yang baik.


" hmmmmhh, ayah dan nenek sudah sarapan sayang, hanya ini yang tersisa. nggak papa ya, kalau habis artinya masakan bunda enak. kita harus tetap bersyukur masih bisa makan hari ini".


aynara duduk seorang diri menikmati sarapannya

__ADS_1


" alhamdulilah" ucap aynara setelah menghabiskan sarapannya dan meneguk segelas air


" ambil semua buat dedek ya, pokoknya dedek harus kenyang"..


aynara bangkit dari duduknya


"awhhh" dia duduk kembali karna merasakan sakit di perutnya


" padahal tadi udah mendingan kenapa sakit lagi".


" bukanya dicuci tuh piring kotor malah enak- enakan duduk".


" iya bu, nanti aku cuci".


" nanti, nanti. dasar males".


" aku bukan males bu, perut aku sakit".


" nggak usah manja, orang hamil tuh harus banyak gerak".


" iya bu". aynara berjalan dengan susah payah membawa piring kotor.


****


" ibu kenapa? "tanya arman pada sangat ibu yang sedang memijat pelipisnya

__ADS_1


" man, kamu sudah pulang. nggak papa, cuma pusing dikit kok, mungkin kecamatan ngurus rumah. "


" emang aynara kemana?, kenapa ibu yang ngerjain kerjaan rumah? ".


__ADS_2