
"emang aynara kemana ?,kenapa ibu yang ngerjain kerjaan rumah? "
"ada dikamar"
" naraaaaaa!!!!! "
aynara terlonjak kaget melihat arman yang sudah berdiri di depan pintu
" jadi gini ya kerjaan kamu kalau di rumah, males malesan". arman sudah berdiri di depan aynara sambil berkacak pinggang, saat itu aynara memang sedang berbaring
" mas, aku baru aja selesai nyiapin makan siang dan ingin berbaring sebentar, lagipula semua pekerjaan rumah sudah selesai" jelas aynara
" iya selesai, karna ada ibu aku, baru berapa hari ibu aku disini udah kamu jadiin pembantu, dasar istri nggak tau diri!!!. awas kamu ya kalau sampai ibu aku sakit gara-gara kecapean".
arman keluar dari kamar, aynara mengusap perutnya
" aku yang sakit mas, aku yang kecapean. ya baru beberapa hari ibu kamu disini tapi rumah ini udah jadi neraka buat aku. dedek yang sabar ya, nggak usah di dengerin kata- kata ayah, bunda nggak papa kok, yang penting dedek sama bunda terus. ".
aynara keluar dari kamarnya, ia baru akan makan setelah suami dan ibu mertuanya makan.
"astaghfirullah.. tega kamu mas sama aku, sama calon anak kita..
" hari ini cuma ada kuah sayur tanpa nasi sayang. " aynara menghela nafasnya
" dedek lapar ya?,sebenarnya bunda masih punya uang dari opa kamu, tapi uang itu harus kita hemat sayang, mama nggak mau kalau harus terus- terusan minta sama mereka. "
__ADS_1
aynara membereskan meja makan kemudian berganti pakaian, ini adalah jadwalnya memeriksakan kandungan, tak terasa sudah satu bulan berlalu tanpa berkabar dengan keluarganya. kadang aynara bertanya-tanya dalam hati mengapa mereka tidak datang / mencari tau keadaannya, kemana mata- mata suruhan papanya. apa yang telah arman lakukan?
'astaghfirullah.. aku tidak boleh berburuk sangka pada suamiku sendiri' batin aynara.
***********
" sudah bisa di hubungi ma? "
"masih diluar jangkauan pa. mama chat arman katanya mereka lagi liburan kekampung neneknya arman, disana susah signalnya, jadi kalau telfon suaranya nggak jelas, mama juga udah bilang kalau kita mau ke-singapura untung pengobatan satria".
" bilang sama arman papa mau denger
suara ayaynara".
papa lega ahirnya ia bisa mendengar suara putrinya.
" sayang banget nara nggak bisa ikut ya ma".
" iya pa, padahal cuma aynar yang paling g bisa nenangin satria".
" iya pa. ya udah mama mau bantuin satria siap. " kata mama yang mendapatkan jawaban anggukan dari papa.
" satria.. kenapa nak?.
satria duduk di tepi ranjang dg kepala menunduk. mama duduk disampindisamping satria dan mengusap punggungnya, satria menatap mamanya dengan senyuman.
__ADS_1
" nggak apapa ma cuma capek dikit. huh, abis jalan kekamar mandi aja kok ngos- ngosan gini."
" pelan- pelan aja sayang".
" ma.. "
"apa sayang?? "
" satria nggak usah berobat ke luar negeri ya. satria capek ma, satria takut. "
" tapi ini untuk kesembuhan kamu sayang"
" satria nngak mau ma,nanti ditusuk-tusuk jarum lagi satria takut, satria capek nanti bukanya sembuh setelah sampai sana satria malah mati duluan."..
" satria... " mama nenangkup wajah satria dengan kedua tangan
" jangan bicara seperti itu nak. jangan bercanda soal kematian di depan mama".
mama memeluk outranya sambil menangis tersedu-sedu
papa masuk dan ikut memeluk satria
" tolong lakukan ini untuk papa dan mama nak".
" kenapa kalian nggak ada yang ngertiin aku, aku takut bener- bener takut. "
__ADS_1