
" tolong.. takut.. "
" takut apa?, di sini nggak ada apa-apa " tanya papa sambil melihat sekeliling
" ini apa? " satria menunjukkan satu tangannya
" satria kan sakit, jadi harus di infus"
" nggak, nggak mau. lepasin..., kita pulang ya pa satria nggak mau di sini. pasti papa kan yang bawa aku kesini. kenapa sih pa.. Papa kan tau aku nggak suka disini".
" mama nemuin kamu udah nggak sadar di kamar. kami khawatir sekali nak, mana tega kalau cuman harus rawat kamu di rumah".
" satria... " mama langsung masuk dan memeluk anak nya yang berubah jadi cengeng ketika sakit.
" ma... kita pulang ya"
" kakak... "aynara menghampiri kakaknya dan duduk di sisi ranjang
satria langsung mengurai pelukan mamanya
" ay.. sejak kapan kamu di sini? , kakak kangen banget sama kamu".satria langsung memeluk adiknya
"sore tadi. aku juga kangen banget sama kakak. aku sedih banget waktu mama ngabarin kalau kakak sakit".
satria melepas pelukan ya
" kakak pasti bakalan cepet sembuh. tapi tolong ya kamu bilang sama mama, sama papa supaya kakak pulang dari sini". mohon satria setengah berbisik
" mau pulang?, kkalau pulang berarti udh sembuh, jadi aku bisa pulang"
__ADS_1
" jangan dong ay, kakak kan masih kangen sama kamu"
"ya udah tinggal pilih aja, mau di sini sampai sembuh atau aku pulang".
" jahat kamu ay, itu sih bukan pilihan tapi nyiksa kakak namanya"
" lagian kenapa mau cepet- cepet pulang?, masih sakit juga. takut jarum suntik?, kan nyuntiknya gk pake jarum tapi langsung di infusnya. emang di infus sakit?. "
" nggak sih" satria melihat tangannya yang di padang infus
" ih.. kakak.. kalau takut nggak usah di liat, sini liat muka adek aja. sekarang tidur ya dedek temenin".
satria menurut, mengambil posisi berbaring dengan dibantu aynara. sedangkan mama dan papa hanya melihat interaksi mereka sambil duduk di sofa yang nyaman..
********
" ay.... "
" iya gimana kondisi kakak? "
" udah mendingan mas, kita ngobrol diluar aja ya takut kakak keganggu". mereka pergi ke taman rumah sakit, papa sedang ada urusan di kantor dan mama sedang keluar mencari makanan jadi tidak ada yang tau jika arman datang
" kita pulang ya ay"
" pulang?, kakak masih sakit loh mas, aku nggak tega kalau harus pulang sekarang".
"nggak tega ninggalin kakak kamu atau nggak tega ninggalin rumah mewah keluarga kamu? kamu itu seorang istri ay, tugas kamu ngurus suami, apa kamu pikir bagus kalau kamu jelek- jelekin suami kamu di depan orang tua kamu hah..!! "
" aku nggak pernah jelekin kamu mas".
__ADS_1
" bohong!!!, " ucap arman dengan suara yang makin tinggi
" pokoknya hari ini kamu harus pulang, nggak ada alasan lagi, istri itu harus nurut sama suami! "
" iya mas, nanti aku pamit dulu sama mereka" jawab aynara dengan wajah menunduk.
***
sesampainya di rumah
PLAAAKKKK
"dasar istri nggak tau diri"
tamparan itu cukup keras hingga membuat tubuh aynara terhuyung dan terduduk di lantai. aynara memegangi pipinya yang memetah tangan satunya mengelus perut sambil berkata dalam hati
" kuat ya dek, baik- baik di dalam sini, cuma kamu yang bisa buat bunda kuat sampai sekarang"..
" bagus arman, kamu harus beri pelajaran istrimu, kalau nggak bisa makin ngelunjak dia"kata si ibu mertua memanaskan suasana
" siniin handphone kamu"arman menyodorkan tangannya
" buat apa mas"
" mulai sekarang kamu nggak boleh pakai handphone "
" jangan mas, nanti kalau aku mau berkabar sana mama gimana"
"siniin nggakk!!! "
__ADS_1
BUGGHH..
" ampun mas..!!! "