Surga Yang Kusia-siakan

Surga Yang Kusia-siakan
eps 14


__ADS_3

tengah hari hujan tiba- tiba turun, aynara bergegas keluar untuk mengangkat pakaian yang dia jemur pagi tadi, dia sedikit kesulitan menjangkaunya karena tiang jemuran yang tinggi dan aby yang berada dalam gendongannya, Tiba-tiba sebuah tangan terulur dari belakang, membantunya sampai selesai bahkan membawa pakaian itu masuk, orang itu melirik kearah meja makan, ternyata ada dudua manusia yang sedang menikmati makan siang disana


" kok ada manusia yang nggak punya hati masih bisa hidup"


aynara menaruh pakaian yang dia bawa diatas tikar tempat tidurnya sekarang


" taruh saja disini biar nanti aku lipat, Terima kasih ya sudah membantu"


" Sama-sama , kamu tidur di sini? "


aynara menyadari sesuatu, suara orang yang membantunya, suara laki- laki, sejak tadi ia fokus pada pekerjaannya sehingga tidak melihat siapa orang yang telah membantunya. ia membalikkan badan dan menatap pria itu,mata nara berkaca- kaca lalu butiran bening itu menetes


" kakak.. "


"apa??? "


" ini beneran kak satria? "


"baru sadar?, udah dibantuin juga" satria berkacak pinggang


tangis aynara pecah


" loh kok malah nangis"


"aku kangen banget sama kakak" kata aynara dengan suara yang sudah tidak jelas karena tangisnya.


satria memeluk adiknya

__ADS_1


" iya, kakak juga kangen banget sama kamu, udah ya nangisnya kan sekarang udah ketemu".satria mengurai pelukannya


" ini ponakan kakak? "tanya satria sambil membelai kepala bayi itu


aynara mengangguk" namanya aby"


" hallo aby.., kenalin nih om satria, om kamu yang paliiiing ganteng" kata satria memuji dirinya sendiri


" iya deh paling ganteng, kan om ny cuma satu"


" kakak mau gendong boleh?"


" boleh dong, sini duduk kak"


mereka duduk lesehan diatas tikar


" kok udah gede dedekny ay, kapan kamu lahiran? "


"sehari setelah kakak berangkat ke singapur kayaknya" jawab aynara sambil melipat pakaian


" bukannya waktu itu baru masuk tujuh bulan? " satria menatap ainara serius


Aynara hanya menatap satria sekilas kemudian kembali menunduk


" iya".


' kakak tau dek, banyak yang mau kamu ceritain'

__ADS_1


"kamu sama abi tidur disini? "


" iya soalnya abi sering nangis waktu malem, takut ganggu istirahat mas arman sama ibu"


" cuma pake tiker, kasian aby lah dek, kamu juga, abis lahiran kan harusnya banyak istirahat, butuh tempat yang nyaman. terus kamu udah makan belum? "tanya sang kakak sambil menimang- nimang aby.


" aku biasa makan setelah ibu sama mas arman selesai makan. itu aby udah tidur ttaruh aja di sini , jangan di gendong terus nanti kakak capek" aynara menepuk-nepuk tempat di sebelahnya


" kamu nggak ada kasur bayi napa?, banget juga nggak ada, yang ada nanti badan aby malah sakit semua".


"naraaa..!!!!!!!!, beresin meja makan, ngapain aja sih dari tadi kamu di dalem? " teriak ibu mertuanya


nara hendak bangun dari duduknya tapi dicegah oleh satria


" sini aja dek, kamu pasti capek, istirahat dulu. lagian ada bayi kok teriak- teriak gitu sih, dasar mak Lampir".gerutu satria


" aynara..!!!!!!!, " kini ibu mertua menghampirinya ke kamar


" oh ada orang penyakitan ini toh, punya penyakit aja kok di warisin".katanya dengan nada mengejej


"maksud ibu apa? " tanya satria sedikit kesal


" bayi yang kamu gendong itu pe nya ki tan, sama kayak kamu, palingan bentar lagi mati"


" tolong jaga bicara ibu, aby ini cucu ibu sendiri! " satria makin geram


" nggak sudi tuh punya cucu penyakitan, bikin susah aja"

__ADS_1


" kak udah, nggak usah dijawab lagi" kata aynara dengan suara berbisik sambil menggenggam lengan satria.


__ADS_2