
tengah hari hujan tiba- tiba turun, aynara bergegas keluar untuk mengangkat pakaian yang dia jemur pagi tadi, dia sedikit kesulitan menjangkaunya karena tiang jemuran yang tinggi dan aby yang berada dalam gendongannya, Tiba-tiba sebuah tangan terulur dari belakang, membantunya sampai selesai bahkan membawa pakaian itu masuk, orang itu melirik kearah meja makan, ternyata ada dudua manusia yang sedang menikmati makan siang disana
" kok ada manusia yang nggak punya hati masih bisa hidup"
aynara menaruh pakaian yang dia bawa diatas tikar tempat tidurnya sekarang
" taruh saja disini biar nanti aku lipat, Terima kasih ya sudah membantu"
" Sama-sama , kamu tidur di sini? "
aynara menyadari sesuatu, suara orang yang membantunya, suara laki- laki, sejak tadi ia fokus pada pekerjaannya sehingga tidak melihat siapa orang yang telah membantunya. ia membalikkan badan dan menatap pria itu,mata nara berkaca- kaca lalu butiran bening itu menetes
" kakak.. "
"apa??? "
" ini beneran kak satria? "
"baru sadar?, udah dibantuin juga" satria berkacak pinggang
tangis aynara pecah
" loh kok malah nangis"
"aku kangen banget sama kakak" kata aynara dengan suara yang sudah tidak jelas karena tangisnya.
satria memeluk adiknya
__ADS_1
" iya, kakak juga kangen banget sama kamu, udah ya nangisnya kan sekarang udah ketemu".satria mengurai pelukannya
" ini ponakan kakak? "tanya satria sambil membelai kepala bayi itu
aynara mengangguk" namanya aby"
" hallo aby.., kenalin nih om satria, om kamu yang paliiiing ganteng" kata satria memuji dirinya sendiri
" iya deh paling ganteng, kan om ny cuma satu"
" kakak mau gendong boleh?"
" boleh dong, sini duduk kak"
mereka duduk lesehan diatas tikar
" kok udah gede dedekny ay, kapan kamu lahiran? "
"sehari setelah kakak berangkat ke singapur kayaknya" jawab aynara sambil melipat pakaian
" bukannya waktu itu baru masuk tujuh bulan? " satria menatap ainara serius
Aynara hanya menatap satria sekilas kemudian kembali menunduk
" iya".
' kakak tau dek, banyak yang mau kamu ceritain'
__ADS_1
"kamu sama abi tidur disini? "
" iya soalnya abi sering nangis waktu malem, takut ganggu istirahat mas arman sama ibu"
" cuma pake tiker, kasian aby lah dek, kamu juga, abis lahiran kan harusnya banyak istirahat, butuh tempat yang nyaman. terus kamu udah makan belum? "tanya sang kakak sambil menimang- nimang aby.
" aku biasa makan setelah ibu sama mas arman selesai makan. itu aby udah tidur ttaruh aja di sini , jangan di gendong terus nanti kakak capek" aynara menepuk-nepuk tempat di sebelahnya
" kamu nggak ada kasur bayi napa?, banget juga nggak ada, yang ada nanti badan aby malah sakit semua".
"naraaa..!!!!!!!!, beresin meja makan, ngapain aja sih dari tadi kamu di dalem? " teriak ibu mertuanya
nara hendak bangun dari duduknya tapi dicegah oleh satria
" sini aja dek, kamu pasti capek, istirahat dulu. lagian ada bayi kok teriak- teriak gitu sih, dasar mak Lampir".gerutu satria
" aynara..!!!!!!!, " kini ibu mertua menghampirinya ke kamar
" oh ada orang penyakitan ini toh, punya penyakit aja kok di warisin".katanya dengan nada mengejej
"maksud ibu apa? " tanya satria sedikit kesal
" bayi yang kamu gendong itu pe nya ki tan, sama kayak kamu, palingan bentar lagi mati"
" tolong jaga bicara ibu, aby ini cucu ibu sendiri! " satria makin geram
" nggak sudi tuh punya cucu penyakitan, bikin susah aja"
__ADS_1
" kak udah, nggak usah dijawab lagi" kata aynara dengan suara berbisik sambil menggenggam lengan satria.