Surga Yang Kusia-siakan

Surga Yang Kusia-siakan
eps 4


__ADS_3

" udah ay, mungkin kak satria masih capek, biarin kak satria istirahat ya. kita makan sama -sama yuk, papa udah pesan makanan".


hibur sang papa.


mereka makan bersama di meja makan ruang VVIP tersebut


" makan yang banyak dong ay, kamu sekarang kan udah nggak sendiri " kata mama sambil menambahkan sayur dan lauk ke piring aynara


" iya, makasi ma".


" abis ini kedokter kandungan ya ay"kata papa


" nggak besok aja pa"


" besok papa harus kekantor. terus ada pemeriksaan ulang untuk kakakmu. papa kan juga mau lihat calon cucu papa".


aynara hanya mengangguk dan melanjutkan makannya. .


******


" gimana dok?, bayinya sehatkan? "


tanya mama pada dokter ya g tengah fokus melakukan USG


" ini ketuban nya nggak cukup, bayinya juga kecil. kenapa?, kamu masih susah ya makannya? " tanya dokter pada aynara

__ADS_1


aynara hanya diam, benar yang aynara takutkan, kesulitan ekonomi membuat perkembangan janinnya kurang baik.


" nggak apa-apa, masih ada waktu dua bulan buat kejar berat badan dedeKnya. makan yang bayak y, nggak ada pantangan kok, yang penting makanan yang bergizi dan kamu nggak alergi , makan eskrim ya biar cepet besar dedek bayinya. mau tau jenis kelamin yang nggak? "


"mau ya ay, biar sekalian kita nanti kita belanja buat keperluan bayinya" mamama terlihat sangat antusias


aynara hanya mengangguk


" jenis kelaminnya, Laki-laki kata dokter"


" lalu kalau ketuban nya kurang itu harus bagaimana dok? " kini papa yang mengajukan pertanyaan


" kalau dilihat dari kondisi sekarang sih kemungkinan harus melahirkan secara sesar ya pak. tapi kita lakukan USG lagi nanti setelah usia kandungannya masuk sembilan bulan dan kita lihat bagaimana baiknya. "jawab dokter sambil menyelesaikan pekerjaannya.


aynara menatap mamanya


"saya tuliskan resep vitamin tolong nanti di tebus ya"..


papa berbisik pada mama yang duduk di depan dokter lalu keluar.


" papa mana ma"tanya aynara saat menunggu obat di depan apotek


" papa duluan ke kamar kak satria, takut kak satria bangun dan nanti ketakutan liat tangannya sendiri".


\*\*\*\*\*\*\*\*\*

__ADS_1


" dimana kamu arman? "


" di rumah, kenapa ya pa? "


"saya hanya ingin mengingatkan kamu, kalau sampai ada hal buruk menimpa aynara dan calon cucu saya say tidak akan segan segan untuk bertindak".


" ini pasti aynara ngadu macem macem kan pa? "


" ya, ainara selalu bilang kamu adalah suami yang perhatian, pekerja keras dan hidup kalian juga berkecukupan disana. tapi jangan kamu kira saya tidak tau kehidupan kalian di sana. kalau bukan karena keinginan aynara untuk memilih hidup bersama kamu saya tidak akan ijinkan kamu membawa dia pergi"


papa lalu mematikan sambuan telefonnya.


" ini pasti aynara ngadu macem- macem" ujar arman


" makanya man, jangan kamu biarin istri kamu terlalu lama di sana, nanti bisa- bisa dia ngomongin yang jelek- jelek tentang kita".


" iya buk, lusa aku jemput dia"


\*\*\*\*\*\*\*\*\*


papa berjalan memasuki ruang rawat. mama dan aynara masih belum kembali. ketika baru membuka pintu satria sudah duduk dan langsung menoleh kearah papa dan apa yang dikhawatirkannya pun terjadi


" papa... tolong.. "


papa mempercepat langkahnya menghampiri anak pertama nya yang tampan itu

__ADS_1


" satria, sudah bangun?, kenapa? " papa menggenggam lengan satria dan bertanya seolah dia tidak tau " tolong apa yang dimaksud oleh satria.


" tolong.. takut.. "


__ADS_2