
mama menghampiri satria
" kenapa sayang? "
satria meletakkan abi di kasur lalu berlari keluar, dia bahkan mendorong nara yang masih berdiri di depan pintu.
tok tok tok
" kak, kakak kenapa? "
" huekk"
" kak.. "..
tidak ada jawaban. nara berjalan menuju kamar
" ma, pa, kakak muntah- muntah tuh dikarenakan mandi, kayak orang ngidam" kata nara yang berdiri di ambang pintu
"ngidam?, ngawur kamu. pacar aja nggak punya" sahut papa, kemudian kembali bercanda dengan abi
" ih punya tau, cantik, baik, pinter lagi"
" serius?? "
" klau papa nggak percaya ya udah" nara berlalu menghampiri kakaknya lagi
"kak.. kakak... "
tok tok tok !!!
nara mengetuk pintu kamar mandi dengan keras
" kakak..!!!! "
" belum keluar juga?? "
" belum pa, di panggil juga nggak nyaut"
tok tok tok
" satria... nak.. kamu nggak papa kan?..
__ADS_1
satria.. ".
kreeeekk
satri menyenderkan tubuhnya di pintu. keningnya berkeringat, wajahnya juga sedikit pucat
" apa??? ... "tanya- nya dengan lesu
"kakak sakit???? "
" kita kedokter ya, disini ada dokter kan ra? "
" nggak, adanya bidan"
" kamu kira mau lahiran dibawa ke bidan. "
" bidan disini multi fungsi pa, udah kayak dokter umum"..
satria berjalan ke kamar dengan lemas dan langsung membaringkan tubuhnya di kasur yang bersebelahan dengan tempat tidur abi.
mama menghampiri, m ngelap keringat di kening satria,
" kamu keringat dingin, bajunya sape basah gini, ganti baju ya" mama bergegas mengambil pakaian ganti satria yang ad di dalam tas kemudian membantu satria m ngenakannya
" perutnya sakit banget ma"
" asam lambung kamu kambuh tuh, tadi waktu di mobil papa kan udah ingetin jangan di makan, udah tau nggak bisa makan pedes"
oceh papa yang baru masuk kekamar bersama nara.
ngoceh- ngoceh tapi sambil ngusap - ngusap punggung anak bujangnya
" papa kenapa bisa lebih cerewet dari mama sih, mama aja santai"
" mama tuh udah capek ngomongin kamu nggak pernah di gubris, jadi anak kok bandel banget".
" nara.. kenapa?, maaf lansung masuk soalnya pintu depan kebuka. aby masih demam"
" aby udah sembuh tinggal rewel nya aja"
" terus? "
__ADS_1
" tuh bayi gede, yang sakit" nare membuka pintu dan menunjukkan satria yang sedang tidur meringkuk.
bu bidan masuk
" kenalin, ini mama sama papa"
" selamat sore bapak, ibu, ahirnya sempet juga"sapa ibu bidan
" sore, bu bisa dan ini yang bawa nara kerumah sakit kan?. kami sebagai orang tua nana mengucapkan banyak terimakasih"
" itu sudah kewajiban saya pak, bu."
" oya, tolong langsung diperiksa saja ya, satria sepertinya asam lambungnya naik.. satria.. yang bener tidurnya"
satria berbaring terlentang, bumbu dan mulai melakukan memeriksa
"tidurnya senderan dulu ya"
setelah satria bersandar bu bidan mengucapkan minyak ke dada satria dari ulu hati di urut ke bawah, satria meringis kesakitan
" sakit banget ya?, mual? "
satria hanya mengangguk lemah karena rasa mualnya akan semakin parah jika dia bicara
" agak kembung juga nih, abis makan apa sih? "
" seblak"
" ough.. enak? "
satria mengangguk
" mau lagi?, klau mau lagi saya beliin, jadi nanti sakitnya nggak tanggung- tanggung.. ra, bikinin air kunyit hangat tambah madu ya"
" oke. " jawab nara kemudian berjalan menuju dapur.
" nanti kalau udah sembuh makan rujak yang banyak ya, pake ekstra rawit, pake mangga muda, pake kedondong, belimbing wuluh sekalian"
" bisa sobek lambung saya nanti bu bidan"..
" enak nggak di urutin gini?, masih sesek nafasnya? "
__ADS_1
" udah berkurang"..