
" nanti setelah selesai nyusuin bu"
" kasih air tajin aja biar cepet kenyang, emang apa bagusnya anak penyakitan itu, ini pasti bibit dari kamu yang nggak bagus , buktinya kakak kamu juga penyakitan. bener- bener musibah arman nikah sama kamu*.
aynara yang semula menunduk mendongakkan kepalanya
" iya bu nanti aku kasih air tajin kalau asi aku udah nggak keluar, aku udah nggak bisa kerja dan kalau surat kematian suami aku udah selesai di urus. bayi aku sehat kok, cuma karna lahir sebelum waktunya jadi butuh perawatan dan sedikit perhatian lebih. iya emang bibit dari aku yang nggak bagus, bener juga kak satria memang sakit, tapi bukanya suami ibu juga meninggal karena penyakit jantung?,musibah apa bu?, semua biaya pernikahan dari orang tua aku, bahkan amplopnya ibu telen sendiri, bahkan selesai acara ibu sibuk bungkusin makanan sisa resepsi, bikin keluarga aku malu, waktu bayi ini lahir juga aku pake uang aku sendiri. jadi musibah apa yang menimpa ibu?, apa bukan sebaliknya? "
mendengar jawaban ainara emosi ibu mertuanya naik sampai ke ubun - ubun
" kamu dengar itu arman!, istri kamu udah berani ngelawan ibu, apa gunanya istri pembangkang seperti dia, sebaiknya kamu segera ceraikan dia?! ".
" udahlah bu, nara baru aja pulang. kita beli aja ya makan malamnya". jawab arman menengahi
" kita harus hemat arman, ibu kan mau beli perhiasan keluaran terbaru, semua temen- temen ibu udah beli, cuman tinggal ibu aja yang belum punya, ibu kan malu". kata ibu yang tak mau sedikitpun menurunkan gengsinya.
arman menghela nafas kasar
" nanti kalau udah selesai tolong masak ya, buat semacam sayur dan dadar telur saja, yang lain kerjakan besok kalau bayinya nggak rewel". titah arman lalu keluar bersama ibunya.
*******
satria duduk bersila diatas tempat tidurnya, ia memandangi layar ponsel yang hitam. papanya mendekat lalu ikutenatap layar ponsel itu
" kamu lagi ngapain?, serius banget? * tanya papa yang penasaran
" nonton"jawabnya singkat.
Papa menempelkan punggung tangannya di kening satria lalu di keningnya sendiri
__ADS_1
" nggak panas" gumamnya " papa nanya serius"
satria mendongak, melihat sekeliling
" mama mana? "
" keluar cari makan"
" bilangin mama dong aku mau makan gorengan"
" kamu kan harus puasa"
" orang sakit malah suruh puasa" keluh satria
mama masuk lalu menaruh barang yang dia beli diatas meja depan sofa, papa mendekat
" banyak banget ma"
kita jadi nggak bisa keluar kan". jawab mama, matanya sedari tadi melihat kearah satria.
" itu kenapa mukanya asem banget? "mama mengecilkan suaranya ketika bertanya.
"minta makan gorengan"jawab papa setengah berbisik
" dari tadi juga diem ngeliatin HandPhone, papa tanya katanya lagi nonton padahal layar ponselnya saja mati. coba deh mama tanya, papa kok malah jadi khawatir".
mama mendekati satria mengusap punggung anak bujang nya itu,
" lagi ngapain sayang? "
__ADS_1
" nonton" jawabanya masih sama seperti tadi, satria bahkan tidak bergerak sedikitpun. mama melihat kearah papa yang masih berdiri ditempatnya. mama kini duduk di tepi ranjang, berusaha melihat wajah putranya yang terus menunduk
" tapi ini layarnya mati sayang, nggak ada gambar apaupun". kata mama dengan sangat lembut dan hati- hati.
satria tidak merespon.
" sayang... "
" katanya tadi mama beli makan, ya udah makan sana, jangan gangguin aku".kata satria dengan ketus.
ada gemuruh di dada sangat mama mendengar nada bicara putranya.
" satria kenapa sayang kok begitu bicara sama mama" papa ahirnya ikut mendekat.
" jangan nunduk terus dong, sini liat mama" mama mengangkat dagu satria agar menatap kearahnya
" kenapa?, hmmm, apa ini sakit? mama mengusap dada satria,dan hanya mendapat gelengan
" sesak? "
satria menggeleng lagi
" terasa tidak nyaman? "
kini satria mengangguk
"sabar ya, setelah operasi pemasangan ring nanti semuanya akan membaik, satria akan sembuh dan bisa beraktivitas lagi. ini bukan oprasi besar seperti yang kamu bayangkan. ini hanya oprasi kecil sayang, tidak akan sakit. jadi kamu tidak perlu takut, ya".hibur mama
satria mengangguk. papa mengusap kepala putranya itu
__ADS_1
" sekarang tidur ya, kamu udah dari tadi duduk dan nunduk terus, nanti lehernya sakit".
" tapi satria masih mau nonton pa" jawab satria sambil mendongak melihat wajah papa yang berdiri di belakangnya