
, " ay.. " panggil suara di sebrang
"iya pa.. "
" kamu dengerin papa nggak sih?, kakak sampai sekarang belum sadar, pokoknya kamu harus kesini, terserah mau sama arman atau nggak. kamu udah makan? "
"ini baru mau makan pa? "
"o.. makan pake apa kamu? "
walau sering bicara keras dan memaksakan kehendaknya papa tetap sangat perhatian pada anak -anak.
" ay makan pakai sup sama ikan juga pa" bohong aynara
" sup??, bukan bayam liar dibelakang rumah kamu itu?, ikan apa ay??, ikan asin?? "
aynara tak menjawab dia hanya terlihat bingung dengan pertanyaan papanya
" kenapa? , kamu bingung kenapa papa bisa tau? , jangan kamu kira papa nggak tau kehidupan kamu di sana ay. kenapa sih kamu selalu nolak bantuan dari papa?. kamu itu lagi hamil ay, nggak boleh capek, nggak boleh stres, harus makan makanan yang bergizi...
" iya pa, aynara tau itu. udah dulu ya ngomel nya ay mau makan terus siapsiap- siap" kata aynara lalu memutuskan sambungan telefon nya.
" supir papa udah jemput mas, aku harus kesana, kamu taukan kalau papa nggak bisa dibantah. kamu mau ikut atau nggak? " tanya aynara pada sang suami sambil menyiapkan makan untuk dirinya sendiri
" kapan- kapan aja aku kesananya"
" oh, ya udah kalau gitu".
aynara menyelesaikan makanya dengan cepat kemudian mengganti pakaian. dan benar saja mobil jemput antara sudah sampai di depan rumah
aynara langsung keluar rumah
" loh mang, berdua jemputnya? "
"iya non, kata tuan biar gantian nyetirnya jadi bisa langsung balik kesana".
__ADS_1
" ya udah aku pamit sama mas arman dulu ya, ay kira tadi mamang mau istirahat dulu"
" iya non, silakan"
jawab salah satu dari mereka.
aynara menghampiri suaminya yang berdiri di depan pintu
" mas, aku pergi ya".pamit aynara sambil menyalami dan mencium tangan suaminya
" ya, Hati-hati , jangan lama-lama disana".
mobil melaju meninggalkan perkampungan, setidaknya butuh waktu sekitar empat jam untuk sampai di kota tempat keluarga aynara.
kriiing....
suara ponsel milik mang jaja
" tuan" kata mang jaja pada rekannya
" hallo tuan"
" gimana, udah sampai? "
" sudah tuan, ini kami sudah sama nona dan sedang dalam permainan kesana"
" bagus, Berhati-hatilah "
" baik tuan, tapi maaf sebelumnya, ini nanti kami antar non kemana ya? "
" langsung ke rumah sakit saja"
" baik tuan"
tut tut tut
__ADS_1
dan sambungan telefon terputus
" ayo dong mang ngebut, aku adah nggak sabar ketemu mama, papa, sama kakak".
" jalannya nggak rata non. non kan lagi hamil nanti kalau kenapa-kenapa habis kami sama tuan".
aynara hanya mendengus kesal.
***********
" kok kayak ada orang masuk kamar mandi pa"
" suster kali, atau OB "
" masa iya nggak ngetok pintu dulu"
" mama.. papa.. ay kangen" kata aynara sambil merentangkan kedua tangannya
" ya ampun ay, mama kira siapa yang masuk kamar mandi tadi"
" iya, udah nggak tahan mau pipis" kata aynara dengan masih merentangkan kedua tangannya
mama dan papa langsung memeluk aynara
" kami juga kangen banget sama ay, udah hampir setaun kita nggak ketemu" kata mama sambil terisak.
aynara mengurai pelukannya
" kok mama malah nangis"
"mama seneng banget ketemu kamu sayang" kata mama sambil menghapus air matanya.
" arman nggak ikut ay? "tanya papa
aynara hanya menggeleng kemudian menghampiri kakaknya yang masih terbaring di tempat tidur,duduk di sisi ranjang kemudian memeluk tubuh yang masih lemah itu.
__ADS_1
" panas banget, masa kangen sama aynara sampe sakit gini. ayo dong kak, bangun, nggak kasian sama mama papa? " kata aynara sambil berurai air mata.