
Seorang pria dan Wanita berjalan beriringan melewati kumpulan orang yang memandang tidak berkedip kearahnya. Tidak ada yang special dari pria dan wanita itu sebenarnya, bahkan pakaian yang mereka kenakan cukup sederhana dan tampak normal. Hanya saja wajah ke dua orang itu tampak seperti seorang malaikat yang baru saja jatuh dari langit.
Zhang Xifeng dan Ye Mei Ling memasuki kamp keluarga Zhao setelah beberapa jam berkendara, mereka ber dua tidak menghadapi perlawanan berarti dari Zombie selama perjalanan. Maka dari itu ke duanya sampai di kamp dalam waktu yang singkat.
Setelah melakukan pemeriksaan mereka harus memasuki kamp keluarga Zhao dengan berjalan kaki. Akibatnya itu menjadi pemandangan yang sangat menakjubkan dan mendapatkan perhatian semua orang.
Dengan Wajah tampan Zhang Xifeng yang menentang surga serta kecantikan Ye Mei Ling yang sangat indah tanpa cacat sedikitpun. Semua mata orang-orang sekitar tidak dapat teralihkan oleh pemandangan yang menakjubkan itu.
Semua wanita hanya meggertakkan gigi menatap kecantikan Mei Ling dengan penuh kebencian serta iri karena berada di sisi Zhang Xifeng. Sedangkan Para pria menatap rakus penuh dengan nafsu ke arah Ye Mei Ling, namun mereka tidak berani mendekatinya karena aura yang menindas dan niat membunuh yang kuat dari Zhang Xifeng.
"Ini akan menjadi masalah!"
Zhang Xifeng bergumam lirih melirik ke arah gadis disisinya yang tengah mengundang banyak pria buas.
"Baiklah! Sampai jumpa tampan! Aku akan pergi ke arah sini!"
Ye Mei Ling berbicara seraya melambaikan tangan kearah Zhang Xifeng dan bermaksud mengambil jalan lainnya. Namun, tubuh gadis itu terhenti akibat lengan kuat yang menyeretnya keras hingga terjatuh dalam pelukannya.
"Zhang Xifeng!?"
"Aku tidak pernah memberitahumu namaku?" Zhang Xifeng menatap kearah gadis dalam pelukannya yang tengah melototinya.
"Jadi, bagaiman kau tahu namaku?"
"Ahhh..." Mei Ling lagi-lagi hanya bisa mengutuk mulut longgarnya. Kenapa ia selalu ceroboh saat bersama pria ini
"Aku mendengar dari prajurit penjaga di depan! Lupakan tentang itu! Bukankah kau tidak sopan sekarang? Apakah kau begitu mencintaiku hingga menjadi tidak tahu malu sekarang?" Mei Ling kembali bersuara mencari jawaban acak seraya mengalihkan percakapan
"Jika aku mengatakan aku menyukaimu! Dan aku ingin kau disisiku! Apa yang akan kau lakukan!?"
__ADS_1
"Ahh... bukankah kau Gay?" Mei Ling berbisik pelan menatap terkejut kearah pria yang tengah memeluknya erat
"Dimana kau mendengar itu?" Zhang Xifeng menatap gadis di pelukannya dengan mata menyipit. Wajah tampannya semakin mendekat kearah Mei Ling yang tengah takut dan sedikit memerah di pipinya.
Awalnya Zhang Xifeng menarik gadis ini karena memiliki perasaan tidak nyaman saat menatap semua pria di sekitar yang tengah memiliki niat buruk untuknya. Sebenarnya ini bukan gayanya. Jika dia yang biasanya, dia tidak akan peduli dengan Gadis ini. Entah dia mati atau hidup itu tidak ada hubungannya dengannya. Tapi setelah berjalan dan berkendara bersamanya selama beberapa jam. Ia merasakan perasaan hangat yang sangat familiar darinya.
Bahkan saat gadis itu akan pergi, entah kenapa ia merasa khawatir akan keselamatannya!
'Bagaiman jika para pria itu melakukan hal buruk padanya? Bagaimana jika ia terluka? Bagaimana jika?' Banyak sekali pertanyaan aneh mulai terdengar di pikirannya dan ini membuatnya frustasi.
Jadi tanpa pikir panjang Zhang Xifeng hanya menarik gadis itu yang akan pergi dan akan membawanya bersamanya sampai ia memastikan keselamatannya untuk beberapa waktu.
Dan entah kenapa gadis itu selalu bergumam tentang dirinya yang adalah seorang Gay! Gay! Dan lagi Gay! Ayolah dia bukan Gay! Dia membenci wanita tapi bukan berarti menyukai pria kan! Di hanya mengatakan Gay waktu lalu untuk menggoda Bocah Mungil itu. Jadi kenapa gadis ini terus bergumam tentang hal itu seperti orang bodoh.?
Tunggu sebentar! Orang bodoh? Satu-satunya orang bodoh yang akan percaya perkataanya adalah bocah mungil itu. Dan lagi disana hanya ada 3 orang yang mendengar candaan konyolnya. Yang jelas gadis ini bukan salah satu dari mereka. Kenapa dia tahu itu? Siapa dia?
Wen Li yang berada di antara kerumunan orang juga tengah menatap kearah mereka dengan mengutuk keras
'Tidak bisakah mereka berciuman di tempat yang lebih sepi? Kenapa mereka harus menunjukkan kisah cinta mereka di jalan? Tidak kah mereka menyadari betapa sempurnanya wajah mereka berdua dan semua tatapan orang yang benci dan iri?'
"Ehmm... maaf Mayor Jendral Zhang! Letnan Jendral Zhao ingin menemui anda! Jadi tolong ikuti saya!" Wen Li bersuara serak dengan nada penuh ke engganan yang ketara untuk menghentikan aktivitas mereka.
Mata Wen Li jatuh pada wajah Mei Ling yang tengah memerah seperti tomat. Zhang Xifeng menoleh kearah Wen Li dan mengangguk ringan, ia melirik kearah Mei Ling yang tengah memerah dan tanpa sadar sudut mulutnya terangkat sedikit menampakkan senyuman kecil.
"Bisakah aku membawanya?"
"Apa? Kenapa?" Ye Mei Ling berteriak kearah Zhang Xifeng setelah tersadar dari kebodohannya akibat kejahilan pria di hadapannya
"Kau akan bèrada dalam bahaya jika sendiri!"
__ADS_1
"Mayor Jendral Zhang benar. Nona akan dalam bahaya! Jadi lebih baik untuk ikut bersama dengan kami!" Wen Li mengangguk tegas atas pernyataan Zhang Xifeng, ia juga merasa tidak bisa meninggalkan kecantikan sepertinya sendiri atau sesuatu yang buruk akan terjadi.
Ye Mei Ling hanya ingin menangis saat tubuh mungilnya kembali di seret memasuki mobil oleh Jendral Iblis ini lagi. Kenapa mereka berfikir seolah-olah ia akan terluka saat pergi sendiri?. Tidak kah mereka menyadari bagaiman ia dapat hidup sendiri sampai detik ini?
Tiga orang berada di dalam mobil tanpa berbicara sedikitpun hanya ada kesunyian dan suara mesin mobil yang melaju dapat di dengar.
Pikiran Zhang Xifeng kembali merenung atas apa yang baru saja ia lakukan. Kenapa ia mengatakan suka pada gadis ini? Dia tahu bahwa dia hanya mencoba menggoda gadis ini. Tapi kenapa dia menggoda gadis ini? Dia bahkan tidak mengenalnya! Tunggu! Dia bahkah tidak tahu namanya -_-
Dan lagi kenapa tadi dia memeluk gadis itu dalam pelukannya? Bukankah ia benci di sentuh? Satu-satu orang asing yang dapat ia sentuh tanpa merasa agak risih adalah bocah mungil itu. Jadi kenapa gadis ini?
"Siapa namamu?"
Zhang Xifeng menatap kearah Mei Ling dengan pandangan tajam dan niat membunuh. Seolah mengatakan jika ia tidak menjawab maka ia akan mati! -_- Jelas itu bukan sebuah pertanyaan tapi sebuah ancaman -_-
Ye Mei Ling menatap pria yang duduk disisinya dengan mata yang berkedip. Pria ini! Tidak bisakah ia bertanya lebih lembut!
"Mei Ling!"
"Ahhh.. kalian bahkan baru saling berkenalan. Tapi sudah menunjukkan perasaan cinta di depan umum..." Wen Li turut bersuara mencoba mencari topik pembicaraan
'Kenapa semua orang selalu salah paham?' -_- Mei Ling dan Zhang Xifeng
"Itu bagus untuk menjadi muda! Membuatmu penuh dengan gairah. Penuh hasrat. Ahhh masa muda memang sangat panas. Aku juga ingat dulu waktu muda aku ingin berciuman di atas pohon seperti spiderman.. hahah" Wen Li kembali bergumam seraya tertawa sendiri
"..." Mei Ling
"..." Zhang Xifeng
-end of chapter
__ADS_1