
Bangunan tempat Mei Ling dan Zhang Xifeng bergetar hebat akibat guncangan. Mei Ling yang terlelap di samping tempat tidur Zhang Xifeng dalam posisi duduk tersentak kaget.
Mata indah gadis itu menatap sekelilingnya dengan waspada, sebuah pedang putih muncul dalam genggaman tangan kecilnya.
"Tolong ... tolong aku!!!!"
Suara teriakan wanita terdengar memekakan telinga, Mei Ling mengangkat alis indahnya heran. Gadis itu merasa bahwa telah memeriksa tempat ini tepat sebelum tinggal. Tidak ada seorang pun di daerah ini, jadi bagaimana bisa ada suara wanita?
"Apakah itu Hibrida?" Mei Ling kembali bergumam lirih dan terus waspada, ia tidak yakin apakah akan keluar sendiri untuk melihat atau apakah akan teleport saja untuk membawa Zhang Xifeng pergi ketempat lain?
"Tapi Hujan belum reda"
Melihat Hujan yang masih turun menghantam tanah, walaupun tidak selebat sebelumnya setidaknya hujan itu tidak baik jika terkena tubuh Zhang Xifeng yang terluka. Mei ling memutuskan untuk melihat keluar sendirian sebentar.
"Aku akan keluar sebentar! Kumohon tetaplah aman disini! Aku hanya 1 detik, menghilang untuk melihat lalu kembali. Jadi itu akan baik-baik saja" Mei Ling berbisik lirih kearah Zhang Xifeng dengan enggan sebelum berkedip dan menghilang
Saat Mei Ling menghilang dari sisi Zhang Xifeng, sosok hitam dalam kegelapan muncul dan mengambil tubuh kekar Zhang Xifeng yang tidak sadarkan diri menghilang bersamanya dalam kegelapan.
Ye Mei Ling muncul di luar ruangan dan melihat banyaknya kawanan raksasa mutan kalajengking dengan firasat buruk, tanpa menunda lagi ia kembali menghilang ke tempat Zhang Xifeng. Namun gadis itu terlambat, pria di tempat tidur telah hilang.
__ADS_1
"Tidak!!!" Mei Ling menjerit histeris dengan air mata yang mengalir
"BOCAH KECIL!!! JIKA KAU INGIN BERTEMU DENGAN PANGERANMU MAKA KAU HARUS MENURUTI UCAPANKU!!!"
Teriakan nyaring terdengar dari luar ruangan tempat Mei Ling berada. Gadis itu tersentak mendengarkan ucapan pria yang berteriak dan langsung berteleport keasal suara.
"Dimana dia?" Suara Mei Ling terdengar dingin menatap sosok pria hibrida di hadapannya dengan niat membunuh yang kuat
"Oh,, ayolah... jangan marah seperti itu, dia baik-baik saja! Tentunya selama kamu berperilaku baik dan manis.hehe"
Mei Ling menggertakkan giginya keras mencoba menahan amarahnya yang membara. "Apa yang kau inginkan?"
Tanpa mendengarkan ocehan panjang pria Hibrida di hadapannya Mei Ling mengambil gelas di tangan Hibrida di depannya dan mengiris pergelangan tangannya tanpa ragu.
Darah terus menetes mengisi gelas hingga hampir penuh, wajah Mei Ling tetap terlihat sama dan tidak menunjukkan ekspresi apapun, seolah ia tidak merasakan sakit atau apapun.
"Hmm,,, darah perawan cantik memang lezat!" Hibrida itu memuji seraya meneguk habis darah Mei Ling di dalam gelas.
Setelah selesai menghabiskan darah Mei Ling dalam gelas seolah itu anggur impor yang lezat, Pria Hibrida itu tersenyum manis menampakkan gigi bergeriginya yang menakutkan seraya bersuara "Telanjanglah! Buka seluruh bajumu!"
__ADS_1
Tubuh Mei Ling menegang mendengarkan permintaan Hibrida di hadapannya. Mata Mei ling melotot tajam menatap salah satu kalajengking disisi kiri pria itu yang mencapit tubuh Zhang Xifeng erat seolah memotongnya menjadi dua jika Mei Ling menolak.
Jantung gadis itu berdetak kencang, ia tidak takut, bahkan jika harus melakukan hal memalukan. Yang ia takutkan adalah keselamatan Zhang Xifeng.
Menyadari Hal ini Mei Ling tersenyum menegejek dirinya sendiri, ini adalah Cinta! Yah dia jatuh Cinta pada Jendral iblis itu. Sangat mencintainya hingga ia bahkan tidak memikirkan dirinya sendiri dan malah memikirkan Pria itu.
Perasaan ini sangatlah manis, Mei Ling tidak pernah merasakan perasaan seperti ini sebelumnya. Tapi sekarang ia Jatuh Cinta, dan orang yang di Cintainya adalah orang yang sangatlah luar biasa. Mei Ling sangat Bahagia menyadari fakta itu saat ini.
"Zhang Xifeng, teruslah hidup dan bahagia!" Suara Mei Ling terdengar serak dan Lirih, tangan gadis itu terangkat untuk membuka seluruh baju di tubuhnya dengan sedikit gemetar
"Drama apa yang kalian mainkan? Apakah itu Cinta Seorang Pria Gay Hibrida yang tidak terbalas pada pria kecil Manusia Biasa?" Suara dingin penuh dengan Niat membunuh yang kuat terdengar sarkatis dalam keheningan yang terbalut gerimis hujan diantara Mei Ling dan pria Hibrida itu.
Mata indah Mei Ling melotot kaget menatap kearah asal suara, namun, sesaat setelah menyadari sosok yang berbicara senyum dibibirnya terlihat begitu lebar dan menyilaukan. "Zhang Xifeng" lirihnya
Zhang Xifeng berdiri tegap dengan bangkai kalajengking yang terlihat gosong di sisi kiri dan kanannya, Mata tajam pria itu menatap kearah Mei Ling dengan sedikit kelembutan "Apakah aku terlambat?"
"Hm,mm,mm" Mei Ling menggelengkan kepalanya pelan atas pertanyaanya. Air mata mengalir dipipi putihnya dengan deras seolah tidak akan pernah bisa terhenti
"Betapa menyebalkan! Tidak bisakah kau tidur lebih lama? Tinggal sedikit lagi aku akan bisa menikmati dagingnya yang lembut" Pria Hibrida itu berteriak marah kearah Zhang Xifeng seraya melompat mundur menaiki salah satu kalajengking "Baik lupakanlah! Aku hanya akan membunuh kalian berdua dan memakan daging kalian hingga habis, anak kalajengkingku Tangkap mereka untukku! Bunuh! Hehe"
__ADS_1
-end of chapter