Survival End Of The World

Survival End Of The World
26


__ADS_3

Matahari bersinar terang muncul di atas langit setelah kegelapan malam yang panjang. Zhang Xifeng yang berada di tenda kini tengah terbangun, mata Hitamnya yang dingin menatap ke arah bocah mungil yang tengah tertidur memeluk lengannya dengan erat layaknya sebuah guling. Pria itu mendesah pelan dengan sedikit senyuman menghiasi bibirnya


"Sepertinya dia tetap sama!" Bukannya marah dan mendorong tubuh Mei Ling menjauh, ia malah menetapnya lekat-lekat penuh dengan kelembutan.


"Ada apa denganku?" Seolah menyadari tingkahnya yang aneh, Zhang Xifeng menarik tangannya keras dari Mei Ling dan membuat tubuhnya terjatuh kesisi tempat tidur.


"Ughhh" Mei ling mengerang dan terbangun perlahan, mata indah gadis itu menatap sekelilingnya dengan linglung belum tersadar sepenuhnya.


"Bangunlah! Ada banyak hal yang harus kita lakukan!" Zhang Xifeng bersuara dingin menyadarkan Mei Ling seketika.


Mei Ling hanya menatap Jendral Iblis itu dengan kesal, sebelum berbalik pergi untuk membasuh mukanya.


Setelah beberapa jam berlalu, pria yang kemarin membawa Mei Ling dan Zhang Xifeng datang ke tenda mereka dan mengatakan beberapa kata sebelum membawa Mei Ling dan Zhang Xifeng pergi ke suatu tempat.


Sudah tahu kemana arah tujuan mereka, Mei Ling dan Zhang Xifeng hanya terdiam dan mengikuti di belakang Shu Nan dengan patuh.


"Ketua kami disini!" Shu nan bersuara sopan di balik pintu sebuah Tenda yang sangat besar dan kokoh


"Bawa mereka masuk!" Suara di balik pintu terdengar keras, Shu Nan mengangguk ringan dan membuka pintu membawa ke 2 orang bersamanya.


Setelah sampai di dalam tenda, ada sekitar 3 orang memakai tudung menutupi kepala mereka.


"Kau boleh pergi!" Salah satu pria bertudung berbicara ke arah Shu Nan yang mengangguk dan berlalu pergi dari Ruangan.


Setelah kepergian Shu nan, suasana di Ruangan itu sangat sunyi. Saking sunyinya detak jantung bahkan bisa didengar.

__ADS_1


"Jika kalian mau mengikuti kami, maka kalian akan mendapatkan kehidupan yang nyaman! Tapi jika kalian menolak, maka kalian akan mati di sini saat ini juga.! Salah satu pria bertudung bersuara kearah Mei ling dan Zhang Xifeng yang hanya terdiam.


Mei Ling mengerutkan dahinya, sekarang ia dapat melihat kenapa para manusia berkekuatan itu sangat patuh pada mereka. Mereka semua di ancam! Tapi itu sedikit tidak masuk akal, jumlah semua manusia berkekuatan itu lebih banyak di bandingkan 3 Hibrida di depannya. Jadi kenapa tidak menyerangnya bersama saja? Apakah para hibrida ini memiliki kekuatan yang sangat kuat?


"Kenapa kau berfikir seolah kami akan menurutimu dengan sangat patuh? Tidakkah kau berfikir kita dapat membunuhmu?" Zhang Xifeng bertanya datar kearah 3 Hibrida yang tetap menggunakan tudung hitam di kepalanya.


"Hahah... kau benar! Maka lihatlah kami sangatlah berbeda dengan kalian dan tentu saja kekuatan kami lebih kuat dari kalian semua yang bersatu." Salah satu pria lainnya dengan sombong bersuara seraya melepaskan tudung di kepalanya dan di ikuti Hibrida lainnya.


Wajah mereka sangat pucat seperti mayat dengan gigi bergerigi dan mata berwarna Hitam sepenuhnya. Hal ini memang membuat siapa pun akan ketakutan pada mereka.


"Oohhh kalian tidak terkejut?" Hibrida di sebelah kiri terkejut menatap wajah dingin Zhang Xifeng yang tidak berubah, serta wajah kecil Mei ling yang acuh tak acuh.


"Apakah kalian memang mengetahui tentang kami dan sengaja memasuki kamp ini?" Hibrida di tengah bertanya.


Bam. . . Bam. . . * Ledakan *


"Sial" Hibrida dengan tubuh yang gemuk mengutuk kearah Zhang Xifeng melihat salah satu temannya telah mati begitu saja dan menjadi hangus.


*membakar* Bam. . .


Api meledak ke arah Zhang Xifeng dan menabrak sebuah dinding Es yang kokoh. Salah 1 Hibrida dengan wajah keriput menerjang ke arah Mei Ling dengan sebuah tombak


Bam. . .


Tombak panjang berbenturan dengan pedang putih tajam. Mei Ling mengangkat pedangnya untuk menebas Hibrida yang datang ke arahnya. Tubuhnya berkedip dan muncul di belakang hibrida itu

__ADS_1


Bam. . Bugh. . .


Tombak Hibrida memblokir pedang mei ling, membuat Mei Ling kesal dan menendang Hibrida itu dengan keras hingga tersungkur.


Psssttt Bamm. .


Petir Zhang Xifeng menari ringan menuju Hibrida yang di tendang oleh Mei Ling dan membakarnya hingga menjadi Abu.


Zhang Xifeng kembali mengangkat tangannya dan membuat badai salju untuk membekukan Hibrida dengan kekuatan api.


Bamm. . . Bam. .


Api menyala dalam dinding Es yang melingkar seakan dapat redup kapan pun. Hibrida yang di kelilingi oleh Es menggertakkan giginya marah dan akan mnerjang Es..


Crashh!! *Pssttt*


Darah Hitam bercampur Merah busuk mengalir dari kepala Hibrida yang hancur akibat pedang Mei Ling yang menebasnya dengan tiba-tiba.


"Tidak buruk!" Zhang Xifeng memuji ke arah Mei Ling yang tengah muncul di samping Hibrida dan menebasnya.


"Bukankah aku keren?" Mei Ling menyeringai lebar ke arah Zhang xifeng sebelum berkedip dan menghilang untuk muncul tepat di sampingnya.


"Itu memang tidak buruk!" Zhang Xifeng mengangguk ringan memuji kearahnya. Hal ini membuat senyuman di wajah Mei Ling semakin dalam. Zhang Xifeng yang melihatnya juga turut tersenyum ringan.


"Lebih baik kita pergi sekarang. Atau para manusia berkekuatan akan datang dan melihat kita disini" Mei Ling bersuara dan mendapatkan anggukan ringan dari Jendral iblis disisinya. Tangan kecil Mei Ling memegang Tangan besar Zhang Xifeng dan menghilang dari tempat itu seperti Debu.

__ADS_1


-end of chapter


__ADS_2