Survival End Of The World

Survival End Of The World
36


__ADS_3

Banyak Kamp kuat yang telah melakukan perjalanan menuju kearah San Qian. Kamp keluarga Zhang salah satu dari kamp Besar juga berada di antara mereka.


Untuk keluarga Zhang sendiri, itu telah menata tempat yang akan mereka tinggali di San Qian. Mereka dapat tiba terlebih dahulu dari pada Kamp yang lainnya, ini semua berkat kekuatan Teleport Mei Ling yang sangat membantu banyak.


Seolah Raja Zombie dan kawanannya tidak ingin memberikan banyak waktu untuk umat manusia bersiap. Mereka telah melakukan perjalanan dan berkumpul bersama menuju ke arah San Qian dengan jumlah menakutkan.


"Kami melakukakan pemantauan didaerah perbatasan Kota N. Jumlah mereka bertambah dan sangat menakutkan!"


Qi Long salah satu prajurit milik keluarga Wang melaporkan hasil dari pemantauan yang ia lakukan. Saat ini ia tengah berada di sebuah ruangan pertemuan yang baru saja di bersihkan di San Qian. Semua orang penting dan berstatus tinggi tengah berkumpul didalam ruangan itu tepat setelah mereka baru saja sampai di San Qian menggunakan Helikopter dan transportasi pribadi lainnya.


Zhang Xifeng yang berada di ruangan itu memilki wajah gelap yang sangat tidak sedap di pandang. Mata dinginnya memindai peta besar yang terbentang di atas Meja tengah.


Tangan besarnya meraba peta itu sebelum mendesah lirih menatap para pria tua yang berada di hadapannya dan bersuara dalam "Kurasa mereka akan tiba tepat dalam 2 bulan!"


"Mayor Jendral Zhang benar" Wang Xuemin mengangguk setuju pada ucapan Zhang Xifeng seolah telah melupakan perselisihan mereka sebelumnya "Pertama, kami harus membangun sebuah tembok besar yang sangat kokoh! Kita harus mengumpulkan semua manusia berkekuatan tanah dan logam!"


"Itu benar" Zhao Yun mengangguk setuju dan membuat beberapa saran "Mari kita membagi tugas untuk membuat kamp ini selesai secepatnya dan melatih semua Manusia berkekuatan agar dapat bertarung dengan selaras."


Seolah pertemuan itu tampak sangat damai dan berjalan lancar. Para rubah tua yang tadinya memiliki keraguan dan ketidak senangan hanya mengangguk setuju dan menambahkan beberapa ide yang sangat membantu.


Pertemuan itu berlangsung beberapa jam hingga akhirnya selesai. Zhang Xifeng sendiri memiliki tugas untuk melatih para manusia berkekuatan agar dapat bertarung dengan baik. Semua orang memberikan kepercayaan ini padanya karena kekuatan Zhang Xifeng sendiri telah terbukti sangat luat biasa.


Hari berlalu perlahan, semua orang sibuk melakukan semua tugas yang telah di berikan. Seluruh daratan San Qian dikelilingi oleh tembok raksasa yang membentang terlihat sangat kuat dan kokoh.


Mei Ling sama sekali tidak berpartisipasi banyak hal, ia hanya akan membantu Qiao Li dan juga beberapa orang yang membutuhkan bantuannya. Dalam beberapa bulan terakhir ini juga ia tidak lagi dapat melihat batang hidung Zhang Xifeng. Tidak peduli seberapa ia merindukan pria dingin itu, Mei Ling sangat mengerti ia tidak dapat membiarkan perasaan pribadi menghambatnya. Zhang Xifeng sendiri juga telah meminta prajuritnya untuk datang menemui Mei Ling dan memintanya tetap berada disisi Qiao Li saat perang itu terjadi. Ia benar-benar tidak memiliki banyak pilihan lain pada dirinya, dan hanya mengangguk setuju. Walaupun ia ingin terlibat di garis depan, ia juga tahu Qiao Li sangat berharga untuk Zhang Xifeng. Dengan dia disisi ibunya Zhang Xifeng pasti akan merasa tenang. Lagi pula kekuatan si Kembar sangatlah di butuhkan daripada kekuatannya.


"Apakah membosankan berada disini dengan bibi tua sepertiku?" Qiao Li bersuara menatap kearah Mei Ling yang tengah termenung menatap kearah lain dengan pandangan kosong


Mei Ling tersentak sejenak sebelum tersenyum dan menjawab lirih "Tidak bibi, bukan begitu. Hanya saja aku ingin berada disisinya saat pertempuran berlangsung."


"Aku juga mengkhawatirkannya" Qiao Li mendesah lirih "Kau dapat pergi dan bertarung dengannya saat pertempuran datang. Aku akan baik-baik saja, disini sangat aman. Banyak prajurit yang menjaga tempat ini"


"Itu tidak mungkin!" Mei Ling menolak keras "Zhang Xifeng telah memintaku, maka aku akan melakukan apa yang ia minta. Tidak peduli sebesar apa aku ingin pergi dan khawatir padanya, aku akan tetap disini dan menjaga bibi. Aku tidak ingin melakukan kesalahan lagi"

__ADS_1


"Mei Ling...."


"Bibi tidak apa-apa.." Mei Ling mengangguk lirih dengan senyuman di wajahnya


"Baiklah! Maka mari berdoa agar semua kembali dengan selamat"


"Benar!" Mei Ling kembali mengangguk setuju sebelum mengalihkan pandangan matanya kearah luar "Aku Mohon tetaplah Hidup dan baik-baik saja!"


****


Api menyala terbang menghantam gerombolan Zombie dengan ganas. Seolah api itu tidak cukup, bilah tipis dari air dan angin yang terlihat seperti sebuah pisau terbang dan menebas kearah kumpulan Zombie dengan sengit.


ROARRR.. ...


Raungan Zombie bergema menakutkan membentuk gelombang mengitari tembok kokoh San Qian.


"Lakukan lagi! Buat Bom api dan Bom Logam panas!" Salah satu prajurit yang berdiri di atas tembok memberikan perintah pada para manusia berkekuatan yang berjejer rapi disisinya.


Seolah Jutaan Zombie yang menakutkan itu tidak membuat gentar mereka. Semua para manusia berkekuatan hanya melakukan tugasnya dengan cepat tanpa cacat.


"Itu adalah si Kembar yang menakutkan!" Salah satu pria yang berada di kerumunan berseru kearah temannya dengan tangan menembakkan Api pada Zombie di hadapannya


"Kau benar! Lihatlah daerah Utara benar-benar lenyap dalam kabut hitam!" Teman pria itu menjawab dengan kekaguman


"Mereka Hebat, tapi lihatlah disisi barat. Jendral Iblis membantai Ribuan Zombie menjadi Abu!"


"Ahh... kau benar! Keluarga Zhang Memang menakutkan!"


"Apa yang kalian gumamkan? Berhenti berbicara dan cepat serang Zombie dengan Bom Api dan Logam Panas!" Pemimpin Pria yang tadi bersuara menegur para manusia berkekuatan yang berada di bawah Komandonya


"Kapten Shin, jangan terlalu keras. Mereka hanya membutuhkan sedikit hiburan agar tidak terlalu tegang!" Seorang pria yang berada disisi Shin Jiao tersenyum lembut


"Kolonel Meng, maaf tapi aku bebar-benar tidak dapat membuat mereka membagi perhatian mereka. Jutaan Zombie dihadapan kami bukanlah hal yang sepele!"

__ADS_1


Kolonel Meng tertawa keras mendengar ucapan Juniornya itu, mata Hitamnya menatap kumpulan Zombie di bawahnya dengan penuh rasa jijik dan niat membunuh "Kau benar, Kawanan Zombie ini bukanlah hal yang dapat di pandang sebelah mata. Tapi kau lihat!" Ia terhenti sejenak dan mengalihkan pandangan matanya kearah Zhang Xifeng dan Si Kembar berada "Dengan keberadaan mereka saja, para Manusia berkekuatan memiliki kepercayaan Mutlak dan kehilangan rasa takut dan digantikan dengan semangat tempur!"


"Itu benar!" Shin Jiao mengngguk enggan seraya menatap kearah yang sama dengan Kolonel Meng


BOMMMMMMM. . . . . .


Ledakan Bom Api dan Logam Panas yang mencair terjun meluncur menghantam kearah kawanan Zombie dengan kejam. Ledakan itu membunuh kumpulan Zombie layaknya mentega.


RROOOAAARRR . . . ..


Raja Zombie mengaum marah, mata merahnya melotot kearah tembok yang berada sangat jauh darinya.


Perang ini baru saja terjadi selama 3 hari, Jutaan Zombie yang di bawa oleh Raja Zombie telah musnah hampir setengah, namun begitu, para Zombie itu sama sekali tidak berkurang dan hanya bertambah.


Seolah kedatangan Raja Zombie seperti Magnet, Seluruh Zombie berbondong-bondong datang menerima panggilannya untul berperang di San Qian tanpa henti.


Manusia berkekuatan telah bertarung dengan sangat rapi dan selaras di atas tembok besar yang baru saja di bangun. Setiap tembok akan memiliki meriam tempur dan serang jarak jauh manusia berkekuatan yang kuat. Kerja sama diantara mereka sangat selaras dan terjalin dengan baik hingga dapat menahan dan memusnahkan gelombang Zombie sebelum mendekat kearah tembok San Qian.


Selama perang, banyak para manusia berkekuatan yang tengah menunjukkan kekuatannya yang hebat dan ganas. Tapi walau begitu orang yang paling menonjol tetaplah Jendral Iblis dan Si Kembar yang menghancurkan segalanya.


....


Sesosok Pria bertudung yang berada di kejauhan mengamati perang dengan sebuah jari-jari tangan manusia yang patah disela-sela mulutnya.


Pria itu tersenyum lembut sebelum bersuara kearah pria di sampingnya "Lu Han, Bos memintamu untuk menyusup. Apakah semua berjalan dengan baik?"


Pria yang bernama Lu Han itu mencibir kearah pria yang bertanya kearahnya "Jangan samakan aku denganmu Han Lou, aku akan melakukan tugasku dengan baik!"


"Hahaaa itu bagus, memiliki kekuatan merubah penampilan memang mengagumkan!" Han Lou tertawa keras menunjukkan deretan giginya yang tajam "Tugas selanjutnya dari Bos adalah untuk memancing gadis itu keluar dari sarangnya saat Pria Dingin yang berada di garis depan berhadapan dengan Raja Zombie!"


"Aku akan pergi sekarang!" Lu Han mengangguk lirih kearah Han Lou dan melangkah pergi menjauh, setelah cukup jauh penampilannya yang putih pucat menjijikkan berubah menjadi pria yang berpenampilan hangat.


"Mayor Qi Long, Kolonel Meng mencarimu!" Seorang prajurit datang mendekat kearah Lu Han yang tengah berubah menjadi Qi Long, Lu Han hanya mengangguk lirih kearah prajutit dan berlalu pergi dengan seringai dibibirnya.

__ADS_1


-End of chapter


__ADS_2