
Dengan kemenangan Zhang Xifeng atas Raja Zombie, seluruh Manusia yang berada di wilayah San Qian bersorak keras dengan semangat yang membara untuk membunuh sisa-sisa Zombie yang masih menyerang.
Pertempuran akhir berjalan beberapa jam sebelum Manusia berkekuatan di San Qian dapat memukul mundur dan membunuh sebagian Zombie. Zhang Xifeng pahlawan perang itu baru saja sampai di tembok kota dan bersiap untuk kembali memimpin di tempanya sebelumnya, ia terhenti sejenak akibat seorang prajurit yang berlari kearahnya dengan nafas yang tertahan.
"Jendral Zhang, ibu... ibu anda terluka dan sedang berada di rumah sakit medis saat ini..."
"Apa yang terjadi?" Zhang Xifeng bertanya cepat kearah prajurit di hadapannya, tidak menunggu jawaban prajurit itu Zhang Xifeng hanya berlari menjauh untuk menuju kearah rumah sakit medis di San Qian.
"Aku serahkan ini padamu! Xiumei ayo kita pergi juga!" Zhang Xiuhan bersuara cepat pada salah satu prajurit dan menyeret Xiumei untuk menyusul kakaknya menuju kearah Rumah sakit
Zhang Xifeng terlihat sangat cemas dengan detak jantungnya yang tidak beraturan. Ia khawatir pada ibunya tentu saja, tapi yang lebih ia khawatirkan adalah. Dengan adanya Mei Ling disisi ibunya, bagaimana ibunya dapat terluka? Kecuali sesuatu terjadi pada Mei Ling! Dengan banyaknya pikiran buruk di otaknya. Dada Zhang Xifeng menjadi lebih sesak dan sulit bernafas karena rasa takut dan khawatir.
"Ibu?"
Zhang Xifeng berseru lirih menatap sosok ibunya yang tengah terbaring tidak sadarkan diri di sebuah tempat tidur. Tubuh ibunya memar dengan banyak luka, dan ada juga darah yang masih sedikit merembes keluar dari balutan putih yang membungkus lukanya.
"Ibu....." Zhang Xiuhan dan Zhang Xiumei terisak ringan setelah sampai tepat di belakang Zhang Xifeng. Mereka mendekat kearah Ibunya dengan air mata yang keluar dengan derasnya.
"Apa yang terjadi?" Suara dingin Zhang Xifeng terdengar lebih dingin melihat pemandangan di hadapannya.
Mata dingin hitamnya memindai seluruh ruangan tempatnya berkumpul. Semua anggota keluarganya ada disana, mulai dari kakek hingga ayah dan pamannya. Namun, Zhang Xifeng tidak dapat melihat sosok mungil yang telah lama ia ingin lihat. Hal ini membuat niat membunuh yang lebih tebal dari saat ia berhadapan dengan Raja Zombie keluar dari tubuhnya.
Seolah ruangan itu terasa mencekik dan suram, semua orang hanya terdiam dèngan ekspresi tertekan dan hanya ada suara isak tangis si kembar yang terdengar.
"Itu adalah ulah Hibrida!" Rong Yan bersuara lirih sebelum menepuk pundak Zhang Xifeng lembut "Ibumu akan baik-baik saja, tidak ada luka yang fatal pada tubuhnya! Tapi untuk Ye Ling..."
Zhang Xifeng sedikit menghela nafas mendengar kondisi ibunya tidak terlalu buruk, tapi saat ia mendengar nama yang ia Rindukan tubuhnya kembali menegang.
.......Beberapa Jam yang lalu
Mei Ling tengah berada di dalam rumah bersama dengan Qiao Li. Mereka berdua hanya dapat mendengarkan suara raungan dan benturan dari peperangan dengan cemas, walau pun begitu ke dua orang wanita itu yakin bahwa orang yang mereka sayangi akan baik-baik saja dan kembali dengan selamat setelah memenangkan peperangan.
Saat Mei Ling dan Qiao Li yang cemas melakukan banyak hal aneh untuk membantu menghilangkan rasa cemas mereka seorang prajurit datang mendekat kearah mereka dengan cemas.
"Mayor Jendral Zhang terluka parah akibat bertempur dengan Raja Zombie, saat ini beliau tengah berada di Kamp Medis!" Prajurit itu berbicara dengan kasar dan nafas yang tersedat.
Tubuh Mei Ling bergetar hebat mendengar kalimat yang keluar dari mulut prajurit itu, Mata indah gadis itu melotot dengan Air mata kristal yang perlahan metes tak terkendali.
"Apa..? Dia..? Bagaimana keadaannya?" Qiao Li bertanya dengan suara gemetar, ia mendekat kearah prajurit itu dan menarik pakaiannya erat dengan takut.
"Dia tidak dalam keadaan yang baik, Nyonya harap tetap disini, pertempuran sedang berlangsung dan keadaannya terlihat memburuk! Tuan muda Zhang Xiuhan meminta saya kemari jika mungkin Ye Ling ingin pergi melihat keadaan Jendral Zhang sebentar!"
"Aku.. aku juga ingin melihatnya!" Qiao Li menjawab tegas pada prajurit itu
Mei Ling yang terdiam bodoh dan linglung tersadar dan turut bersuara "Aku akan melihatnya bersama bibi, mungkin memang keadaan disana sangat berbahaya karena perang. Tapi, aku tidak dapat meninggalkannya sendirian disini! Aku sudah berjanji pada Zhang Xifeng untuk terus bersama bibi!"
Mendengar ucapan tegas Mei Ling dan Qiao Li, prajurit itu mendesah pelan sebelum mencengkram pergelangan tangan Qiao Li yang menarik bajunya.
Dengan tarikan kasar dan cepat, prajurit itu menarik tubuh lemah Qiao Li kearah pelukannya "Aku benar-benar hanya ingin memancingmu keluar dari sini seorang diri dan tidak membuat masalah dengan wanita ini! Kau tahu menghadapi Zhang Xifeng saja cukup merepotkan, apalagi menghadapi si kembar. Itu diluar kemampuanku. Tapi, sepertinya kau tidak memberiku pilihan!"
__ADS_1
Melihat situasi yang tidak beres Mei Ling tersentak kaget dan ingin merebut kembali Qiao Li. Namun, tubuhnya menjadi kaku saat melihat kuku hitam tajam berada tepat di leher putih Qiao Li.
"Bergeraklah lebih dekat dan kepala ini akan lepas dari tubuhnya!"
"Apa yang kau inginkan?" Mei Ling melotot tajam kearah prajurit itu dengan niat membunuh yang merembes keluar
"Mei Ling kau harus lari.....!"
"Pertama, mari kita bungkam wanita ini agar tidak berbicara aneh dan memintamu lari!" Suara prajurit itu menyela ucapan Qiao Li, tangannya bergerak untuk menggores tubuh Qiao Li dengan cakarnya dan menghantam perutnya dengan tinju yang ganas.
Qiao Li mengerang kesakitan dan pingsan tidak sadarkan diri.
"Bibi!!!!!!! Hentikan itu!!!!"
"Diamlah! Kau membuat banyak prajurit yang berjaga diluar berdatangan kemari nantinya!" Prajurit pria itu kembali bersuara dan membentak kearah Mei Ling dengan ganas
Mei Ling terdiam dan menggertakkan giginya keras menatap kearah prajurit itu dengan niat membunuh yang tebal.
"Kami mendengar keributan! Apa yang terjadi?.... siapa- apa yang kau lakukan Mayor Qi Long?" Seorang prajurit berdatangan masuk kedalam ruangan setelah mendengar keributan yang terjadi, mereka semua membeku di tempatnya berdiri melihat pemandangan itu.
"Arara... lihatlah! Kau membuat mereka berdatangan! Sekarang aku menjadi lebih kesal!" Qi Long mendengus kesal dan kembali meninju tubuh Qiao Li yang tidak sadarkan diri menjadi babak belur
"Hentikan! Kumohon hentikan! Bukankah kau menginginkanku! Aku mohon berhenti menyakiti bibi!" Mei Ling menangis keras kearah Qi Long dengan memohon, ia menatap para prajurit yang berada di dalam ruangan itu dengan nada ancaman "Jangan bertidak gegabah!"
"Baik, sekarang.. mari lihat, karena rencananya tidak berjalan dengan lancar. Mari kita buat rencana B" Qi Long berseru acuh tak acuh seraya mengambil sebuah suntikan dan menyuntikkannya pada tubuh Qiao Li
Qi Long hanya terkekeh pelan melihat Mei Ling yang tidak terkendali, ia mundur menghindari tendangan Mei Ling setelah menyuntikkan setengah cairan dalam tubuh Qiao Li
"Itu adalah racun! Jika tidak di beri penawar, ia akan mati dalam 10 menit!" Para prajurit yang berlari untuk menangkap Qi Long lagi-lagi terhenti di tempatnya tidak tahu harus bagaimana
"Kamu-!!"
"Aku memiliki penawarnya, tapi itu ada di tempat yang jauh! Jika kau menginginkannya kau harus berteleport kesana bersama denganku!" Qi Long hanya menaikkan bahunya ringan seraya terduduk di salah satu sofa dengan acuh tak acuh
Mei Ling menangis keras memeluk tubuh Qiao Li, ia marah pada dirinya sendiri karena lagi-lagi menjadi bodoh dan ceroboh. Dengan begini, bagaimana ia bisa menghadapi Zhang Xifeng? Bagaimana ia bisa terus berada disisinya jika melindungi ibunya saja ia gagal?
"Aku akan pergi. Bibi tunggulah aku membawa penawar Racunnya!"
"Tuan muda, lebih baik kami menghubungi Jendral atau Tuan Muda Zhang Xiuhan saja! Jangan bertindak gegabah!" Salah satu prajurit mengingatkan Mei Ling yang terlihat buruk
"Aku akan membawa bibi Qiao Li ke kamp Medis dulu lalu kembali kemari untuk pergi bersamamu!" Mei Ling berseru tegas kearah Qi Long, ia menatap para prajurit di ruangan itu dan kembali bersuara "Ini semua salahku karena ceroboh, aku akan melakukan tugasku! Jangan melakukan apapun untuk menghentikanku!"
Tubuh Mei Ling berkedip dan menghilang membawa tubuh Qiao Li bersamanya kearah Rumah Sakit di kamp San Qian.
Setelah sampai disana ia menyerahkan Qiao Li pada Rong Yan dan menceritakan segalanya. Rong Yan meminta Mei Ling untuk tetap tinggal dan tidak bertidak ceroboh, ia akan membantu untuk menemukan penawar racunya. Ia takut jika ini hanya jebakan untuk Mei Ling. tapi Mei Ling dengan tegasnya menggeleng dan meminta Rong Yan untuk menjaga Qiao Li.
"Kami memeriksa secara keseluruhan setelah beberapa menit dan menemukan bahwa Racun dalam tubuh Qiao Li hanyalah Zat pelumpuh yang kuat. Itu tidak menimbulkan hal yang fatal, hanya melumpuhkannya untuk sementara." Rong Yan bersuara dengan desahan "Aku mengira bahwa mereka hanya bermain-main dan ingin membawa Ye Ling dengan melakukan ini!"
Tangan tinju Zhang Xifeng terkepal erat mendengarkan keseluruhan cerita, ia sangat yakin jika Hibrida itu tengah menargetkan Mei Ling. Hal yang tidak ia mengerti adalah, kenapa mereka menargetkan Mei Ling? Apakah ada sesuatu yang ia tidak tahu?
__ADS_1
Saat Zhang Xifeng berkelana dengan pikirannya sendiri, seorang prajurit datang kearah mereka semua yang terdiam dengan pucat dan sedikit ketakutan
"Jendral, ada serangan Hibrida dari segala arah yang mengepung San Qian!"
"Apa? Kenapa hal ini harus terjadi tepat saat kita sudah hampir melenyapkan para Zombie?" Kakek Zhang Jiangwu berseru terkejut dan sedikit kesal
Zhang Xifeng mengerutkan alis indahnya, sebuah pikiran melintas di otaknya. Jika ini sama dengan apa yang ia kira. Mereka para Hibrida lebih Cerdas dan mirip dengan manusia dari pada Zombie, maka akan sangat mungkin jika mereka membawa Mei Ling untuk menarik keluar Zhang Xifeng agar tidak terlibat dan memberikan perintah untuk para Manusia dalam pertempuran melawan Hibrida. Jika begini mereka semua akan memiliki semangat yang lebih rendah dan mudah untuk dikalahkan.
"Kita harus kembali ke garis depan dan memulai pertempuran lagi!" Zhang JunQing yang dari tadi terdiam bersuara lirih, tangan besarnya menarik tubuh Zhang Xiuhan dan Zhang Xiumei yang masih terisak didekat ibunya "Mereka membutuhkan kalian! Ibumu akan baik-baik saja bersama Rong Yan disini!"
"Bagaimana itu mungkin! Semua orang mengatakan bahwa ibu akan baik-baik saja bersama Ye Ling tapi dia tidak! Aku tidak akan pergi dan akan melindungi ibuku sendiri dengan tanganku!" Zhang Xiumei mengamuk kearah ayahnya, ia menangis keras dengan penuh penyesalan menyentuh luka-luka di tubuh ibunya
"Xiumei berhenti bersikap egois, aku juga menghawatirkan ibu sama sepertimu! Tapi jika kita sampai kalah dalam perang ini, bukan hanya ibu yang akan Mati tapi semua orang termasuk ayah, kakek dan kakak! Kita harus pergi dan bertempur!" Zhang Xiuhan menepuk kepala Xiume lembut membuat Xiumei menangis lebih keras dan memeluk tubuhnya
"Baik mari pergi sekarang!" Kakek Zhang kembali mengingatkan setelah semua setuju untuk kembali bertempur
Zhang Xifeng yang terdiam menatap semua orang didalam ruangan dengan perasaan tertekan dan sakit didadanya, ia tidak tahu harus bagaimana. Mungkin sekarang ia akan terlihat egois dan mungkin juga seluruh keluarganya akan membencinya dan sangat dipastikan seluruh Dunia nanti akan mengutuknya. Tapi ia benar-benar tidak bisa lagi tinggal diam.
"Aku tidak bisa pergi" Zhang Xifeng bersuara lirih namun, suara lirihnya masih terdengar oleh semua orang dan menghentikan langkah kaki mereka
"Apa yang kau ucapakan Feng'er?" Zhang JunQing bertanya bingung melihat putranya yang selalu berwajah dingin kini terlihat tertekan dan sedih
"Aku... aku akan pergi untuk menyelamatkan Ye Ling! Aku harus pergi!"
"Zhang Xifeng hal bodoh apa yang kau ucapkan? Apakah kau tahu bagaimana situasi kita saat ini?" Kakek Zhang berteriak marah pada cucu kebanggannya, ia selalu bangga pada apa yang dilakukan Zhang Xifeng, namun sekarang ia sangat kecewa
Zhang Xifeng mendesah pelan menatap seluruh keluarganya didalam ruangan dengan sedih dan kembali bersuara tegas "Aku harus menyelamatkannya!"
"Kakak! Dia membuat ibu terluka! Kenapa kau harus peduli pada orang asing sepertinya dan meninggalkan kami yang adalah keluargamu!" Xiumei berteriak marah kearah Zhang Xifeng
"Xiume, itu bukan salah Ye Ling!" Rong Yan menegaskan kearah Xiumei
"Tetap saja, ibu terluka karena Hibrida itu datang untuk Ye Ling, dia membuat ibu menjadi sandera agar Ye Ling ikut dengannya!"
Saat kalimat itu keluar dari mulut kecil Xiumei seluruh ruangan kembali menjadi sunyi dan hening. Semua mata menatap kearah Zhang Xifeng yang hanya terdiam dengan pandangan mata yang tegas seraya mengepalkan tinjunya dengan erat.
"Ada sesuatu yang tidak bisa kau katakan bukan?" Zhang JunQing bertanya lembut menepuk pundak putranya, melihat Zhang Xifeng yang tetap diam, ia mendesah dan kembali berbicara "Pergilah dan selamatkan dia! Pastikan kalian kembali dengan selamat dan menjelaskan semuanya nanti!"
"JunQing!"
"Ayah!"
Xiume dan kakek Zhang berteriak keras kearah Zhang JunQing dengan tidak setuju. Namun, teriakan mereka seolah tidak mengubah keputusan yang telah diambil oleh Zhang JunQing dan juga Zhang Xifeng.
"Terimakasih ayah!" Zhang Xifeng mengangguk ringan kearah ayahnya sebelum beranjak untuk pergi
"Serahkan San Qian padaku! Jangan khawatir tentang apapun dan hanya kembali dengan selamat. Kami akan menunggumu dengan selamat dan kemenangan!" Zhang Xiuhan bersuara setelah terdiam mengamati. Zhang Xifeng tersenyum dan mengangguk ringan kearah adik lelakinya yang telah dewasa dan dapat diandalkan itu, ia pergi dengan langkah ringan tidak lagi memiliki kekhawatiran yang tersisa.
-End of chapter
__ADS_1