Survival End Of The World

Survival End Of The World
33


__ADS_3

Zhang Xifeng berdiri tegap di atas sebuah panggung kecil dengan tangan yang terangkat menuliskan beberapa strategi di papan putih.


Saat ini Mei Ling berada di pojokan, tidak bergerak sedikitpun, ia bahkan sangat takut untuk bernafas kasar.


Mereka berdua tengah berada di sebuah ruang aula yang cukup luas karena pertemuan besar ke 2 yang dilakukan setelah kemunculan Zombie.


Banyak sekali orang-orang berkedudukan tinggi ataupun orang dengan status dan kekuatan hebat berada di ruangan ini, mereka tengah membahas tentang kemunculan Raja Zombie. Mei Ling sendiri dapat muncul karena tengah mengantarkan Zhang Xifeng kemari.


"Jadi kau mengusulkan agar kita semua untuk pindah dan membangun Markas baru di perbatasan Kota S dan Kota O? Di daerah San Qian?" Marsekal Wang Xuemin bertanya kearah Zhang Xifeng dengan alis indahnya yang terangkat tinggi.


Zhang Xifeng mengangguk Sopan pada Pria di hadapannya dan menjelaskan perlahan "Karena kelahiran Raja Zombie, sudah dipastikan akan terjadi serangan Gelombang Zombie besar-besaran dalam beberapa bulan Kedepan. Menurut Prediksiku Raja Zombie akan membawa Ribuan tentaranya untuk menyerang setiap markas dan Kamp dari arah Selatan. Jika kita tetap berada di Markas masing-masing untuk membela diri, sudah di patikan kita akan di hancurkan oleh banyaknya pasukan Zombie yang di bawa olehnya. Maka dari itu aku mengusulkan agar kita semua, seluruh Kamp di dataran China melakukan tindakan lebih awal dengan membangun Markas baru di daerah San Qian!"


Marsekal Wang dan semua yang berada di dalam ruangan itu mengangguk mengerti tentang ide yang di katakan Zhang Xifeng. Namun begitu ia tetap saja tidak bisa menyetujuinya begitu saja.


Mei Ling yang terdiam melihat mereka sejak awal sangat gugup. Zhang Xifeng sedang berbicara dengan Marsekal Wang, Pemimpin Klan terbesar dan No, 1 setelah kiamat. Bahkan di samping Marsekal Wang ada Keluarga no 3 - 10 yang terkenal tidak akur dan bersaing untuk sumber daya.


Melihat Hal ini, lagi-lagi Mei Ling ingin menangis, masa depan berubah menjadi tidak lagi sama seperti yang ia ketahui. Serangan gelombang Zombie akan menghancurkan banyak Klan dan Markas Besar sebelum mereka membuang kesombongan dan ke egoisan mereka untuk bergabung menjadi satu bertarung bersama. Tapi sekarang, Gelombang itu belum di Mulai dan Zhang Xifeng dengan tegas menarik mereka semua untuk mendengarkan idenya.


"Itu tidak mungkin kita lakukan! Kami telah memiliki Markas yang telah stabil di tempat kami masing-masing. Jadi sangat sulit untuk meninggalkan Markas itu dan membangun yang baru di tempat seperti San Qian yang masih memiliki banyak Zombie!" Letan Jendral Liu Bang membuka Suara


"Itu benar apa yang di katakan Oleh Letnan Jendral Liu Bang! Tidak mungkin kami semua dapat akur dan berbagi di suatu Wilayah bersama! Lagi pula, dengan Kamp kami yang telah kokoh dan stabil kami cukup merasa percaya diri dengan kemampuan kami untuk bertahan atau mungkin menghancurkan Zombie itu!" Letnan Jendral Long Guo Quan turut menimpali


"Tapi kenapa itu harus di San Qian?" Letnan Jendral Zhao Yun mempertanyakan hal itu pada Zhang Xifeng yang tengah di serang oleh para rubah tua. Ia juga tidak lupa sedikit mengalihkan tatapannya kearah Mei Ling yang berdiri diam di pojok. Tentu saja Zhao Yun tahu bahwa putrinya tengah berpenampilan pria dan mengikuti Zhang Xifeng. Maka untuk menyenangkan putrinya sedikit, ia mengalihkan para orang tua itu agar membuat Zhang Xifeng dapat sedikit bernafas.


"Karena tempat itu sangat strategis!" Zhang Xifeng menjawab Zhao Yun dengan sedikit terimakasih dimatanya "Disisi kiri tempat ada Danau panjang yang membentang Luas hingga kepegunungan disisi Belakang. Sedangkan disisi kanan sendiri memiliki Lautan luas sebagai pelindung. Maka satu-satunya Jalan keluar dan masuk adalah sisi depan yang sangat sulit dengan adanya Hutan! Itu akan mempersulit serangan Zombie. Tempat itu sangat luas, kita juga dapat membangun kembali kamp-kamp yang lebih besar disana!"

__ADS_1


Zhao Yun mengangguk setuju "Itu tedengar cukup bagus!"


"Percayalah! Tidak peduli seberapa kuat Kamp kita saat ini atau seberapa tangguh kekuatan yang kita miliki. Kita tetap tidak akan dapat menang seorang diri melawan Jutaan Gelombang Zombie yang dipimpin langsung oleh Raja Zombie!" Zhang Xifeng berbicara tegas dengan Mata dinginnya yang menusuk setiap orang dalam Ruangan "Jika kalian tidak ingin bergabung denganku! Kalian di bebaskan untuk pergi! Sedangkan untuk yang setuju denganku silahkan tinggal!"


Merasakan aura mencekik yang keluar dari Mayor Jendral Muda Zhang Xifeng para orang tua yang tadinya banyak bicara itu terdiam membisu. Meskipun mereka masih sedikit ragu, mereka semua memutuskan untuk tinggal dan mendengarkan Jendral iblis itu untuk kebaikan masa depan.


"Maka aku akan menjelaskan!" Zhang Xifeng memulai penjelasannya setelah melihat semua orang terdiam dan menuruti ucapannya "dalam beberapa bulan, kami akan mengirim manusia berkekuatan yang kuat dalam Jumlah Batch untuk membersihkan daerah San Qian, lalu kami akan............"


Rapat itu berlangsung cukup lama, Mei Ling yang merasa sedikit bosan Keluar dari ruangan itu untuk menghirup udara segar. Ia sangat terkesan pada Zhang Xifeng yang terlihat gagah dan sangat menawan hingga mampu membuat para orang-orang menyebalkan itu semua terdiam.


"Aku melihatmu datang bersama Xiao Feng! Apa kalian cukup dekat?" Suara lembut seorang wanita datang dari sisi kiri tubuh Mei Ling


Mei Ling mengalihkan tatapannya keasal suara hanya untuk menangkap seorang wanita Cantik denga tubuh menggoda serta tinggi dan menawan.


"Ohh, maaf aku lupa memperkenalkan diri!" Wanita itu tersenyum manis seraya berdirk tepat disebelah tubuh Mei Ling "Namaku Liu Yan"


Seolah sebuah Bom jatuh dan menghantam dada Mei Ling dengan kejam saat ia mendengar nama wanita di hadapannya itu. Kenapa Mei Ling bisa melupakan itu?


Liu Yan adalah Tunangan Zhang Xifeng di kehidupan Mei Ling sebelumnya. Mereka di kenal sebagai 2 pasangan yang sangat serasi dan cocok. Semua wanita ataupun Pria sangat iri dengan 2 pasangan yang begitu sempurna itu.


Seolah tubuh Mei Ling merespon pikirannya dengan baik, tubuh kecilnya mulai gemetar dengan detak jantungnya yang meletup.


Bagaimana ini? Jika mereka bertemu bukankah Zhang Xifeng akan meninggalkannya untuk Liu Yan? Apa yang harus dilakukan? Zhang Xifeng juga bukan seorang Gay, dan ia tahunya Mei Ling seorang Pria. Tentu saja saat melihat Liu Yan yang Cantik Zhang Xifeng akan pergi darinya! Apalagi Mei Ling telah berbohong padanya! Ia takut, benar-benar takut jika Zhang Xifeng tidak menginginkannya lagi dan membencinya! Apa yang harus ia lakukan?


Melihat bocah disampingnya tidak merespon dan malah terlihat gelisah. Liu Yan menjadi bingung, saat tangan putihnya hendak memegang pundak bocah itu dan bertanya ada apa. Sebuah tangan mencengram tangannya dan menarik tubuh bocah itu menjauh darinya.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan hingga membuat orangku ketakutan?" Suara dingin Zhang Xifeng terdengar dan menyembunyikan Mei Ling di belakang punggungnya


"Ohh, ayolah Xiao Feng. Kau terlalu protektif!" Liu Yang tertawa lembut kearah Zhang Xifeng "Pertemuannya sudah selesai?"


Zhang Xifeng mengabaikan Liu Yan dan melihat Mei Ling yang kini hanya Diam melihat kearahnya dengan pandangan gelisah dan sedikit takut. Zhang Xifeng mengaitkan kedua Alisnya bingung dan hendak bertanya. Namun, suara Liu Yan kembali mengganggunya.


"Jika Pertemuannya sudah selesai! Biaskah kita berbicara sebentar?" Tidak mendapatkan jawaban dari Pria di hadapannya Liu Yan kembali bersuara seraya melirik kearah Mei Ling dengan penasaran


"Apa yang ingin kau bicarakan?"


"Apakah kau yakin ingin aku mengatakannya disini?" Liu Yan kembali bertanya dengan tersenyum menggoda


Zhang Xifeng mendesah dan mengangguk pelan "Mari cari tempat untuk bicara!" Ia menatap kearah Mei Ling sejenak sebelum kembali berbicara "Aku akan kembali secepatnya! Jangan berkeliaran dan tunggu dengan tenang!"


Mei Ling yang terdiam kembali tersadar dan mengangkat tangannya untuk menarik baju Zhang Xifeng tidak membiarkannya pergi.


"Ye Ling...?" Zhang Xifeng menatap Mei Ling dengan bingung


Mendapatkan tatapan mata seperti itu dari Zhang Xifeng, Mei Ling dengan enggan meletakkan tangannya dari baju Zhang Xifeng. Karena sedikit kesal, ia berlalu pergi terlebih dahulu sebelum Zhang Xifeng pergi meninggalkan tempat itu.


Zhang Xifeng "...?"


Liu Yan "...?"


-End of chapter

__ADS_1


__ADS_2