Survival End Of The World

Survival End Of The World
22


__ADS_3

Di dalam ruangan dengan luas 5×8 meter terlihat dua orang pria saling duduk berhadapan dan satu orang wanita yang duduk disisi lainnya dengan diam menatap ke dua pria disisinya dengan bosan. Bahkan ia terlihat menguap untuk yang kesekian kalinya.


"Ini suatu kehormatan untuk kamp keluarga kami kedatangan Mayor Jendral berbakat.!"


Zhao Yun membuka percakapan setelah keheningan lama yang terasa menyesakkan. Mata pria paruh baya itu melihat ke arah Mei Ling yang duduk di sofa untuk tamu di ruangannya. Jika seseorang memperhatikan pandangan mata Zhao Yun. Mereka pasti akan melihat seorang pria paruh baya yang terlihat penuh dengan kesedihan dan juga kebahagiaan menatap gadis yang terduduk di sofa.


"Anda terlalu memuji Letnan!" Zhang Xifeng menolak ucapan pria di hadapannya dengan datar


"Saya mengalami sedikit masalah dalam perjalanan dan berakhir tiba di kota T. Jika memungkinkan saya ingin meminta beberapa hal merepotkan pada anda."


Zhao Yun tersenyum lembut kearah Zhang Xifeng. Pria paruh baya itu mengalami banyak kesulitan karena Jendral Iblis ini.


Keluarga Zhao hanya memiliki satu ahli waris. Dia adalah putranya Zhao Chou. Zhao Chou adalah putra yang berbakat sebelum bertemu dengan Jendral Iblis ini.


Mereka memiliki usia yang sama, dan karena putranya menyukai kompetisi. Maka dia selalu melakukan hal-hal aneh untuk membuat Zhang Xifeng menerima tantangannya. Namun, semua yang ia lakukan berakhir dengan kekalahan.


Itu membuat putranya sedikit depresi selama beberapa tahun hingga akhirnya sembuh dan dapat menerima kenyataan. Sejak saat itu Zhao Chou hanya akan menghindari untuk menantang Zhang Xifeng dan fokus pada hal yang ia lakukan sendiri.


Tapi itu semua juga terjadi tidak terlalu lama. Hingga putranya kembali mengganggu Zhang Xifeng. Dia mengatakan ingin berteman dengan Jendral Iblis itu. Namun, seluruh Dunia tahu jika Jendral di hadapannya ini adalah seorang Anti sosial akut.


Meski begitu Zhao Chou tetap tidak menyerah hingga kini. Dan hal itu lah yang membuat kepala Zhao Yun pusing dengan tingkah putranya yang mencoba berteman dengan melakukan hal-hal aneh.

__ADS_1


Jika saja Zhao Yun bukan seorang tetua, ia pasti sudah berlari dan menerkam ke arah Zhang Xifeng dan meminta bocah itu untuk berhenti bersikap keras kepala dan jadilah teman Zhao Chou agar ia dapat hidup tenang!


"Tentu saja kamp ini akan membantu sebisa mungkin semua hal yang di butuhkan oleh Mayor muda. Jadi tidak perlu sungkan!"


"Terimakasih!" Zhang Xifeng mengangguk ringan kearah Zhao Yun atas jawaban yang ia berikan.


"Jika mungkin aku juga ingin kamp ini untuk memberikan tempat yang layak dan mungkin juga pekerjaan yang layak untuknya!" Lanjutnya kemudian


Zhao Yun menatap kearah Pria dingin di depannya penuh dengan minat.


'Apa hubungan pria ini dengan Mei Ling? Bukankah ia terkenal sangat kejam pada para wanita yang mencoba mendekatinya? Tapi Jendral Iblis ini sangat perhatian dengan Mei Ling. Berbeda dari sifatnya yang seharusnya'


Dahi Zhao Yun terlipat erat dengan berbagai pikiran di benaknya. Ia ingin bertanya. Namun itu terlihat kurang sopan. Pada akhirnya ia hanya bisa mengangguk setuju. Yah walau pun Zhang Xifeng tidak memintanya. Zhao Yun akan memastikan Mei Ling hidup dengan baik di kamp ini.


Ye Mei Ling yang hanya terdiam sedari tadi berteriak marah kearah Zhang Xifeng. Ia tidak suka di perlakukan sebagai gadis lemah yang hanya dapat dilindungi oleh orang lain. Dan Pria ini telah menginjak garis bawahnya! Membuatnya benar-benar marah.


Zhang Xifeng menyipitkan matanya menatap kearah Mata Mei Ling yang terlihat penuh amarah dan kekecewaan. Entah kenapa pria itu merasa sensasi tidak nyaman di hatinya atas tatapan gadis ini saat ini. Ia ingin mengatakan sesuatu tapi tidak tahu apa yang harus ia katakan.


"Tentu saja! Begitulah seharusnya. Kita harus berusaha untuk mendapatkan apa yang kita ingin kan dengan usaha sendiri!" Zhao Yun tersenyum lembut kearah Mei Ling. Ia membujuk untuk mencairkan suasana antara dua orang yang tidak nyaman


"Tapi nona muda. Karena Mayor Jendral Zhang telah berbicara mengenai hal ini. Ini membuat pria tua disini mengingat sesuatu pekerjaan yang mungkin dapat anda lakukan tanpa harus menunggu lebih lama. Karena kami benar-benar membutuhkan tenaga kerja. Itu pun jika anda mau menerimanya!"

__ADS_1


"Begitukah?" Mei Ling bertanya lirih dan mendapatkan anggukan ringan dari Zhao Yun


"Kalu memang seperti itu. Aku hanya akan melihatnya terlebuh dahulu!"


Zhang Xifeng melirik kearah Zhao Yun yang tengah tersenyum lembut dengan perasaan lega. Rubah tua ini memang pandai membaca suasana dan membalikkannya dengan cepat.


"Zhang Xifeng! Kau seharusnya datang menemuiku terlebih dahulu jika datang ke kamp ini! Bukankah kita adalah teman soul mate sampai mati!"


Suara teriakan pria datang dari pintu ruangan yang terbuka. Sosok Pria itu melewagi pintu tuangan dan berjalan masuk. Ia memiliki wajah tampan dengan tubuh semampai tinggi dan berisi. Wajahnya terlihat sangat bersahabat dan mudah berkomunikasi dengan orang lain. Pria itu Zhao Chou putra dari Letnan Jendral Zhao.


Zhao Chou yang memasuki ruangan menampakkan senyuman bodoh di wajah tampannya. Tubuhnya berjalan mendekat kearah Zhang Xifeng dan mengabaikan mata pria yang ia tuju menatap ke arahnya dengan dingin.


"Ohhh.. kau membawa wanita cantik! Betapa cantiknya dia! Aku turut bahagia untukmu! Kau akhirnya mendapatkan kekasih dan meninggalkan status Jomblo Forever yang menempel di dahimu! Ini sangat membahagiakan!"


Zhao Chou kembali berbicara omong kosong dengan air mata bahagia yang mengalir di pipinya menatap kearah Zhang Xifeng dan Mei Ling berada.


Ke tiga orang di dalam ruangan hanya saling memandang seolah tengah berbicara dengan tatapan mata.


Zhang Xifeng 'Zhao Yun bagaimana kau membesarkan putramu?'


Zhao Yun 'Dia bukan putraku! Aku tidak mengenalnya!'

__ADS_1


Ye Mei Ling 'Apakah ada orang gila yang dapat memasuki kamp?'


-end of chapter


__ADS_2