
Setelah beberapa hari berlalu Zhang Xifeng dan Ye Mei ling keluar dari kamp keluarga Zhao mereka tengah melakukan perjalanan dengan sebuah mobil menuju kota kecil daerah timur di Kota T. Suasana di dalam mobil sangatlah sunyi, Mei ling telah menawarkan untuk teleportasi kepada Zhang Xifeng. Namun, pria itu menolaknya dengan tegas dan memilih untuk menggunakan kendaraan.
"Apakah kau ingin melakukan sesuatu?" Suara dingin Zhang Xifeng tetdengar seraya terus fokus pada jalanan di depan mereka
Me Ling mengerutkan dahinya kecil mendengar pertanyaan jendral iblis disampingnya yang tengah mengemudi. Gadis itu merasa bahwa Zhang Xifeng saat ini telah berubah, mungkin ia tidak lagi ingin memanfaatkan Mei Ling dan ingin berteman.
Bibir kecil Mei Ling tersenyum tipis kearah pria itu. Ia memang tidak mempercayai siapa pun lagi. Tapi, jika pria di sampingnya ini memiliki niat yang baik dan ingin berteman dengannya maka ia akan menerimanya dengan senang hati.
"Aku tidak....."
BAMM. . .
Mobil yang di naiki oleh Mei Ling dan Zhang Xifeng terpental kesamping dan menabrak sebuah bangunan.
* Jeritan *
Mei ling dan Zhang Xifeng yang masih dalam keadaan kaget di dalam mobil menutup telinga rapat akibat teriakan nyaring yang terdengar.
Blairr. . . Bam. . . Bam. . .
Hujan petir jatuh dari langit menghantam sekeliling mobil dengan mengerikan, menghentikan teriakan Zombie seketika.
Zhang Xifeng dan Mei Ling yang telah merasa lebih baik turun dari mobil dan menatap sekeliling tempat mereka berada.
Semua hangus dan rata kecuali satu Zombie.
Sosok Zombie wanita yang menggendong bayi kecil melingkar di lehernya. Zombie wanita berada di tingkat 5 itu memiliki wajah yang sangat hancur dan mengerikan. Sedangkan Zombie bayi yang berada di tingkat 4 miliknya lebih mengerikan. Bayi Zombie itu memiliki mata berlubang yang hitam, tidak ada bola mata di matanya.
"Mereka kuat! Bayi itu sepertinya memiliki Kekuatan Suara" Mei Ling berbisik kearah Zhang Xifeng menatap Zombie di depan mereka dengan waspada
"Aku akan menghadapi mereka. Jika kau memiliki kesempatan lakukan serangan menyelinap dan bunuh bayinya!" Mei Ling mengangguk kearah Zhang Xifeng dan menghilang dari tempatnya berdiri.
__ADS_1
*Jeritan *
Zhang Xifeng mengangkat tangan kanannya dan membuat tembok es yang tebal untuk meredam suara jeritan Zombie bayi.
Zombie wanita itu marah menatap Zhang Xifeng yang bermaksud untuk menyerang anaknya, tubuhnya menerjang kearah Zhang Xifeng dengan cakar hitam tajam.
Bamm.. . .
Suara benturan cakar Zombie wanita dan pedang milik Zhang Xifeng bergema.
* Mengikis * Lautan es membekukan seluruh tempat menjadi tempat papan seluncuran.
Zombie yang berada di atas es menjadi tidak dapat bergerak dengan mudah. Melihat hal ini Zhang Xifeng bergegas ke depan dan menebas Zombie Wanita itu.
ROAR . . . * Menjerit *
Raungan serta jeritan Wanita dan Bayi Zombie terdengar bersamaan. Zhang Xifeng membekukan telinganya dengan sebuah Es dan kembali meluncurkan serangan
Dua tebasan rapi dari pedang Zhang Xifeng dan Ye mei Ling menebas kepala Zombie itu secara bersamaan.
"Bugh" Mei ling melompat mundur menghindari kedua Zombie yang jatuh ketanah dengan darah hitam berbau busuk
"Kurasa kau tidak membutuhkan bantuanku" Mei Ling mendengus menatap kearah Zhang Xifeng yang hanya berwajah datar.
"Kau benar, aku memang tidak membutuhkan bantuanmu!" Jawabnya jujur "kau bilang ingin menjadi kuat, maka aku perlu melihat sedikit kemapuanmu untuk membiarkanmu dapat bertarung dengan Zombie sendirian dimasa depan"
"Begitukah?" Me ling bertanya dan hanya mendapatkan anggukan tegas Zhang Xifeng.
Mereka terdiam selama beberapa menit hingga akhirnya mei ling mulai bergerak mengambil kristal Zombie dan menyerahkannya pada Zhang Xifeng
"Aku akan mendapatkannya sendiri dimasa depan. Kali ini adalah milikmu, ayo pergi"
__ADS_1
Wajah tampan dan dingin Zhang Xifeng menampakkan senyuman tipis indah seraya melangkah mengikuti bocah di depannya.
----
Beberapa Jam Setelah berkendara lagi dengan mobil baru, mereka sampai disebuah kamp kecil yang terlihat sedikit aneh.
Mei ling menatap sekeliling kamp itu dengan tatapan waspada, di depan kamp banyak sekali manusia berkekuatan berpatroli berlalu lalang.
"Apa kau merasakan sesuatu?" Zhang Xifeng bersuara dengan pandangan memindai sekeliling kamp
"Entahlah, mereka terlihat tidak sama dengan kamp militer yang lain. Bagaimana aku menjelaskannya.... mereka terlihat terlalu waspada" mei ling mengerutkan dahinya ragu "Haruskah kita masuk?"
"Kita akan masuk!" Zhang Xifeng menginjak pedal gas mobil untuk melaju perlahan
"Berhenti!" Seorang pria yang terlihat berusia sekitar 40 tahunan berteriak menghentikan mobil Zhang Xifeng dan Mei Ling "Kalian! Turunlah! Apa yang kalian inginkan datang kemari?" Lanjutnya kemudian
Zhang Xifeng turun dari mobil dan di ikuti Mei ling di belakangnya.
"Kami hanya ingin beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan."
"Kami melarang para pengunjung! Jika kalian ingin masuk! Kalian harus menetap dan tidak boleh keluar!" Pria itu kembali bersuara menjawab pernyataan Zhang Xifeng dengan tajam
Mei Ling dan Zhang Xifeng saling memandang, seolah mengerti satu sama lain, mata kedua orang itu berkedip ringan.
"Kakak kenapa kita tidak tinggal disini saja, aku juga sudah lelah. Tempat ini juga tidak terlalu buruk!" Mei Ling bersuara manja seraya merangkul lengan kekar Zhang Xifeng
Zhang Xifeng menampakkan wajah ragu sejenak sebelum mengangguk pelan ke arahnya. "Baiklah jika itu yang kamu inginkan!"
"Peh! Banyak sekali pasangan Gay sekarang!" Pria dihadapan Mei Ling dan Zhang Xifeng berseru lirih penuh ejekan "kalian manusia berkekuatan kan? Kalau begitu ikuti aku!"
"...." Mei ling dan Zhang Xifeng yang mendengar umpatan pria itu hanya mengertakkan gigi keras dan berjalan mengikutinya.
__ADS_1
-end of chapter