
Tubuh Mei Ling berkedip menghilang dan muncul tepat disisi Zhang Xifeng saat mendengar apa yang dikatakan oleh Hibrida itu. "Kita harus pergi" ucapnya kemudian
Zhang Xifeng menggeleng tegas menatap kearah Mei Ling "Biarkan aku membunuhnya!"
"Zhang Xifeng!" Mei Ling berteriak marah dan Khawatir kearahnya
"Percayalah!" Zhang Xifeng meyakinkan
Mei Ling menaikkan salah satu alis indahnya dan kembali bertanya "Apakah kekuatanmu meningkat?"
"Yah aku baru saja melakukan terobosan ini adalah tingkat 9. Maka percayalah!"
Mei Ling tertegun sejenak sebelum menganggukkan kepalanya pelan menatap wajah tampan disisinya. Tersadar melihat kearah wajah itu begitu lama, wajah Mei Ling serasa terbakar merah merona karena malu, gadis itu mengalihkan pandangannya cepat kearah lain seraya menenangkan detak jantungya yang seakan melompat keluar.
Zhang Xifeng "..."
Bam!!!
__ADS_1
Ekor kalajengking menerjang kearah Zhang Xifeng dan Mei Ling dengan ganas dan di hadang oleh tembok Es yang tebal.
* Mengikis *
Hamparan tanah dan bangunan di ubah menjadi balok Es oleh Zhang Xifeng. Pria itu menyeret tubuh kecil Mei Ling untuk berada di belakangnya dan menembakkan panah Es dengan petir hitam menari di ujungnya untuk menghancurkan Mutan kalajengking.
Bam!! Bam!! Bam!!
Suara hantaman dan tabrakan bergema memekakan telinga, tidak hanya melepaskan ratusan panah Es, Zhang Xifeng kembali membuat tornado Es dengan kepingan salju yang tajam untuk berputar keras di udara menyapu seluruh Kalajengking mutan menjadi rata, dan musnah oleh hantaman petir kemudian.
Tidak hanya Mei Ling yang tertegun bodoh oleh kekuatan manusia bertingkat 9, pria Hibrida itu juga menjerit ngeri dan mencoba melarikan diri.
Bomm!!!!!!!!!!
Ledakan hebat kembali bergema, Mei Ling menutup matanya dan mempererat cengkraman tangan kecilnya pada punggung kekar di hadapannya akibat hempasan angin yang dahsyat dari ledakan.
Waktu berlalu, setelah merasa bahwa keadaan menjadi tenang, Mei Ling perlahan Membuka matanya hanya untuk melotot kaget dengan bodohnya.
__ADS_1
Bibir Zhang Xifeng menempel erat di bibirnya selama beberapa detik sebelum di tarik. Tubuh kecil Mei Ling berdiri kaku tidak bergerak hingga lengan kekar merengkuhnya kedalam pelukan hangat.
'Apa yang terjadi?' Pikiran Mei Ling berantakan akibat hal yang baru saja terjadi
"Maaf membuatmu khawatir!" Suara lirih Zhang Xifeng terdengar lembut tepat di telinga Mei Ling membawa aroma manis serta nafas hangat di lehernya. Wajah Mei Ling memerah dengan tubuhnya yang mulai bereaksi tidak wajar.
"Apa yang ...?" Suara Mei Ling terdengar serak seolah takut untuk bertanya
"Aku ... aku tidak yakin dengan perasaanku, aku yakin aku bukanlah seorang Gay!" Zhang Xifeng kembali bersuara, tubuh Mei Ling menegang mendengar kata Gay keluar dari mulutnya "Aku sudah memikirkannya ratusan, tidak mungkin ribuan kali, tapi aku tidak dapat lagi membohongi perasaanku. Aku merasa nyaman berada disekitarmu! Aku juga sangat marah saat pertama terbangun dan melihat pria Hibrida itu mencoba menelanjangimu! Dan saat itulah aku yakin. Walaupun aku bukan Gay dan pasti tidak akan tertarik pada pria lain. Satu hal yang pasti adalah Aku sangat menyukaimu. Aku bahkan tidak peduli lagi jika kau adalah lelaki. Aku tahu ini mungkin terdengar aneh untukmu, aku juga tidak akan memaksamu, tapi tolong fikirkanlah dengan perlahan.!"
Tubuh Kecil Mei Ling bergetar hebat dalam pelukan Zhang xifeng setelah mendengarkan ucapan pria itu yang panjang. Perasaan gadis itu rumit saat ini. Ia ingin berteriak dan mengatakan padanya bahwa ia adalah wanita! Tapi Mei Ling sangat takut untuk mengatakannya.
Jendral Iblis ini telah mengambil sebuah keputusan yang cukup sulit untuk mencintai seorang lelaki. Namun, begitu ia tetap melangkah maju dengan berani dan tegas untuk mengungkapkan perasaanya.
Bagaimana mungkin Mei Ling dapat mengatakan dengan santainya 'Aku adalah wanita, tenanglah kau bukan Gay!' Mei Ling merasa dia hanya ingin menampar dirinya sendiri dan bunuh diri.
Tangan kecil Mei Ling mempererat genggaman tangannya di punggung Zhang Xifeng yang lebar, ia mencoba bersuara dengan lirih dan takut "Aku juga mencintaimu!"
__ADS_1
Saat kalimat itu keluar dari bibir merahnya, Mei Ling membenamkan wajahnya pada dada Zhang Xifeng dalam-dalam yang tengah mengelus kepalanya 'aku akan mengatakan semuanya nanti dimasa depan padamu. Jika saat itu datang, aku mohon jangan membenciku terlalu banyak!' Mei Ling bergumam dalam hatinya dan kembali mempererat pelukannya pada tubuh kekar dan hangat itu seolah takut jika lepas dia akan kehilangannya.
-end of chap