
Zhang Xifeng bergegas meninggalkan ruangan Zhao Yun setelah mengatakan beberapa hal lagi padanya. Pria dingin itu ingin menghindari wabah Zhao Chou. Namun, naas untuknya! Zhao Chou hanya mengekor di belakang Zhang Xifeng tanpa rasa malu dengan terus berbicara banyak omong kosong.
Zhao Yun hanya dapat tersenyum canggung atas perbuatan putranya yang memalukan. Jika bisa ia juga ingin mengikat putranya itu dan mengurungnya di dalam kamar. Tapi dia tidak bisa melakukannya. Karena meski putranya seperti itu dia adalah seorang pria dengan bakat yang menakjubkan. Ia hanya kalah dari Jendral Iblis yang memang tidak normal itu.
"Jadi pekerjaan apa itu?"
Ye Mei Ling bertanya lirih menatap kearah Zhao Yun yang tengah terdiam menatap kepergian Zhang Xifeng dan putranya.
Sebenarnya Mei Ling tidak benar-benar membutuhkan pekerjaan atau tempat tinggal yang nyaman disini. Selama ia dapat memasuki kamp itu sudah cukup baginya.
Saat ini ia tinggal di belakang dan menanyakan pekerjaan itu hanya untuk basa-basi saja. Karena pada akhinya dia pasti akan menolaknya.
"Bisakah kau duduk dulu? Ada hal yang ingin aku bicarakan!"
Zhao Yun bersuara lembut menatap kearah Mei Ling yang terlihat bingung sesaat dan terduduk kemudian dengan wajah datar.
Sebenarnya Zhao Yun tidak ingin membicarakan tentang masalah ini saat ini. Dia ingin menundanya nanti saat merasa sudah sedikit akrab dan saling mengenal.
Tapi karena ada hal tidak terduga, keberadaan Zhang Xifeng. Ia perlu menjelaskan masalah ini saat ini juga dan mencari jawaban atas hubungan mereka.
Tentu saja Zhao Yun tidak akan menentang jika memang mereka berhubungan. Hanya saja ia merasa tidak bahagia. Gadis kecilnya ini baru saja sampai. Tapi ia akan kehilangannya lagi dalam waktu singkat. Ini benar-benar menyedihkan.
"Mungkin ini akan terdengar sangat tidak masuk akal untukmu, atau mungkin kau tidak akan mempercayaiku" zhao yun terdiam sejenak menatap mei ling yang hanya mendengarkan dengan seksama "Aku tidak akan marah jika kau ingin memukulku atau pun membenciku tapi setidaknya tolong dengarkan semua yang aku katakan dan percayalah bahwa semua itu benar"
"Bisakah kau langsung saja pada inti masalah letnan jendral?" Alis indah mei ling terangkat menatap pria di hadapannya dengan tidak sabar.
Zhao yun hanya tersenyum canggung dan memulai cerita yang ia ingin sampaikan
"Mei ling.. aku adalah ayahmu! Ayah kandungmu" zhao yun melihat mei ling menampakkan sedikit kejutan dimatanya
"Aku bertemu ibumu sekitar 20 tahun yang lalu. Kami saling menyukai namun pada akhirnya kami saling mengerti bahwa tidak dapat bersama. Maka dari itu kami berpisah.. sejak saat itu aku tidak lagi pernah mendengar kabar dari ibumu, aku bahkan tidak tahu bahwa ia telah hamil anakku.. aku mengetahui hal ini baru beberapa hari yang lalu karena sebuah kejadian yang tidak terduga. Hal ini bahkan sudah aku pastikan denga tes DNA jadi kau tidak perlu ragu lagi"
__ADS_1
Zhao yun terdiam menatap kearah mei ling yang sama sekali tidak berinisiatif untuk mengatakan apapun. Ia dapat memahami bahwa gadis itu pasti terkejut saat ini, jadi yang bisa ia lakukan sekarang adalah menunggu keputusannya.
"Begitukah? Lalu apa yang kau inginkan dariku?"
Zhao yun terkejut menatap putrinya yang tengah berbicara dengan acuh tak acuh
"Aku tidak menginginkan apapun. Aku hanya ingin melindungimu dan memberimu apa yang selama ini tidak aku berikan!"
"Tidak di butuhkan! Aku tidak membutuhkan perlindungan siapapun! Aku juga tidak membutuhkan apapun darimu, jadi tidak perlu untuk repot-repot denganku" mei ling menolak tegas pria di hadapannya
"Mei ling..."
"Tuan tolonglah bersikap seperti seharusnya. Jika kau ingin aku memanggilmu ayah, itu tidak mungkin untuk saat ini. Kau juga tahu itu bukan? Jadi berhentilah bersikap seperti ini. Aku akan datang padamu dan meminta apapun jika aku membutuhkannya. Tapi jika tidak, tolonglah bersikap seperti seharusnya! Jangan mencampuri urusan maupun kehidupan pribadiku!" Mei ling kembali berseru tegas memotong ucapan pria di hadapannya, tubuhnya bergerak melangkah pergi meninggalkan ruangan
"Aku mengerti! Aku akan menunggumu disini. Datanglah kapan pun kau mau!" Zhao yun berteriak kearah putrinya yang telah tidak telihat di balik pintu ruangannya, pria paruh baya itu menghela nafas lirih. Yang dapat ia lakukan sekarang hanyalah menunggu, setidaknya putrinya tidak mengatakan membencinya. Itu sudah cukup untuk saat ini.
----
Ye mei ling mendesah pelan dalam ruang kamar miliknya diruang angkasa. Gadis itu bergegas untuk masuk kedalam ruang angkasanya sesaat setalah meninggalkan ruangan letnan jendral zhao.
Namun, gadis itu memiliki beberapa keraguan di benaknya. Jika memang ayahnya yang hebat begitu peduli padanya dan mencoba untuk menemukannya dan melindunginya. Lalu kenapa di kehidupan sebelumnya itu tidak terjadi? Apakah ada efek kupu-kupu yang terjadi akibat kelahiran kembalinya? Jika memang begitu, hal apa saja yang telah berubah akibat kembalinya mei ling?
"Apa yang harus aku lakukan sekarang?" Mei ling bergumam lirih menatap bayangan wajahnya di cermin. Ia tidak perlu repot-repot berurusan dengan ayahnya, karena ayahnya telah berjanji tidak akan mengganggu hidupnya selama mei ling tidak membutuhkan bantuannya.
"Haruskah aku menemui Zhang Xifeng? Ngomong-ngomong dia berada jauh dari rumahnya. Mungkin saja dia membutuhkan bantuan, yah lagi pula kekuatanku sudah di tahap 6 jadi aku tidak perlu lagi takut menjadi tahanannya" mei ling kembali berbicara sendiri seraya membuat keputusan tegas
-----
Dalam sebuah ruangan yang terlihat tidak terlalu luas, wajah datar dan dingin zhang xifeng terlihat penuh dengan kelelahan. Zhao Chou baru saja berlalu pergi setelah mengganggunya untuk waktu yang lama. Hal itu membuat zhang xifeng merasa bahwa usianya telah menua 10 tahun jika zhao chou berada di sekitarnya lebih lama.
'Bagaimana letnan jendral zhao bisa sangat bertahan dengannya selama ini?" Zhang xifeng memijat pelipis matanya ringan seraya berbicara sendiri
__ADS_1
Tok tok tok
Sebuah ketukan pintu terdengar membuyarkan pikiran zhang xifeng yang berkelana. Wajah dingin zhang xifeng menjadi lebih gelap mendengar ketukan pintu itu. Dia baru saja terbebas dari bebek cerewet, sekarang datang lagi seseorang untuk mengunjungi ruangannya? Betapa berani! Apakah zhang xifeng terlihat tidak terlalu kejam akhir-akhir ini hingga banyak sekali bakteri jahat yang mencoba menempel?
"Masuk" suara dingin zhang xifeng terdengar lebih dingin, mata pria itu menatap kearah pintu yang terbuka dengan niat membunuh yang kuat. Namun niat membunuh pada tubuhnya hilang seketika setelah melihat sosok yang telah memasuki ruangannya.
Tubuh zhang xifeng yang terduduk berdiri terkejut, mata pria itu yang biasanya dingin menunjukkan sedikit kehangatan serta kebahagiaan yang tidak mungkin terlihat.
"Bagaimana kabarmu?" Sebuah suara datang dari bibir pria mungil di hadapan zhang xifeng "aku mendengar kau memasuki markas ini, jadi aku datang untuk menemui taman lama" ucap pria itu lagi seraya tersenyum menawan
"Kau tinggal disini? Sejak kapan?"
"Kenapa? Apakah kau penasaran?" Zhang xifeng mengerutkan dahinya menatap bocah mungil itu yang terlihat menggodanya
"Ye ling! Apakah kau senang ada disini dari pada di tempatku?" Sebuah pertanyaan yang tidak masuk akal keluar dari mulut Zhang Xifeng. Ye Mei ling yang mendengarnya terkejut.
"Bukan begitu, aku hanya berada disini beberapa hari yang lalu. Aku juga meninggalkan markasmu bukan karena aku tidak menyukainya. Aku pergi karena aku ingin menjadi lebih kuat dengan caraku sendiri!" Mei ling menjelaskan perlahan menatap kearah zhang xifeng yang terlihat datar. Gadis itu bahkan tidak mengerti kenapa ia harus menjelaskan hal ini pada jendral iblis itu. Tapi hatinya merasa tidak nyaman mendengar pertanyaan yang keluar dari mulutnya.
"Begitukah?" Zhang Xifeng kembali bertanya
"Hmm tentu.." Mei ling mengangguk ringan "jadi apakah kau membutuhkan bantuanku saat ini? Aku dapat mengatarkanmu pulang ke kota S dalam kedipan mata!"
Zhang xifeng menggeleng pelan kearah Mei Ling yang terkejut oleh penolakannya.
"Aku akan berkeliling untuk memburu beberapa Zombie dan mencari pengalaman tempur agar menjadi lebih kuat! Markas di kota S akan baik-baik saja dengan si kembar yang menjaga" Zhang Xifeng menjelaskan rencana yang akan dia lakukakan. Pria itu menatap bocah kecil yang telah mengangguk pelan mengerti. Senyuman kecil di sudut mulut Zhang Xifeng terbentuk tanpa sadar
"Kenapa kau tidak pergi denganku? Bukankah kau bilang ingin menjadi lebih kuat?"
Mei ling menatap Zhang Xifeng terkejut, ia tidak pernah menyangka jendral iblis ini akan menawarinya hal seperti ini. Ini benar-benar berbeda dengan sikapnya yang biasa, entah kenapa Ye Mei ling merasa sikap jendral iblis ini telah menjadi aneh beberapa hari ia bertemu dengannya.
"Mungkin itu ide yang bagus!"
__ADS_1
Mei ling mengangguk setuju menerima tawaran jendral iblis di hadapannya.
-end of chapter