Survival End Of The World

Survival End Of The World
38


__ADS_3

Tubuh Zhang Xifeng bergerak maju menerjang kearah Raja Zombie dengan ganas, pedang hitam panjang ditangan kanannya berayun ringan menari di udara membawa suara indah menebas kearah Raja Zombie yang juga tengah melangkah maju dengan kedua tangannya yang di balut kuku hitam tajam.


Bang!


Suara berturan bergema diantara raungan Zombie, tubuh Zhang Xifeng terhuyung mundur 4 langkah sebelum terhenti akibat momentum Raja Zombie yang kuat.


RROOAAARRR. . . .


Raja Zombie mengaum marah kearah Zhang Xifeng karena tabrakan pertamanya yang gagal melukainya. Tubuh besar 210 meter itu menerjang kembali kearah Zhang Xifeng layaknya sebuah hembusan angin.


Zzzzttttt. ... .. Bam. . .


Zhang Xifeng menghindar dan menyerang dengan pedang hitam miliknya yang dibalut oleh petir hitam. Tubuh tegapnya menari ringan berbenturan dengan setiap serangan Raja Zombie.


Perkelahian itu terlihat ganas dan seimbang untuk waktu yang cukup lama. Zhang Xifeng tidak benar-benar memiliki waktu yang tepat untuk mengeluarkan kekuatan gabungannya kearah Raja Zombie. Walaupun tubuh Raja Zombie sangat besar, tubuhnya sangat licin seperti belut. Raja Zombie juga memiliki kekuatan Angin yang membuat Zhang Xifeng merasa sedikit kesulitan melawannya.


BOMMM. . . .


Untuk yang kesekian kalinya bilah angin tajam dari Raja Zombie bertabrakan dengan dinding Es tebal milik Zhang Xifeng. Ia mundur mengambil nafas sejenak sebelum mengumpulkan kekuatan petir di tangan kirinya untuk menghantam Raja Zombie.


Bam. . . .


Petir Zhang Xifeng lagi-lagi meleset untuk yang kesekian kalinya. Tubuh Raja Zombie menghilang dalam hembusan angin dengan kecepatan menghindar yang sangat menakutkan.


"Sial!" Zhang Xifeng berdecak kesal penuh amarah.


Ia sudah mencoba berbagai cara, bahkan ia sudah mencoba membekukan seluruh tempat ini menjadi balok Es, tapi seolah Tubuh Raja Zombie itu sendiri adalah angin, ia benar-bebar tidak dapat tersentuh.


RROOAARRRR. . .


Raja Zombie kembali mengaum dengan ganas penuh amarah dan menerjang kearah Zhang Xifeng.


Zhang Xifeng meliuk kearah kiri dengan jarak sempit menghindari kuku hitam tajam Raja Zombie. Pedang ditangan kanannya yang di balut petir turut berputar riangan dan dengan ganas menebas kearah pinggul Raja Zombie.


Crashhh!


RROOAARRR. . . . ERRRR. .. ...


"Sial! Kurang dalam!" Zhang Xifeng berdecak kesal untuk yang kesekian kalinya melihat hasil yang sangat mengecewakan.


Darah hitam mengalir dari sisi pinggul Kiri Raja Zombie sedikit sebelum berhenti. Zombie tingkat tinggi memiliki kekuatan Regenerasi yang menakutkan. Hal ini jugalah yang membuat Zhang Xifeng frustasi. Ia telah berhasil melukai Raja Zombie berkali-kali, namun semua lukanya cukup dangkal dan cepat sembuh. Petir hitam miliknya hanya membakar tubuh itu sebentar sebelum padam oleh kekuatan angin Raja Zombie.


"Ini menyebalkan!"


Niat membunuh yang lebih tebal keluar dari tubuh Zhang Xifeng. Mata hitamnya menjadi lebih buas dan tajam menakutkan. Seolah ia adalah Iblis, tubuhnya penuh dengan petir hitam yang menari-nari. Zhang Xifeng mempererat gengaman tangannya pada pedang hitam miliknnya dengan petir yang lebih ganas, ia menerjang Raja Zombie lagi untuk membunuh.

__ADS_1


Bang!


"Mayor Jendral Zhang sangat menakutkan! Aku pikir dia adalah seorang iblis daripada Manusia" Qi Ming berseru lirih dengan mata menatap pertempuran di hadapannya lekat-lekat


"Kau benar! Oh lihat pedang itu terlihat keren. Wah petir itu membakarnya! Ohhh Raja Zombie menghindar...."


"Diamlah Xiao Ling! Aku juga melihatnya!" Ren Zhu memukul kepala bocah berisik bernama Xiao Ling yang bersemangat menatap pertempuran di hadapannya


Ke lima pria itu kini telah berada di sekitar Jendral iblis setelah menyelesaikan pertempurannya dengan 6 Zombie yang tadi menghalangi.


Petempuran mereka sebenarnya cukup sulit, tapi jika di bandingkan dengan pertempuran Zhang Xifeng dengan Raja Zombie yang telah berlangsung lama dan ganas. Pertempuran mereka hanya terlihat seperti permainan anak-anak.


"Haruskah kita membantunya?" Qi Ming bertanya ragu dengan pandangan yang tidak teralihkan dari pertempuran


"Bagaimana kita membantunya? Coba katakan padaku?" Ren Zhu menjawab dengan kedua alis yang terangkat, mata coklat miliknya melihat kearah pertempuran Zhang Xifeng yang kini hanya seperti gambar buram tidak jelas


"Itu..." Qi Ming mendesah lirih akan pertanyaan Ren Zhu, ia menatap pemandangan di hadapannya dengan lesu "Sebaiknya kita menunggu saja saat ini!"


"Wahh Raja Zombie terluka, tangan kirinya patah oleh pedang Jendral Iblis, oh lihat itu tidak berhenti dia,, dia... wahhh hebat, dia menebas perutnya dengan petir!"


"Bocah ini berisik! Hanya dia yang memiliki kekuatan penglihatan yang bisa melihat pertarungan cepat itu dengan jelas. Betapa menyebalkan!" Ren Zhu mendecakkan lidah kesal pada Xiao Ling yang terus saja berisik seraya meneriakkan setiap kalimat yang terjadi di pertempuran


Bang! RROOOARRRR. . . . ..


Raja Zombie terlihat sedikit menyedihkan, tangan kirinya di potong rapi oleh Zhang Xifeng dan di bakar menjadi abu. Tidak hanya itu, pakaiannya yang tadi bersih dan rapi kini terlihat seperti gembel yang penuh sayatan pedang serta hangus di berbagai tempat.


Zhang Xifeng sendiri juga terlihat menyedihkan, pakaiannya robek di banyak tempat dengan keringat mengalir deras. Tidak ada luka tajam atau serius di tubuhnya, hanya ada memar dan bengkak akibat benturan keras yang Raja Zombie berikan.


"Sebaiknya kita akhiri ini secepatnya!"


Zhang Xifeng bersuara tidak teratur dengan nafas yang memburu. Tangan kirinya muncul gumpalan Es tebal yang menipis sebelum terbentuk menjadi pedang putih yang tajam. Menggenggam ke dua pedang, 1 dengan balutan petir, dan 1 lagi dengan balutan Es yang membekukan apapun. Zhang Xifeng mulai menarik nafas dalam sebelum kembali menerjang kearah Raja Zombie.


Kekuatan Es tebal keluar dari tubuh Zhang Xifeng membentuk tornado yang membekukan segalanya di sekitarnya, Raja Zombie yang mengetahui bahwa Zhang Xifeng telah mencoba mengeluarkan seluruh kemampuannya Mengaum marah dan waspada.


RROOOAARRR. . . .


Melihat para Zombie di sekitar yang mulai bereaksi oleh raungan Raja Zombie, 5 prajurit yang tadinya hanya diam melihat, mulai bergerak untuk membantai kawanan Zombie yang ingin menyelinap menyerang Zhang Xifeng atas perintah Raja Zombie.


Bussss. . . .


Sebuah pusaran Api besar dilepaskan oleh salah satu prajurit. Api itu terbentuk membuat dinding mengelilingi Zhang Xifeng dan Raja Zombie seolah berada di dalam sebuah ruang pertempuran pribadi.


Bang!


Pedang balutan Es Zhang Xifeng berbenturan dengan kuku Hitam Raja Zombie membuatnya sedikit membeku. Tidak berhenti disana pedang dengan petir melesat menebas kearah kaki Raja Zombie membuat luka yang cukup dalam dan membakarnya.

__ADS_1


Merasa dapat bertarung tanpa mengkhawatirkan segalanya disekitar, Zhang Xifeng menjadi lebih ganas menerjang kearah Raja Zombie.


Bam. . . Crashh!!


RROOAARRRR. . . . .


Raungan pilu keluar dari mulut Raja Zombie akibat pedang Zhang Xifeng dengan Es tebal berhasil menebas salah satu kakinya dan membuatnya membeku. Tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Zhang Xifeng menebas seluruh kaki Raja Zombie yang telah membeku membuatnya pincang.


Raja Zombie terhuyung mundur sebelum terbang menggunakan kekuatan angin miliknya


RROOAAARRR. . . .


"Kau tidak akan kabur kemana pun!" Zhang Xifeng bersuara dingin melihat Raja Zombie yang seolah ingin melarikan diri


Wussshhhh.... Bam.. . . ...


Kekuatan Badai Es menari berputar mengisolasi Zhang Xifeng dengan Raj Zombie dalam lingkaran Badai yang ganas. Tidak berhenti disana hujan petir menari turun berurutan di tengah-tengah badai menuju kearah Raja Zombie yang terlihat terbang tidak seimbang.


OeeeRRrrrrrr. .. .!!!!!!


Raja Zombie menangis pilu terkena hantaman badai yang berulang kali. Ia menjerit memanggil semua Zombie dibawahnya untuk membantunya lari. Zhang Xifeng bergerak dengan kedua pedangnya yang telah di lapisi kekuatan Es dan Petir yang tebal. Ia menerjang dengan ganas mengabaikan kawanan Zombie yang di panggil oleh Raja Zombie untuk di tangani oleh ke lima prajurit.


Passsstttt.... Crassshhhh!!!!


Tubuh Zhang Xifeng melompat di udara dengan kedua pedang yang menari menebas membentuk bulan sabit berwarna hitam dan putih yang indah. Pedang itu menebas kearah kepala Raja Zombie dari kiri kekanan mengikuti Raja Zombie yang mencoba menghindar lari dengan gesit. Namun, seolah kepala Raja Zombie sangat keras itu tidak menebasnya hingga terputus hanya membuat terkoyak dengan otak hitam berbau busuk yang merembes.


Bughhh!!!


Tubuh Raja Zombie jatuh ketanah dengan kejang dan mengeliat layaknya ekor ayam yang disembelih. Zhang Xifeng menghela nafas dalam-dalam sebelum berjalan mendekat kearah tubuhnya.


"Beristirahatlah dengan tenang! Kami para manusia akan membuat Dunia ini kembali seperti semula dan membersihkan kalian semua!"


Zhang Xifeng mengayunkan pedangnya ringan untuk menebas kepala Raja Zombie hingga hancur dan menghentikan penderitaannya.


RRROOOOAARRRRR. . . . . .


Seolah para Zombie sedih akan kematian Raja Mereka, Raungan ganas bergema diseluruh tempat. Para Zombie itu bergerak tidak beraturan, sebagian dari mereka ada yang lari dari peperangan dan sebagian lagi mengamuk kearah San Qian lebih ganas dan tidak terkendali.


"Jendral kita harus kembali!" Ren Zhu bersuara kearah Zhang Xifeng yang telah mengambil inti kristal di otak Zombie


Ke lima prajurit itu menatap kearah Zhang Xifeng penuh dengan penghormatan dan ibadah pemujaan. Seoalah melihat seorang Idola yang begitu ia kagumi.


Zhang Xifeng menatap mereka semua dengan sedikit senyuman disisi bibirnya sebelum mengangguk dan berbicara "Mari akhiri perang ini!"


-end of chapter

__ADS_1


__ADS_2