Survival End Of The World

Survival End Of The World
40 End


__ADS_3

Tubuh tegap Zhang Xifeng berjalan melewati tembok San Qian dengan ringan, tidak ada satupun orang yang berusaha mengehentikannya, mereka berfikir jendral Zhang Mungkin akan pergi untuk menyerang salah satu Hibrida yang kuat. Jadi mereka hanya bersorak penuh dengan dorongan kearahnya. Walaupun para Manusia berkekuatan itu merasa sedikit aneh dengan Jendral Zhang Xifeng yang pergi sendiri dan tidak ditemani seperti sebelumnya. Mereka tidak terlalu berfikir panjang dan kembali fokus pada pertempuran melawan Hibrida dengan si Kembar yang memimpin pertempuran.


Setelah berjalan lama dan cukup jauh, Zhang Xifeng melihat seorang pria Hibrida yang tengah terduduk bosan melihat kearahnya dengan senyuman.


"Aku sudah menunggumu cukup lama! Kenapa membutuhkan waktu yang begitu lama? hmmm?" Melihat Zhang Xifeng yang tidak menjawab, Hibrida itu terkekeh pelan dan kembali bersuara "Masih dingin seperti seharusnya! Ikuti aku!"


Zhang Xifeng terus terdiam dan tidak bersuara sedikitpun, ia hanya mengikuti hibrida di hadapannya membawanya kesuatu tempat.


Saat Zhang Xifeng memutuskan untuk menyelamatkan Mei Ling, ia sebenarnya tidak tahu harus pergi kemana dan melakukan apa. Namun, ia ingat kembali. Jika para Hibrida itu membawa Mei Ling untuk membuat dirinya menjauh dari San Qian, maka sudah dipastikan mereka pasti akan meninggalkan petunjuk atau pun meminta seseorang untuk datang padanya. Siapa yang akan menyangka bahwa bukan hanya seorang pembawa pesan tapi seorang penunjuk arah.


"Kami sudah sampai!"


Saat Zhang Xifeng berkelana dengan pikirannya sendiri, Hibrida itu kembali bersuara. Zhang Xifeng sedikit tersentak dan menatap kearah depan dimana Hibrida itu membuka jalan untuknya pergi.


"Lama tidak bertemu!" Seorang Hibrida yang tampak kuat terlihat duduk disebuah kursi kayu yang disediakan di dekat sebuah pohon mutan rindang yang lebat dengan daun


Melihat Hibrida itu, mata Zhang Xifeng sedikit menyipit dengan kejutan.


"Kau mengingatku! Itu bagus!" Hibrida itu tertawa menunjukkan deretan giginya yang bergerigi "Kami bertemu di kota T, namaku adalah Bao Zhai. Aku adalah Raja Hibrida!"


Tubuh Zhang Xifeng bergetar hebat dengan niat membunuh yang keluar menahan amarah yang akan meledak.


"Ohho,, itu tidak baik Jendral! Tidak baik untuk menatapku dengan wajah seperti itu saat gadismu berada ditanganku!" Bao Zhai kembali berbicara dengan ejekan "Aku benar-benar menyukai tubuh gadis itu dan ingin memakannya! Tapi untuk sekarang aku hanya dapat menahannya. Benar-benar merepotkan!"


"Dimana dia?" Suara dingin Zhang Xifeng menjadi lebih dingin dan sedikit serak setelah mendengar kalimat menjijikkan yang keluar dari mulut Bao Zhai. Ia marah dan ingin merobek Hibrida di hadapannya menjadi hancur.


"Dia baik-baik saja, untuk saat ini tentu saja!" Bao Zhai terkekeh pelan dan melambaikan tangannya membuat sosok Cantik datang dengan menyeret tubuh Mei Ling yang kini terlihat lemah dan berantakan


"Kau-!!!"


Zhang Xifeng melotot tajam kearah Bao Zhai, ia mengangkat tangannya untuk mengeluarkan petir menghantamnya. Namun, tindakanya terhenti saat melihat gadis yang menyeret Mei Ling tengah mengarahkan kuku hitam tajamnya kearah leher putih Mei Ling.


"Zha-.. Xi-..ng... per-gilah.. kumo-hon per..gilah!..." Mei Ling berseru lirih dengan tidak jelas, suara yang keluar dari mulutnya terlihat serak dan pelan


Zhang Xifeng menelan air ludahnya kasar dengan tinjunya mengepal erat menatap kearah Mei Ling yang terduduk di tanah sedang menangis kearahnya. Ia mengangguk lirih menatap Mei Ling di kejauhan dengan lembut.


"Aku datang untuk menyelamatkanmu! Semua akan baik-baik saja!"


"Wah wah.. betapa manisnya. Sangat manis sekali!" Bao Zhai terkekeh pelan dan mendekat untuk menarik dagu Mei Ling dengan tangannya "Apa kau tahu bahwa dia sebenarnya adalah seorang gadis?"


Saat kalimat itu keluar dari mulut Bao Zhai, Air mata Mei Ling menjadi lebih deras dengan tubuhnya yang bergetar hebat ketakutan menatap kearah Zhang Xifeng.

__ADS_1


"Ma..af! Maafkan aku... aku maaf.. maafkan aku! Aku mohon! Maaf!" Kata-kata itu terus berulang kali Mei Ling ucapkan dengan serak dan Air mata yang semakin deras mengalir


Hatii Zhang Xifeng terasa sesak mendengar kalimat yang terus diucapkan oleh Mei Ling, ia merasa sangat sakit menatap gadis itu menangis pilu kearahnya meminta maaf karena menyembunyikan identitasnya. Zhang Xifeng benar-benar ingin mendekat kearahnya dan memeluknya erat, mengatakan segalanya bahwa ia sudah tahu itu dan baik-baik saja, Mei Ling tidak perlu khawatir. Namun, sekarang ia tidak dapat melakukannya dan hanya dapat melihat orang yang ia sayangi menangis kesakitan seorang diri.


"Aku tahu itu!" Jawaban yang keluar dari mulut Zhang Xifeng sangat dingin dan singkat. Mei Ling yang mendengarnya menjadi lebih bersalah dan menangis lebih keras.


"Ohho,, tidak menyenangkan! Mari kembali ke topik!" Bao Zhai berseru bosan dan bergerak mendekat kearah Zhang Xifeng "Kau pasti tahu bahwa targetku adalah kau bukan?"


"Zhang Xifeng, pergi! Pergi!"


Bugh!


Suara pukulan tinju datang dari Ai Lan yang menjaga Mei Ling karena terus saja berisik, Zhang Xifeng menatap pemandangan itu dengan tajam dan niat membunuh yang lebih kuat.


"Apa yang kau inginkan?" Tanya Zhang Xifeng dengan dingin dan datar


Bao Zhai terkekeh pelan mendapatkan pertanyaan yang ia nantikan keluar dari mulut Zhang Xifeng.


Setelah berjalan dan berada tepat dihadapan Zhang Xifeng, Bao Zhai mendekatkan bibirnya kearah telinga Zhang Xifeng untuk berbisik "Jika kau membunuh dirimu sendiri untuk wanitamu! Aku akan melepaskannya hidup-hidup!"


Zhang Xifeng tersenyum dingin menatap wajah pucat Bao Zhai yang tepat berada di hadapannya dengan jijik "Apa kau berfikir aku akan jatuh semudah itu dalam perangkapmu?"


"Hahahaaa... Kau benar-benar cerdas! Aku membenci pria tampan yang cerdas!"


Hantaman tinju datang dari Bao Zhai setelah ia selesai dengan apa yang ia katakan. Zhang Xifeng dengan refleksnya yang baik menggunakan lengannya untuk menerima tinju Bao Zhai yang ganas hingga terseret mundur beberapa meter kebelakang.


"Lupakan tentang berbicara! Mari kita bertarung! Tapi ketahuilah jika sesuatu terjadi padaku, Wanitamu akan mati ditangan teman-temanku.hehe"


Seringai datang dari Bao Zhai yang kembali melompat untuk menendang Zhang Xifeng dengan ganas.


Zhang Xifeng menggertakkan giginya erat, ia harus bisa bertahan hingga dapat menyelamatkan Mei Ling. Sampai saat itu ia harus bermain-main dengan Hibrida gila dihadapannya ini.


Bam!


Pukulan dan tangkisan terus bergema dari benturan tangan dan kaki oleh 2 orang yang tengah bertarung hanya menggunakan kekuatan otot dan bela diri. Hanya suara mereka yang saling bertarung dengan ganas yang bisa di dengar di kedalaman hutan ini.


Mei Ling yang tergeletak di tanah menangis tersedu melihat pertempuran Zhang Xifeng, ia menangis dan terus menangis tidak dapat berhenti seolah air mata miliknya tidak dapat mengering.


Saat ini ia hanya ingin membunuh dirinya sendiri karena telah menyeret orang yang ia sayangi dalam bahaya. Saat pertama ia datang ketempat ini bersama dengan Qi Long, Ai Lan langsung mengeluarkan kekuatan Kuncian untuk mengunci kekeuatannya. Saat itu pula ia telah disiksa hingga menjadi seperti ini. Mei Ling juga telah menjadi bahan percobaan untuk kekuatan kembar Bao Zhai yang baru saja terlahir.


Kekuatan itu adalah pengendali darah, seluruh tubuh Mei Long serasa terkoyak akibat kekuatan Bao Zhai yang terus menerus mengendalikan darahnya hingga membuat banyak tulang dalam tubuhnya hancur dan patah.

__ADS_1


Setelah semua penyiksaan itu Mei Ling benar-benar merasa mati dan tidak lagi peduli, tapi saat Zhang Xifeng datang untuk menyelamatkannya. Ia menangis sedih merasa sangat sedih dan juga bahagia. Ia merasa sangat tidak pantas akan perasaan Zhang Xifeng. Ia juga merasa tidak pantas berada disisinya. Mei Ling telah gagal melindungi ibunya, ia juga berbohong pada Zhang Xifeng tentang dirinya sendiri. Bahkan yang lebih parah Mei Ling telah membuat Zhang Xifeng berada dalam bahaya karena ulahnya.


Jika ia bisa memiliki sedikit kesempatan saja, Mei Ling pasti telah membunuh dirinya sendiri agar tidak membuat Zhang Xifeng dalam bahaya dan dapat melarikan diri.


Plakkk!!!


"Berhenti berfikir dengan wajah seperti itu!" Sebuah pukulan mendarat tepat diwajah Mei Ling dengan keras dari tangan Ai Lan yang mencibir tidak suka kearahnya "Jangan berfikir yang tidak-tidak! Kekasihmu akan mati dan kau juga akan mati! Kalian berdua tidak akan dapat melarikan diri dengan selamat! Seluruh orang di San Qian akan di bantai oleh kami para Hibrida!"


Mei Ling menggertakkan giginya keras menatap kearah Ai Lan penuh dengan kebencian. Ia bersumpah jika ia dapat kembali hidup-hidup dari tempat ini, ia akan merobek wajah wanita ini dan membuatnya di makan oleh 4nj1ng zombie.


Bam!


Tubuh Zhang Xifeng berputar ringan menghindari tendangan Bao Zhai. Ia menyerang kembali dengan tinjunya yang terkepal kearah perut Bao Zhai dengan ganas. Saat ini ia mungkin telah menemukan sedikit cara yang mungkin akan berhasil 5% saja. Tapi pertanyaannya adalah, kenapa Mei Ling terlihat seolah tidak dapat menggunakan kekuatan teleportnya? Apakah itu karena wanita disisinya itu? Maka pertama Zhang Xifeng harus menyingkirkan wanita itu terlebih dahulu.


Bang!


Suara benturan tinju bergema untuk yang kesekian kalinya. Zhang Xifeng mempersiapkan tubuhnya kembali untuk melompat kearah Bao Zhai setelah terhuyung mundur. Tangan kirinya bergerak lurus dengan kepalan tinju dengan sedikit Es dingin yang tidak ketara kearah Bao Zhai. Tinju itu berbenturan dengan tinju Bao Zhai dan membuatnya beku, dalam waktu yang sama pula sebuah petir meledak kearah Ai Lan denga ganas, menghantam gadis yang tidak siap itu hingga terluka parah.


Blaiiirrrrrt..... Bssstttt BOOOMMM!!!!


"Zhang Xifeng!" Bao Zhai berteriak marah akibat kelakuan Zhang Xifeng yang tiba-tiba menjadi ganas dan menghantam seluruh tempat menjadi lautan petir.


Zhang Xifeng mengabaikan Bao Zhai dan berlari kearah Mei Ling dengan kecepatan menakutkan. Ia sampai di depannya dan menarik tubuh kecil itu dalam pelukannya sebelum menendang tubuh Ai Lan yang terluka dengan kejam.


"Sialan kau!!!!! Matilah!!! B4jing4n!!!!!!"


Melihat Bao Zhai yang berteriak marah dengan kesurupan kearah Zhang Xifeng, tubuh Mei Ling yang lemah dalam pelukannya bergetar hebat ketakutan. Dengan kekuatan yang tersisa ia mencoba mengeluarkan kekuatan teleportnya, namun, sial kekuatannya terlalu lemah dan tidak cukup. Pada akhirnya ia hanya mendorong Zhang Xifeng dan menerima serangan kekuatan Bao Zhai dengan ganas.


Crassshhhh!!!!!!


Seluruh tubuh Mei Ling terkoyak hingga parah dan hancur, kekuatan pengendali darah Bao Zhai Menghantamnya dengan ganas dan merobek seluruh bagian organ dalamnya.


"Mei Ling!!!!!! Tidakkkk!!!!!"


Zhang Xifeng menjerit ngeri melihat Mei Ling yang tergeletak di tanah dengan Darah yang mengalir di sekujur tubuhnya membuat kolam kecil disekitarnya. Zhang Xifeng bergerak kearahnya dan memeluk tubuh penuh darah itu dengan tangan yang bergetar hebat.


"Tidak! aku mohon! Aku mohon! Kumohon jangan Tinggalkan aku!" Zhang Xifeng merengek dengan air mata yang mengalir deras seraya mengusap wajah Mei Ling yang di penuhi darah


Dengan kesadaran terakhir yang masih tersisa Mei Ling melihat wajah tampan yang tengah menangis pilu memeluknya dengan sedikit penyesalan dan sakit "Ma..af,,, a..ku.. Menc..cin.taimuu..." setelah kalimat itu keluar dari mulunya yang penuh darah, Mei Ling menutup Matanya dengan tubuhnya perlahan menjadi lemas dan tidak bernafas


"Tidak! Tidak! Kumohon buka matamu! Kumohon! Jangan tinggalkan aku!" Zhang Xifeng berteriak keras meronta menangis dan menjerit

__ADS_1


Melihat pemandangan itu Bao Zhai tersenyum bahagia sebelum mendekat dan mengeluarkan kekuatannya lagi untuk menyerang Zhang Xifeng.


-SELESAI


__ADS_2