
Hari berlalu seiring berjalanannya waktu, Musim dingin juga telah hampir berakhir. Mei Ling tetap melakukan kegiatannya tanpa Zhang Xifeng. Seluruh kamp tengah sibuk untuk melakukan perjalanan pergi ke daerah baru di San Qian.
Mei Ling sendiri juga sangat sibuk, ia membantu Qiao Li dan para wanita dari keluarga Zhang untuk berbenah barang-barang yang mereka pakai di San Qian.
Dengan kesibukan masing-masing pihak, kedua orang itu tidak dapat bertemu lagi, dan Identitas Mei Ling yang sebernarnya tetaplah tidak di ketahui oleh keluarga Zhang kecuali Qiao Li saja.
"Jadi bagaimana itu? Apakah masih tidak ada perkembangan?" Qiao Li bertanya penasaran kearah Mei Ling yang tengah berada disisinya membantu untuk membawa beberapa barang yang akan ia gunakan di San Qian
Mendengar pertanyaan Qiao Li, Mei Ling tersipu malu sebelum menggeleng pelan "Tidak ada, bibi kurasa aku masih agak takut untuk berbicara dengan Zhang Xifeng. Apa lagi akhir-akhir ini kami jarang bertemu!"
Qiao Li kembali mendesah pelah menatap bocah kecil itu, ia tahu bahwa Mei Ling dan Zhang Xifeng telah menjalin hubungan. Saat ia pertama kali mengetahui hal ini, ia benar-benar bahagia. Tapi kebahagiaannya lenyap saat ia tahu bahwa Zhang Xifeng masih belum mengetahui jenis kelamin Mei Ling dan mengira dirinya sendiri seorang Gay.
Ia sangat sedih dan meminta Mei Ling agar jujur pada putranya, namun, bocah itu tetap belum melakukannya hingga saat ini.
Ia sangat kesal, tapi ia juga mengerti perasaan gadis ini. Ia pasti takut jika putranya akan marah akan kebohongannya dan meninggalkannya sendiri, maka dari itu ia belum berbicara padanya sampai sekarang. Apalagi di tambah kesibukan baru-baru ini mereka hampir tidak dapat bertemu.
"Jika memungkinkan untuk bertemu, lebih baik kau cepat memberitahunya! Aku akan membantumu jika dia sampai berbuat berlebihan. Jadi jangan membuat orang tua ini khawatir, oke?"
__ADS_1
Mei Ling mengangguk lirih dengan senyuman tulus di wajahnya, ia sangat berterimakasih dengan dukungan Qiao Li. Mei Ling juga telah memutuskan, tidak peduli apa saat mereka telah pindah di San Qian Mei Ling akan jujur pada Zhang Xifeng.
***
Jauh di suatu tempat di Kota Z seorang Pria pucat dengan gigi bergerigi tengah menatap keluar Jendela seolah tengah memperhatikan sesuatu yang jauh dari tempatnya berdiri.
"Apakah masih tidak ada kabar dari Qi Meng?" Hibrida iti bertanya kearah pria Hibrida lainnya yang tengah berada disisinya
"Bos Bao Zhai, kurasa Qi Meng telah tiada, anak buahku yang kukirim untuk mencarinya hanya menemukan jejak pertarungan dan tidak ada apapun disana kecuali tanah hitam yang hangus" Hibrida itu menjawab dengan sedikit cemas di matanya
"Begitukah?.." Bao Zhai mendesah sebelum kembali bersuara "aku mengirim Qi Meng untuk membunuh 2 orang itu dengan pasukan kalajengkingnya. Bukannya malah berhasil dia bahkan tewas dan tidak dapat melarikan diri!"
"Tidak, itu tidak perlu lagi!" Bao Zhai menolak mereka, ia mengalihkan pandangan matanya untuk melihat ke empat bidak perang yang setia padanya "Kita akan mengumpulkan seluruh pasukan Hibrida dan menuju San Qian. Kita akan turut menyerang umat manusia bersama dengan serangan Raja Zombie!"
Ke empat Hibrida dalam ruangan itu menatap kearah Bos Bao Zhai mereka dengan pandangan mata yang membara.
"Baik Bos!"
__ADS_1
Mereka menjawab Bos Bao Zhai dan berlalu pergi untuk mengumpulkan seluruh pasukan Hibrida. Meninggalkan ruangan itu hanya menyisakan Ai Lan dan Bao Zhai.
Ai Lan menatap pria yang ia kagumi di hadapannya seraya mendesah lirih sebelum membuka mulutnya "Kenapa kau sangat terobsesi untuk menangkap mereka berdua?"
Bao Zhai tersenyum menunjukkan deretan gigi tajamnya yang bergerigi seraya mendekat kearah Ai Lan dan mengusap rambutnya. "Mereka Kuat, jika kita ingin menguasai Dataran China, setidaknya kita harus dapat menyingkirkan salah satu dari mereka!"
"Benarkah itu?" Ai Lan bertanga ragu, dan mendapatkan anggukan dari Bos nya "Tapi, tidak peduli seberapa kuat kekuatan mereka, mereka berdua tidak akan dapat lari dari kekuatan pengendali pikiran hebatmu dan kekuatan sejatimu"
"Kau tidak mengerti!" Bao Zhai menggeleng pelan sebelum mengalihkan kembali pandangan matanya ke arah luar jendela " Saat kekuatan Kembar Pria itu meningkat dan semakin kuat, kekuatan pengendali pikiranku tidak akan lagi berguna terlalu banyak. Apa lagi dengan Gadis berkekuatan ruangan Itu disisinya. Aku bahkan tidak akan memiliki kesempatan melakukan apapun!"
Ai Lan menatap ke arah Bosnya dengan pandangam bingung di wajahnya. Ia tahu Bosnya juga memiliki kekuatan Kembar, jadi ia sedikit tidak mengerti kenapa Bosnya begitu peduli dengan kekuatan dua orang itu. Karena tidak peduli seberapa kuat mereka, menurut Ai Lan, kekuatan Kembar Bosnya sendiri lebih menakutkan dan dapat menghancurkan apapun dengan mudah!
"Kau akan tahu nanti saat kita sudah berhadapan dengan mereka. Untuk sekarang kita hanya perlu untuk cepat pergi ke San Qian dan bergabung dengan serangan Raja Zombie!"
Ai Lan membuyarkan keraguannya, ia mengangguk ringan kearah Bosnya sebelum ikut pergi keluar ruangan mempersiapkan beberapa Hal untuk dirinya sendiri.
"Kekuatan gadis itu adalah kelemahanku, tapi gadis itu sendiri juga kelemahan Pria berwajah dingin itu.haha" Bao Zhai berbicara lirih seraya tersenyum menakutkan seorang diri setelah kepergian Ai Lan, tawanya bergema didalam ruangan yang telah Hening itu hingga terasa mencekam.
__ADS_1
-End Of chapter