System Leveling

System Leveling
chapter 46 bisnis


__ADS_3

setelah Rama mendengar hal yang terjadi selama seminggu ia tidak sadarkan diri, kini Rama menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi kepada ayu, mengenai siapa Irina dan clare serta tentang kekuatan gluttony yang ia miliki dan takdir pertempuran abadi antara Sevens deadly sins dan seven virtues, ia juga meminta maaf karena telah menyembunyikan hal besar tersebut. ayu memaafkannya dan meminta Rama tidak mengulangi hal itu lagi. ayu juga akhirnya menghubungi nenek Maria dan Adit untuk memberitahukan bahwa Rama sudah sadarkan diri.


setelah menerima informasi dari ayu mengenai Rama telah terbangun, Maria beserta yang lainnya segera datang mengunjunginya ke rumah sakit. Irina dan clare bahkan berlomba-lomba untuk menjadi yang pertama sampai ke tempat Rama dirawat.


namun setelah mereka sampai di kamar tempat Rama dirawat, mereka kaget melihat Rama yang sedang memeluk ayu di tempat tidurnya. mereka merasa cemburu dan ingin ikut memeluk Rama seperti yang dilakukan ayu namun mereka tidak berani memintanya. mereka segera mendekat dan berlutut didepan Rama sambil menundukkan kepalanya.


"master kami datang " ucap mereka bersamaan


mendengar hal itu Rama melepaskan pelukannya ayu dan ia segera menatap Irina beserta Clare, Rama merasa heran kenapa pakaian yang mereka pakai masih sama seperti sebelumnya, apa mereka tidak memiliki pakaian ganti.


"berdirilah kenapa kalian selalu seperti ini setiap bertemu denganku"ucap Rama


" ini sudah menjadi kebiasaan kami" ucap irina


"baiklah,aku dengar kalian membantu dan melindungi teman-temanku selama pertempuran, aku ucapkan terimakasih." ucap Rama sambil mengusap kepala Irina dan clare, mereka begitu senang atas apa yang dilakukan oleh rama


" itu sudah menjadi tugas kami" ucap Clare dengan penuh senyum


" aku akan memberikan kalian hadiah, katakan apa yang kalian inginkan" ucap Rama


"kami tidak ingin apa-apa" ucap irina


"bertarung bersama master saja sudah cukup" sahut clare melanjutkan


" katakan saja, anggap ini ucapan terima kasih dariku" ucap Rama lagi


"maaf master kalau bisa apa kami boleh memeluk master" ucap irina ragu-ragu


"bila master tidak bersedia tidak apa-apa, maaf atas permintaan kami" ucap Clare menimpali


mendengar permintaan itu membuat Rama dan ayu terdiam, Rama mengira mereka akan meminta sesuatu yang lain sebagai hadiah tapi mereka hanya minta pelukan, ia segera menoleh ke arah ayu yang berdiri disampingnya, ayu hanya mengangguk sebagai tanda menginginkannya.


"kalian berdirilah" ucap Rama sambil berusaha berdiri disamping tempat tidurnya


Irina dan clare segera berdiri karena perintah Rama namun mereka hanya diam dan menundukkan kepalanya.


"kemarilah, kenapa kalian diam, apa kalian tidak jadi meminta pelukan dariku" ucap Rama


Irina dan clare yang mendengar hal itu terkejut, dan secara refleks mereka segera bergegas kearah Rama dan memeluknya, Rama yang mendapat pelukan dari Irina dan clare secara bersamaan hampir jatuh kebelakang namun ia mampu menyeimbangkan tubuhnya. Rama akhirnya membalas pelukan mereka, saat mereka berada dipelukkan Rama. mereka malah menangis, yang membuat Rama heran akan tingkah laku mereka.

__ADS_1


setelah beberapa saat mereka melepaskan pelukannya, terlihat baju Rama basah dan terdapat sedikit ingus. Rama yang melihat pakaiannya basah hanya menggelengkan kepalanya.


"kenapa kalian menangis seperti tadi?" ucap Rama


" kami hanya takut master meninggalkan kami sendirian lagi seperti dulu" ucap Clare sambil mengusap air matanya dan ingusnya


" maaf master, kami terbawa suasana" ucapa Irina yang sudah berhenti menangis.


"baiklah tidak apa-apa, sayang bisa kamu pinjamkan pakaian untuk mereka, aku menyadari pakaian mereka tidak pernah diganti" ucap Rama sambil menoleh ayu


"baiklah sayang, Irina clare mari kembali kerumah. kalian harus mengganti pakaian dulu" ajak ayu kepada mereka


"tapi master siapa yang akan melindungi anda disini bila kami bertiga pergi" ucap irina


"tenang saja, nenek Maria sudah ada didepan pintu sejak dari tadi, bukan begitu nenekku tersayang" ucap Rama


"hahahaha aku tidak menyangka kau begitu sensitif terhadap auraku rama" ucap Maria sambil ia masuk kekamar Rama


"kalian bisa pergi sekarang dan beristirahatlah dulu kare nanti aku akan meminta bantuan pada kalian" ucap Rama kepada Irina dan clare


"baik master" ucap mereka bersamaan


ayu segera membawa Irina dan clare untuk kembali ke penginapan blue rose karena semua pakaiannya masih Disana. sedangkan Maria yang bertugas menjaga Rama saat ini.


" mereka hanya lah bawahanku seperti dragzer dan orphon nek" ucap Rama


" tapi aku merasa mereka menyimpan perasaan padamu dan kamu belum menjawab pertanyaan nenek yang lain, apa Rama sudah tidak percaya lagi sama nenek sampai kamu tidak mau cerita kepada nenek" ucap Maria pura-pura cemberut dan ngambek


"nenek sudah berumur 60 tahun, walaupun penampilan nenek seperti gadis umur 20 tahun tpi tidak perlu bertingkah seperti gadis juga nek" ucap Rama dalam hati


akhirnya Rama menceritakan semuanya, dari alasan ia kenapa tidak bisa menaikan levelnya karena ia memiliki skill gluttony yang mampu memberikan stat point setiap ia membunuh makhluk hidup tapi efek sampingnya ia tidak bisa menaikan level, ia juga menceritakan bahwa orang yang selama ini membunuh hewan peliharaan kakeknya, Guru akademi dan warga sekita adalah dirinya dan mengenai pertempurannya yang sebelumnya merupakan takdir dirinya sebagai pemilik skill deadly sins karena harus bertarung melawan pemilik skill seven virtues dan mengenai Irina beserta Clare, mereka adalah fallen angel dan merupakan pengikut sebelumnya dari pemilik skill gluttony dari seven deadly sins, mereka sudah bersumpah setia untuk melayani Rama sebagai masternya dan akan mengikuti setiap perkataan rama karena saat ini Rama sebagai penerus dari skill gluttony.


mendengar hal itu membuat Maria ingin memarahi rama karena cucunya menyembunyikan hal sepenting ini darinya namun ia juga sedih karena takdir cucunya yang begitu buruk, setelah ia kehilangan kedua orang tuanya kini ia harus menanggung takdir pertempuran antara dua kekuatan besar itu.


Maria segera memeluk rama setelah mendengar cerita itu, Rama hanya bisa pasrah menerima pelukan Maria. karena posisi Rama yang sedang duduk di tempat tidurnya menyebabkan wajah Rama terbenam diantara kedua belahan dada neneknya yang cukup besar dan masih kenyal. akhirnya Rama membalas pelukan neneknya dengan melingkarkan tangannya di punggung Maria.


Adit bersama team partynya sudah sampai dirumah sakit bertepatan dengan kepulangan ayu,Irina dan clare, mareka berpapasan dengannya di lobby rumah sakit. Adit sebenarnya ingin komplain karena Irina dan clare pergi duluan meninggalkan mereka setelah menerima telp dari ayu yang mengabarkan Rama sudah sadarkan dirinya. namun ia mengurungkan niatnya setelah melihat Irina dan clare tampak habis menangis.


Adit menanyakan mereka hendak kemana, ayu menjelaskan bahwa ia disuruh mengantar Irina dan clare untuk berganti pakaian atas perintah rama. Adit kemudian menyuruh Ryan untuk mengantar mereka, agar bisa sambil beristirahat didalam mobil. Adit kemudian mengajak Ary dan Yudha segera menjenguk Rama.

__ADS_1


saat Adit sampai di ruangan Rama terlihat Rama sedang mengobrol dengan nenek Maria, melihat kedatangan teman-temannya Rama segera menyuruh mereka masuk kedalam, ia heran kenapa Ryan tidak ikut bersama mereka, Yudha menjelaskan bahwa Ryan sedang mengantar ayu Irina dan Clare.


"Rama ada berita bagus" ucap Adit setelah mengambil tempat duduk di depan Rama


"berita apa? jangan bilang kamu mau menikah?" ucap Rama


"bukan-bukan, ketua pasukan tentara bayaran telah mencabut peraturan mengenai larangan yang bukan Hunter untuk memasuki portal, jadi kamu sudah bisa mulai masuk portal bersama kami lagi" jelas Adit


"tidak hanya itu, kemarin ketua Anthony juga mau memberikan kompensasi atas tindakannya terdahulu padamu" ucap Ary menambahkan


"apa yang mau diberikan,apa dia mau memberikan uang?" tanya Rama penuh semangat


"kalau soal uang kamu selalu semangat brother, dia bilang akan memberikan 200 juta" ucap Yuda sambil tersenyum


"200 juta iya, itu terlalu sedikit. apa dia tidak bisa memberikan crystal sihir saja" ucap Rama


mendengar ucapan Rama bahwa 200 juta itu sedikit membuat Ary yudha dan Adit ingin memukul Rama, dengan uang segitu sudah bisa membeli sebuah rumah dan modal menikah,


"cucuku kenapa kau begitu menginginkan crystal sihir dari pada uang" ucap Maria yang penasaran


"itu demi memperbaiki dan memperluas pocket real nenek" ucap Rama


"pocket realm?" tanya Adit bersamaan dengan Ary dan Yudha.


"memperbaiki pocket realm, apa yang terjadi dengan tempat indah itu?" ucap Maria


"tempatnya hancur nek akibat pertarunganku yang sebelumnya, pocket realm adalah ruang dimensi yang aku miliki didalam dimensy itu ada sebuah pulau kecil berukuran 100KM² yang dikelilingi lautan yang indah" jelas Rama


"apa kami boleh melihatnya?" tanya Yudha


"itu benar Rama apa kami boleh melihatnya" ucap Ary


"kalian bisa melihatnya tapi kalian harus membayar 50 crystal sihir untuk sekali masuk" jelas Rama


"heh kenapa kami harus membayar Rama" keluh Adit


"itu adalah tempat yang bagus untuk liburan,.2 hari dipocket realm sama dengan sehari bumi dan bila kalian membayar 1000 crystal sihir kalian bisa mendapatkan rumah untuk menginap selama sebulan, bagaimana apa kalian tertarik" jelas Rama


Maria hanya menggelengkan kepalanya mendengarkan semua yang dibicarakan Rama, cucunya begitu tergila-gila dengan crystal sihir dan ia akan melakukan apapun untuk mendapatkannya, Maria segera mengeluarkan 10 buah crystal sihir sebesar kelapa dan diberikan kepada Rama.

__ADS_1


Rama yang melihat hal tersebut terheran, kenapa neneknya memberikan 10 crystal sihir yang begitu besar padanya, Maria menyuruh Rama untuk menggunakan crystal itu untuk memperbaiki pocket realm dan meminta Rama membuatkan sebuah rumah didekat pantai di pocket realm untuk tempat ia bersantai bersama Ratna. Rama segera memasukan 10 crystal sihir itu kedalam pocket realmnya, agar tempat itu segera kembali seperti semula.


bersambung....


__ADS_2