
Yudha merasa heran karena ia mendapat panggilan telpon dari nenek Maria yang menyuruhnya untuk berkumpul di gedung guild Aquamarine, saat ia sampai Disana ia juga melihat Ryan dan Adit yang sudah duluan berada di reception guild tersebut. Yudha segera menyapa mereka dan menanyakan kenapa mereka bisa berada disini, Adit menjelaskan bahwa ia dan Ryan dihubungi oleh nenek maria. Yudha juga menjelaskan bahwa ia mendapatkan telp dari nenek Maria juga.
"dimana Ary biasanya kalian selalu sepasang" ucap Ryan heran karena tidak menemukan Ary yang selalu bersama dengan Yudha
"itu benar, dimana dia" ucap Adit penasaran
"aku tidak tahu, tunggu sebentar kapten aku akan menghubunginya" ucap Yudha sambil mengambil hp miliknya dan menelepon Ary setelah beberapa saat panggilannya terputus
"ia sudah berada ditempat pertemuan" ucap Yudha
"aku baru tahu ia bisa datang lebih cepat dari kita" ucap Ryan
"ayo segera kesana ini pasti hal penting sampai nenek menyuruh kita berkumpul" ucap Adit
mereka segera bergegas menaiki lift dan menuju tempat ketua guild Aquamarine yang dijadikan tempat pertemuan. saat mereka masuk Disana sudah ada Maria, Ratna, Sugiono Ary dan seorang pemuda yang asing bagi Adit dan Ryan. Yudha yang melihat pemuda itu hanya bisa tersenyum dan melambaikan tangannya, ia tidak menyangka temannya Argus akan ada Disana juga.
Ratna lantas menyuruh mereka untuk duduk dan mengenalkan Argus pada Adit dan Ryan. setelah acara perkenalan selesai ia menjelaskan mengenai alasan kenapa mereka dipanggil kesini yaitu untuk memberitahukan bahwa karena insiden portal break yang terjadi beberapa hari lalu membuat ayu meregang nyawanya.
berita itu membuat Adit, Ryan Yudha dan Ary Berutu terpukul, Argus yang tidak mengetahui apapun menanyakan siapa ayu. Ratna menjelaskan ayu adalah temannya Ratna sekaligus calon istrinya Rama, ia juga mengingatkan Argus bahwa ia dulu pernah bertemu dengannya saat ia masih sering bermain dengan Rama waktu kecil.
Argus akhirnya ingat tentang ayu walaupu ingatan itu samar-samar karena ia jarang bertemu dengan ayu tidak sesering Rama, Ary dan Yudha.
"lantas apa yang terjadi pada Rama" ucap Yudha karena ia yakin pasti sahabatnya merasa sangat kehilangan dan ia ingin menghiburnya
"dia pergi mencari pelaku yang membunuhnya" ucap Maria
"dimana tempatnya nek, aku akan membantu Rama"ucap Ary dengan penuh emosi
"beritahu kami nek" ucap yang lainya
"pelakunya berada di neraka dan ia sedang menuju kesana" ucap Maria
"neraka? apa nenek serius" ucap Argus
"tentu saja, tapi aku tidak tahu pastinya namun itulah yang dikatakan salah satu anak buahnya yang datang memberi tahu kami" ucap Maria
"bagaimana dengan jasad ayu apa sudah dikebumikan?" ucap Adit
"kami belum tahu pastinya karena Rama membawanya kedalam dimensi miliknya" ucap Ratna
mendengar hal itu membuat semua terdiam dan tidak tahu harus melakukan apa lagi namun seketika sebuah portal secara tiba-tiba muncul diruangan tersebut hal itu membuat Maria dan lainnya terkejut. seorang elf keluar dari portal itu dengan kondisi penuh luka dan ia terjatuh ketika keluar dari portal, Ratna yang mengetahui siapa elf itu segera bergegas menghampirinya dan memberikan Hp potion untuk mengobati elf itu. ia juga meminta Sugiono untuk memanggil seorang healer untuk segera datang.
__ADS_1
"siapa dia kak Ratna" ucap Argus yang heran melihat tingkah laku Ratna
"ia adalah Eva salah satu bawahan Rama" ucap Ratna
beberapa saat kemudia beberapa healer datang dan segera merapalkan mantra penyembuhan pada elf tersebut. beberapa saat kemudian semua lukanya telah sembuh.eva akhirnya saadar dan membuka matanya, ia merasakan seluruh tubuhnya tidak merasakan sakit lagi.
"apa yang terjadi padamu ev?" ucap Ratna
"ada seseorang yang mencuri jasad nyonya ayu dan aku tidak bisa menghentikannya" ucap Eva pelan
"apa" teriak mereka bersamaan
"apa Rama sudah tahu hal itu" ucap Maria kaget
mendengar hal itu membuat Eva terkaget ia lupa mengabari masternya ia segera menggunakan telepaty untuk menghubungi Rama dan lantas ia menjelaskan apa yang terjadi, setelah mengatakan semuanya ia tidak mendengar kembali ucapan masternya
"apa kau berhasil menghubungkannya" tanya Ary
"itu berhasil tapi nampaknya master sangat marah akan hal itu" ucap Eva
"itu adalah hal yang normal, aku juga akan seperti itu" sahut Sugiono yang sedari tadi diam saja
Maria lantas menyuruh Eva untuk beristirahat dan ia melanjutkan pertemuan dengan yang lainnya, Maria menjelaskan ia ingin Adit beserta yang lainnya bergabung dengan guild Aquamarine. mendengar hal itu membuat mereka terkejut dan mereka menjelaskan pada maria bahwa mereka bersama Rama sudah berjanji akan membuat guild baru mereka bersama.
dilain tempat Rama dan pasukannya sampai di sebuah tempat yang tandus mereka tidak tahu saat ini berada dilantai keberapa, sejauh mata memandang tampak pepohonan yang telah layu dan mengering. dragzer lantas terbang keatas langit guna untuk memperluas penglihatannya namun ia tidak menemukan apapun juga. ia akhirnya meminta ijin pada masternya untuk terbang menyelidiki area sekitar namun hal itu dilarang karena saat ini ada sesuatu yang harus ia bereskan terlebih dahulu.
secara tiba-tiba tanah yang dipijaki mereka mulai bergetar, pada tanah sekitarnya mulai tampak retakan seakan-akan sesuatu hendak keluar dari sana. Rama dan yang lainnya lantas terbang keatas untuk mengindari sesuatu yang akan keluar dari tanah. dari dalam tanah muncul tulang belulang monster lebih tepatnya Monster yang telah menjadi mayat.
"andai aku bisa memiliki anjing yang sudah awakening pasti dia akan sangat menyukai ini" gumam Rama membayanga monster yang terdiri dari tulang belulang itu di makan anjing
setelah beberapa saat jumlah monster yang keluar dari tanah mencapai ratusan dan selain itu dari kejauhan tampak sebuah energy besar Bergerak menuju tempat Rama berada. sesaat kemudian Vidar muncul bersama pasukan grim reaper miliknya, Rama merasakan sesuatu yang aneh dikejauhan ia merasakan sebuah kehadiran yang familiar.
"aku tidak menyangka kau akan datang kemari" ucap Vidar sambil tersenyum
"bukannya sudah kubilang aku akan mengejarmu sampai ke ujung neraka" ucap Rama
"hahaha kau sungguh lucu, hanya karena seorang wanita kau melakukan hal ini apa kamu tidak tahu bahwa makhluk hidup yang menerobos neraka tidak akan pernah bisa kembali ke bumi"ucap vidar
"aku akan mengubah hal tersebut dan aku pasti bisa kembali ke bumi lagi"
"aku tidak tahu kenapa kau begitu yakin tapi aku sarankan kau tidak terlalu sombong" ucap Vidar ia segera menghilang dari hadapan Rama dan tiba-tiba muncul dihadapannya Rama.
__ADS_1
ia mengarahkan pukulannya dengan kekuatan penuh kearah perut Rama namu suatu hal aneh mengagetkannya saat pukulan itu hendak mengenai perut Rama sebuah portal kecil muncul Disana dan pukulan tertelan kedalam sana disaat bersamaan ia merasakan sesuatu yang kuat memukul pipi sebelah kanannya hingga ia mengeluarkan darah.
Vidar begitu terkejut menyadari bahwa serangan yang ia lakukan pada Rama malah menyerang dirinya ia tampak diam sesaat karena terkejut hal itu tidak disia-siakan oleh Rama, ia segera mengeluarkan savior sword miliknya dan melakukan tebasan kearah Vidar yang masih terpaku diam sesaat.
tebasan itu berhasil membuat luka yang cukup dalam di bagian dada Vidar, Rama segera mengayunkan kembali pedang miliknya namun kali ini berhasil dihindari oleh Vidar yang bergegas melompat kebelakang.
"aku tidak menyangka kau akan bertambah kuat secepat ini" ucap Vidar sambil ia mengusap luka yang diterimanya seketika luka itu menghilang dari tubuhnya
" ini semua karena hadiah yang kau dan Hades berikan padaku"ucap Rama, ia lantas melihat kearah Irina, Clare,dragzer dan orphon.
"kalian bisa mengamuk sepuasnya sekarang" lanjutnya
setelah mendengar hal tersebut terjadi sebuah hal yang berbeda terjadi pada mereka, pancaran kekuatan yang keluar dari mereka terasa berbeda lebih besar dari sebelumnya. perubahan paling jelas terjadi pada Irina dan Clare saat mereka melepaskan kekuatan sesungguhnya,kini tampak 10 sayap membentang pada punggung mereka.
"kekuatan kalian juga berubah drastis" ucap Vidar kaget
"ini semua berkat master"ucap Irina sambil ia mengeluarkan serangan terkuat miliknya
sesaat langit yang tadinya terang mulai menjadi gelap karena gumpalan awan hitam muncul secara tiba-tiba selain itu tanah yang tadinya tandus mulai terlapisi es dan menyegel kaki monster tulang belulang yang muncul sebelumnya.
"master biar para monster dan grim reaper kami yang mengurusnya" ucap dragzer yang sudah kembali ke bentuk semulanya
"aku serahkan yang disini pada kalian" ucap Rama yang segera melesat terbang menuju kearah Vidar. ia memegang muka Vidar dengan tangan kirinya dan membawanya terbang menjauh dari tempat itu. beberapa saat kemudian ia melemparkan Vidar karena terkejut dengan sebuah telepaty yang ia dapatkan dari Eva yang ia tugaskan untuk menjaga tubuh ayu.
"bajiangan sialan" teriak Rama dengan penuh emosi
ia lantas menatap Vidar yang sudah bangkit dari jatuhnya tadi, Rama segera terbang menuju ketempat Vidar berada ia sudah mengumpulkan hampir 50% kekuatan miliknya pada pedangnya namun saat ia hendak menebas Vidar sebuah anak panah meluncur kearahnya, ia dengan sigap mengunakan pedangnya untuk memblok anak panah tersebut.
namun ia dikagetkan dengan seorang wanita yang membawa busur yang sebelumnya menyerangnya, ia tidak bisa berkata apa-apa saat melihat wanita itu. itu adalah ayu kekasihnya yang telah tewas sebelumnya dan jasadnya yang dicuri seseorang. ia tidak tahu kenapa ayu ada disini namun ucapan selanjutnya dari mulut perempuan itu meruntuhkan harapannya
"jangan kau sakiti dia" ucap ayu
Rama yang mendengar hal itu menjadi syok apa yang sebenarnya terjadi disini, Vidar yang melihat itu tidak menyia-nyiakan kesempatan ia segera terbang mendekati ayu.
"bukanya aku sudah memberitahumu untuk tetap diam menunggu Disana" ucap Vidar
"tadi aku tidak bisa melihatmu seperti tadi ucap ayu
"Vidar,,, apa yang telah kau lakukan padanya" teriak Rama
"aku hanya memberikan jiwa yang baru serta memberikan ingatan yang berbeda" ucap vidar
__ADS_1
Rama yang mendengar hal itu merasa heran karena baru beberapa saat sebelumnya ia mendengar kabar bahwa tubuh ayu sudah dicuri dan bagaimana mungkin Sekarang ia sudah bisa hidup seperti ini.