
"kalian sama sekali tidak pernah berubah, selalu arogan dan menganggap diri kalian adalah yang terkuat * ucap Rama
kini terlihat penampi Rama mulai ada sebuah perubahan, dimulai dari rambutnya yang dulunya hitam kini mulai memutih sepenuhnya serta perubahan pada kedua bola matanya yang kini tampak berwarna merah dan kuning. saat ini yuto sudah mulai mengambil alih tubuhnya Rama karena ia merasa Rama belum terlalu siap bila harus melawan 2 virtues saat ini. walaupun keadaan Kaito sedang terpuruk akibat serangan mental yang diterimanya tapi ia masih tetap termasuk musuh yang merepotkan bila ia sampai pulih kembali.
xenovia yang melihat perubahan yang terjadi pada Rama begitu terkejut dan bingung karena ia merasakan tekanan kekuatan yang dikeluarkan Rama seperti sesuatu yang familiar baginya namun ia lupa siapa orang yang pernah mengeluarkan tekanan seperti ini.
"siapa kau sebenarnya dan kenapa kau memiliki aura seven deadly sin walaupun kau pemilik skill kidness saat ini" ucap xenovia penasaran
*saat ini aku sering dipanggil Rama, kenapa aku memiliki aura seven deadly sins karena aku adalah anak hasil perselingkuhan dari Rina dan Theo the wrath sin* ucap Yuto yang mencoba menggunakan trik yang sama untuk memperdaya xenovia.
" saat ini? apa maksudmu?. biar aku perjelas padamu aku bukan Kaito yang mampu kau perdayai dengan trik seperti itu dan aku tidak seperti dia yang selalu menggunakan perasaannya daripada otaknya" ucap xenovia
*cihh padahal lebih bagus kalau kau terkena serangan mental seperti Kaito agar aku bila dengan mudah mengalahkan kalian. iya saat ini aku adalah Rama namun sebelumnya aku sering dipanggil Yuto the gluttony sin. apa kau masih mengingat nama tersebut xenovia* ucap Yuto
" jangan bercanda denganku, mana mungkin dirimu adalah Yuto. dia sudah tewas ratusan tahun lalu, walaupun gluttony memiliki kesadaran sendiri namun itu sudah tersegel menggunakan kekuatan kami bersamaan dengan kematian Yuto. selain itu segel tersebut tidak akan terlepas sampai seribu tahun dan untuk melepaskan segel tersebut juga dibutuhkan sebuah pengorbanan dari kami seven virtues "
*bila kau tidak percaya dengan perkataanku sebelumnya maka akan aku buktikan padamu namun sebelum itu aku akan memberikanmu sebuah hadiah, untuk para bawahanku serang dan habisi dia* ucap Yuto memerintahkan para Hunter yang masih dalam kendali skill kidness miliknya untuk menyerang xenovia.
__ADS_1
para Hunter tersebut mulai menyerang xenovia dengan segala cara secara bersamaan, puluhan Hunter yang merupakan petarung jarak dekat mulai menyerbu xenovia sedangkan Hunter lainnya mulai menyerang dari kejauhan. Yuto yang melihat xenovia kini sedang disibukan oleh para Hunter, ia lantas bergegas ke arah Kaito dan mulai menyerangnya menggunakan savior sword. Kaito dengan susah payah menghindari setiap tebasan pedang milik Yuto walaupun saat ini tubuhnya sudah pulih dengan skill regenerasi miliknya namun berbeda dengan pikiran dan mental miliknya.
ia sebenarnya tidak ingin mempercayai ucapan yang dikatakan oleh Rama, mengenai Rama yang merupakan putra dari Rina dan Theo namun saat ia menyaksikan sendiri bahwa Rama memiliki kekuatan Rina dan Theo. ia menjadi sangat terkejut serta terpukul akan hal tersebut.
yuto yang menyadari bahwa Kaito masih belum pulih seperti keadaan sebelumnya, menggunakan kesempatan tersebut untuk melancarkan sebuah tebasan yang dibarengi skill summon lighting yang menyebabkan Kaito terlempar dan menabrak jalan raya. akibat serangan tersebut Kaito harus menderita luka tebasan dan Luka bakar pada dadanya.
kini terlihat Kaito masih tergeletak dijalan raya sambil memandang Yuto dengan perasaan tidak karuan, ia mencoba untuk bangkit dan hendak terbang untuk menyerang Yuto namun ia terkejut melihat Yuto menghilang dari posisinya tadi, ia melihat sekeliling tapi tidak menemukan keberadaanya juga namun pada akhirnya ia menyadari dimana Yuto berada ketika ia merasakan rasa sakit pada dadanya.
ia melihat sebuah tangan yang dialiri oleh sebuah api berwarna hitam menembus dada sebelah kanannya, akibat serangan itu Kaito menjerit kesakitan dan membuat xenovia yang sedang dikeroyok oleh para Hunter menoleh padanya. xenovia begitu terkejut melihat keadaan Kaito dan ia makin terkejut dengan apa yang diucapkan oleh Yuto.
*xenovia lihatlah bukti yang akan aku perlihatkan padamu, gluttonous king* teriak Yuto
saat seluruh tubuh Kaito terselimuti aura hitam tersebut tidak terdengar lagi jeritan kesakitannya, aura hitam itu mulai memasuki tubuhnya Yuto dan pancaran kekuatan milik yuto kian meningkat drastis akibat ia telah melahap Kaito sepenuhnya. xenovia yang menyadari Kaito telah dilahap oleh Yuto, ia segera bergegas terbang melarikan diri dari tempat tersebut.
namun sebelum xenovia pergi meninggalkan tempat itu, ia berhasil terkejar oleh Yuto yang muncul secara tiba-tiba dan langsung mencekik leher xenovia, Yuto langsung membuka portal penghubung ke dimensi pocket realmnya. Yuto lantas melemparkan xenovia kebawah hingga menabrak beberapa pohon yang berada disana.
* abysaal bind* ucap yuto
__ADS_1
seketika rantai-rantai sihir mulai mengikat seluruh tubuh xenovia sehingga ia tidak bisa bergerak sama sekali, Yuto melangkah mendekati Xenovia dengan santainya namun xenovia sudah mulai ketakutan dan ia mencoba berontak serta melepaskan rantai sihir tersebut namun itu tidak bisa dilepaskan.
"Yuto jangan mendekat,, ku mohon lepaskan aku " ucap xenovia memelas
*kenapa aku harus melepaskanmu, aku bisa membunuhmu dan melahap skill charity milikmu*
"aku akan melakukan apapun agar kamu bisa mengampuniku"
* apa itu termasuk memberikan kesucianmu?, aku selalu penasaran bagaimana bila kamu yang melambangkan kesucian malah kehilangan kesucianmu? apa akan ditinggal oleh skill charity atau tidak*
" aku tidak tahu, tapi kumohon jangan bunuh aku"
*baiklah, aku tidak akan membunuhmu * ucap Yuto
Yuto segera memegang dagu milik xenovia dan ia mulai menatap matanya, seketika itu Yuto mengaktifkan skill kidness yang mampu mengontrol semua makhluk hidup yang lebih lemah darinya. sesaat kemudian xenovia terjatuh dan pingsan setelah menerima efek skill kidness.
Yuto segera membiarkan Rama mengambil alih tubuhnya lagi, Rama yang telah kembali segera mencari Eva beserta dragzer dan menitipkan xenovia padanya. ia juga melepaskan skill sacrificenya, para skeleton dragon dullahan dan death knight muncul kembali. Rama memerintahkan mereka untuk mengawasi xenovia selama Disana.
__ADS_1
sesaat kemudian Rama keluar dari pocket realmnya dan ia melepaskan skill kidness pada para Hunter yang Disana, disaat bersama mobil ambulance datang dan mulai membawa para jenazah serta korban yang masih bisa ditolong ke rumah sakit terdekat.
Rama yang hendak melanjutkan perjalanannya ke guild kakeknya,secara mendadak menghentikan langkah kakinya karena ia tiba-tiba merasakan sebuah rasa sakit yang sangat menyakitkan seolah-olah sebuah pedang menancap pada jantungnya. dengan menggunakan tangan kirinya sebagai penopang tubuhnya pada dinding-dinding bangunan, ia melanjutkan langkahnya sedikit demi sedikit.sesaat kemudian ia terjatuh kejalan dengan kesadaran mulai menghilang karena rasa sakit yang ia alami, sesaat sebelum ia kehilangan kesadarannya seutuhnya ia melihat sebuah pop up layar transparan dihadapannya.