System Leveling

System Leveling
keluarga


__ADS_3

saat clare, ayu, Ryan, Adit, Ary dan Yudha berhasil menyelesaikan portal mereka segera memutuskan untuk pergi beristirahat, saat mereka menikmati makan siangnya Irina datang menghampiri mereka setelah menanyakan lokasi mereka. Clare dan ayu merasa heran kenapa Irina menghampiri mereka, namun setelah Irina menjelaskan bahwa ia diminta untuk membantu Clare dan orphon untuk mengumpulkan magic crystal.


Irina juga menjelaskan bahwa saat ini Rama sedang berada dirumah neneknya karena permintaan Maria dan Ratna sebelum mereka pergi kembali ke Jepang. mendengar hal tersebut membuat wajah ayu sedikit sedih karena ia tidak bisa menghabiskan hari bersama Rama sebelum Rama pergi berkumpul bersama para sinner. Clare dan Irina yang menyadari bahwa ayu merasa sedih karena tidak bisa bersama Rama lantas berusaha menghiburnya.


"aku merasa iri dengan Rama" gumam Yudha secara tiba-tiba


"iri karena hal apa yud" tanya ayu penasaran


"dia selalu dikelilingi wanita cantik seperti kalian sedangkan aku malah jomblo sampai saat ini" keluh Yudha


" mungkin jodohmu belum lahir yud jadi sabar saja, mungkin saat kau berumur 50 tahun kau akan menemukan jodohmu" sahut Ary sambil tertawa


"atau jodohmu masih dijaga orang lain" ucap Adit menimpali


"perkataan mereka mungkin ada benarnya yud, jadi kamu sabar saja" ucap Ryan


"ya ya ya kalian menang" sahut Yudha yang lelah karena dibully mereka


"aku punya seorang teman, dia gadis yang cantik dan masih polos. apa kamu mau berkenalan dengannya" ucap Irina


"apa kamu serius Irina?"ucap yudha penuh semangat


"itu benar, namun dia seorang elf"


"jangan bilang elf yang kamu sebutkan itu Eva" ucap Clare


"itu benar Clare, aku merasa kasihan dia sendirian Disana"


"apa yang kalian maksud bawahan baru Rama" tanya ayu


"itu benar"jawab Clare dan Irina bersamaan


"aku tidak masalah tentang elf atau bawahannya Rama , tolong kenalkan aku padanya" ucap Yudha yang sedari tadi diam karena terkejut mendengar tentang elf yang dibicarakan oleh Clare dan Irina. dia begitu menyukai elf sejak ia menonton anime sword art online, bahkan ia selalu berharap bisa menemukan portal yang menghubungkannya pada dimensi para elf


"apa kamu merasa senang Yudha karena akan menemui elf yang asli" ucap Ary


"a..pa maksudmu senang" ucap yudha agak terbata-bata


"bukannya kamu sangat mengidolakan sosok elf sejak masih kecil dan bukannya kamu selalu bermimpi menikah dengan seorang elf " goda Ary


"jangan bongkar rahasiaku kampret, tapi bila dibandingkan dengan Rama aku masih belum seberapa" ucap Yudha


"itu benar, impian dia sangat tidak masuk akal" sahut Ary


"memangnya apa impiannya" ucap ayu penasaran


"dia ingin menjadi seorang raja dan mempunyai 100 istri cantik" ucap Yudha


"heh" ucap ayu


"iya itu benar, saat kita masih kecil dia selalu berteriak seperti itu namun semua berubah saat ia bertemu denganmu ayu." sahut Ary

__ADS_1


" berubah karena ku" ucap ayu


"iya itu benar, dia melupakan mimpi yang mustahil tersebut dan bertekad menikahimu" ucap Yudha


"kalian berhenti menggodaku" ucap ayu dengan wajah memerah


Ary dan Yudha tertawa melihat ekspresi ayu saat, karena rencana mereka untuk menjahili ayu berhasil. pada akhirnya setelah mereka menyelesaikan makan siangnya mereka melanjutkan pekerjaan untuk membereskan portal selanjutnya.


beberapa waktu sebelumnya pada kediaman Wijaya terlihat Sugiono yang berada pada balkon sedang menatap Rama yang sedang berada di pekarangannya, dia terus-menerus memandangi cucunya tersebut sejak ia datang bersama Maria dan Ratna. karena saat Rama sampai dirumah ia hanya berada dipekarangan rumah saja dan tidak memasuki rumah tersebut. hal itu membuat Sugiono merasa heran dan akhirnya memutuskan untuk mengawasinya karena takut Rama akan membunuh para lebah koleksinya seperti dulu.


selain Sugiono di sana juga terlihat Maria, Erlina dan Ratna. mereka merasa heran kenapa Sugiono terus-menerus memandangi Rama dan tidak melepaskan pandangannya walau sedetik pun. hal itu akhirnya membuat Maria kesal dan ia melemparkan sepatu miliknya pada suaminya tersebut. Sugiono yang sedang fokus mengawasi Rama tidak menyadari hal tersebut sehingga sepatu tersebut tepat mengenai kepalanya


bugh


"aduh.... apa yang kamu lakukan Maria" ucap Sugiono kesal sambil memegangi kepalanya yang benjol karena lemparan sepatu yang diselimuti mana oleh Maria


"apa kau akan terus-menerus mengawasi cucumu yang sudah bersedia datang kerumah" ucap Maria


"itu benar ayah, Rama sudah mau berkunjung karena bujukan ibu jangan karena ayah sering memelototinya membuatnya malah ingin pulang" ucap Erlina


"yang dikatakan nenek dan bibi benar, kenapa kakek selalu mengawasinya" ucap Ratna


"aku hanya tidak mau ia membunuh lebah-lebah koleksiku lagi". ucap Sugiono


"jadi kau lebih menyayangi lebah itu daripada cucumu sendiri, kalau begitu aku yang akan membunuh mereka" ucap Maria kesal


Maria lantas mengeluarkan sebuah bola energi kecil dan ia lantas menembaknya pada sarang lebah yang berjejer pada pekarangan seketika sebuah ledakan kecil terjadi yang menghancurkan sarang lebah tersebut. melihat hal itu membuat Sugiono syok karena ia mendapatkan lebah- itu dari dimensi lain dan madu yang dihasilkan memiliki kasiat yang sangat bagus untuknya.


Rama yang sedari tadi berada dihalaman rumah tersebut terkejut melihat seseorang melemparkan bola energi pada sarang lebah milik kakeknya, namun ia menyadari bahwa itu adalah ulah neneknya yang mungkin saja kesal pada kakeknya. sebenarnya Rama juga kesal pada Sugiono yang sedari tadi trus mengawasinya seperti seorang polisi mengintai penjahat.


namun dapat ia asumsikan bahwa skillnya mampu mengumpulkan jiwa atau roh dari makhluk hidup yang telah mati yang masih bergentayangan,bila seperti yang diasumsikan maka ia akan dapat mengumpulkan banyak jiwa bila ia pergi ke kuburan, rumah sakit dan pasar tradisional karena Disana pasti banyak jiwa-jiwa yang masih bergentayangan dan jiwa dari para hewan yang disembelih.


untuk membuktikan asumsinya tersebut ia lantas meminta ijin pada neneknya namun Maria melarangnya karena hari sudah sore dan ia menyuruhnya untuk pergi ke kuburan besok pagi sekalian ia juga ingin mengunjungi makam kedua orang tua rama, pada akhirnya rama mengurungkan niatnya dan ia kembali ke halaman belakang melanjutkan menikmati tumbuhan bunga yang ia tanam dulu waktu kecil.


saat makan malam suana pada meja makan begitu hening karena kehadiran Rama dimeja makan itu, ketiga pamannya yaitu Jhonny, Benny dan Jordy begitu risih karena harus makan malam dengannya karena mereka masih menyimpan dendam atas penghinaan yang diberikan oleh Rama saat ulang tahun Maria begitu juga dengan kedua sepupunya Denis dan Dimas yang memandang Rama dengan ekspresi kesal. namun Rama yang menyadari hal tersebut hanya melanjutkan makannya


"Rama aku dengar bahwa kau akan menikah apa itu benar" ucap bibi Lucy


"iya bibi" sahut Rama


"kapan kamu akan melaksanakannya" ucap bibi Erlina


"mungkin setelah aku membeli rumah yang lebih besar, karena rumahku saat ini terlalu kecil untuk kami"


"kenapa tidak tinggal disini saja" ucap Lucy


"itu benar Rama, kenapa kau tidak tidak disini saja bersama kami"imbuh Erlina


"aku takut mereka akan menggoda istri-istriku" ucap Rama sambil memandang kakek, paman dan sepupunya


"apa yang kamu bicarakan Rama mana mungkin aku melakukan itu" ucap Jhonny paman termuda Rama

__ADS_1


"itu benar Rama, mana mungkin kakek dan mereka melakukan hal tersebut" ucap Sugiono


"itu benar" sahut Denis, Dimas, Jordy dan Benny bersamaan


"kalian belum saja melihat calon istri-istriku"


"tunggu sebentar Rama, tadi kau bilang istri-istrimu bukannya kamu hanya akan menikah dengan ayu?" ucap Ratna heran


"aku juga akan menikahi Clare dan Irina kak, karena itu juga permintaan ayu dan iapun sudah menentukan pembagiannya hahaha" ucap Rama dengan bangga


"apa kamu serius dengan hal itu Rama? mereka adalah seorang fallen angel" ucap Maria


"itu serius nenek, aku juga sudah bukan manusia biasa karena jantung milikku adalah jantung seekor naga" ucap Rama


"jantung naga?? apa yang kamu ucapkan itu benar Rama dan dari mana kamu mendapatkannya" ucap Sugiono


"itu benar kakek, ini adalah pemberian seseorang saat aku sedang sekarat karena tubuhku tidak kuat menahan lonjakan kekuatan milikku, dia mentransplantasikannya"


"bila sudah seperti itu aku hanya bisa menyetujui keputusanmu dan kuharap kamu mau menunggu kepulangan nenek sebelum menikah" ucap Maria


"baik nek"


"kepulangan ibu? memangnya ibu mau kemana lagi?" ucap Benny


"aku dan ratna harus kembali ke Jepang segera karena ada masalah dengan guild Disana"


"apa kami boleh ikut kesana" ucap Dimas sambil menunjuk Denis


"kalian lebih baik disini membantu ayah kalian di guild dan kalian awasi kakek kalian jangan sampai ia main dengan gadis-gadis muda yang diguild" ucap Maria


setelah menyelesaikan makan malamnya mereka melanjutkan mengobrol kembali namun Rama tidak ikut karena ia ingin segera beristirahat, ia segera diantar oleh Indra menuju ke kamarnya.


"paman Indra aku bisa sendiri kekamarku" ucap rama


"aku hanya takut tuan salah kamar saja dan aku juga sudah lama tidak mengobrol dengan tuan" sahut Indra


"baiklah kalau begitu kita bisa mengobrol sebentar dan aku ingin tahu mengenai keadaan dirumah ini setelah aku diusir"


"baik tuan"


pada akhirnya Rama sampai dikamarnya, situasi Kamarnya Masih sama seperti dulu. photo besar keluarganya masih menempel pada posisinya, gundam-gundam miliknya masih berjejer rapi pada tempatnya begitu juga DX Kamen rider koleksinya, tidak ada sedikitpun debu yang menempel pada mereka.


"apa kamu yang selalu membersihkan ini paman Indra"


"bukan tuan, tapi nyonya Erlina yang melakukannya"


"bibi Erlina? kenapa ia sampai melakukan hal itu"


"apa tuan muda lupa? bila nyonya Erlina lebih menyayangimu sejak masih bayi daripada Denis anaknya"


"aku lupa akan hal itu"

__ADS_1


menurut ingatannya memang bibi Erlina sangat menyayanginya seperti halnya neneknya Maria, namun ia selalu menutupi hal tersebut dari yang lainnya karena suaminya sangat membenci Rama karena daren ayah Rama menjadi pewaris dari perusahaan milik Sugiono. setelah selesai mengetahui semua yang terjadi dikediaman Wijaya selama ia diusir, ia memberitahu Indra bahwa ia akan beristirahat.


saat malam telah larut Erlina datang memasuki kamar Rama, ia melihat Rama yang telah pulas tertidur. ia lantas menyelimuti Rama dan duduk disampingnya Rama, ia lantas mengecup kening Rama dan meninggalkan kamar tersebut. ia begitu kaget saat Maria menemukannya keluar dari kamar Rama, namun Maria hanya tersenyum dan pergi.


__ADS_2