SYSTEM SUPREME IMORTAL GOD (DEWA ABADI TERTINGGI)

SYSTEM SUPREME IMORTAL GOD (DEWA ABADI TERTINGGI)
CHAPTER 9. PANAH KAISAR PERI API DAN ES


__ADS_3

Setelah pintu ruangan rahasia berhasil terbuka, ada sebuah lorong panjang yang diterangi oleh cahaya kristal yang ada di langit-langit ruangan seolah-olah tidak ada bedanya dengan siang hari.


Di sana juga terdapat pola-pola tulisan kuno yang tertulis disepanjang lorong ruangan, sedangkan putri yona yang terlihat kebingungan dengan sikap juli yang terus menerus melihat tulisan kuno yang ada di sana.


"Tuan! Tulisan-tulisan apa ini tuan?" Tanya yona yang kebingungan sambil memperhatikan juli yang terus membacanya.


"Ini adalah tulisan 'Peri Kuno' pada saat 'Era Cahaya' pada ribuan tahun yang lalu, namun yang membuat saya tidak menyangka adalah kalau bangunan tua yang ada didalam kota anggrek lebih tua dari pada kerajaan awan itu sendiri. Padahal bangunan ini telah berdiri lebih 2000 tahun yang lalu!" Kata juli yang juga sedikit bingung.


"Tulisan peri kuno pada era cahaya! Tapi kenapa saya tidak pernah melihat ataupun mendengarnya!" Kata yona yang semakin bingung, karena yona ini adalah orang yang berasal dari bangsa peri, saat yona yang masih berumur 6 tahun dia sudah tau sedikit sejarah bangsa peri, tapi setidaknya dia sudah bisa sedikit mengerti dari sejarah peri kuno.


"Ya tentu saja! Karena kalian itu berada di era es. Jadi bisa dikatakan kalau kalian sudah terlewat sepuluh era yang lalu karena setiap satu era di bangsa peri lebih dari 5000 tahun" Jelas juli kepada yona yang kebingungan.


Yona pun terkejut bukan main, 'Siapa sebenarnya tuan ini, dengan pengetahuan yang sehebat ini bahkan kepala perpustakaan yang ada di 'Kerajaan Peri Utara' hanya mengatakan kalau era bangsa peri itu sampai 5 saja, namun dia dengan beraninya mengatakan kalau era bangsa peri ada 10, apa mungkin dia ini sedang berbohong kepada saya ya. Lagi pula bagaimana bisa dia tau bahasa peri padahal dia baru berusia 7 tahun' Kata yona yang membatin.


'Sepuluh era' Gumam putri yona yang dia semakin bingung.


"Iya, sekarang kamu pasti mengira kalau hanya ada lima era kan?" Tanya juli sambil tersenyum.


"Iya, tuan" Kata yona yang terkejut karena tuannya itu seperti mengetahui apa yang menjadi kebingungannya sekarang ini.


Juli hanya tersenyum tipis, karena memang 10 era hanya ada didalam 'Kitab Peri Semesta' dan kitab itu juga merupakan kitab yang paling rahasia di bangsa peri, juli mendapatkan kitab itu ketika bangsa siluman sedang berperang dengan bangsa peri langit, yang dimana pada saat itu 'Peri Langit' kalah ketika juli datang dengan membawa bala bantuan untuk membantunya pada kala itu.


Semua peri langit yang ikut berperang itu pun semuanya tewas, akan tetapi juli masih menemukan ada seorang peri yang sudah sekarat dan segera menyerahkan kitab peri semesta kepadanya agar tidak jatuh ke tangan bangsa siluman.


Sambil jalan untuk menelusuri lorong ruangan tersebut, juli juga menjelaskan kesepuluh era peri dengan sedetail-detailnya kepada yona, sedangkan yona hanya bisa tertunduk malu karena dulu dia berfikir kalau perpustakaan peri merupakan sumber segala ilmu dunia, namun siapa sangka kalau sebenarnya pemikirannya itu hanyalah sebuah pemikiran katak yang ada dibawah tempurung dan sekarang yona baru menyadari kalau juli lah sesosok guru besar yang ada didalam sejarah.


Di paling ujung lorong, juli dapat melihat ada sebuah ruangan besar yang dipenuhi dengan harta karun, setidaknya didalam ruangan itu bisa mencapai jutaan keping emas dan juga berbagai senjata tingkat tinggi.


Di dalam dunia yang banyak dengan 'Ahli Beladiri', terdapat berbagai kategori senjata ataupun digolongkan sebagai pusaka, yaitu:


Senjata Biasa;


Senjata Menengah;


Senjata Baik;


Senjata Sangat Baik;


Senjata Perang;


Pusaka Rendah;


Pusaka Menengah;


Pusaka Tinggi;


Pusaka Bumi;


Pusaka Langit;

__ADS_1


Pusaka Langit Bumi; dan


Pusaka Surga


Pusaka ataupun senjata yang berada ditingkat langit bumi itu sudah sangatlah langka dan bisa dihitung dengan jari, dan setiap senjata juga bisa ditingkatkan kualitasnya tapi tergantung pada pusaka itu sendiri.


Juli hanya tersenyum saat melihat harta yang sebanyak itu, disisi lain putri yona yang melihat semua senjata yang ada di ruangan itu membuat dia terkejut setengah mati.


"Tuan! Bukankah dengan semua harta ini, membuat tuan menjadi orang yang kaya raya" Kata yona.


"Yona! Semua ini akan saya serahkan semuanya kepadamu untuk mengelolanya, kita harus membuat 'Kota Anggrek Salju' menjadi kota yang sangat kuat" Kata juli yang tidak begitu memperdulikannya mengenai semua emas itu.


Juli pun terus maju ke lorong ruangan yang mengarah ke kamar selanjutnya dan masih diikuti oleh yona.


Setelah juli dan yona sampai dikamar selanjutnya, terdapat aura yang sangat kuat dan misterius yang dipancarkan oleh salah satu 'Pusaka Langit Bumi', yaitu 'Panah Kaisar Peri Api dan Es'.


Yona terkejut saat melihat panah yang dapat mengeluarkan 'Inti Api' dan 'Inti Es' secara bersamaan, karena aura yang dipancarkan oleh inti itulah yang membuat panah itu seolah-olah dapat membakar seluruh ruangan yang ada disekitarnya.


Juli yang melihat panah itu, dia terlihat tidak terkejut sama sekali, lalu juli segera menarik lengan yona dan menuliskan pola kuno ditangannya. Sedangkan yona, dia hanya bisa pasrah saat lengannya ditarik oleh juli tetapi dia tidak mengatakan apapun.


Juli yang terlihat serius saat menggambar pola tulisan kuno ditangan Yona, digambar itu terbentuk lah sebuah pola yang sangat indah namun ketika pola itu selesai digambar, juli segera menyuruh yona untuk mengalirkan tenaga dalamnya ke dalam tulisan kuno itu.


"Yona! Sekarang kamu aliran tenaga dalam mu kedalam pola ini" Kata juli kepada yona.


"Baik tuan" Jawab yona.


Yona segera mengalirkan tenaga dalamnya dengan cara perlahan, ketika semua pola sudah terisi penuh dengan tenaga dalamnya, muncul seberkas cahaya terang yang mulai terbentuk lalu secara perlahan terserap masuk kedalam tubuhnya, yona yang melihat itu hanya kebingungan dengan apa yang terjadi kepada tubuhnya, namun dia sudah mulai percaya kepada tuannya itu.


"Apa? Ruang jiwa, apa benar aku dapat merasakannya sekarang, sungguh! Benar, aku dapat melihat dengan jelas bentuk ruang jiwaku" Kata yona yang seakan masih tidak percaya.


"Terima Kasih, tuan" Ucap Yona yang senang dengan wajah yang tersenyum cerah.


Juli hanya tersenyum ringan diwajahnya, lalu Juli menunjuk ke arah panah yang ada didepannya itu.


"Ambillah panah itu, karena itu akan menjadi milikmu sekarang" Kata Juli kepada Yona.


"Namun sebelum kamu mengambilnya, saya akan periksa terlebih dahulu apakah ada yang rusak pada panah itu" Kata Juli sambil berjalan kearah panah itu.


Yona seakan masih tidak percaya dengan apa yang dia dapatkan, karena dia mendapatkan banyak sekali keberuntungan yang dia peroleh, sehingga Yona segera bersumpah pada dirinya sendiri kalau dia tidak akan mengkhianati tuannya ini.


'Tuan! Jiwa dan ragaku sekarang menjadi milikmu dan aku sangat bersyukur kalau memiliki tuan sepertimu, aku bersumpah tidak akan mengkhianatimu' Batin Yona.


Sementara itu, juli yang sudah berada di depan panah itu segera dia mengulurkan tangannya kemudian dia mengangkat panah tersebut serta menyuruh sistem untuk menganalisis panah itu dan mengcopy panah itu sedemikian rupa beserta kekuatannya.


"Sistem, tolong kamu analisis panah ini serta kamu copy panah ini sedemikian rupa beserta kekuatannya supaya gak ketahuan kalau ini hanyalah copy'an. Setelah itu, tolong kamu gabungkan dengan senjataku yang lainnya." Kata Juli yang meminta tolong kepada sistem untuk melakukannya.


"Baik tuan! Tuan tenang saja, walaupun senjata ini sudah dicopy oleh sistem sementara yang aslinya berada di tangan tuan, karena saya bisa mengcopy panahnya sama persis dengan aslinya karena saya akan mengurangi sedikit kekuatan asli yang ada dicopy'an nya sebab senjata itu juga bisa ditingkatkan kualitasnya seperti kebanyakan senjata yang lainnya dengan bantuan sistem dan tuan" Kata sistem kepada juli sambil menjelaskan kalau juli tidak perlu mengkhawatirkan itu lagi.


"Baiklah sistem, saya percaya semuanya kepadamu. Dan tolong cepat sedikit, takutnya nanti ketahuan olehnya." Kata juli yang dengan apa yang dikatakan oleh sistem.

__ADS_1


"Baik tuan, segera saya lakukan" Kata sistem.


Setelah juli menunggu selama beberapa detik, selama proses copyannya.


Setelah selesai, juli memanggil yona untuk maju ke depan dan mengambil panahnya, saat dia mendengar itu segera maju ke depan dan mengambilnya, ketika dia menyentuh pusaka busur itu. Seketika itu juga, tubuh yona mulai terisi dengan kekuatan yang sangat luar biasa kuatnya.


Busur panah yang panjang hampir sama dengan panjang tubuh orang dewasa, setelah disentuh oleh nya secara tiba-tiba panah itu mulai mengecil dan menyesuaikan ukurannya dengan ukuran tubuhnya yang masih berumur 6 tahun itu, saat melihat itu dia semakin dibuat terkejut dengan apa yang terjadi.


"Tuan, kenapa busur ini menjadi mengecil" Kata yona yang terlihat kebingungan sambil menunjukkannya kepada juli.


"Itu karena busur panahnya akan menyesuaikan dengan fisik tuannya, jika kamu sudah dewasa nanti maka panah itupun akan mengikuti pertumbuhan mu, namun walaupun ukuran busur itu kecil tapi kekuatan dan efeknya tetap sama" Jelas juli yang menjelaskan seolah kalau itu adalah miliknya sendiri.


Yona yang sudah tidak terkejut lagi dengan sikap tuannya kecil itu, dia juga telah menebak kalau juli itu sama saja dengan 'Para Ilmuwan Peri' di kerajaannya.


"Yona! Nanti saya akan memberikan kamu salinan dari 'Kitab Ilmu Panah Dewa Peri', dan setiap kamu tarik tali busur panah itu, maka muncullah anak panah akan keluar dengan sendirinya tergantung pada niat mu" Jelas juli yang memperhatikan kalau yona sedang memeriksa busur panah yang telah menjadi miliknya itu.


"Baik! Terima kasih atas petunjuknya tuan!" Kata Yona.


Saat tali roh dari busur panah ditarik olehnya, secara tiba-tiba muncul dua anak panah yang dimana itu adalah anak panah api dan anak panah es.


"Hah, ini sungguh menakjubkan!" Kata yona yang mulai membidik dinding ruangan tersebut.


"JANGAN! Jangan dilepaskan anak panahnya, itu akan menghancurkan bangunan ini, lagipula kamu juga perlu latihan terlebih dahulu" Kata juli yang terkejut dengan wajah yang memucat.


"Maafkan saya tuan, sebaiknya saya simpan saja dulu" Ucap yona yang terkejut saat mendengar teriakkan dari juli, lalu dia menyimpan seketika busur itu menghilang dari tangannya, tentu busur panah itu telah disimpan di dalam Ruangan Jiwa yang telah dibuat oleh Juli sebelumnya.


"Baiklah kita akan melihat ruangan lainnya" Kata Juli yang membuka ruangan selanjutnya dan menelusuri lorong bangunan tersebut yang masih diikuti oleh Yona, sesampainya di penghujung lorong terdapat sebuah pintu kamar yang dimana itu membuat Juli terkejut ketika melihat isi kamar tersebut.


Apa isi dari dalam kamar yang dilihat oleh Juli adalah sebuah material misterius berwarna bening yang dimana material misterius itu bagaikan air namun itu adalah benda padat yang memiliki serpihan jiwa.


"Apa itu tuan?" Tanya Yona kepada Juli.


Juli hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya, "Ini adalah seekor makhluk kuno yang dimana aku tidak akan bisa menggambil resiko jika kita sampai membangunkannya, bisa jadi itu akan membawa mala petaka bagi kita semua dan bisa juga membawa sebuah keberuntungan" Kata Juli dengan nada cemas kalau dia sampai membangunkan makhluk itu.


"Oooo" Jawab Yona.


"Dengan kekuatan ku saat ini, itu tidak lebih dari manusia biasa bahkan belum masuk ke Tingkat Pejuang, akan sangat sulit bagiku untuk menaklukkan makhluk kuno ini, apalagi dia masih memiliki sedikit kesadaran dan bisa membuat kita mati ditempat" Kata Juli dengan senyum pahitnya.


Setelah itu, tiba-tiba saja makhluk material kuno yang tidak memiliki bentuk tubuh itu bergerak-gerak seolah-olah dia ingin melepaskan diri dari kekuatan yang menyegelnya.


"Tuan, kenapa dengan benda ini?" Tanya Yona yang kebingungan.


"Makhluk kuno ini ingin mencoba untuk membebaskan dirinya karena dia bisa merasakan bahwa ada aura kehidupan disekelilingnya dan itu sangatlah berbahaya" Kata Juli yang mulai sedikit khawatir.


Juli segera memeriksa segel yang ada di makhluk itu dan dia menemukan bahasa yang jelas itu bukan dari bahasa Peri, tapi segelnya itu diikat oleh Ras Manusia Kuno.


"Ini adalah tulisan dari Kerajaan Gurun dan makhluk ini jauh lebih tua daripada Busur Panah mu tadi" Kata Juli.


Yona tiba-tiba saja melihat sebuah kitab yang terselip disampingnya itu, lalu dia segera mengambilnya namun dia tidak bisa membaca apa isi dari kitab itu, lalu dia mendekati Juli yang lagi sibuk mempelajari tulisan prasasti penyegelan makhluk kuno itu.

__ADS_1


"Tuan! Aku tadi menemukan kitab yang terselip disampingnya ini, silahkan tuan melihatnya!" Kata Yona seraya menyodorkan kitab temuannya itu.


Juli segera mengambil kitab itu dan membaca sampul kitab dari Kerajaan Gurun itu, dan seketika itu juga raut wajah Juli menjadi pucat.


__ADS_2