SYSTEM SUPREME IMORTAL GOD (DEWA ABADI TERTINGGI)

SYSTEM SUPREME IMORTAL GOD (DEWA ABADI TERTINGGI)
CHAPTER 20. MEMBANGUN KOTA


__ADS_3

Kota anggrek salju dalam tahap pembangunan pada umumnya itu dalam bentuk rehab, rehab ringan, rehab sedang dan rehab berat.


Ada beberapa bangunan yang baru dibangun baru, seperti Menara Pill namun untuk membangun sebuah bangunan itu seharusnya membutuhkan setidaknya enam bulan untuk mencapai atau mendapatkan hasil yang diharapkan.


Akan tetapi, dengan kemampuan yang dimiliki oleh suku kerdil dan mendapatkan tambahan tenaga kerja dari luar, sekarang mereka dapat membangun sebuah bangunan hanya kurung waktu seminggu saja.


Juli juga penasaran dengan kinerja para kurcaci dalam membangun berbagai macam bangunan dengan sangat cepat, lalu dia mulai berinisiatif untuk turun langsung ke lapangan untuk melihat proses pembangunan secara langsung.


Juli sangat terkejut saat melihat kota anggrek salju secara langsung, yang dimana bangunan kota anggrek salju dalam waktu 10 hari ini sudah terbangun sejauh ini, namun yang membuat dia lebih terkejut lagi saat melihat orang-orang yang membantu dalam proses pembangunan itu sangatlah banyak.


"Dari mana datangnya semua orang-orang itu, kelihatannya mereka semua bukan dari kalangan fakir, miskin dan renta" Gumam juli dalam hatinya.


Juli hanya bisa termenung di tempatnya berdiri, dia melihat banyak ibu-ibu yang sedang menggendong anaknya dengan keadaan yang saat menyedihkan karena mereka mambantu proses pembangunan, ada juga orang jompo yang membantu mengangkat batu bata dengan tubuh lemahnya dan masih banyak lagi yang serupa tapi jumlah mereka lebih dari 10 kali lipat dari jumlah dasarnya, mereka juga tidak memiliki tempat tinggal untuk mereka tidur di tempat-tempat umum yang dibangun.


Juli hanya bisa menggelengkan kepalanya saat melihat semua itu, "Dari perkampungan mana mereka semua ini" Batin juli.


Ada seseorang yang menepuk pundaknya dari belakang yang memecahkan lamunannya yang membuat dia terkejut, rupanya yang menepuk pundaknya tadi adalah seorang anak laki-laki yang memiliki tubuh kurus dan masih berumur delapan tahun, dengan senyum ramahnya dia berkata.


"Teman kecil! Kamu memiliki baju yang sangat bagus dan bersih. Apa kamu menyuruh ibumu untuk mencucinya atau kau mencuri baju itu di tempat lain?" Tanya bocah kurus itu dengan tawa kecilnya untuk menggoda juli.


"Oh, tentu tidak! Ini memang bajuku, hanya saja baju ini bersih dan sedikit lebih bagus dari baju yang kamu pakai" Jawab juli yang sedikit canggung, yang jelas anak kecil itu seumuran dengannya. Perihal baju yang juli pakai, dia tidak memakai baju mewah hanya saja baju yang dia pakai itu biasa saja namun bajunya itu selalu dicuci bersih oleh pelayan istananya.


Lalu bocah kurus itu mulai duduk di samping juli sambil memberi isyarat ke juli untuk duduk disampingnya, juli saja merasa geli saat mengingat kembali umurnya itu di kehidupan sebelumnya, sebenarnya dia itu kakek tua bahkan dia sangat tua untuk diajak ngobrol oleh seorang bocah delapan tahun itu, namun juli menurutinya saja dan yang sebenarnya itu hanya masalah kecil saja.


"Oh, iya! Namaku Rahmat, panggil saja aku Rahmat atau apalah itu yang penting kamu enak panggil aku apa. Lalu, nama kamu siapa?" Tanya Rahmat yang bicaranya sedikit ceplas-ceplos.


"Juli" Jawab juli sambil senyum saat melihat wajah rahmat yang begitu lugu itu.


"Ah! Nama kamu sama ya seperti nama tetua tertinggi di sini" Kata rahmat sambil senyum terkikik.


"Apa, kamu mengenalnya?" Tanya juli sambil senyum karena dia penasaran.


"Tidak! Aku tidak mengenalnya sama sekali, namun dia itu orang yang cukup baik" Kata rahmat.


"Kenapa, kamu tau?" Tanya juli yang penasaran.


"Coba kamu pikirkan, siapa sih yang mau mengambil kami semua dari jalanan? Siapa sih yang mau mempekerjakan kami dan memberikan kami upah yang layak? Siapa sih yang mau memberikan kami sebuah tempat untuk berteduh? Ada beberapa keluarga kami yang di ambil secara paksa untuk di jadikan kami sebagai budak? Namun, kota anggrek salju diberi perintah oleh tetua tertinggi untuk seluruh fakir miskin agar bisa berlindung di sini dengan segenap kemampuan yang mereka miliki, dan aku berjanji akan mempertahankan kota ini dengan segenap jiwa dan ragaku. Apa, kamu sudah mengerti sekarang kenapa aku bilang dia itu orang yang baik" Penjelasan singkat rahmat untuk memberi pengertian ke juli.


Sudah juli duga kalau gurunya itu yang telah membawa mereka datang kemari, karena gurunya itu memiliki hati yang lembut sehingga dia bisa berbuat demikian.


"Memang anak-anak seperti kita ini yang memiliki semangat seperti ini sangat dibutuhkan oleh semua orang" Kata juli.


"Hahaha.. Aku aja melihat mu kurang bersemangat!" Kata rahmat sambil tertawa.


"Benarkah?" Tanya juli yang sedikit mengerutkan keningnya.


"Tadi malam aku bekerja keras dengan pekerja lainnya untuk memperbaiki benteng kota bagian timur dan kami aja tidurnya cuma dua jam saja, dan sekarang aja saya akan bekerja lagi untuk membantu membangun bangunan perguruan anggrek salju, aku ingin sekali untuk bisa masuk ke perguruan ini, namun untuk sekarang masih ada perbedaan antara hak pribumi dan pendatang, tapi itu bukanlah hal yang bisa kita salahkan" Kata seorang anak delapan tahun yang kelihatannya dia cukup dewasa.


Kedewasaan rahmat dapat diacungi jempol jika ada bandingan untuk anak seusianya, hal ini aja di luar perkiraan juli, rupanya banyak sekali anak jenius seperti dia harus mati di kehidupan sebelumnya.

__ADS_1


"Ah kamu benar sekali kawan! Kamu berasal dari mana kawan?" Tanya juli ke rahmat


"Oh iya ya! Saya lupa kasih tau ke kamu kalau saya itu tinggal dimana! Saya berasal dari 'Kota Rawa Hitam', sebelum kami dibawa kesini kota kami dikuasai oleh orang aliran hitam, keluarga ku juga banyak yang tewas setelah kota kami di kuasai oleh orang aliran hitam, saat itu saya bersama adik saya kabur dari sana dan sehingga kami bisa mengungsi kemari, kedua kakak dan ibu saya hilang dan saya tidak tahu mereka dimana sekarang" Kata rahmat yang bersedih saat mengingat kedua kakak dan ibu yang hilang.


"Oh seperti itu! Dimana, adik mu sekarang?" Tanya juli ke rahmat.


"Itu" Kata rahmat sambil menunjuk ke arah anak perempuan yang berumur sekitar 5 tahun dan anak perempuan itu memiliki tubuh yang kurus seperti rahmat yang sedang mengangkat batu untuk membantu orang dewasa yang sedang membangun bangunan.


"Apa? Kenapa anak sekecil itu harus di pekerjakan juga?" Tanya juli yang penasaran.


"Bukan! Bukan seperti itu! Dia hanya membantu saja, kalau kami tidak membantu dan hanya bermalas-malasan saja maka kota ini pasti akan runtuh dan hancur seperti kota rawa hitam, makanya saya menanamkan sebuah kesetiaan kepadanya dari sekarang supaya dia bisa bersungguh-sungguh dari sejak kecil agar dia dapat berusaha dengan giat dan menjadi gadis yang kuat, jangan seperti kedua kakak kami yang tidak bisa melakukan apa-apa! Untuk kedepannya, aku sudah berjanji kalau aku akan melindungi adik ku satu-satunya" Kata rahmat dengan semangat yang berapi-api.


"Rahmat! Apa rencana mu untuk selanjutnya?" Tanya juli ke rahmat.


"Rencana ku selanjutnya adalah menjadi seorang pendekar? Supaya aku bisa melindungi adikku dan aku akan mencari kedua orang tua dan kedua kakak ku yang hilang" Kata rahmat yang menjelaskan rencana selanjutnya itu.


"Baiklah rahmat, ini saya ada dua buah tiket untuk mu, dengan tiket ini kamu bisa masuk ke perguruan ini dengan adikmu tanpa hambatan sama sekali. Kamu tenang saja, saya orang sini kok! Jika kamu perlu sesuatu di kota ini, kamu datang saja ke Istana kota anggrek salju dengan menunjukkan ini ke penjaga gerbang nanti" Kata juli sambil memberikan dua tiket emas dan satu lencana yang terbuat dari batu giok yang bertuliskan kata 'Langit Bumi'.


Rahmat sangat terkejut dengan apa yang dia lihat dan dia pegang, 'Bukankah itu adalah tiket yang terbuat dari emas dan berlambang bunga anggrek salju ini pasti sangat istimewa dan giok ini juga pasti benda yang berharga' Pikirnya.


"Aku tidak dapat menerimanya, kau yang paling membutuhkan semua ini" Kata rahmat ke juli.


"Teman! Kau ambil saja, karena punya saya masih banyak" Kata juli sambil meletakkan kedua benda tersebut ke tangan rahmat.


"Ah.. Kedua benda ini sangatlah berarti bagi kami, terima kasih banyak teman! Oh iya teman, saya pergi dulu ya karena saya terlalu lama ngobrol disini denganmu jadi saya permisi dulu" Kata rahmat yang terlihat sangat bahagia saat menerima pemberian dari juli, setelah itu ia beranjak pergi untuk membantu para pekerja yang lainnya.


Tidak lama kemudian, datanglah gibli untuk menghampiri juli yang dimana dia melihat juli yang sedang berdiri sambil mengamati para pekerja, setelah sampai di hadapan juli segera dia memberi hormat kepada juli.


"Aku ingin mereka semua tetap tinggal di sini dan kita akan memperluas wilayah kekuasaan kita sampai ke wilayah timur!" Perintah juli ke gibli.


"Tetua! Apa tetua tidak mengetahui kalau wilayah bagian timur sudah dikuasai oleh aliran hitam atau lebih tepatnya oleh orang dari partai iblis lembah neraka" Kata gibli yang sedikit kebingungan dengan apa yang dikatakan oleh juli.


"Dalam lima tahun ke depan, kita akan mengusir mereka dari sana dan saya ada pekerjaan lain untuk raja pembangunan" Kata juli sambil bergerak menuju istana kota.


"Oh iya gibli, di sana ada dua orang bocah yakni abang adek dan tolong berikan rumah untuk mereka tinggali dengan layak" Kata juli sambil tersenyum, setelah itu dia mulai melanjutkan perjalanan nya.


"Siap tetua! Serahkan saja semua itu kepada saya" Kata gibli sambil tersenyum.


'Walaupun jumlah mereka bertambah banyak dan tetap setia kepada kita, kita masih bisa membuat kan mereka semua rumah' Gumam gibli pada dirinya sendiri.


Para pekerja yang bekerja dengan giatnya dan tidak mengenal lelah, dalam hitungan minggu saja sudah terlihat perubahan yang luar biasa, walaupun masa pekerjaan lambat tapi itu semua sudah bisa dikatakan lebih baik dari kota-kota yang lainnya.


Seiring perkembangan kota anggrek salju, kabar mengenai perkembangan kota anggrek salju saat ini yang begitu cepat, sudah menyebar luas bahkan kabar tersebut sudah sampai ke telinga aliran hitam dan aliran putih, sehingga banyak anggapan yang berbeda dari kedua aliran tersebut dan semua itu tergantung dengan kepentingan mereka masing-masing.


Di menara istana kerajaan anggrek salju di Lantai 50


Juli dapat melihat ke segala tempat yang sudah dipenuhi dengan para pekerja, mereka semua bagaikan sekelompok semut yang tidak terlihat kelelahan sama sekali sedangkan untuk orang kerdil, mereka semua yang mengerjakan hal-hal yang rumit lainnya.


Telah banyak bangunan dibangun dan diperbaiki oleh mereka, tidak lama kemudian para pemimpin di setiap gedung mulai bermunculan melalui pintu portal.

__ADS_1


Mereka semua datang kesana itu dikarenakan untuk memenuhi panggilan dari juli, namun untuk amin yang sebagai gurunya itu tidak dapat menghadiri panggilan dari juli, itu dikarenakan dia lagi mengajar di perguruan anggrek salju.


Yang menghadiri panggilan dari juli itu adalah para petinggi kota anggrek salju, seperti Putri Yona Si Dewi Peri Utara, 13 Naga, Gabu dan Gibli Si Kerdil Dua Bersaudara, Ketua Kama Sang Master Pil dari Gunung Salju, Hidan dari Petinggi Istana dan Kunai Si Dewa Angin.


"Kalian semua, silahkan duduk" Kata juli sambil melihat para orang-orang hebat sudah berkumpul semua.


"Kami memberi hormat kepada tetua juli" Kata mereka, dengan serentak mereka memberi hormat ke juli lalu mereka duduk di tempat duduk masing-masing.


"Sudahlah! Kalian semua tidak usah terlalu formal ke saya, silahkan duduk para senior semua" Kata juli dengan santai.


Dalam rapat penting tersebut, dia mulai memberikan mereka semua tugas dan mulai mengevaluasi mereka masing-masing, tugas untuk mengelola gedung menara pil nanti akan dikelola oleh keluarga gunung salju.


Untuk perguruan anggrek salju, akan di kepalai oleh kunai dari suku manusia angin, itu dikarenakan pada saat ini hanya kunai lah yang sudah berada di tingkat emas puncak, itu merupakan tingkatan tertinggi yang ada di kota anggrek salju dan bahkan bisa dikatakan hanya ada 5 orang saja yang sudah mencapai tingkat emas di kerajaan awan ini.


Namun, di karenakan kondisi kakek kunai saat ini bisa dikatakan kalau dia belum prima atau pulih sepenuhnya, namun semua itu sudah banyak berubah dari pada setengah bulan yang lalu.


Juli memberikan kitab-kitab untuk mengetahui cara membudidayakan tubuh yang telah dia tulis ke kakek kunai, seperti Kitab Pedang Langit, Kitab Tangan Kosong Lima Wali, Kitab Tombak Tiada Tanding, Kitab Tenaga Dalam Dewa-dewi dan kitab yang lainnya.


Tentu saja kakek kunai sangat terkejut saat melihat kitab yang ditulis oleh juli, itu adalah kitab tertinggi dan itu sangat membantu untuk budidaya serta perkembangan para pelajar di perguruan anggrek salju.


Jumlah murid perguruan anggrek salju saat ini sudah lebih dari 1500 orang. Mereka semua diajarkan oleh beberapa guru tingkat kayu dengan jumlah lebih dari seratus orang dan selebihnya diajarkan oleh guru tingkat pejuang. Kualitas guru saat ini memang masihlah rendah untuk standar sebuah perguruan.


Setelah itu, juli mulai mengevaluasi para pekerja secara sederhana dan memberikan solusi di setiap kendala mereka.


"Saudara gibli, butuh berapa lama kamu untuk menyelesaikan pembangunan gedung penelitian untukku?" Tanya juli sambil memberikan cetak biru untuk gedung riset atau gedung penelitiannya.


Gibli mulai melihat-lihat cetak biru dari juli, "Ini membutuhkan waktu sekitar sebulan" Kata gibli dengan berpikir-pikir.


"Baiklah! Aku akan menunggu, namun kapan selesainya pembangunan menara pil anggrek salju?" Tanya juli ke gibli mengenai proses pembangunan menara pil.


"Untuk menara pil, gedungnya sudah dapat dihuni namun belum selesai dengan sempurna jadi harus menunggu sekitar sebulan lagi, perguruan sudah siap, lapangan latihan prajurit sudah sangat sempurna" Tambahan gibli.


"Baguslah kalau begitu! Bagaimana menurut senior kama?" Tanya juli.


"Sekarang kami sudah bisa memproduksi pil tahap satu dan pil tahap dua dengan bahan yang seadanya untuk sementara, tetua" Kata ketua kama dengan semangat nya.


"Baguslah! Saya minta tolong untuk ketua kama, tingkatan lagi pembuatan pil kita lebih banyak lagi, karena kita perlu meningkatkan budidaya prajurit dan anggota kita supaya kita bisa mengalahkan aliran hitam dan siluman" Kata juli ke ketua kama.


"Yona! Bagaimana hubungan mu dengan kota yang lainnya?" Tanya juli ke yona.


Juli hanya tersenyum saja saat melihat yona, karena dia terlalu dini untuk mengemban tugasnya selama ini, namun dia penuh tanggung jawab dan bersemangat serta pekerjaan nya tidak dapat dianggap remeh.


"Baik tuan! Saat ini saya berencana untuk memprogram nya dalam minggu ini" Kata yona namun serius, walaupun wajahnya tetap terlihat sangat imut.


Juli yang sudah tidak sanggup lagi untuk menahan tawanya, "hahahaha", setelah itu mulai melanjutkan pembicaraan mereka.


Dia juga mengevaluasi untuk bagian yang lainnya, seperti bagian gibli, dia memberikan blueprint untuk dibuatkan sebuah senjata yang baru ke gibli, begitu juga untuk program-program yang lainnya.


"13 Naga! Untuk malam ini, kalian harus memperketat penjagaan kota dan kerahkan semua prajurit kita serta kalian semua tidak boleh ada yang tidur saat melakukan penjagaan, begitu juga untuk para pendekar karena saya juga akan kesana!" Kata juli yang membuat 13 naga terkejut.

__ADS_1


"Apa? Apakah kita akan diserang oleh musuh, tetua?" Tanya 13 naga.


"Bukan! Karena malam ini kita akan melakukan pemburuan" Kata juli.


__ADS_2